siklus Archives - RDN Consulting


Category filter:AllAkuntansiBlogEkonomiEventHukumInfografikKesehatanKeuanganKeuanganKonsultan PajakLaporan KeuanganManajemenPajakPajakTax ConsultationUncategorized
No more posts
August 25, 2020
220-1280x768.jpg

Mengelola akuntansi dan pembukuan rumah sakit lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Bagaimana tidak, dengan banyaknya pembayaran serta peraturan pemerintah yang harus dipantau, pencatatan pembiayaan yang bisa saja salah dalam siklus pendapatan, hingga saldo kredit yang terakumulasi dalam piutang. Oleh karena itu, simak penjelasan lengkap mengenai akuntansi rumah sakit berikut ini.

Apa itu Akuntansi Rumah Sakit?

Akuntansi rumah sakit adalah sistem akuntansi yang mengakumulasi, mengkomunikasikan, dan menginterpretasi data ekonomi historis dan perkiraan yang berguna untuk memastikan posisi keuangan dan hasil operasional rumah sakit.

Informasi yang berkaitan dengan kegiatan rumah sakit, disajikan dalam bentuk statistik yang bersifat historis dan, pada saat yang sama, diperkirakan.

Informasi statistik tersebut sama pentingnya bagi pengguna manajemen internal dan pihak eksternal rumah sakit. Di rumah sakit, akuntansi tidak lain sebagai sistem informasi.

Kata ‘akumulasi’ yang disinggung sebelumnya berarti akuntansi rumah sakit adalah proses penggolongan dan pencatatan transaksi yang sering terjadi di rumah sakit. Meskipun berkaitan dengan beberapa operasi mekanis, namun prosedurnya hampir sama dengan entitas bisnis / ekonomi lainnya.

Demikian pula, ‘komunikasi’ berarti proses pelaporan informasi yang disajikan kepada pengguna akuntansi. Berbagai jenis laporan dan informasi tersedia dalam akuntansi rumah sakit. Informasi umum disajikan dengan bantuan laporan keuangan yang dikenal sebagai Laporan Laba Rugi, Laporan Perubahan Modal, maupun Neraca.

‘Interpretasi’, sebaliknya, berarti menganalisis dan mengevaluasi informasi yang dilaporkan sedemikian rupa sehingga informasi yang sama dapat dengan mudah dipahami dan dimanfaatkan oleh pengguna yang dimaksud.

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai siklus transaksi dan akuntansi rumah sakit, pertama-tama mari ketahui terlebih dahulu struktur dana di rumah sakit.

Baca juga: Apa itu Akuntansi Manajemen? Bagaimana Fungsi dan Tujuan Akuntansi Manajemen?

Struktur Pendanaan Rumah Sakit

Struktur dana rumah sakit terbagi atas dana tidak terikat (unrestricted fund) dan dana terikat (restricted fund).

  • Dana Tidak Terikat

Dana tidak terikat adalah dana yang penggunaannya tidak dibatasi tujuan tertentu seperti dana umum di pemerintahan atau dana lancar tidak terikat dalam akuntansi universitas.

Penggunaan dana umum untuk pencatatan sumber daya atau penerimaan dana yang dibelanjakan dalam memenuhi aktivitas operasional utama rumah sakit. Dana umum juga dapat menentukan batasan penyisihan atas sumber daya tertentu.

Batasan penyisihan tersebut merupakan inisiatif internal rumah sakit, sementara batasannya ditentukan oleh pihak eksternal rumah sakit sebagai sponsor.

  • Dana Terikat

Dana terikat adalah dana yang penggunaannya dibatasi tujuan tertentu seperti permintaan pihak eksternal. Dana terikat terbagi atas dana terikat sementara waktu yang berarti bersifat sementara dan dana terikat permanen dengan batasan yang sifatnya permanen.

Struktur Transaksi Rumah Sakit

Setelah terjadi peristiwa ekonomi atau transaksi maka selanjutnya akan mengarah ke:

  • Siklus Pendapatan

Pemberian jasa pelayanan rumah sakit kepada pasien atau pihak lain dan penerimaan pembayaran pasien atau tagihan pihak lain.

  • Siklus Pengeluaran

Pengadaan barang dan/atau jasa dari pihak lain dan pelunasan utang dan kewajibannya.

  • Siklus Pelayanan

Perubahan sumber daya rumah sakit menjadi jasa layanan rumah sakit.

  • Siklus Keuangan

Pemerolehan dana modal (capital fund), contohnya modal kerja yang berasal dari dana kas atau dana likuid lainnya dan sumber dana yang berjangka panjang.

Setelah melalui keempat siklus tersebut, maka akan masuk ke dalam siklus laporan keuangan yang tidak dikaitkan dengan keempat siklus operasional sebagaimana yang telah disinggung sebelumnya. 

Siklus pelaporan keuangan mendapat data operasional dan akuntansi yang berasal dari siklus lain dan memproses data tersebut menjadi laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi pada umumnya.

Laporan keuangan tersebut pada akhirnya digunakan oleh pengguna eksternal seperti masyarakat, pemerintah dan donatur, maupun pengguna internal seperti manajemen perencanaan, pengendalian, evaluasi, dan pengambilan keputusan.

Baca juga: Pengertian Siklus Akuntansi dan Fungsinya Dalam Penyusunan Laporan Keuangan Perusahaan

Siklus Akuntansi Rumah Sakit Beserta Contohnya

Setelah mengetahui siklus transaksi di rumah sakit, maka selanjutnya akan dibahas mengenai siklus dalam akuntansi rumah sakit. Setelah mendapatkan transaksi, maka transaksi-transaksi tersebut akan diproses pada siklus berikut ini.

  • Jurnal

Pencatatan setiap transaksi ekonomi yang terjadi di rumah sakit. Jurnal berisikan tentang:

  • Tanggal transaksi
  • Nama akun dan jumlahnya yang harus didebet dan dikredit
  • Keterangan atas transaksi
  • Pencatatan debet dicatat di sisi kanan dan pencatatan kredit di sisi kiri.

Contoh Jurnal Akuntansi Rumah Sakit

  • Tanggal 5 Juni 2020, terjadi pembelian barang farmasi secara tunai sebesar Rp Rp1.000.000.
  • Tanggal 7 Juni 2020, dicatat pendapatan dari pasien umum. Berdasarkan formulir kuitansi yang diperoleh dari kasir, maka rinciannya yaitu biaya pendaftaran Rp20.000, biaya pemeriksaan dan tindakan Rp50.000 dan biaya obat Rp70.000 (harga pokok obat Rp60.000)

Maka pencatatan sebagai berikut:

J1

Jurnal Umum

Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
5 Jun 20 Persediaan Barang Farmasi

       Kas

Rp1.000.000 Rp1.000.000
7 Jun 20 Kas

      Pendapatan Pendaftaran

      Pendapatan Pelayanan

      Pendapatan Apotek

Biaya/Beban Obat

      Persediaan Barang Farmasi

       

Rp140.000

Rp60.000

Rp20.000Rp50.000

Rp70.000

Rp60.000

 

  • Buku Besar

Buku besar (general ledger) adalah rekening individual yang terdapat dalam laporan keuangan. Setiap buku besar memiliki kode akun yang sesuai dengan yang disajikan di laporan keuangan. Buku besar juga mencatat perubahan saldo setiap rekening individual.

Jadi, terjadi pemindahan akun yang dicatat dalam buku jurnal ke dalam buku besar Langkah-langkah yang dapat dilakukan yaitu:

  • Masukkan tanggal posting, jumlah yang didebet dan yang dikredit di dalam jurnal dan ke dalam kolom-kolom yang sesuai di dalam buku besar.
  • Di dalam kolom referensi pada jurnal, masukkan nomor akun buku besar.

Contoh Buku Besar Akuntansi Rumah Sakit

101

Kas

Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
1 Jun 20 Saldo awal Rp2.000.000
5 Jun 20 J1 Rp1.000.000 Rp1.000.000
7 Jun 20 J1 Rp140.000 Rp1.140.000

 

121

Persediaan Barang Farmasi

Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
5 Jun 20 J1 Rp1.000.000 Rp1.000.000
7 Jun 20 J1 Rp60.000 Rp940.000

 

401

Pendapatan Pendaftaran

Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
7 Jun 20 J1 Rp20.000 Rp20.000

 

402

Pendapatan Pelayanan

Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
7 Jun 20 J1 Rp50.000 Rp50.000

 

403

Pendapatan Apotik

Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
7 Jun 20 J1 Rp70.000 Rp70.000

 

501

Biaya/Beban Obat

Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
7 Jun 20 J1 Rp60.000 Rp60.000

 

  • Neraca Saldo

Penyusunan neraca saldo didasarkan atas saldo akhir yang terdapat dalam

setiap akun individual atau buku besar. Penyusunannya dilakukan pada akhir periode ketika akan membuat laporan keuangan.

Contoh Neraca Saldo dalam Akuntansi Rumah Sakit

Rumah Sakit Harapan Warga

Neraca Saldo

30 Juni 2020

Debet Kredit
Kas Rp400.000
Piutang Pelayanan Rp100.000
Persediaan Barang Farmasi Rp940.000
Peralatan Rumah Tangga Rp200.000
Hutang Usaha Rp200.000
Hutang Gaji Rp100.000
Pendapatan diterima di muka Rp150.000
Ekuitas Rp900.000
Surplus tahun lalu Rp230.000
Pendapatan Pelayanan Rp20.000
Pendapatan Pelayanan Rp50.000
Pendapatan Apotik Rp70.000
Beban Obat Rp60.000
Beban bahan habis pakai Rp20.000
Total Rp1.720.000 Rp1.720.000

 

  • Jurnal Penyesuaian

Jurnal penyesuaian bertujuan mencatat penyesuaian akun atau rekening pada akhir periode akuntansi rumah sakit.Hal ini dilakukan karena hal-hal seperti:

  • Transaksi tidak dimungkinkan untuk dicatat secara harian dengan alasan efisiensi.
  • Beberapa biaya tidak dicatat dalam periode waktu tertentu, karena biaya yang dimaksud terkait dengan berlalunya waktu dan bukan sebagai akibat dari pemakaian sumber daya sehari-hari.
  • Transaksi tidak dicatat dikarenakan alasan lain

Jurnal penyesuaian dikelompokkan menjadi deferrals dan accrual. Deferrals terbagi atas prepaid expenses yang berarti beban/biaya telah dibayar tunai dan dicatat sebagai aset sebelum digunakan atau dikonsumsi dan unearned revenue yang berarti kas telah diterima dan dicatat sebagai hutang (kewajipan) sebelum pendapatan diperoleh.

Sementara accrual terbagi atas accrued revenues yang merupakan pendapatan telah diperoleh tetapi kas belum diterima atau belum dilakukan pencatatan dan accrual expenses yang merupakan beban telah terjadi tetapi kas belum dibayarkan atau belum dilakukan pencatatan.

Contoh Jurnal Penyesuaian

  • Prepaid Expense

Tanggal 5 Mei 2020 membayar polis asuransi sebesar Rp1.000.00, akan jatuh tempo pada tanggal 5 Mei 2021.

Tanggal Jurnal
5 Mei 20 Transaksi Asuransi dibayar di muka           Rp1.000.000

          Kas                                                    Rp1.000.000

31 Mei 20 Penyesuaian Beban Asuransi                          Rp100.000

          Asuransi Dibayar di Muka                 Rp100.000

 

  • Unearned Revenue

Tanggal 5 Mei 2020 rumah sakit menerima dan jamkesmas sebesar Rp2.000.000 dan tanggal 31 Mei 2020 berdasarkan analisis yang dilakukan, pendapatan terealisasi sebesar Rp1.000.000

Tanggal Jurnal
5 Mei 20 Transaksi Kas                                                   Rp2.000.000

          Pendapatan diterima di muka                       Rp2.000.000                                       

31 Mei 20 Penyesuaian Pendapatan diterima dimuka          Rp1.000.000

          Pendapatan Pelayanan                                 Rp1.000.000

Kemudian, siklus akuntansi akan diselesaikan pada kertas kerja (worksheet) yang merupakan alat kerja akuntan dalam membuat laporan neraca saldo, membuat penyesuaian, menggolongkan akun ke dalam neraca, dan menyusun laporan keuangan.

Setelah itu, baru dilanjut ke jurnal penutup yang menutup akun temporer dan memindahkan akun surplus ke akun permanen atau neraca. Lalu ke jurnal pembalik yang menjadi pilihan karena dapat dilakukan ataupun tidak, namun jurnal pembalik memudahkan proses akuntansi rumah sakit di periode selanjutnya. 

Agar memudahkan pembuatan akuntansi rumah sakit, Anda dapat menggunakan jasa konsultan akuntansi seperti Rusdiono Consulting. Rusdiono Consulting membantu rumah sakit Anda berkembang dengan memaksimalkan fungsi keuangan dan menyederhanakan proses akuntansi.

Meski sederhana, akuntansi tetap mematuhi Standar Akuntansi yang ditetapkan. Segera hubungi kami dengan klik di sini.


July 17, 2020
11044-1280x853.jpg

Kesuksesan sebuah perusahaan jasa tentu tidak terlepas dari kegiatan akuntansi dan keuangan perusahaan. Maka dari itu, ketika membuat sebuah laporan, terdapat beberapa tahap siklus akuntansi yang perlu dipahami pengusaha sektor jasa. Berikut tahap pencatatan siklus akuntansi.

Perusahaan Jasa

Perusahaan jasa memiliki karakteristik yang dapat dibedakan dengan usaha lainnya, terutama perusahaan dagang. Diantaranya:

  • Intangibility,berarti perusahaan jasa tidak berwujud atau berbentuk fisik.
  • Inseparability, berarti antara jasa yang dihasilkan dengan dikonsumsi tidak dapat dipisahkan dan selalu bersamaan. 
  • Variability, berarti kualitas layanan serta jenisnya beragam.
  • Perishability, jasa tidak bertahan lama atau akan cepat habis ketika dikonsumsi.

Dalam pencatatan akuntansi perusahaan jasa, pasti setiap usaha akan mendapat nota atau kuitansi. Keduanya disebut sebagai sumber pencatatan akuntansi. Berikut sumber pencatatan akuntansi lainnya:

Bukti Transaksi Internal
Memo Memo adalah bukti transaksi yang dikeluarkan oleh manajer untuk staf bagian akuntansi.
Bukti Transaksi Eksternal
Kuitansi Kuitansi adalah bukti transaksi atas penerimaan uang dari suatu pembayaran.
Faktur Faktur adalah hitungan penjualan barang yang dilakukan secara kredit.
Nota Nota adalah bukti transaksi atas pembelian atau penjualan yang dilakukan secara tunai.
Cek Cek adalah surat perintah yang tidak memiliki syarat, ditujukan kepada bank atas pembayaran sejumlah uang tertentu ketika surat diberikan kepada bank.

 

Tahap Pencatatan

Tahap pencatatan terdiri atas menganalisis bukti transaksi, menyusun jurnal umum, dan memposting ke buku besar. 

  • Analisis Bukti Transaksi

Analisis bukti transaksi adalah tahap paling awal yang dilakukan dalam suatu siklus akuntansi. Berikut tabel yang berisikan aturan pencatatan transaksi dalam akun perusahaan jasa. 

Akun Bertambah/Kenaikan Berkurang/Penurunan
Aset Debit Kredit
Liabilitas Kredit Debit
Ekuitas Kredit Debit
Prive Debit Kredit
Pendapatan Kredit Debit
Beban Debit Kredit

 

  • Jurnal Umum

Ketika membuat Jurnal, terdapat catatan keseluruhan transaksi berdasar bukti transaksi, bukti yang kemudian dianalisis posisinya apakah kredit atau debit, lalu dicatat dalam jurnal umum.

Menurut Rudianto(2009), jurnal umum adalah ringkasan dan pencatatan transaksi secara kronologis yang didasarkan as dokumen bersama penjelasannya dalam buku harian.

Berikut contoh jurnal umum perusahaan jasa:

Tawar Manis Jasa

Jurnal Umum

Per 31 Januari 2020

(dalam rupiah)

 

Tanggal Akun Ref Debit Kredit
2020 Jan 1 Kas 111 15.100.000
Perlengkapan 113 5.250.000
Peralatan 121 12.550.000
Kendaraan 122 22.400.000
      Modal 311 55.300.000
2 Sewa dibayar di muka 114 12.000.000
      Kas 12.000.000
3 Kas 111 2.550.000
      Pendapatan jasa 411 2.550.000
4 Perlengkapan 113 1.500.000
      Kas 111 1.500.000
6 Peralatan 121 2.600.000
      Kas 111 2.600.000
8 Beban iklan 515 850.000
      Kas 111 850.000
10 Kas 111 10.000.000
      Utang bank 212 10.000.000
Jumlah 84.500.000 84.500.000

 

  • Buku Besar

Setelah memahami pencatatan jurnal umum pada perusahaan jasa, kemudian akun-akun dari jurnal umum diposting ke buku besar atau ledger.

Buku besar adalah kumpulan akun yang meringkas transaksi dalam jurnal, buku besar juga disebut sebagai pencatatan terakhir dalam akuntansi (book of final entry). Berikut contoh buku besar perusahaan jasa:

Kas         111

Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit Saldo
Debit Kredit
2020

Jan

1 Setoran modal 1 15.100.000 15.100.000
2 Membayar sewa toko 1 12.000.000 3.100.000
3 Menerima pendapatan 1 2.550.000 5.650.000
4 Membeli perlengkapan 1 1.500.000 4.150.000
6 Membeli peralatan 1 2.600.000 1.550.000
8 Membayar beban iklan 1 850.000 700.000
10 Menerima pinjaman bank 1 10.000.000 10.700.000

 

Perlengkapan       113

Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit Saldo
Debit Kredit
2020

Jan

1 Setoran modal 1 5.250.000 5.250.000
4 Membeli Perlengkapan 1 1.500.000 6.750.000

 

Sewa dibayar di muka       114

Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit Saldo
Debit Kredit
2020

Jan

2 Membayar sewa 1 12.000.000 12.000.000

 

Peralatan             121

Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit Saldo
Debit Kredit
2020

Jan

1 Setoran modal 1 12.550.000 12.550.000
6 Membeli peralatan 1 2.600.000 15.150.000

 

Kendaraan       122

Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit Saldo
Debit Kredit
2020

Jan

1 Setoran modal 1 22.400.000 22.400.000

 

Utang Bank       212

Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit Saldo
Debit Kredit
2020

Jan

1 Menerima kredit 1 10.000.000 . 10.000.000

 

Modal       311

Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit Saldo
Debit Kredit
2020

Jan

1 Setoran modal 1 55.300.000 . 55.300.000

 

Pendapatan Jasa               411

Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit Saldo
Debit Kredit
2020

Jan

3 Menerima pendapatan 1 2.550.000 . 2.550.000

 

Beban Iklan       515

Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit Saldo
Debit Kredit
2020

Jan

8 Membayar beban iklan 1 850.000 .850.000

 

Demikian artikel mengenai tahap pencatatan siklus akuntansi perusahaan jasa, semoga dapat bermanfaat.

Selanjutnya, perusahaan jasa memerlukan tahap pengikhtisaran yang terdiri atas neraca saldo, jurnal penyesuaian, dan kertas kerja. 

 


June 21, 2020
556-1280x853.jpg

Sesuai namanya, perusahaan jasa adalah perusahaan yang menyediakan layanan khusus untuk pelanggan mereka. Jasa konsultasi profesional seperti dokter dan pengacara hingga pekerjaan rumah tangga seperti pengasuhan anak.

Perusahaan jasa menyediakan layanan selama satu kali atau dapat juga berkelanjutan. Perusahaan juga dapat memilih untuk meminta pembayaran berdasarkan jam atau hari atau per layanan terselesaikan.

Dalam menjalankan perusahaan jasa, tentu siklus akuntansi perusahaan jasa juga berbeda jika dibandingkan dengan lainnya karena proses kegiatan dan produk yang berbeda pula. 

Sebetulnya, proses akuntansi perusahaan jasa lebih sederhana daripada perusahaan lain. Untuk informasi lebih lengkapnya, simak ulasan berikut ini.

10 Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa

Perusahaan jasa menentukan pendapatan bersihnya dengan mengurangi biaya operasional dari pendapatannya. Siklus akuntansi perusahaan jasa dimulai ketika pelanggan membayar layanan tersebut. 

Namun, perusahaan jasa seringkali harus menunggu beberapa bulan atau minggu untuk menagih pembayaran pelanggan sesuai waktu yang telah disepakati. 

Saldo yang belum dibayar pada faktur ini adalah piutang dagang, yang sering berpotensi tidak diperhitungkan dalam situs akuntansi.

Siklus akuntansi sendiri adalah proses yang dirancang untuk membuat akuntansi keuangan kegiatan bisnis lebih mudah bagi pemilik perusahaan jasa. Terdapat 8 langkah yang harus diikuti dalam akuntansi perusahaan jasa.

  • Identifikasi Transaksi

Langkah pertama dalam siklus akuntansi adalah mengidentifikasi transaksi. Perusahaan akan memiliki banyak transaksi sepanjang siklus akuntansi. Masing-masing perlu dicatat dengan benar di buku perusahaan.

Sangat penting untuk mencatat semua jenis transaksi, biasanya perusahaan jasa menggunakan teknologi point of sale yang diintegrasikan dengan pembukuan mereka untuk mencatat transaksi penjualan. 

Contoh:  Kuitansi penjualan, nota pembelian, dan lain sebagainya. 

  •  Catat Transaksi dalam Jurnal

Langkah kedua dalam siklus adalah pembuatan entri jurnal untuk setiap transaksi. Menggunakan point of sale biasanya membantu perusahaan melewati siklus 1 dan 2, namun perusahaan juga tetap memantau pengeluaran mereka.

Catat transaksi dalam jurnal dengan detail berdasar data yang didapat agar memudahkan siklus selanjutnya. 

Pilihan antara akuntansi akrual dan kas akan menentukan kapan transaksi dicatat secara resmi. Perlu diingat, akuntansi akrual membutuhkan pencocokan pendapatan dengan pengeluaran sehingga keduanya harus dipesan pada saat penjualan. Sedangkan, akuntansi kas mengharuskan transaksi dicatat ketika kas diterima atau dibayar. 

Pilihan selanjutnya yaitu pencatatan single entry dan double entry. Single entry adalah pencatatan transaksi keuangan hanya satu kali dengan transaksi yang memengaruhi akun kas. Double entry adalah pencatatan transaksi keuangan dua kali pada debet maupun kredit agar menghasilkan laba rugi atau neraca.

  • Posting ke Buku Besar

Setelah transaksi dicatat sebagai entri jurnal, maka selanjutnya harus memposting ke akun di buku besar. Buku besar memberikan rincian semua kegiatan akuntansi dengan akun dan mencatat aktiva tertentu.

Contoh: jenis transaksi, tanggal, nomor, nama akun dan lain sebagainya. 

Hal ini memungkinkan pemegang buku untuk memantau posisi dan status keuangan berdasarkan akun. Salah satu akun yang paling sering direferensikan dalam buku besar adalah akun kas yang merinci berapa banyak uang tunai yang tersedia.

Kemudian, hitung saldo pada buku besar agar mengetahui total nilai akun.

  • Penyusunan Neraca Saldo

Pada akhir periode akuntansi, neraca saldo  dihitung sebagai langkah keempat dalam siklus akuntansi. Neraca saldo memberitahu perusahaan jasa jika terdapat saldo yang belum disesuaikan di setiap akun di buku besar.

Jumlah debet dan kredit harus sama ketika melakukan siklus penyusunan neraca saldo.

  • Penyusunan Jurnal dan Neraca Saldo Penyesuaian

Menganalisis jurnal dan mengidentifikasi jurnal penyesuaian merupakan langkah kelima dalam siklus. Jurnal penyesuaian dibuat dan digunakan untuk memastikan bahwa debet dan kredit sama. Jika ada perbedaan maka penyesuaian perlu dilakukan.

Selain mengidentifikasi kesalahan, penyesuaian juga mungkin diperlukan untuk pencocokan pendapatan dan pengeluaran saat menggunakan akuntansi akrual.

Baca juga: Manfaat Menggunakan Kantor Jasa Akuntansi

  • Neraca Lajur

Neraca saldo dan jurnal penyesuaian menjadi acuan dalam menyusun neraca lajur. Neraca lajur menginformasikan akuntansi berbentuk laporan laba rugi dan neraca. Keduanya, akan menjadi pondasi dalam membuat laporan keuangan.

  •  Laporan Keuangan

Setelah perusahaan membuat semua jurnal penyesuaian, kemudian menghasilkan laporan keuangannya pada langkah ketujuh. Bagi sebagian besar perusahaan, laporan ini akan mencakup neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal dan laporan arus kas.

  • Jurnal Penutup

Akhirnya, perusahaan mengakhiri siklus akuntansi pada langkah kedelapan dengan menutup pembukuannya pada akhir hari pada tanggal penutupan yang ditentukan. Pernyataan penutup memberikan laporan analisis kinerja selama periode tersebut.

Rekening yang ditutup yaitu rekening nominal dan laba rugi. Caranya, dengan me-nol kan atau membuat nihil kedua rekening terkait. 

  • Jurnal Pembalik

Jurnal pembalik adalah siklus pembalikan terhadap beberapa akun yang telah ditutup agar mengembalikan saldonya. 

Contoh: pembayaran dimuka dan belum jatuh tempo.

  • Neraca Akhir atau Awal

Setelah penutupan, siklus akuntansi dimulai lagi dari awal dengan periode pelaporan baru. Penutupan biasanya merupakan waktu yang baik untuk mengajukan dokumen, merencanakan periode pelaporan berikutnya, dan meninjau kalender acara dan tugas di masa depan.

Neraca ini sebagai neraca akhir pada sebuah periode, dan digunakan sebagai siklus akuntansi selanjutnya. 

Baca juga: Akuntansi Biaya: Pengertian, Fungsi, dan Manfaatnya bagi Suatu Perusahaan

Jenis Transaksi Akuntansi Perusahaan Jasa

Sistem akuntansi menyediakan laporan keuangan yang merangkum posisi keuangan perusahaan jasa dalam periode tertentu, yang dikenal sebagai periode transaksi. Agar memfasilitasi hal ini, transaksi dirangkum ke dalam akun buku besar yang diklasifikasikan ke dalam lima kategori:

  • Aset

Aset adalah item bernilai yang dimiliki perusahaan jasa dan digunakan untuk melakukan penjualan. Contoh: uang tunai, peralatan, tanah, bangunan dan furniture.

  • Kewajiban

Setiap kewajiban atau utang yang dimiliki perusahaan jasa akibat operasional disebut kewajiban. Contoh: jumlah yang terutang kepada pemasok atau pinjaman bank.

  • Ekuitas Pemilik

Ekuitas pemilik adalah klaim pemilik atas aset bisnis setelah dikurangi kewajiban.

  • Pendapatan

Pendapatan dihasilkan dari penjualan jasa dalam bisnis. Contoh: transaksi penjualan jasa konsultasi.

  • Pengeluaran 

Barang atau layanan yang digunakan dalam menjalankan perusahaan jasa. Contoh: inventaris, biaya pembersihan, listrik dan telepon. 

  • Piutang 

Piutang adalah penjualan atau layanan yang diberikan secara kredit. Sesuai dengan kebijakan / perjanjian yang dibuat, pelanggan membayar pembayaran dalam periode waktu yang ditentukan. Sehingga pada saat pembayaran piutang, perusahaan juga harus mencatatnya.

Laporan kinerja keuangan menyederhanakan pendapatan dan pengeluaran dalam rumus:

Pendapatan – Beban = Laba/ (Rugi) Bersih

Laporan posisi keuangan mengikuti perhitungan yang dikenal sebagai persamaan akuntansi:

Aset – Kewajiban = Ekuitas Pemilik

Akuntansi perusahaan jasa memang berbeda dengan perusahaan lain, bahkan antar perusahaan jasa sendiri bisa menghasilkan pencatatan yang berbeda. Hal ini tergantung pada ruang lingkup dan skala operasional perusahaan.  

Perlu diingat, pahami dengan betul setiap jenis transaksi agar terhindar dari kesalahan dalam pencatatan akuntansi. 


Send this to a friend