return on assets Archives - RDN Consulting


Category filter:AllAkuntansiBlogEkonomiEventHukumInfografikKesehatanKesehatanKeuanganKeuanganKonsultan PajakLaporan KeuanganManajemenPajakPajakTax ConsultationUncategorized
No more posts
June 20, 2022
WhatsApp-Image-2022-06-19-at-4.08.28-PM.jpeg

Dalam dunia investasi ada istilah yang sering kali ditemui, yaitu Return on Asset. Istilah yang biasa disingkat menjadi ROA ini kerap muncul dalam laporan keuangan perusahaan dan menjadi sumber informasi bagi para investor. Hubungannya dengan investasi membuat pengetahuan tentang ROA wajib untuk diketahui oleh pengusaha mau pun investor. Berikut ini ada penjelasan dari pengertian dan faktor yang mempengaruhinya dengan lengkap.

Pengertian

ROA adalah rasio profitabilitas yang digunakan untuk mengukur kapasitas perusahaan dalam mendapatkan laba dari aset atau aktiva yang digunakan. Investor, analis, dan manajemen perusahaan dapat menggunakan ROA untuk menentukan apakah perusahaan sudah menggunakan aset dengan efisien untuk menghasilkan laba.

Biasanya, hasil perhitungan ROA dinyatakan dalam bentuk persentase. Bila ROA memiliki hasil yang tinggi tandanya perusahaan telah efisien dalam mengelola aset untuk mendapat keuntungan. Sedangkan hasil ROA yang rendah menunjukkan bahwa perusahaan harus melakukan perbaikan.

Cara Menghitung Return on Asset

Hal yang perlu diketahui untuk menghitung ROA adalah pendapatan bersih atau laba bersih dan total aset. Setelah mengetahui jumlah keduanya, bagi pendapatan bersih dengan total aset. Agar lebih jelas, lihat rumus ROA berikut ini:

ROA = Pendapatan atau laba bersih (pendapatan setelah pajak) : Total Aset

Baik atau buruknya manajemen perusahaan dapat dilihat dari tinggi dan rendahnya hasil perhitungan ROA dengan rumus di atas. Bila hasil persentasenya tinggi tandanya semakin baik juga penggunaan aset oleh perusahaan.

Baca Juga: Revaluasi Aset Tetap: Pengertian, Fungsi Hingga Aturan Pajaknya

Faktor yang Mempengaruhi ROA

Ada tiga faktor yang mempengaruhi ROA. Penjelasan yang lebih jelas bisa dilihat di bawah ini:

1. Perputaran Kas atau Cash Turnover

Perputaran kas ini digunakan untuk mengukur ketersediaan kas yang diperlukan oleh perusahaan dalam membiayai kegiatan penjualan dan membayar tagihan. Menghitung tingkat perputaran kas juga dapat menunjukkan tingkat efisiensi yang diperoleh perusahaan dalam usaha memanfaatkan kas yang ada guna mencapai tujuan perusahaan.

2. Perputaran Piutang atau Receivable Turnover

Perputaran piutang dapat dipakai untuk mengukur seberapa lama penagihan piutang dalam satu periode. Data yang diperoleh juga bisa mengukur berapa kali dana yang dapat ditanamkan pada piutang itu berputar selama satu tahun. Dari perputaran piutang perusahaan bisa mengukur tingkat keberhasilan kebijakan penjualan kredit mereka.

Rendah dan tingginya perputaran piutang bergantung pada kecil dan besarnya modal yang ditanam dalam piutang. Semakin tinggi perputaran piutangnya, semakin baik juga kualitas piutangnya.

3. Perputaran Persediaan atau Inventory Turnover

Persediaan merupakan unsur aktiva lancar dan juga bagian dari unsur aktif kegiatan perusahaan serta dapat diperoleh, diubah, hingga dijual kepada pembeli secara terus menerus. Bila perputaran persediaannya baik maka pengembalian kas dari penjualan jadi lebih cepat.

Perputaran persediaan yang dijalankan dengan bertahap bisa melancarkan kegiatan perusahaan mulai dari melakukan produksi sampai penyaluran produk ke konsumen akhir. Modal yang dibutuhkan akan semakin rendah dengan tingginya perputaran persediaan.

Tadi itu adalah penjelasan lengkap mengenai Return on Asset mulai dari pengertian, cara hitung, sampai faktor yang mempengaruhinya. Kamu tinggal menerapkannya pada bisnis yang dijalani.


Send this to a friend