gaji prorata Archives - RDN Consulting


Category filter:AllAkuntansiBlogEkonomiEventHukumInfografikKesehatanKesehatanKeuanganKeuanganKonsultan PajakLaporan KeuanganManajemenPajakPajakTax ConsultationUncategorized
No more posts
September 21, 2022
WhatsApp-Image-2022-09-11-at-4.20.09-PM.jpeg

Setiap orang yang bekerja tentu akan menerima gaji. Gaji merupakan bayaran yang diberikan kepada seseorang karena hasil kerjanya. Ada beberapa istilah dalah pemberian gaji yang cukup banyak dikenal, salah satunya gaji prorata atau prorated salary. Penjelasan di bawah ini akan membahas berbagai hal mulai dari pengertian hingga perhitungannya.

Pengertian Gaji Prorata

Prorated salary adalah honor yang diberikan pada karyawan paruh waktu atau yang memiliki periode kerja dengan jangka pendek. Hal ini membuat jenis gaji ini berbeda dengan gaji yang diberikan pada karyawan tetap atau yang bekerja sebulan penuh.

Kapan Gaji Prorata Digunakan?

Meskipun banyak ditujukan kepada karyawan paruh waktu, ada kalanya gaji prorata diberikan pada kasus atau sistem kerja tertentu. Berikut beberapa waktu yang tepat untuk memberikannya:

 

1. Ketika Karyawan Mengambil Cuti di Luar Ketentuan

 

Ada kalanya seorang karyawan mengalami hal-hal tertentu entah karena kewajiban seperti menjadi juri atau kendala tertentu seperti sakit, sehingga mereka harus mengambil cuti di luar waktu yang ditetapkan. Bila kondisi ini terjadi, perusahaan bisa memberikan prorated salary pada karyawan agar dengan menyesuaikan waktu dan hari mereka bekerja.

 

2. Ketika Melakukan PHK atau Mengundurkan Diri di Tengah Pekerjaan

 

Prorated salary bisa menjadi sistem pemberian honor yang pas bila perusahaan dalam kondisi harus memecat karyawan di waktu sebelum tanggal gajian. Selain itu, sistem gaji ini juga bisa diterapkan pada karyawan yang mengundurkan diri di tengah pekerjaan atau sebelum tanggal gajian dengan menghitung jam kerjanya.

 

3. Saat Menerapkan Cuti atau Pengurangan Jam Kerja

 

Dalam kondisi tertentu, perusahaan bisa saja kekurangan dana untuk membayar karyawan, sehingga harus menerapkan cuti secara mendadak atau pengurangan jam kerja untuk mereduksi pengeluaran. Dalam kondisi seperti ini, perusahaan bisa memberikan prorated salary kepada para karyawan dengan menghitung hari serta jam kerja mereka.

 

4. Saat Menaikkan Gaji Karyawan di Luar Tanggal Gajian

 

Beberapa perusahaan terkadang ingin menaikkan gaji karyawan bahkan ketika di tengah bulan atau di luar tanggal gajian. Bila menemui kondisi seperti ini, maka prorated salary bisa menjadi solusi untuk memberikan gaji.   

Perhitungan Gaji Prorata

Ada tiga cara menghitung gaji prorata yang cukup mudah dilakukan, yaitu:

 

1. Menghitung Gaji Per Jam

 

Perhitungan gaji per jam artinya menggunakan satuan waktu terkecil dalam waktu kerja. Perhitungan ini juga bisa menjadi patokan untuk gaji saat lembur. Adapun perhitungan gaji per jam yaitu gaji pokok dan tunjangan tetap dibagi 173. 

Rumus perhitungan gaji harian: 1/173 X Gaji Sebulan.

 

2. Menghitung Gaji Berdasar Hari Kerja

 

Perhitungan gaji jenis ini sangat cocok untuk memberikan honor bagi karyawan yang mengambil cuti selama beberapa waktu.  

Rumus perhitungan gaji berdasarkan hari kerja: (jumlah hari kerja yang dijalani/jumlah hari kerja sebulan) X gaji sebulan

 

3. Gaji Prorata untuk Karyawan Resign

 

Ada perhitungan tersendiri untuk karyawan yang diberhentikan atau mengundurkan diri di pertengahan bulan atau sebelum tanggal gajian yang seharusnya. Perhitungan ini didasarkan pada jumlah hari kerja para karyawan.

Rumus gaji karyawan resign: upah per jam X jumlah jam kerja per hari X jumlah hari

Baca: Slip Gaji: Fungsi, Format, dan Contoh yang Perlu Anda Ketahui

Itulah penjelasan tentang cara hitung gaji prorata beserta pengertian dan waktu yang tepat untuk memberikannya. Rusdinono Consulting menyediakan payroll service profesional untuk memudahkan administrasi usaha anda, sehingga anda dapat fokus pada bisnis inti anda. Hubungi kami di sini untuk informasi lebih lanjut.


Send this to a friend