laporan Archives - RDN Consulting


Category filter:AllAkuntansiBlogEkonomiEventHukumInfografikKesehatanKeuanganKeuanganKonsultan PajakLaporan KeuanganManajemenPajakPajakTax ConsultationUncategorized
No more posts
July 10, 2020
2328-1280x720.jpg

Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi cloud telah merevolusi kehidupan sehari-hari. Membayar tagihan secara online, menggunakan smartphone untuk memeriksa email hingga menyimpan foto secara online. 

Hal ini juga berdampak pada bisnis dan perkantoran, program pada software akuntansi online menawarkan segala fungsionalitas serta keandalan sistem yang wajib dicoba para pebisnis. Berikut manfaat software akuntansi online yang wajib diketahui.

  • Akses Kapan Saja

Dengan software akuntansi online, pebisnis dapat mengakses akun dan keuangan bisnis kapan saja, di mana saja. Berbeda halnya dengan cara manual melalui excel, akuntansi dan keuangan sangat terikat pada dokumen atau bahkan laptop tertentu. 

Software juga dapat menyimpan data bisnis dan membatasi pengaksesan data sesuai perannya dalam bisnis. Data juga dienkripsi dan disimpan dengan aman dengan server cloud. Melalui smartphone atau laptop bukan masalah selama masih ada koneksi internet.

Jadi, di mana pun pebisnis berada, status bisnis selalu dapat diperiksa secara real-time.

  • Hemat Biaya 

Bekerja secara online mengurangi biaya IT. Sementara sistem berbasis manual seperti excel membutuhkan investasi perangkat keras IT sekaligus pemeliharaannya, memerlukan server untuk perangkat lunak tersebut serta membayar tim IT untuk menjaga data, tentu, ini dapat menjadi biaya overhead yang begitu mahal.

Tugas yang berulang seperti faktur, penganggaran hingga pelaporan juga menambah waktu kerja karyawan, secara tidak langsung, bisnis menghabiskan uang pada hal-hal yang sebenarnya bisa lebih strategis lagi.

  • Hemat Waktu

Menurut studi yang dilakukan oleh Xero Blog kepada 230 akuntan, direktur keuangan dan staff di Afrika Selatan, software akuntansi dapat menghemat waktu akuntan hingga 3 jam per hari. Bagaimana bisa? 

79 persen akuntan yang masih menggunakan sistem manual menghabiskan waktu antara satu hingga tiga jam per hari untuk memasukan data ke dalam sistem.Sedangkan 57 persen akuntan yang menggunakan software hanya membutuhkan waktu kurang dari  satu jam sehari. 

Akuntan dengan sistem manual 2x lipat lebih mungkin menghabiskan lebih dari satu jam untuk mengurus email beserta dokumen lain daripada akuntan yang sudah menggunakan software akuntansi. 

Baca juga: Konsultan Pajak dan Akuntansi Rusdiono Consulting: Membantu Anda untuk Tumbuh

  • Pemantauan Keuangan Berkelanjutan

Dalam sistem akuntansi manual, sebagian besar pekerjaan dilakukan pada akhir tahun ketika catatan disiapkan untuk keperluan administrasi dan penilaian pajak.

Tetapi dengan akuntansi yang terkomputerisasi, pebisnis dapat membuat dan mengelola catatan keuangan secara terus menerus dan mendapatkan laporan kapan saja diinginkan.

Hal ini memungkinkan manajemen bisnis untuk memantau catatan keuangan bisnis dan menyelesaikan masalah lebih awal sebelum berkembang menjadi masalah besar.

Sistem akuntansi juga memberikan laporan terperinci tentang proses bisnis dan membantu pengguna memantau aliran kas bisnis, sehingga membantu pengguna menghitung laba dan mempelajari pelanggan mana yang menghasilkan pendapatan terbesar untuk bisnis.

Singkatnya, laporan keuangan dalam software membantu pengguna membuat keputusan dan mengoperasikan bisnis lebih efisien dan produktif.

Bahkan, menurut studi yang dilakukan oleh FreshBooks, proses memantau keuangan menggunakan software dapat menghemat waktu sekitar 30 menit per bulan. 

  • Pengingat Jatuh Tempo

Dengan software akuntansi, pebisnis dapat merekam dan melacak utang serta piutang. Hal ini memungkinkan setiap bisnis mengetahui kondisi arus kas terkini serta perkiraan di masa mendatang.

Misalnya, software dapat memasukan tagihan berikut juga faktur pelanggan dan tanggal jatuh tempo sehingga pengguna mendapat laporan atau pemberitahuan tentang kapan seharusnya piutang perlu dibayarkan oleh pelanggan. Tentu, hal ini sangat menghindari keterlambatan pemasukan.

Hal ini juga diperkuat oleh studi yang dilakukan oleh FreshBooks, ketika menggunakan manual, proses pengecekan di excel memakan waktu hingga 1 menit 30 detik, sedangkan ketika sudah menggunakan software, hanya perlu memerlukan kurang dari 1 menit.

Bayangkan, ketika terdapat 20 penagihan setiap bulan, tentu bisa menghemat hampir setengah jam per bulan.

  • Meminimalkan Kesalahan

Sistem akuntansi manual meningkatkan kemungkinan kesalahan dalam perhitungannya. Tapi, salah satu manfaat software akuntansi yakni memberitahu pengguna jika ada ketidaksesuaian perhitungan.

Tidak jarang, software akuntansi yang dapat direkonsiliasikan dengan bank sehingga saldo yang terdapat dalam software harus sama seperti di rekening bisnis.

Menurut accounting web,lebih dari 73 persen akuntan telah mulai mencari dan memilih software akuntansi untuk mengotomatisasikan tugas akuntansi manual agar mengurangi kesalahan dan beban kerja.

Baca juga: Manfaat Menggunakan Kantor Jasa Akuntansi

  • Memantau Inventaris Bisnis

Menurut tren software akuntansi akhir-akhir ini, banyak software yang menghadirkan fitur seperti pengelolaan inventaris produk dan memberikan rincian terkini jumlah stok yang tersedia.

Bahkan mengotomatisasikan inventaris ketika sebuah pesanan produk sedang diproses. Perkiraan kemungkinan kehabisan stok juga dapat diberitahu sehingga tidak ada lagi cerita tiba-tiba kehabisan produk tertentu.

  • Terfokus Pada Satu Data Terpusat

Software akuntansi memberi manfaat bagi penggunanya untuk memusatkan proses bisnis utama serta tugas-tugas manajemen seperti laporan keuangan, proses purchasing, hingga manajemen persediaan barang.

Pengguna dapat memanfaatkan satu software untuk semua tugas, alih-alih berinvestasi pada channel atau software terpisah.

  • Memudahkan Kepatuhan Pajak

Software akuntansi dapat menghitung jumlah pajak yang harus dibayar pada setiap faktur. Plus, pengguna memiliki laporan terperinci tentang jumlah pajak yang dibayarkan perusahaan selama periode waktu tertentu.

Baca juga: 13 Pengguna Laporan Keuangan dan Tujuan Penggunaannya

  • Meningkatkan Keamanan Data Keuangan Bisnis 

Data keuangan tentu menjadi informasi rahasia sebuah bisnis dan harus sangat dilindungi sehingga tidak jatuh ke tangan yang salah. Dengan software akuntansi, data keuangan perusahaan lebih terjamin karena disimpan dalam cloud dan hanya orang yang telah ditentukan yang dapat mengakses data tersebut.

Demikian manfaat software akuntansi yang memudahkan pemilik bisnis untuk mengelola proses keuangan, menyelesaikan tugas keuangan dengan benar dan cepat. Tidak ada salahnya untuk mencoba software akuntansi, biarkan waktu berharga fokus pada hal strategis lainnya sehingga bisnis lebih optimal.


July 5, 2020
1068-1280x853.jpg

Akuntansi sektor publik dipakai sebagai alat pertanggungjawaban lembaga publik kepada publik atau masyarakat, sehingga pengelolaan keuangan menjadi lebih transparan. Simak ulasan lengkap dari akuntansi sektor publik berikut ini.

Apa itu Akuntansi Sektor Publik?

Akuntansi sektor publik adalah suatu proses pengumpulan, pencatatan, pengklasifikasian, analisis, dan pembuatan laporan keuangan untuk suatu organisasi publik yang menyajikan informasi keuangan kepada pihak yang memerlukan. 

Dapat dikatakan, akuntansi sektor publik bermaksud memberikan transparansi kepada publik agar hak-hak publik terpenuhi. 

Contoh, lembaga pemerintah daerah dan pusat maupun lembaga bukan pemerintah. Selain itu, rumah sakit serta lembaga pendidikan juga biasa menggunakan akuntansi yang satu ini.

Baca juga: Penyajian Laporan Keuangan: Pengertian, Karakteristik Beserta Cara Penyajian

Akuntansi sektor publik lebih menekankan pada pemeriksaaan serta sistem akuntansi. Standar sistem akuntansi negara khususnya lembaga pemerintah membuat akuntansi ini menjadi akuntansi yang wajib disesuaikan dengan standar akuntansi setiap lembaga.

Ukuran prestasi maupun kinerja sektor publik menjadi titik berat dalam pengembangan akuntansi ini, tekanan pada efektivitas manajemen serta efisiensi keuangan menjadi titik fokus utama dalam bidang akuntansi sektor publik.

Dalam menyusun informasi, harus adanya standar seperti akuntansi sektor publik, sehingga terjadi kontrak kesepakatan antara penyusun, pemakai, pemeriksa dalam menyusun dan memahami informasi tersebut.

Pengertian Akuntansi Sektor Publik Menurut Para Ahli

  • Dwi Ratmono (2015)

Akuntansi sektor publik adalah  proses pengidentifikasikan, pengukuran, pencatatan,

dan pelaporan transaksi keuangan dari entitas pemerintah daerah dalam rangka pengambilan keputusan ekonomi yang diperlukan oleh pihak eksternal.

  • Erlina dkk (2015)

Akuntansi sektor publik adalah akuntansi yang digunakan untuk mencatat peristiwa ekonomi pada organisasi nonprofit atau nirlaba. 

Secara sederhana, akuntansi sektor publik ini banyak dipakai oleh organisasi sektor publik, seperti partai politik, masjid, puskesmas, rumah sakit, sekolah, atau universitas, lembaga swadaya masyarakat, dan pemerintah pusat.

Tapi, apa sebetulnya tujuan utama dari keberadaan akuntansi ini?

Tujuan

Menurut American Accounting Association (1970), berikut tujuan akuntansi sektor publik:

  • Kontrol manajemen

Kontrol manajemen atau management control bertujuan agar memberi informasi sesuai kebutuhan dalam pengelolaan suatu organisasi secara cepat, efisien, tepat, dan ekonomis atas operasional serta menggunakan sumber daya yang dialokasikan dalam suatu organisasi.

  • Akuntabilitas

Akuntabilitas atau accountability memiliki tujuan yang mirip dengan kontrol manajemen, yakni menyajikan informasi yang bermanfaat untuk manajer sektor publik.Hal ini digunakan dalam pelaporan pelaksanaan tanggung jawab atas sumber daya atau bidang atau divisi yang berada di bawah wewenang manajer tersebut.

Selain itu, akuntansi sektor publik juga bertujuan untuk pelaporan aktivitas terhadap publik atas operasional pemerintah maupun digunakannya dana atau anggaran publik.

Karakteristik Akuntansi Sektor Publik

Ketika berbicara mengenai akuntansi, pasti selalu terdapat sifat serta karakteristik yang mengikutinya.

 Karakteristik 

  1. Jika dilihat dari penggunaan, akuntansi jenis ini dipakai oleh lembaga pemerintah daerah serta pemerintah pusat.
  2. Berfokus pada sifat lembaga. Dengan demikian. akuntansi bersifat khusus untuk organisasi non profit yang tidak menghasilkan laba.
  3. Berfokus pada tujuan lembaga. Jadi, akuntansi hanya menyajikan informasi pelayanan kepada publik untuk kesejahteraan mereka.
  4. Jika dilihat dari lingkungan, lembaga atau sektor publik bergerak pada lingkungan turbulence serta kompleks.

Baca juga: Konsultan Pajak dan Akuntansi Rusdiono Consulting: Membantu Anda untuk Tumbuh

Komponen yang Memengaruhi Organisasi Sektor Publik

Ekonomi Politik Kultural Demografis
Tingkat inflasi Relasi negara dengan masyarakatnya Keragaman ras, suku, agama, budaya dan bahasa Tingkat pertumbuhan penduduk
Pertumbuhan sektor ekonomi Legitimasi hukum pemerintah Sistem nilai yang berlaku di masyarakat (moral) Struktur / penyebaran usia penduduk
Tenaga kerja produktif Tipe pemerintahan Historis/ sejarah Migrasi (transmigrasi, imigrasi, dll)
Nilai kurs/ Nilai tukar mata uang Ideologi & dasar yang dianut Kondisi sosiologis masyarakat Tingkat kesehatan masyarakat
Infrastruktur / sarana dan prasarana Jaringan internasional Tingkat pendidikan Angka harapan hidup
Tingkat pertumbuhan pendapatan perkapita Relasi antar lembaga Karakteristik masyarakat yang beragam

Ruang Lingkup Akuntansi Sektor Publik

Ruang lingkup akuntansi untuk sektor publik tentu sudah dipastikan untuk lembaga sektor publik. Seperti:

  • Lembaga tinggi pemerintahan negara dan departemen di bawah naungannya.
  • Lembaga pemerintah daerah
  • Yayasan
  • Partai politik dan LSM
  • Organisasi non profit
  • Kesehatan
  • Sekolah
  • Perguruan tinggi
  • Tempat peribadatan

Agar lebih mudah, pahami saja bahwa ruang lingkupnya yaitu lembaga yang menggunakan anggaran publik. Maka dari itu, pertanggungjawaban lembaga atas penggunaan anggaran masyarakat ini yang membuat lembaga wajib melaporkan keuangan dengan sistem akuntansi ini.

Dengan kata lain, akuntansi sektor publik dibedakan atas:

  • Akuntansi Pemerintah

Data akuntansi ditujukan agar memberi informasi tentang transaksi ekonomi maupun keuangan pemerintah kepada pihak eksekutif, legislatif, yudikatif, dan masyarakat.

Akuntansi pemerintah terbagi atas akuntansi pemerintah pusat dan akuntansi pemerintah daerah. Akuntansi pemerintah daerah terdiri dari akuntansi pemerintah provinsi dan akuntansi pemerintah kabupaten atau kota.

  • Akuntansi Sosial

Akuntansi sosial adalah bidang akuntansi khusus yang diterapkan pada lembaga, seperti makro yang melayani perekonomian nasional.

Akuntansi sosial menjadi akuntansi yang dipakai dalam pencatatan peristiwa ekonomi pada sebuah organisasi non profit atau nirlaba. Akuntansi sosial banyak dipakai oleh organisasi sektor publik, contohnya, partai politik, masjid, puskesmas, rumah sakit, sekolah, atau universitas, lembaga masyarakat.

Baca juga: Manfaat Menggunakan Kantor Jasa Akuntansi

Perbedaan Akuntansi Sektor Publik & Swasta

Agar lebih paham, berikut perbedaan yang perlu diketahui antara sektor publik dan swasta:

Perbedaan Sektor Publik Sektor Swasta
Tujuan Non profit. Profit.
Permodalan Pajak, retribusi, utang, obligasi pemerintah, laba BUMN/BUMD, penjualan aset negara, dan lain-lain. Modal internal: Modal pribadi, penjualan aset

Modal eksternal: utang, obligasi, saham.

Pertanggungjawaban Masyarakat dan parlemen. Pemegang saham dan kreditor.
Struktur Organisasi Kaku, birokratis dan hierarkis. Datar, piramid, fleksibel, dan sebagainya.
Karakteristik Anggaran Terbuka umum. Tertutup.
Sistem akuntansi Cash  Accrual

 

Praktik Sektor Akuntansi Sektor Publik di Indonesia

Dengan pentingnya akuntansi dalam organisasi publik, maka seharusnya penerapan akuntansi dilandaskan dengan memahami peranan akuntansi itu sendiri. Di Indonesia sendiri, berikut hal-hal yang perlu diketahui dari praktik akuntansinya.

  • Praktik Pertanggungjawaban Akuntansi yang Layak 

Kebijakan penghasilan serta pembayaran dari pusat pertanggungjawaban organisasi sektor publik, dapat dilakukan dengan pemenuhan otorisasi, baik dari DPR / DPRD atau komisaris. Terkadang, cara pemberian kuasa didapatkan dari proses demokrasi dengan cara pengambilan suara.

  • Prinsip Bruto

Seluruh pendapatan yang dibayarkan bruto, serta biaya yang terjadi, dibebankan sebagai pengurang pendapatan serta perlu dilaporkan dengan lengkap kepada setiap pusat pertanggungjawaban yang terkait.

  • Periodikal

Seluruh pengeluaran perlu dipertanggungjawabkan setiap periode,  maka otorisasi pengeluaran akan dinilai berdasar prestasi periode tersebut. Dana berlebih di atas pengeluaran dapat diketahui dan dikembalikan kepada manajemen pusat pertanggungjawaban.

  • Spesifikasi

Pengeluaran yang bertujuan khusus, wajib didasarkan atas persetujuan DPR / DPRD atau komisaris. Konsep by exception atau pengecualian, perlu diatur dalam peraturan tersendiri dengan tidak mengabaikan tingkat pencapaian prestasi manajemen organisasi sektor publik tersebut.

Demikian pembahasan mengenai akuntansi sektor publik, semoga menambah wawasan dan pengetahuan pembaca. 


June 21, 2020
51-1280x853.jpg

Laporan keuangan adalah catatan aktivitas keuangan perusahaan. Laporan keuangan mengacu pada serangkaian laporan spesifik yang dihasilkan dari sistem akuntansi perusahaan.

Membuat laporan keuangan bisnis UKM, dapat dimulai dengan pembukuan sehari-hari. Bagi UKM, laporan keuangan adalah bagian penting dari rencana bisnis yang akan membantu bisnis UKM menarik perhatian investor atau mendapatkan pinjaman bank.

Berikut penjelasan lengkap laporan keuangan UKM, beserta contoh hingga tips membuat laporan keuangan.

Komponen Laporan Keuangan Menurut SAK

  • Neraca 

Neraca juga disebut sebagai laporan posisi keuangan, neraca adalah gambaran keuangan bisnis UKM pada periode tertentu.

Untuk membuat neraca, mulailah dengan membuat daftar aset UKM di sisi kiri halaman termasuk uang tunai yang UKM miliki dan di bank, nilai peralatan yang dimiliki, nilai inventaris yang dimiliki dalam stok, dan keuangan lainnya.

Di sisi kanan halaman, cantumkan kewajiban UKM termasuk utang dagang, saldo kartu kredit, pinjaman bank, dan uang lain yang menjadi utang bisnis kecil Anda. Terakhir, totalkan aset dan liabilitas Anda, lalu kurangi liabilitas dari aset Anda. Jumlah yang tersisa dikenal sebagai ekuitas pemilik.

  • Laporan Laba Rugi 

Laporan laba rugi menunjukkan pengeluaran, pendapatan atau kerugian dalam suatu periode. 

Pertama, kumpulkan semua jenis penghasilan selama periode waktu yang telah ditentukan. Sumber-sumber pendapatan ini bisa berupa penjualan grosir dan eceran. 

Selanjutnya jumlahkan semua pengeluaran UKM seperti uang yang dihabiskan untuk bahan, penggajian, iklan, utilitas, peralatan, dan sewa properti bisnis.

Temukan hasilnya dengan mengurangi total pengeluaran UKM dari total pendapatannya.

  • Laporan Arus Kas 

Laporan arus kas menunjukkan arus uang tunai yang masuk dan keluar serta saldo akhir selama suatu periode. Laporan arus kas memiliki tiga bagian: kegiatan operasi, kegiatan investasi dan kegiatan pendanaan.

  • Laporan Perubahan Ekuitas

Ekuitas juga disebut sebagai kekayaan atau modal UKM dalam ilmu akuntansi. Dengan mendapatkan selisih antara aktiva (aset) lalu dikurangi pasiva (kewajiban), maka ekuitas akan dihasilkan.

Laporan perubahan modal atau ekuitas yakni laporan yang berisi perubahan atas modal UKM dalam suatu periode tertentu.

  • Catatan atas Laporan Keuangan

Catatan laporan keuangan digunakan sebagai pencatatan segala informasi yang ditambah dalam laporan keuangan. Pencatatan dapat memiliki sifat rincian jumlah atau naratif dan dapat berupa informasi lainnya.

Baca juga: 13 Pengguna Laporan Keuangan dan Tujuan Penggunaannya

Apa yang Harus Dicakup dalam Laporan Keuangan?

Biasanya, laporan keuangan menyajikan kesehatan dan kondisi keuangan bisnis pada calon investor atau kreditor. Oleh karena itu, UKM harus menyiapkan penyajian laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi di Indonesia.

Maka penting bagi UKM untuk mengetahui istilah-istilah yang umumnya terdapat dalam laporan keuangan.

  • Aset

Aset adalah sumber daya dengan nilai ekonomi yang dimiliki atau dikendalikan oleh individu, korporasi, atau negara dengan harapan akan memberikan manfaat di masa depan. Aset dilaporkan pada neraca perusahaan untuk meningkatkan nilai perusahaan atau menguntungkan operasional bisnis UKM.

Aset dapat dianggap sebagai sesuatu yang, di masa depan, dapat menghasilkan arus kas, mengurangi biaya atau meningkatkan penjualan.

  • Laba Komprehensif

Laba komprehensif adalah perubahan ekuitas (aktiva bersih) bisnis dalam periode tertentu yang disebabkan dari transaksi serta peristiwa atau kejadian lain yang berasal dari non pemilik.  Dengan kata lain, kenaikan kekayaan bisnis UKM yang dipengaruhi berbagai hal kecuali perubahan yang diakibatkan oleh investasi pemilik dan distribusi kepada pemilik.

  • Distribusi kepada Pemilik

Penurunan aktiva bersih yang disebabkan oleh pengalihan aktiva, pemberian jasa atau timbulnya kewajiban bisnis. Distribusi kepada pemilik menurunkan kepemilikan (ekuitas) dalam bisnis UKM.

  • Ekuitas

Aset yang tersisa setelah dikurangi seluruh kewajiban. Di bisnis UKM Anda, ekuitas adalah kepentingan kepemilikan. Ekuitas juga diartikan sebagai modal atau kekayaan bisnis yang terdiri atas jumlah aktiva (aset) dikurang pasiva (kewajiban).

  • Beban

Biaya adalah biaya operasi yang dikeluarkan bisnis untuk menghasilkan pendapatan. Seperti kata pepatah populer, “butuh uang untuk menghasilkan uang.” Laporan keuangan mencatat beban melalui salah satu dari dua metode akuntansi: basis tunai atau basis akrual.

  • Keuntungan di Luar Aktivitas Operasional Bisnis

Peningkatan ekuitas (aktiva bersih) dari transaksi bisnis dan dari semua transaksi lain kecuali yang dihasilkan dari pendapatan atau investasi oleh pemilik.

  • Investasi

Peningkatan aset bersih yang dihasilkan dari bisnis lain yang bernilai untuk mendapatkan atau meningkatkan kepemilikan (atau ekuitas) di dalamnya.

  • Kewajiban atau Liabilitas

Liabilitas atau kewajiban adalah sesuatu yang dimiliki orang atau bisnis, biasanya sejumlah uang. Dicatat pada sisi kanan dari neraca, kewajiban termasuk pinjaman, utang , dagang, utang obligasi, premi atau biaya yang masih harus dibayar.

  •  Kerugian di Luar Aktivitas Operasional Bisnis

Penurunan ekuitas (aktiva bersih) dari semua transaksi bisnis dan peristiwa dan keadaan yang mempengaruhi bisnis selama periode kecuali yang dihasilkan dari pengeluaran atau distribusi kepada pemilik.

  • Pendapatan

Arus masuk atau peningkatan aset bisnis atau penyelesaian kewajiban selama periode pengiriman atau produksi barang, memberikan layanan, atau aktivitas lain yang merupakan operasional bisnis.

Baca juga: Pengertian Siklus Akuntansi dan Fungsinya Dalam Penyusunan Laporan Keuangan Perusahaan

Contoh Laporan Keuangan UKM secara Sederhana

Bisnis UKM bernama PT Sejahtera Bersama menjual produk sayuran dengan saldo kas awal sebesar Rp6.000.000. Di bulan Februari, perusahaan berhasil melakukan penjualan sebanyak 30 kg, dengan total penjualan tunai Rp3.000.000. Lalu pada bulan yang sama, PT Sejahtera Bersama mengeluarkan biaya untuk keperluan listrik, transportasi dan telepon sebesar Rp1.500.000. 

Berikut pembukuan sederhana yang dapat dicatat oleh UKM:

  • Buku Kas

Tanggal Keterangan Debet Kredit Saldo
15 Januari 2020 Saldo Kas Awal Rp6.000.000 Rp6.000.000
20 Januari 2020 Penjualan tunai Rp3.000.000 Rp9.000.000

 

  • Buku Penjualan

Tanggal Keterangan Debet Kredit Saldo
20 Januari 2020 Penjualan Tunai Rp3.000.000 Rp3.000.000

 

  • Buku Persediaan

Tanggal Nama barang Satuan Dibeli Dijual
2 Januari 2017 Sayuran Kilogram 30kg

 

Ketika ingin menulis laporan biaya pengeluaran, maka pencatatan laporan keuangan UKM yaitu:

  • Buku Kas

Tanggal Keterangan Debet Kredit Saldo
15 Januari 2020 Saldo Kas Awal Rp6.000.000 Rp6.000.000
20 Januari 2020 Penjualan tunai Rp3.000.000 Rp9.000.000
25 Januari 2020 Biaya Listrik Rp500.000 Rp8.500.000
26 Januari 2020 Telepon dan Internet Rp500.000 Rp8.000.000
27 Januari 2020 Transportasi Rp500.000 Rp7.500.000

 

  • Buku Biaya

Tanggal Keterangan Biaya Total
25 Januari 2020 Biaya Listrik Rp500.000 Rp500.000
26 Januari 2020 Telepon dan Internet Rp500.000 Rp1.000.000
27 Januari 2020 Transportasi Rp500.000 Rp1.500.000

 

Lalu, jika ingin menghitung pendapatan, maka hal pertama yang dilakukan adalah penentuan Harga Pokok Penjualan, yakni keseluruhan biaya langsung yang dikeluarkan agar memperoleh produk atau layanan. 

Cara menghitung HPP:

HPP = Saldo persedian awal + pembelian barang – persediaan

Cara menghitung Laba Bersih dan Laba Kotor

Laba Kotor = Penjualan – Harga Pokok Penjualan

Laba Bersih = Laba Kotor – Biaya

Bagaimana Membuat Rencana Keuangan untuk Bisnis UKM?

Perencanaan atau perkiraan bisnis adalah pandangan bisnis mulai hari ini menuju masa depan.  Ada dua tujuan utama dari bagian keuangan dari rencana bisnis Anda. Pertama, informasi ini diperlukan oleh calon investor, pemodal ventura, dan siapa pun yang memiliki kepentingan finansial dalam bisnis Anda. 

Yang kedua, dan bisa dibilang, tujuan paling penting dari bagian keuangan dari rencana bisnis Anda adalah untuk keuntungan Anda sendiri, sehingga Anda mengerti bagaimana memproyeksikan bisnis UKM saat ini.

  • Buat Prakiraan Penjualan

Buat  excel yang memproyeksikan penjualan Anda selama tiga tahun. Tetapkan sheet yang berbeda untuk setiap bulan, setiap tiga bulan atau setiap tahunnya. Buat kolom satu untuk penjualan produk atau layanan, kolom kedua untuk harga, kolom ketiga untuk mengalikan unit dengan biaya. 

  • Buat Anggaran Bisnis UKM

Pahami berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk membuat perkiraan penjualan. Pertimbangkan biaya tetap (sewa dan gaji) dan biaya variabel (sebagian besar biaya iklan dan promosi) ketika Anda membuat anggaran.

Dengan banyaknya angka-angka ini, Anda juga harus memperkirakan hal-hal seperti bunga dan pajak. Gandakan estimasi laba dengan perkiraan persentase pajak untuk memperkirakan pajak dan gandakan estimasi saldo utang Anda dengan estimasi suku bunga.

  • Kembangkan Arus Kas

Arus kas menggambarkan uang yang masuk dan keluar dari bisnis UKM. Anda mendasarkan laporan arus kas sebagian pada penjualan, item neraca, dan asumsi lainnya. 

Bisnis UKM harus memiliki laporan keuangan secara historis untuk memproyeksikan arus kas mereka. Proyeksikan laporan arus kas menjadi 12 bulan. 

  • Hitung Laba Bersih

Gunakan angka yang Anda masukkan dalam perkiraan penjualan, proyeksi pengeluaran, dan laporan arus kas Anda. Laba bersih adalah margin kotor dikurangi biaya, bunga dan pajak.

  • Kelola Aset dan Kewajiban bisnis UKM

Kompilasi dan perkirakan berapa uang yang akan Anda miliki setiap bulan, termasuk piutang (uang yang terutang kepada Anda), inventaris jika Anda memilikinya, tanah, bangunan, dan peralatan. 

Kemudian cari tahu kewajiban atau utang Anda termasuk utang usaha (uang yang harus dibayar bisnis Anda) dan utang pinjaman yang belum terbayar.

  • Temukan Break Even Point

Break even point adalah jumlah pengeluaran yang diperlukan untuk biaya produksi sama dengan jumlah pendapatan yang diterima dari hasil penjualan. 

Jika bisnis Anda layak, keseluruhan pendapatan pada akhirnya akan melebihi biaya keseluruhan bisnis UKM.


June 21, 2020
1063-1280x853.jpg

Laporan keuangan adalah laporan yang memberikan rincian informasi keuangan perusahaan termasuk aset , kewajiban , ekuitas, pendapatan dan beban, kontribusi pemegang saham, arus kas, dan informasi terkait lainnya selama periode waktu tertentu.

Berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan (SAK), terdapat 5 jenis laporan keuangan. Berikut penjelasan jenis laporan keuangan dan pengertiannya.

1. Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi adalah salah satu laporan keuangan suatu perusahaan yang melaporkan tiga informasi keuangan utama dalam periode waktu tertentu, yakni pendapatan, pengeluaran, dan laba atau rugi.

Laporan laba rugi kadang-kadang disebut pernyataan kinerja keuangan karena pernyataan ini memungkinkan pengguna menilai dan mengukur kinerja keuangan suatu perusahaan dari periode ke periode dari perusahaan yang serupa, pesaing, atau perusahaan itu sendiri.

Terdapat 2 format untuk menyusun laba rugi, yaitu:

  • Single Step, juga disebut sebagai cara langsung, yaitu menjumlahkan pendapatan atas ke bawah menjadi suatu kelompok, kemudian dikurangi dengan total biaya atau beban dalam periode yang telah ditentukan.
  • Multi Step, disebut juga sebagai cara bertahap, yakni memisahkan pendapatan menjadi 2 kategori, pendapatan operasional dan pendapatan non operasional. Operasional berarti berdasarkan kegiatan pokok, sedangkan non operasional berarti berdasarkan di luar kegiatan pokok.

Tiga informasi utama dalam laporan laba rugi:

  • Pendapatan

Pendapatan merujuk pada penjualan barang atau jasa yang dihasilkan perusahaan selama periode akuntansi tertentu.

Pendapatan yang disajikan dalam laporan laba rugi adalah pendapatan yang dihasilkan dari penjualan tunai dan penjualan kredit. Di bagian pendapatan, Anda bisa tahu berapa banyak perusahaan membuat penjualan bersih untuk periode yang dicakupnya.

Pendapatan biasanya dilaporkan sebagai ringkasan dalam laporan laba rugi dan jika Anda ingin memeriksa detailnya, mungkin Anda perlu memeriksa catatan untuk pendapatan yang disediakan dalam laporan keuangan.

Dalam catatan atas laporan keuangan, pengguna dapat melihat garis pendapatan berbeda yang dihasilkan perusahaan untuk periode tersebut. Hal ini membantu pengguna untuk memahami jalur pendapatan mana yang secara signifikan meningkat atau menurun.

  • Pengeluaran

Pengeluaran atau beban adalah biaya operasional yang terjadi pada perusahaan untuk periode akuntansi tertentu. 

Pengeluaran diperingkat dari biaya operasional seperti biaya gaji, utilitas, depresiasi, transportasi, dan biaya pelatihan, hingga biaya pajak dan biaya bunga.

Dalam laporan laba rugi, pengeluaran dapat disajikan berdasarkan sifatnya atau berdasarkan fungsinya.

  • Untung atau Rugi

Untung atau rugi mengacu pada laba bersih atau laba rugi yang dihitung dengan cara mengurangi pendapatan dari pengeluaran.

Jika pendapatan selama periode lebih tinggi dari pengeluaran, maka ada untung. Namun, jika pengeluaran lebih tinggi dari pendapatan, maka akan ada kerugian.

Laba atau rugi untuk periode tertentu akan meneruskan untuk mempertahankan laba atau rugi di neraca dan laporan perubahan modal.

2. Neraca

Neraca kadang-kadang disebut laporan posisi keuangan. Neraca menunjukkan saldo aset, kewajiban, dan ekuitas pada akhir periode waktu akuntansi.

Neraca disebut laporan posisi keuangan karena menunjukkan nilai-nilai kekayaan bersih perusahaan. Anda dapat menemukan kekayaan bersih perusahaan dengan menghapus kewajiban dari total aset.

Neraca pelaporannya tidak per periode, dapat perminggu atau per 2 minggu untuk menunjukkan saldo akun. Sedangkan laporan laba rugi per periode transaksi seperti per kuartal atau per 6 bulan atau setahun untuk melihat laba yang dihasilkan dalam satu periode.

Jika pengguna laporan keuangan ingin mengetahui posisi keuangan sebuah perusahaan, maka neraca adalah jawabannya.

3 informasi utama dalam neraca yang didapatkan:

  • Aktiva

Aktiva atau aset adalah sumber daya yang dimiliki oleh suatu perusahaan secara legal dan ekonomis. Contohnya, bangunan, tanah, mobil, dan uang adalah jenis aset perusahaan.

Aset diklasifikasikan ke dalam dua kategori utama: 

  • Aktiva lancar, mengacu pada aset jangka pendek termasuk uang tunai, kas kecil, bahan baku, barang dalam proses, barang jadi, prabayar, dan jenis serupa yang dikonversi dan dikonsumsi dalam waktu 12 bulan sejak tanggal pelaporan.
  • Aktiva tidak lancar,  termasuk aset berwujud dan tidak berwujud yang diperkirakan akan dikonversi dan dikonsumsi dalam lebih dari 12 bulan sejak tanggal pelaporan. Aset tersebut termasuk tanah, bangunan, mesin, peralatan komputer, investasi jangka panjang dan sejenisnya.

Aset tetap tidak berwujud dibebankan ke laporan laba rugi secara sistematis berdasarkan penggunaan dan kontribusinya.

Dalam persamaan akuntansi, aset sama dengan liabilitas plus ekuitas. Mereka menambah debit dan mengurangi kredit.

Baca juga: Penyajian Laporan Keuangan: Pengertian, Karakteristik Beserta Cara Penyajian

    2. Liabilitas

Kewajiban atau liabilitas adalah kewajiban suatu perusahaan berutang kepada orang atau perusahaan lain. Contohnya, pembelian kredit, pinjaman bank, hutang bunga, hutang pajak, dan lain-lain.

Sama seperti aset, kewajiban diklasifikasikan menjadi dua jenis:

  • Liabilitas lancar, kewajiban yang jatuh tempo dalam satu tahun. Dengan kata lain, perusahaan diharapkan membayar atau mau membayar utang dalam satu tahun. Contohnya,  pembelian secara kredit dalam waktu satu bulan.
  • Liabilitas tidak lancar, utang atau liabilitas yang jatuh tempo lebih dari satu tahun atau lebih dari dua belas bulan. Contohnya, sewa jangka panjang yang jatuh tempo dalam lebih dari dua belas bulan. 

3.Ekuitas

Ekuitas adalah perbedaan antara aktiva dan liabilitas. Item-item dalam ekuitas termasuk modal saham, laba ditahan, saham preferen, dan reserves.

Perubahan aktiva dan liabilitas selama periode tertentu akan mempengaruhi nilai bersih ekuitas. Anda dapat menghitung nilai bersih ekuitas suatu perusahaan dengan menghilangkan liabilitas dari aset.

Laba atau rugi bersih dari laporan laba rugi selama periode tertentu akan ditambahkan ke saldo awal laba ditahan atau accumulated loss.

3. Laporan Perubahan Ekuitas atau Modal

Laporan perubahan ekuitas adalah salah satu laporan keuangan yang menunjukkan kontribusi pemegang saham, pergerakan ekuitas, dan saldo ekuitas pada akhir periode akuntansi.

Informasi yang ditampilkan adalah laporan perubahan modal termasuk klasifikasi modal saham, total modal saham, laba ditahan, pembayaran dividen, dan lain-lain.

Harap dicatat bahwa laporan perubahan ekuitas adalah hasil dari laporan laba rugi dan neraca.

Pada dasarnya, jika laporan laba rugi dan neraca disusun dengan benar, laporan perubahan ekuitas juga akan dibenarkan.

Baca juga: Tahap Siklus Akuntansi Secara Lengkap yang Harus Diikuti untuk Penyusunan Laporan Keuangan Akurat

4. Laporan Arus Kas

Laporan arus kas adalah salah satu laporan keuangan yang menunjukkan pergerakan kas perusahaan selama periode tertentu. Laporan yang membantu pengguna memahami bagaimana pergerakan uang tunai dalam perusahaan.

Ada tiga bagian dalam laporan ini: arus kas operasional, arus kas investasi dan arus kas dari aktivitas pendanaan.

Contohnya, arus kas dari aktivitas operasional membantu pengguna mengetahui berapa banyak uang tunai yang dihasilkan perusahaan dari kegiatan operasional.

Secara umum, informasi ditampilkan berdasarkan pada metode arus kas yang disiapkan perusahaan. Hal ini termasuk metode langsung dan tidak langsung.

5. Catatan atas Laporan Keuangan

Catatan atas laporan keuangan adalah laporan penting yang seringkali dilupakan kebanyakan orang.

Padahal, hal ini termasuk persyaratan wajib yaitu perusahaan harus mengungkapkan semua informasi yang penting bagi laporan keuangan dan membantu pengguna untuk memiliki pemahaman yang lebih baik.

Catatan biasanya berupa pengungkapan detail informasi keuangan terkait dengan akun tertentu. Contohnya, di neraca, Anda akan melihat saldo aset tetap.

Tetapi informasi detail dari aset tetap tersebut tidak termasuk dalam laporan posisi keuangan. Jika pengguna ingin mempelajari lebih lanjut tentang aset tetap tersebut, maka pengguna laporan keuangan harus melihat catatan untuk aset tetap tersebut.

 


June 16, 2020
1205-1280x853.jpg

Penyusunan laporan keuangan berguna untuk memberikan informasi dalam berbagai hal. Seperti pengambilan keputusan atau memantau kondisi keuangan. Tapi sebenarnya, siapa pengguna laporan keuangan? Informasi apa yang mereka butuhkan?

Secara garis besar terdapat 2 pengguna laporan keuangan utama, yaitu pengguna internal dan eksternal. Setiap pengguna memanfaatkan penyajian laporan keuangan dari sudut pandang yang berbeda.

Pengguna Laporan Keuangan Pihak Internal

Biasanya, pengguna internal menggunakan laporan keuangan untuk mengambil keputusan. Jenis laporan keuangan ini juga biasa disebut laporan keuangan manajerial. Beberapa cara pengguna internal menggunakan informasi laporan keuangan dengan cara berikut:

  • Menilai bagaimana manajemen bertanggung jawab atas pengelolaan sumber daya perusahaan.
  • Membentuk keputusan tentang kapan harus meminjam atau menginvestasikan sumber daya perusahaan. 
  • Membentuk keputusan ekspansi atau perampingan.

Lalu siapa saja pengguna laporan keuangan internal?

  • Pemilik

Pemilik menjadi seseorang yang paling tertarik pada laporan keuangan. Tidak hanya karena kepentingannya dalam melihat laba, melainkan juga informasi jumlah keuangan yang dimiliki untuk pendapatan pribadi. Pemilik ingin tahu seberapa banyak modal yang dibutuhkan bisnis untuk menghasilkan pendapatan penjualan.

  • Manajemen Perusahaan

Manajemen perusahaan adalah pengguna pertama dan terutama dari laporan keuangan. Meskipun mereka orang-orang yang menyiapkan laporan keuangan, tetapi mereka sambil sambil mempertimbangkan kemajuan dan pertumbuhan perusahaan. 

Manajemen perusahaan melihat laporan keuangan dari perspektif likuiditas , profitabilitas, arus kas, aset dan kewajiban, saldo kas, persyaratan dana, utang yang harus dibayar, pembiayaan proyek, dan berbagai kegiatan operasional hari lainnya. Sederhananya, manajemen perusahaan memerlukan laporan keuangan untuk membuat keputusan tentang bisnis.

  • Karyawan

Karyawan melihat laporan keuangan perusahaan dari berbagai sudut pandang. Mereka ingin tahu apakah perusahaan memberi bonus atau kenaikan gaji yang tergantung pada kinerja keuangan perusahaan. 

Juga, mereka ingin memiliki pemahaman yang mendalam tentang bisnis dan situasi industri saat ini yang dapat dilihat dari laporan keuangan. 

Perusahaan juga dapat melibatkan karyawan dalam pengambilan keputusan, karena itu, ingin agar karyawan mengetahui dan memahami keuangan perusahaan.

Bahkan sebagian karyawan melihat laporan keuangan perusahaan sebagai kemungkinan ekspansi dan peluang pengembangan karier mereka.

Pengguna Laporan Keuangan Pihak Eksternal

Pengguna eksternal terbagi atas 10 kelompok yang masing-masing memiliki tujuan dan minat yang berbeda. 

  • Investor

Investor dan calon investor tertarik pada potensi keuntungan dan keamanan investasi mereka. Laba di masa yang akan datang dapat diperkirakan dari kinerja laporan keuangan perusahaan yang lalu, khususnya laporan laba rugi.  

Investor juga memerlukan informasi keuangan untuk membuat keputusan tentang apa yang harus dilakukan dengan investasi mereka (saham), yaitu menahan, menjual, atau membeli lebih banyak.

  • Analisis Investasi

Analis investasi mengawasi dengan cermat laporan keuangan perusahaan. Mereka memiliki pengetahuan industri yang baik dan mengetahui kinerja perusahaan. Berdasarkan analisis mereka dari laporan keuangan, analisis investasi membuat keputusan apakah akan merekomendasikan saham perusahaan kepada klien mereka atau tidak.

  • Pemberi Pinjaman atau Kreditur

Pemberi pinjaman seperti bank tradisional, lembaga keuangan, kreditor ingin memeriksa kemampuan perusahaan untuk membayar utang. Dengan demikian, mereka membaca laporan keuangan perusahaan dan melihat apakah mereka akan memberikan pinjaman.

Biasanya, para pemberi pinjaman atau kreditur ini melihat likuiditas perusahaan – kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendek.

  • Lembaga Pemeringkat

Lembaga pemeringkat kredit meninjau laporan keuangan perusahaan untuk memberikan peringkat kredit atas instrumen utang perusahaan. Perusahaan penerbit harus memberikan semua informasi kepada lembaga pemeringkat kredit.

Investor dari sekuritas ini dapat membuat keputusan berdasarkan informasi setelah lembaga pemeringkat memberikan peringkat yang jelas berdasarkan atas kondisi keuangan perusahaan.

  • Pelanggan

Sebagian pelanggan perlu melihat laporan keuangan perusahaan tempat mereka membeli barang atau jasa. Klien besar ingin memiliki kemitraan jangka panjang atau kontrak dengan perusahaan sehingga mereka ingin bekerja dengan perusahaan yang stabil secara finansial. 

Lebih lanjut, biasanya perusahaan yang kuat secara finansial dapat menyediakan pelanggan dengan penjualan kredit dan dapat memberikan produk dan layanan dengan harga diskon dibanding.

  • Kompetitor

Kompetitor ingin mengetahui status keuangan perusahaan yang bersaing. Mereka ingin mempertahankan keunggulan kompetitif pada pesaing mereka dan karenanya, ingin mengetahui kesehatan keuangan perusahaan lain. 

  • Pemasok

Pemasok, seperti pelanggan ingin berurusan dengan perusahaan yang memiliki kesehatan keuangan yang baik. Dengan demikian, mereka juga menjadi bagian dari pengguna laporan keuangan dan membuat keputusan dalam pemberian kredit kepada perusahaan.

  • Otoritas Pajak dan Pemerintah

Instansi pemerintah yang memantau dan mengurus perpajakan tertarik pada kisah keuangan suatu bisnis. Mereka ingin tahu apakah bisnis membayar pajak sesuai dengan undang-undang perpajakan saat ini.

Instansi pemerintah juga ingin melakukan prediksi pajak masa depan berdasarkan kinerja perusahaan dan praktik industri.

  • Serikat Pekerja

Serikat pekerja membutuhkan laporan keuangan untuk mengevaluasi kemampuan bisnis untuk membayar kompensasi dan manfaat kepada anggota serikat yang diwakilinya.

  • Masyarakat Umum

Siapa pun di luar perusahaan seperti peneliti, siswa, analis, dan lainnya tertarik pada laporan keuangan perusahaan dengan alasan valid tertentu.

Laporan keuangan perusahaan adalah informasi terpenting tentang perusahaan. Laporan keuangan memberikan gambaran yang jelas tentang urusan keuangan perusahaan, kinerjanya yang dapat dibandingkan dengan kompetitor dan mitra. Dengan demikian, berbagai pengguna dapat membaca dan memahami laporan keuangan perusahaan untuk tujuan mereka sendiri.

 


June 11, 2020
155601-OUESYG-129-1280x855.jpg

Sejak tanggal 15 Desember 2009, dewan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) meresmikan  PSAK 1 Tentang Penyajian Laporan Keuangan. Aturan yang kemudian direvisi tahun 2013 dan disesuaikan kembali tahun 2014. Isi dari PSAK 1 antara lain syarat, struktur dan isi dari laporan keuangan. Untuk lebih jelasnya, simak ulasan dari artikel Rusdiono Consulting berikut ini.

Pengertian Laporan Keuangan

Menurut Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI, 2015), laporan keuangan merupakan suatu penyajian terstruktur dari posisi keuangan dan kinerja suatu entitas. 

Dengan kata lain, laporan keuangan adalah catatan tertulis yang menyampaikan kegiatan bisnis dan kinerja keuangan suatu perusahaan. Laporan keuangan sebuah perusahaan sering diaudit lembaga tertentu untuk memastikan keakuratan laporan, terutama urusan pajak, pembiayaan atau investasi. 

Dengan begitu pentingnya laporan keuangan, maka dibuat aturan laporan keuangan secara umum dengan dikeluarkannya aturan PSAK 1. Aturan PSAK 1 juga dibuat agar setiap penyajian laporan keuangan dapat selalu dibandingkan dari satu periode ke periode lain ataupun dari suatu perusahaan ke perusahaan lain.

Laporan keuangan menyajikan informasi seperti aset, liabilitas, ekuitas, pendapatan dan beban termasuk keuntungan dan kerugian, serta kontribusi dan distribusi kepada pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik dan arus kas.

Baca juga: Cari Tahu Langkah Mudah Membuat Laporan Keuangan di Sini

Karakteristik Penyajian Laporan Keuangan

  • Penyajian Secara Wajar dan Kepatuhan terhadap SAK

Memilih dan menerapkan penyajian secara wajar sesuai dengan kebijakan akuntansi, perubahan estimasi akuntansi dan kesalahan yang terdapat dalam PSAK 25. Selain itu juga menyajikan akuntansi dengan informasi yang relevan, andal dan mudah dimengerti. Kemudian juga menambahkan informasi tambahan seperti mata uang yang digunakan dalam laporan.

  • Kelangsungan Usaha

Laporan keuangan dapat menyatakan sebuah penilaian tentang kemampuan perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan usahanya.

  • Dasar Akrual

Perusahaan menyusun laporan keuangan berdasar atas dasar akrual, kecuali laporan arus kas. 

  • Materialitas dan Agregasi

Melihat transaksi laporan keuangan berdasarkan materialitasnya. Jika tidak material, maka transaksi tersebut tidak boleh diungkapkan oleh pengungkapan khusus.

  • Saling Hapus

Perusahaan tidak diperbolehkan menghapus antara aset dengan liabilitas, atau pendapatan dengan beban. Misalnya, perusahaan A berutang pada perusahaan B sebesar 200jt rupiah dan terdapat piutang dari perusahaan B 100jt rupiah. Perusahaan tidak boleh menuliskan utang di laporan sebesar 100jt rupiah saja. Utang dan piutang tetap harus dicatat.

  • Frekuensi Pelaporan

Setiap perusahaan diwajibkan menyajikan laporan keuangan per periode yaitu tahunan. 

  • Informasi Komparatif

Dalam menyajikan laporan keuangan, perusahaan perlu mempunyai perbandingan laporan antara periode berjalan dengan periode yang lalu.

  • Konsistensi Penyajian

Setiap penyajian laporan keuangan harus konsisten. Misal untuk aset dibawah 2jt rupiah harus dibebankan dan tidak masuk ke dalam aset. Begitu seterusnya.

Baca juga: Akuntansi Biaya: Pengertian, Fungsi, dan Manfaatnya bagi Suatu Perusahaan

Cara Penyajian Laporan Keuangan Menurut SAK

Berdasarkan aturan PSAK, terdapat cara dan beberapa komponen dalam pembuatan laporan keuangan. Berikut komponen laporan keuangan yang telah dirangkum.

  • Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi merupakan laporan yang berfokus pada pendapatan dan pengeluaran perusahaan selama periode tertentu. Setelah pengeluaran dikurangi dari pendapatan, maka menghasilkan angka laba perusahaan yang disebut laba bersih. Rumus sederhana dari laba rugi yaitu:

Pendapatan – Pengeluaran = Penghasilan Bersih

Contoh Laba Rugi

 

  • Laporan Perubahan Modal (Ekuitas)

Laporan perubahan modal adalah laporan yang menyatakan perubahan yang terjadi pada perusahaan seperti penambahan dan pengurangan dari laba atau rugi dan transaksi pemilik perusahaan. 

Jika saldo laba, maka rumus yang digunakan:

Modal Akhir= Modal Awal + (Labar bersih – Prive)

Akan tetapi,  jika saldo rugi, rumus yang digunakan:

Modal Akhir = Modal Awal – (Rugi bersih + Prive)

Contoh Laporan Perubahan Modal

 

  • Neraca

Laporan neraca memberikan gambaran umum tentang aset, kewajiban, dan ekuitas pemegang saham dalam periode tertentu. Rumus neraca antara lain:

Aset = Kewajiban + Ekuitas

Contoh Neraca

 

  • Laporan Arus Kas

Laporan arus kas mengukur seberapa baik perusahaan mendapatkan uang tunai untuk membayar kewajiban utang, mendanai biaya operasional, dan membiayai investasi perusahaan.

Contoh Laporan Arus Kas

Keterbatasan Penyajian Laporan Keuangan

Meskipun laporan keuangan memberikan banyak informasi tentang sebuah perusahaan, laporan keuangan memiliki keterbatasan. Laporan keuangan harus terbuka untuk segala interpretasi, dan sebagai akibatnya, ketika laporan disajikan, orang sering menarik kesimpulan yang sangat berbeda tentang kinerja keuangan perusahaan.

Sebagai contoh, beberapa investor menginginkan saham mereka kembali dengan adanya penyajian data laporan keuangan yang buruk pada periode tertentu, atau investor lain rela menunggu dan percaya dengan perusahaan Anda dapat diinvestasikan dalam jangka panjang.  

Maka dari itu, saat menganalisis laporan keuangan, penting untuk membandingkan beberapa periode dalam menentukan apakah terdapat tren tertentu di waktu tertentu dan membandingkan hasil laporan keuangan dengan perusahaan lain di industri yang sama.

 


Send this to a friend