manajemen Archives - RDN Consulting


Category filter:AllAkuntansiBlogEkonomiEventHukumInfografikKesehatanKeuanganKeuanganKonsultan PajakLaporan KeuanganManajemenPajakPajakTax ConsultationUncategorized
No more posts
December 14, 2020
warehouse-indoor-view-1280x768.jpg

Dalam ilmu manajemen operasional dan manajemen produksi, mungkin Anda pernah mendengar istilah manajemen persediaan atau inventory management. Bagian dari perusahaan yang bertugas mengatur, mengelola dan mengendalikan persediaan itulah yang disebut manajemen persediaan. Tugasnya adalah mengatur persediaan yang dimiliki perusahaan, dimulai dari cara memperoleh, penyimpanan hingga pemanfaatan persediaan. 

Persediaan dalam perusahaan ini berupa aset yang disimpan untuk digunakan dalam suatu proses produksi atau menunggu untuk dijual, atau bisa juga berupa suku cadang, bahan baku (barang mentah), barang jadi, barang pembantu ataupun barang dalam proses. 

Mungkin ada beberapa yang menganggap jika mengatur persediaan adalah hal yang mudah, sepele, atau bahkan tidak penting. Aktualnya, mengatur jumlah persediaan agar tetap stabil tidaklah semudah yang diperkirakan. Jika jumlah persediaan terlalu banyak, maka biaya penyimpanan akan meningkat. Sebaliknya, jika jumlah persediaan kurang, kegiatan produksi akan terhambat. Risikonya, perusahaan bisa saja kehilangan konsumen dan penjualan berkurang.

Baca Juga: Akuntansi Biaya: Pengertian, Fungsi, dan Manfaatnya bagi Suatu Perusahaan

Belum lagi, adanya beragam ketidakpastian. Seperti ketidakpastian waktu pemesanan, permintaan, dan pasokan dari supplier. Karena itulah, manajemen persediaan sangat penting guna mengendalikan jumlah persediaan perusahaan tetap stabil, optimal, efektif dan efisien. Terutama bagi perusahaan yang bergerak dalam bidang manufaktur. 

Metode Manajemen Persediaan

Dalam menjalankan manajemen persediaan, ada beberapa metode yang dapat digunakan. Di antaranya adalah:

1. EOQ (Economic Order Quantity)

Metode EOQ atau biasa disebut juga metode kuantitas ekonomi merupakan metode yang dijalankan dengan cara membeli persediaan sesuai dengan jumlah pesanan yang diterima. Artinya, jumlah pesanan, variasi, spesifikasi, hingga waktu pengiriman sudah ditentukan oleh customer atau pemesan.

 

2. JIT (Just IN Times)

Istilah lain dari metode JIT ialah metode tepat waktu. Pada metode ini, perusahaan dibuat sebisa mungkin tidak memiliki persediaan atau tidak memiliki stok sama sekali. Hal ini dimaksudkan agar perusahaan tidak mengeluarkan biaya penyimpanan. Perusahaan hanya akan membeli persediaan pada saat dibutuhkan atau menerima pesanan.

 

3. MRP (Material Requirement Planning)

MRP juga dikenal dengan sebutan metode perencanaan kebutuhan. Metode ini digunakan untuk merencanakan serta mengendalikan stok barang dalam jumlah yang aman yaitu mampu memenuhi permintaan pelanggan atau kebutuhan perusahaan. 

 

3. Periodic Review

Dalam metode ini, perusahaan memungkinkan melakukan pemesanan persediaan dalam interval waktu yang sama. Artinya, pembelian atau pemesanan sudah terjadwal secara rutin sehingga manajer keuangan dapat memperkirakan biaya yang perlu disiapkan.

 

4. Metode Analisa ABC

Metode ini melakukan penggolongan terhadap persediaan berdasarkan nilai total persediaan, yang nantinya akan dibagi ke dalam kelas A, B, C dan seterusnya.

 

Fungsi Manajemen Persediaan

Berikut beberapa fungsi terkait aktivitas manajemen persediaan:

  1. Membuat perhitungan kekurangan persediaan. 
  2. Mengantisipasi pesanan persediaan apabila tidak sesuai dengan kebutuhan. 
  3. Berjaga-jaga apabila persediaan yang dibutuhkan tidak terdapat di pasaran. 
  4. Menjamin kelancaran proses produksi. 
  5. Memastikan persediaan selalu tersedia (safety stock). 
  6. Mengurangi terjadinya keterlambatan dalam sebuah pengiriman persediaan. 
  7. Mengurangi risiko harga yang fluktuatif. 
  8. Menyesuaikan pembelian persediaan dengan jadwal produksi. 
  9. Mengantisipasi kemungkinan perubahan yang terjadi pada penawaran maupun permintaan. 
  10. Mengantisipasi kemungkinan permintaan mendadak. 

Baca Juga: PPh Pasal 22, Pajak Ekspor Impor yang Wajib Diketahui

Dengan manajemen persediaan, maka perusahaan tidak akan kehabisan barang serta mampu menepati komitmen yang sudah dibuat dengan para pelanggan. Jadi, mari mulai gunakan strategi tersebut agar usaha lebih baik lagi.


July 30, 2020
1068-1-1280x853.jpg

Akuntansi manajemen sebagai salah satu hal terpenting bagi perusahaan maupun bisnis. Segala perencanaan dan pengambilan keputusan manajemen didasarkan dari data akuntansi manajemen. Oleh karena itu, sebagai manajer atau pemilik bisnis, perlu adanya pemahaman serius mengenai akuntansi manajemen. Simak ulasan berikut ini. 

Pengertian Akuntansi Manajemen

Akuntansi manajemen adalah proses mempersiapkan laporan operasional bisnis yang membantu manajer atau pimpinan membuat keputusan jangka pendek dan jangka panjang. Akuntansi manajemen membantu bisnis mengejar tujuannya dengan mengidentifikasi, mengukur, menganalisis, menafsirkan dan mengkomunikasikan informasi kepada manajer.

Jika dilihat dari pengertian para ahli, berikut beberapa diantaranya:

  • Mulyadi (2001)

Akuntansi manajemen adalah sebuah informasi keuangan yang didapatkan dari berbagai tipe akuntansi manajerial, yang digunakan terutama oleh pengguna internal sebuah perusahaan.

  • Halim dan Supomo (2000)

Akuntansi manajemen adalah kegiatan atau proses yang menghasilkan informasi dengan bentuk keuangan bagi manajemen, berguna dalam pengambilan keputusan ekonomi dalam menjalankan fungsi manajemen.

Perbedaan Akuntansi Manajemen dan Akuntansi Keuangan

Perbedaan utama antara akuntansi manajerial dan akuntansi keuangan berkaitan dengan pengguna informasi yang dituju. Informasi akuntansi manajerial ditujukan untuk membantu para manajer dalam perusahaan membuat keputusan bisnis yang terinformasi dengan baik, sementara akuntansi keuangan ditujukan untuk memberikan informasi keuangan kepada pihak-pihak di luar perusahaan.

Akuntansi keuangan harus sesuai dengan standar tertentu, seperti prinsip akuntansi atau panduaan akuntansi. Semua perusahaan publik diharuskan untuk melengkapi laporan keuangan mereka sesuai dengan aturan sebagai syarat untuk mempertahankan status mereka yang diperdagangkan secara publik. 

Sementara itu, dikarenakan akuntansi manajemen bukan untuk pengguna eksternal, maka  dapat dimodifikasi sesuai kebutuhan pengguna. Contoh, manajer departemen produksi ingin melihat informasi keuangan yang ditampilkan dengan persentase unit yang diproduksi pada periode tertentu. 

Sementara, manajer departemen SDM ingin melihat grafik gaji karyawan selama periode tertentu. Akuntansi manajemen mampu memenuhi kebutuhan kedua departemen dengan menawarkan informasi dalam format apapun, serta bermanfaat bagi kebutuhan spesifik tersebut.

Baca juga: Konsultan Pajak dan Akuntansi Rusdiono Consulting: Membantu Anda untuk Tumbuh

Berikut penjelasan singkatnya:

No Akuntansi Manajemen Akuntansi Keuangan
1 Hanya digunakan untuk keperluan internal perusahaan. Digunakan untuk pelaporan eksternal ke berbagai pemangku kepentingan.
2 Tidak di bawah peraturan hukum atau peraturan apa pun. Diatur oleh standar, Hukum, peraturan, dll.
3 Tujuan utamanya adalah membantu manajemen internal mengambil keputusan. Membantu investor, kreditor maupun pihak lain dalam mengambil keputusan investasi.
4 Termasuk informasi keuangan dan non-keuangan. Hanya mementingkan informasi keuangan.
5 Tidak dikenakan audit atau investigasi apa pun. Catatan keuangan diaudit sesuai aturan.

 

Fungsi Akuntansi Manajemen

  • Memprediksi Bisnis di Masa Mendatang

Perkiraan membantu bisnis dalam pengambilan keputusan dan menjawab pertanyaan seperti: Haruskah perusahaan berinvestasi lebih banyak dalam peralatan? Haruskah diversifikasi ke pasar dan wilayah yang berbeda? Haruskah membeli perusahaan lain?

Akuntansi manajemen membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan penting yang dapat memprediksi tren masa depan bisnis.

  • Memudahkan Keputusan Bisnis

Informasi yang didapatkan dari akuntansi manajemen tentang biaya dan ketersediaan produksi adalah faktor penentu dalam pilihan keputusan bisnis. Data dari akuntansi manajerial memberdayakan pengambilan keputusan di tingkat operasional dan strategis.

  • Memperkirakan Arus Kas

Memperkirakan arus kas dan dampak arus kas pada bisnis adalah hal yang sangat penting. Mempertimbangkan dari mana biaya yang akan dikeluarkan perusahaan di masa mendatang dan dari mana pendapatan akan didapat, membantu bisnis dalam melangkah lebih lanjut. 

Akuntansi manajemen yang melibatkan pembuatan anggaran dan tren, digunakan manajer untuk memutuskan bagaimana mengalokasikan uang dan sumber daya agar menghasilkan pertumbuhan pendapatan di kemudian hari.

  • Menganalisis Tingkat Pengembalian

Sangat penting bagi manajer atau pebisnis untuk mengetahui tingkat pengembalian atau ROR sebelum memulai proyek yang membutuhkan banyak investasi. Pertanyaan penting yang dapat dijawab melalui akuntansi manajemen dalam ROR meliputi:

Jika disajikan dengan dua peluang investasi, bagaimana cara memilih bisnis yang paling memberikan keuntungan? Dalam berapa tahun perusahaan akan mencapai titik impas pada suatu proyek? Berapa perkiraan arus kas?

  • Perencanaan

Akuntansi manajemen tidak memiliki jadwal ketat seperti akuntansi keuangan. Hal ini sebenarnya yang membuat akuntansi manajemen sebagai proses yang berkelanjutan.

Jadi, informasi keuangan dan lainnya disajikan kepada manajemen secara berkala seperti mingguan, bulanan, atau kadang-kadang bahkan setiap hari.

Oleh karena itu. manajer dapat menggunakan analisis dan data ini untuk merencanakan kegiatan organisasi. Misalnya, jika data terakhir menunjukkan penurunan penjualan untuk wilayah tertentu, maka manajer penjualan dapat memberi saran kepada timnya dan merencanakan beberapa tindakan agar memperbaiki situasi.

  • Identifikasi Masalah Bisnis

Jika beberapa produk yang tidak berkinerja dengan baik, atau beberapa departemen mengalami kerugian yang tidak terduga, dll. Akuntansi manajemen dapat membantu perusahaan mengidentifikasi penyebab yang mendasarinya.

Baca juga: 5 Manfaat Menggunakan Konsultan Pajak, Gunakan Sekarang!

Tujuan Akuntansi Manajemen

Akuntansi manajemen membantu manajer dalam perusahaan membuat keputusan.

Akuntansi manajemen adalah proses mengidentifikasi, menganalisis, menafsirkan dan mengkomunikasikan informasi kepada manajer untuk membantu mencapai tujuan bisnis.

Data yang dikumpulkan mencakup semua bidang akuntansi yang menginformasikan manajemen operasional bisnis yang berkaitan dengan biaya produk atau layanan yang dibeli oleh perusahaan. Akuntan manajemen menggunakan anggaran untuk mengukur rencana operasi bisnis.

Sementara itu, laporan kinerja digunakan untuk mencatat penyimpangan hasil aktual dibandingkan dengan yang dianggarkan.

Cara Kerja Sistem Akuntansi Manajemen

Sistem akuntansi manajemen digunakan untuk memberikan informasi penting kepada manajemen yang digunakan dalam pengambilan keputusan operasional bisnis. 

Contoh, perusahaan manufaktur menggunakan sistem akuntansi manajemen untuk membantu penetapan biaya dan pengelolaan proses mereka. Sementara rumah sakit menggunakan sistem akuntansi manajemen untuk membantu mereka dalam penagihan asuransi dan persyaratan in-house lainnya.

Sistem akuntansi manajemen memiliki variasi tersendiri dan memungkinkan fungsionalitas dan laporan khusus yang berbeda di setiap industri. 

Namun, akuntansi manajemen juga tetap memiliki keterbatasan dan ruang lingkup tersendiri.

Keterbatasan Akuntansi Manajemen

  • Data berdasarkan akuntansi keuangan – Keputusan yang diambil oleh tim manajemen didasarkan pada data yang disediakan oleh Akuntansi Keuangan
  • Tidak kompehrensif – Manajemen tidak memiliki cukup pengetahuan tentang ekonomi, keuangan, statistik, dll.
  • Data yang kadaluarsa – Tim manajemen menerima data yang lalu, yang mungkin saja berubah ketika manajemen mengambil keputusan.
  • Membutuhkan biaya yang mahal – Menyiapkan sistem akuntansi manajemen membutuhkan banyak investasi.

Kesimpulan

Setelah memahami secara lengkap akuntansi manajemen, tentu sebagai manajer atau pemilik bisnis akan membuat laporan keuangan bisnis lebih terencanakan dan terdistribusi dengan baik sesuai kebutuhan setiap bagian manajemen perusahaan.

Dalam memudahkan perusahaan mengelola akuntansi manajemen dan akuntansi keuangan, Anda dapat menggunakan jasa konsultan seperti Rusdiono Consulting. 

Rusdiono Consulting menghadirkan laporan keuangan mulai dari neraca, perubahan modal, hingga arus kas dengan mematuhi Standar Akuntansi Keuangan Indonesia (PSAK). Selain itu, Rusdiono Consulting juga membantu Anda mengelola perpajakan dan audit internal lebih mudah. Tunggu apalagi? Segera hubungi kami dengan klik di sini.


July 20, 2020
2914-1280x853.jpg

Banyak orang berpikir bahwa manajemen biaya sama dengan manajemen keuangan, padahal manajemen biaya adalah sistem bisnis yang mendesain peluang penyempurnaan, strategi dan keputusan operasional perusahaan, sedangkan manajemen keuangan berarti mengelola keuangan perusahaan. Berikut ulasan lebih lengkap tentang manajemen biaya.

Apa itu Manajemen Biaya?

Manajemen biaya adalah proses menemukan dan melaksanakan suatu proyek atau pekerjaan dengan cara yang benar. Hal ini mencakup perencanaan, estimasi, anggaran, pembiayaan, pendanaan, pengelolaan, pengendalian, dan perbandingan antar biaya, sehingga pekerjaan dapat selesai dalam waktu maupun anggaran yang ditetapkan.

Singkatnya, manajemen biaya memiliki fungsi dalam mencakup keseluruhan siklus proyek dari tahap perencanaan hingga mengukur kinerja biaya aktual dan penyelesaian proyek.

Bagi bisnis, peran manajemen biaya diantaranya seperti perencanaan dan pengendalian bisnis, peningkatan pemantauan biaya bisnis, pengoptimalan kinerja hasil produksi di masa mendatang, hingga dasar membuat keputusan. 

Untuk itu, penting bagi Anda mengetahui konsep, macam-macam manajemen biaya beserta contoh penggunaannya.

Baca juga: 5 Jenis Laporan Keuangan dan Pengertiannya

Konsep Dasar Manajemen Biaya

Dalam memaksimalkan pembiayaan, seorang manajer atau pimpinan proyek harus mengetahui beberapa konsep berikut ini.

Konsep Nilai Tambah Segala aktivitas dilakukan dengan cara efisien serta mengurangi pekerjaan yang tidak memiliki nilai tambah.
Konsep Akuntansi Aktivitas Pengumpulan serta pelacakan jalannya operasional proyek, apakah sudah sesuai atau belum.
Konsep Biaya Target Biaya target berarti segala aktivitas berpatok pada harga yang sesuai pangsa pasar atau laba yang ingin dicapai.

 

Prinsip Manajemen Biaya

Terdapat beberapa prinsip manajemen biaya yang perlu dipahami, diantaranya:

  1. Memantau kegiatan yang tidak bernilai tambah secara langsung.
  2. Menunjukkan biaya terpusat dalam setiap kelompok kegiatan bisnis.
  3. Menunjukkan mana biaya yang bernilai tambah dan mana yang tidak.
  4. Membandingkan satu biaya dengan biaya lainnya dengan biaya yang sudah ditarget.
  5. Memakai biaya efektif untuk mengendalikan biaya internal.
  6. Melacak biaya signifikan untuk laporan biaya sebuah proyek.
  7. Mengumpulkan segala biaya untuk pengulangan sebuah proyek.

Macam-Macam Manajemen Biaya

Terdapat beberapa macam-macam manajemen biaya yang dapat diketahui, diantaranya:

  • Biaya Bahan Baku Langsung dan Tidak Langsung

Biaya bahan baku langsung berarti biaya bahan baku dari sebuah produk atau objek lainnya, sedangkan biaya bahan baku tidak langsung berarti biaya bahan baku yang digunakan dalam proses produksi tetapi bukan bagian dari produk yang telah dibuat.

  • Biaya Tenaga Kerja Langsung dan Tidak Langsung

Biaya tenaga kerja langsung merupakan tenaga kerja yang memproduksi produk atau jasa , hal ini termasuk waktu istirahat tenaga kerja seperti waktu makan. Sementara biaya tenaga kerja tidak langsung berarti pengawasan, penanganan bahan baku, pelatihan dan pengendalian mutu yang dilakukan oleh tenaga kerja.

  •  Biaya Tidak Langsung Lain

Biaya tidak langsung lain biasanya dibutuhkan ketika ingin menghasilkan produk atau jasa. Hal-hal seperti biaya fasilitas, biaya peralatan yang dipakai ketika menghasilkan suatu produk atau jasa, serta biaya untuk pendukung lainnya. 

  • Biaya Tetap & Biaya Variabel

Biaya tetap sebagai salah satu total biaya yang tak berubah walau output mengalami perubahan dalam rentang waktu tertentu. Sementara biaya variabel adalah sebuah biaya yang terkait dengan setiap perubahan dari total biaya yang telah ditetapkan. 

  • Biaya Per Unit

Biaya per unit adalah biaya rata-rata yang dihitung dari pembagian total biaya produksi dengan jumlah unit output.

Baca juga: Konsultan Pajak dan Akuntansi Rusdiono Consulting: Membantu Anda untuk Tumbuh

4 Alur Manajemen Biaya

  • Perencanaan Sumber Daya

Perencanaan sumber daya berarti proses kepastian kebutuhan sumber daya di masa yang akan datang sebuah perusahaan atau ruang lingkup proyek tertentu. Hal ini termasuk evaluasi dan perencanaan penggunaan sumber daya tenaga, manusia, keuangan, dan informasi lain yang mungkin diperlukan untuk menyelesaikan sebuah proyek.

Dengan demikian, perencanaan sumber daya menjadi bagian tahap awal proyek. Sebagian besar perencanaan sumber daya menggunakan tenaga kerja manusia. Contoh ketika seorang manajer harus menentukan setiap sumber daya, struktur rincian kerja dan memperkirakan total biaya sumber daya yang diperlukan dalam sebuah proyek.

  • Perkiraan Biaya

Perkiraan biaya merupakan proses prediktif yang digunakan untuk mengukur, menghitung biaya, dan menentukan harga dari sumber daya yang dibutuhkan oleh ruang lingkup proyek. Proses estimasi biaya umumnya diterapkan selama siklus berjalan proyek Setiap keakuratan proyek bisa aja bertambah seiring berjalannya proyek.

  • Penganggaran Biaya

Anggaran biaya adalah proses yang dibutuhkan dalam proses penggabungan perkiraan biaya untuk menetapkan dasar biaya. Manfaatnya, untuk menentukan cost baseline terhadap kinerja proyek yang terpantau dan terkendali.

  • Kontrol Biaya

Kontrol biaya berarti proses pemantauan biaya termasuk kinerja setiap pembiayaan, memastikan bahwa setiap perubahan biaya sudah tepat dan termasuk dalam baseline biaya yang berubah. Hal ini juga menunjukkan informasi kepada para stakeholders bahwa perubahan proses proyek menyebabkan perubahan biaya pula.

Langkah yang Perlu Dilakukan dalam Mengoptimalkan Manajemen Biaya

Jika dilihat dari apa itu manajemen biaya, maka langkah-langkah dilakukan yaitu mengetahui biaya penggerak sebagai biaya utama yang dikeluarkan bisnis. Biaya penggerak adalah faktor yang berdampak pada total biaya.

Berarti, diperlukan pengelompokkan pengeluaran biaya bisnis berdasarkan atas kategori, seperti biaya operasional, sumber daya, maupun biaya lain yang berhubungan dengan aktivitas bisnis. 

Salah satunya dengan memiliki pembebanan biaya dan mengalokasikan biaya tidak langsung dan biaya langsung. BIaya tidak langsung berarti biaya yang sulit diketahui dan bersifat ekonomis, sedangkan biaya tidak langsung berarti biaya yang mudah diketahui.

Jadi, manajemen biaya sangat terkait dengan bagaimana sebuah bisnis dapat memaksimalkan pembiayaan bisnis demi menekan biaya dari hal-hal yang tidak berdampak signifikan bagi nilai bisnis. Hal ini juga guna menaikan profit bisnis. 


Send this to a friend