ekuitas Archives - RDN Consulting


Category filter:AllAkuntansiBlogEkonomiEventHukumInfografikKesehatanKeuanganKeuanganKonsultan PajakLaporan KeuanganManajemenPajakPajakTax ConsultationUncategorized
No more posts
July 21, 2020
669-1-1280x853.jpg

Setiap perusahaan diharuskan melakukan proses akuntansi demi mengidentifikasi kondisi keuangan. Akuntansi juga dikenal sebagai salah satu pembukuan, yang melibatkan pengumpulan, analisis, klasifikasi, interpretasi, dan penyajian informasi keuangan.

Mengenal Akuntansi Perusahaan

Akuntansi perusahaan adalah proses akuntansi yang didedikasikan untuk operasional suatu perusahaan. Dalam jenis pembukuan yang satu ini, akuntan perusahaan hanya memusatkan perhatiannya pada catatan keuangan satu perusahaan. Lebih khusus lagi, akuntan hanya berfokus pada perusahaan yang telah mempekerjakannya.

Akuntansi perusahaan dilakukan untuk memastikan status keuangan dan operasional perusahaan. Terlebih investor dan pemberi dana selalu tertarik untuk mengetahui kinerja keuangan perusahaan ketika akan membeli sejumlah saham atau memberi pinjaman dana.Oleh karena itu, akuntansi perusahaan dilakukan untuk mengkomunikasikan aset dan kewajiban perusahaan kepada mereka.

Akuntansi perusahaan juga dilakukan untuk memastikan aktivitas keuangan perusahaan mematuhi hukum dan peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah, memastikan kegiatan bisnis selaras dengan kebijakan organisasi, dan menghasilkan laporan yang digunakan untuk membuat keputusan strategis bagi perusahaan. 

Baca juga: Mengenal Akuntansi Perusahaan Jasa, Siklus dan Jenis Transaksinya

3 Konsep Dasar Akuntansi Perusahaan

  • Persamaan Dasar Akuntansi

Persamaan dasar akuntansi dijadikan dasar pembuatan laporan keuangan, neraca, laba rugi, maupun arus kas perusahaan. Persamaan dasar akuntansi juga bersifat umum. Persamaan dasar akuntansi yaitu:

Aset = Kewajiban + Ekuitas

Jadi, jumlah aset yang terdapat di sisi kiri harus sama jumlahnya dengan kewajiban dan ekuitas di sisi kanan. 

Persamaan dasar akuntansi bertujuan untuk mengetahui pencatatan transaksi bisnis dan perubahan yang terjadi. Segala macam transaksi dapat diinput ke dalam persamaan dasar akuntansi tersebut. Persamaan akuntansi berguna untuk menganalisis transaksi bisnis untuk penyusunan laporan keuangan di kemudian hari.

  • Jurnal

Jurnal berguna untuk pencatatan transaksi keuangan, baik jurnal umum maupun jurnal khusus untuk akun yang paling aktif seperti penjualan, pembelian, penerimaan dan pemasukan kas.

Hal yang harus diperhatikan dengan seksama saat menjurnal adalah kapan harus menggunakan debit atau kredit.

Jika dilihat dari persamaan dasar akuntansi sebelumnya, aset berada di sebagai sisi debit, sedangkan kewajiban dan ekuitas berada di sisi kanan sebagai sisi kredit. 

  • Laporan Keuangan

Dalam laporan keuangan, unsur-unsur atau komponennya antara lain:

  • Neraca sebagai laporan proses keuangan perusahaan pada periode yang telah ditentukan.
  • Laporan laba rugi sebagai laporan hasil operasional perusahaan selama periode tertentu.
  • Laporan ekuitas atau modal sebagai penyajian perubahan dalam modal pemilik pada perusahaan dalam periode yang telah ditentukan.
  • Laporan arus kas sebagai gambaran jumlah penerimaan dan pengeluaran perusahaan dalam suatu periode tertentu.

Kegiatan Utama dalam Akuntansi Perusahaan

Akuntansi perusahaan biasanya dilakukan oleh bagian spesialis akuntan. Mereka diarahkan untuk mengelola kondisi keuangan perusahaan di bawah pengawasan Chief Financial Officer (CFO) atau eksekutif pada level yang sama.

Akuntan melakukan sejumlah tugas yang berkaitan dengan pengelolaan akun keuangan dan sistem pelaporan keuangan secara menyeluruh. Aktivitas yang dilakukan diantaranya: 

  • Membuat dan Mengelola Sistem Akuntansi Perusahaan

Akuntan perusahaan membuat, menyusun, mengelola, dan memelihara sistem akuntansi suatu perusahaan. Dalam kasus modern, biasanya hal-hal tersebut dilakukan melalui platform online. 

Akuntan membuat akun terpisah untuk menangani elemen bisnis seperti ekuitas, aset, pendapatan, kewajiban, dan biaya. Setelah itu, mereka menetapkan masing-masing akun dengan kode buku besar dan mengatur keseluruhan sistem untuk mencatat transaksi spesifik ke dalam akun yang cocok secara otomatis. 

Selain itu, akuntansi perusahaan tingkat lanjut juga melibatkan pembuatan berbagai laporan secara berkala yang digunakan secara internal. Laporan-laporan ini dibuat menggunakan data dan informasi terkini.

  • Memproses Penggajian Karyawan

Perhitungan gaji karyawan termasuk ke dalam akuntansi perusahaan. Dalam tugas ini, akuntan perusahaan menghitung upah setiap staf sesuai dengan berbagai periode kerja.

Bisa saja mingguan, dua mingguan atau bulanan. Staf menerima cek gaji atau menyetor langsung ke rekening bank berdasarkan akuntansi perusahaan.

  • Mengatur Biaya Tertentu

Perusahaan diwajibkan membayar biaya- biaya tertentu agar tetap mematuhi peraturan bisnis. Dalam hal ini, akuntansi perusahaan juga termasuk melakukan pembayaran seperti pajak yang berkaitan dengan karyawan, pembayaran upah, distribusi rekening pensiun, bonus untuk kinerja karyawan serta pembayaran untuk lembur. Buku akuntansi perusahaan menunjukkan bahwa pembayaran tersebut dihitung, dikelola dan dibayarkan oleh perusahaan.

  • Mengelola Utang

Dalam akuntansi sebuah perusahaan, kegiatan akuntansi juga termasuk menerima dan memproses faktur yang masuk ke perusahaan. Para akuntan melakukan pembayaran kepada kontraktor atau pemasok sesuai dengan sarana kompensasi yang telah dijanjikan. 

Contohnya termasuk transfer bank, cek, pembayaran kartu kredit, hingga mengatur jadwal pembayaran utang. Ketika menangani utang dagang, akuntan perusahaan biasanya hanya fokus pada inventaris yang mengalir ke perusahaan. Akan tetapi, mereka juga dapat fokus pada pembayaran pinjaman, pajak, dan biaya perawatan inventaris lainnya.

  • Mengelola Piutang Usaha

Jenis pembukuan yang satu ini juga mengelola piutang. Di sinilah piutang diproses secara rapi dan teratur. Selain itu, akuntan perusahaan juga perlu mengelola kasus piutang yang berulang. Melakukan penagihan, memperbarui status arus kas dan upaya penagihan pada setiap piutang perusahaan. 

Setelah mengetahui akuntansi perusahaan secara umum, terdapat akuntansi perusahaan secara khusus. Contohnya seperti akuntansi perusahaan dagang atau jasa. Berikut persamaan dan perbedaan diantara keduanya.

Baca juga: Akuntansi Sektor Publik: Bahasan Lengkap 2020

Sekilas Persamaan dan Perbedaan Akuntansi Perusahaan Dagang dan Jasa

Meskipun secara siklus keduanya memiliki proses yang hampir sama, terdapat beberapa perbedaan sederhana seperti:

  • Aset

Perusahaan dagang bisa saja tidak memiliki bangunan, tetapi memiliki peralatan yang digunakan untuk mengemas produk dan mengirimkan kepada konsumen. Sementara perusahaaan jasa mungkin saja memiliki bangunan untuk menyediakan layanan kepada pelanggan.

  • Kewajiban

 Keduanya dapat memiliki kewajiban kepada orang atau sebuah perusahaan, baik berutang modal atau uang. Terutama perusahaan dagang yang membeli persediaan secara kredit, maka dimasukan ke dalam utang dagang.

  • Perhitungan Biaya dan Ekuitas Pemilik

Perusahaan dagang dan jasa sangat memiliki perbedaan yang mencolok dalam hal satu ini, keduanya mungkin memiliki aset yang sama, akun pendapatan, prive maupun modal untuk pemilik dalam akuntansi perusahaan.

Akan tetapi, perusahaan dagang yang mempunyai persediaan, mempunyai biaya khusus terkait dengan pembelian atau penjualan barang atau disebut sebagai harga pokok penjualan. Sementara perusahaan jasa tidak memiliki urusan dengan HPP karena tidak terkait dengan stok fisik.

Demikian penjelasan mengenai akuntansi perusahaan, baik dari segi definisi, konsep, kegiatan, maupun contoh akuntansi perusahaan dagang dan jasa. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan pembaca.

 


June 21, 2020
51-1280x853.jpg

Laporan keuangan adalah catatan aktivitas keuangan perusahaan. Laporan keuangan mengacu pada serangkaian laporan spesifik yang dihasilkan dari sistem akuntansi perusahaan.

Membuat laporan keuangan bisnis UKM, dapat dimulai dengan pembukuan sehari-hari. Bagi UKM, laporan keuangan adalah bagian penting dari rencana bisnis yang akan membantu bisnis UKM menarik perhatian investor atau mendapatkan pinjaman bank.

Berikut penjelasan lengkap laporan keuangan UKM, beserta contoh hingga tips membuat laporan keuangan.

Komponen Laporan Keuangan Menurut SAK

  • Neraca 

Neraca juga disebut sebagai laporan posisi keuangan, neraca adalah gambaran keuangan bisnis UKM pada periode tertentu.

Untuk membuat neraca, mulailah dengan membuat daftar aset UKM di sisi kiri halaman termasuk uang tunai yang UKM miliki dan di bank, nilai peralatan yang dimiliki, nilai inventaris yang dimiliki dalam stok, dan keuangan lainnya.

Di sisi kanan halaman, cantumkan kewajiban UKM termasuk utang dagang, saldo kartu kredit, pinjaman bank, dan uang lain yang menjadi utang bisnis kecil Anda. Terakhir, totalkan aset dan liabilitas Anda, lalu kurangi liabilitas dari aset Anda. Jumlah yang tersisa dikenal sebagai ekuitas pemilik.

  • Laporan Laba Rugi 

Laporan laba rugi menunjukkan pengeluaran, pendapatan atau kerugian dalam suatu periode. 

Pertama, kumpulkan semua jenis penghasilan selama periode waktu yang telah ditentukan. Sumber-sumber pendapatan ini bisa berupa penjualan grosir dan eceran. 

Selanjutnya jumlahkan semua pengeluaran UKM seperti uang yang dihabiskan untuk bahan, penggajian, iklan, utilitas, peralatan, dan sewa properti bisnis.

Temukan hasilnya dengan mengurangi total pengeluaran UKM dari total pendapatannya.

  • Laporan Arus Kas 

Laporan arus kas menunjukkan arus uang tunai yang masuk dan keluar serta saldo akhir selama suatu periode. Laporan arus kas memiliki tiga bagian: kegiatan operasi, kegiatan investasi dan kegiatan pendanaan.

  • Laporan Perubahan Ekuitas

Ekuitas juga disebut sebagai kekayaan atau modal UKM dalam ilmu akuntansi. Dengan mendapatkan selisih antara aktiva (aset) lalu dikurangi pasiva (kewajiban), maka ekuitas akan dihasilkan.

Laporan perubahan modal atau ekuitas yakni laporan yang berisi perubahan atas modal UKM dalam suatu periode tertentu.

  • Catatan atas Laporan Keuangan

Catatan laporan keuangan digunakan sebagai pencatatan segala informasi yang ditambah dalam laporan keuangan. Pencatatan dapat memiliki sifat rincian jumlah atau naratif dan dapat berupa informasi lainnya.

Baca juga: 13 Pengguna Laporan Keuangan dan Tujuan Penggunaannya

Apa yang Harus Dicakup dalam Laporan Keuangan?

Biasanya, laporan keuangan menyajikan kesehatan dan kondisi keuangan bisnis pada calon investor atau kreditor. Oleh karena itu, UKM harus menyiapkan penyajian laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi di Indonesia.

Maka penting bagi UKM untuk mengetahui istilah-istilah yang umumnya terdapat dalam laporan keuangan.

  • Aset

Aset adalah sumber daya dengan nilai ekonomi yang dimiliki atau dikendalikan oleh individu, korporasi, atau negara dengan harapan akan memberikan manfaat di masa depan. Aset dilaporkan pada neraca perusahaan untuk meningkatkan nilai perusahaan atau menguntungkan operasional bisnis UKM.

Aset dapat dianggap sebagai sesuatu yang, di masa depan, dapat menghasilkan arus kas, mengurangi biaya atau meningkatkan penjualan.

  • Laba Komprehensif

Laba komprehensif adalah perubahan ekuitas (aktiva bersih) bisnis dalam periode tertentu yang disebabkan dari transaksi serta peristiwa atau kejadian lain yang berasal dari non pemilik.  Dengan kata lain, kenaikan kekayaan bisnis UKM yang dipengaruhi berbagai hal kecuali perubahan yang diakibatkan oleh investasi pemilik dan distribusi kepada pemilik.

  • Distribusi kepada Pemilik

Penurunan aktiva bersih yang disebabkan oleh pengalihan aktiva, pemberian jasa atau timbulnya kewajiban bisnis. Distribusi kepada pemilik menurunkan kepemilikan (ekuitas) dalam bisnis UKM.

  • Ekuitas

Aset yang tersisa setelah dikurangi seluruh kewajiban. Di bisnis UKM Anda, ekuitas adalah kepentingan kepemilikan. Ekuitas juga diartikan sebagai modal atau kekayaan bisnis yang terdiri atas jumlah aktiva (aset) dikurang pasiva (kewajiban).

  • Beban

Biaya adalah biaya operasi yang dikeluarkan bisnis untuk menghasilkan pendapatan. Seperti kata pepatah populer, “butuh uang untuk menghasilkan uang.” Laporan keuangan mencatat beban melalui salah satu dari dua metode akuntansi: basis tunai atau basis akrual.

  • Keuntungan di Luar Aktivitas Operasional Bisnis

Peningkatan ekuitas (aktiva bersih) dari transaksi bisnis dan dari semua transaksi lain kecuali yang dihasilkan dari pendapatan atau investasi oleh pemilik.

  • Investasi

Peningkatan aset bersih yang dihasilkan dari bisnis lain yang bernilai untuk mendapatkan atau meningkatkan kepemilikan (atau ekuitas) di dalamnya.

  • Kewajiban atau Liabilitas

Liabilitas atau kewajiban adalah sesuatu yang dimiliki orang atau bisnis, biasanya sejumlah uang. Dicatat pada sisi kanan dari neraca, kewajiban termasuk pinjaman, utang , dagang, utang obligasi, premi atau biaya yang masih harus dibayar.

  •  Kerugian di Luar Aktivitas Operasional Bisnis

Penurunan ekuitas (aktiva bersih) dari semua transaksi bisnis dan peristiwa dan keadaan yang mempengaruhi bisnis selama periode kecuali yang dihasilkan dari pengeluaran atau distribusi kepada pemilik.

  • Pendapatan

Arus masuk atau peningkatan aset bisnis atau penyelesaian kewajiban selama periode pengiriman atau produksi barang, memberikan layanan, atau aktivitas lain yang merupakan operasional bisnis.

Baca juga: Pengertian Siklus Akuntansi dan Fungsinya Dalam Penyusunan Laporan Keuangan Perusahaan

Contoh Laporan Keuangan UKM secara Sederhana

Bisnis UKM bernama PT Sejahtera Bersama menjual produk sayuran dengan saldo kas awal sebesar Rp6.000.000. Di bulan Februari, perusahaan berhasil melakukan penjualan sebanyak 30 kg, dengan total penjualan tunai Rp3.000.000. Lalu pada bulan yang sama, PT Sejahtera Bersama mengeluarkan biaya untuk keperluan listrik, transportasi dan telepon sebesar Rp1.500.000. 

Berikut pembukuan sederhana yang dapat dicatat oleh UKM:

  • Buku Kas

Tanggal Keterangan Debet Kredit Saldo
15 Januari 2020 Saldo Kas Awal Rp6.000.000 Rp6.000.000
20 Januari 2020 Penjualan tunai Rp3.000.000 Rp9.000.000

 

  • Buku Penjualan

Tanggal Keterangan Debet Kredit Saldo
20 Januari 2020 Penjualan Tunai Rp3.000.000 Rp3.000.000

 

  • Buku Persediaan

Tanggal Nama barang Satuan Dibeli Dijual
2 Januari 2017 Sayuran Kilogram 30kg

 

Ketika ingin menulis laporan biaya pengeluaran, maka pencatatan laporan keuangan UKM yaitu:

  • Buku Kas

Tanggal Keterangan Debet Kredit Saldo
15 Januari 2020 Saldo Kas Awal Rp6.000.000 Rp6.000.000
20 Januari 2020 Penjualan tunai Rp3.000.000 Rp9.000.000
25 Januari 2020 Biaya Listrik Rp500.000 Rp8.500.000
26 Januari 2020 Telepon dan Internet Rp500.000 Rp8.000.000
27 Januari 2020 Transportasi Rp500.000 Rp7.500.000

 

  • Buku Biaya

Tanggal Keterangan Biaya Total
25 Januari 2020 Biaya Listrik Rp500.000 Rp500.000
26 Januari 2020 Telepon dan Internet Rp500.000 Rp1.000.000
27 Januari 2020 Transportasi Rp500.000 Rp1.500.000

 

Lalu, jika ingin menghitung pendapatan, maka hal pertama yang dilakukan adalah penentuan Harga Pokok Penjualan, yakni keseluruhan biaya langsung yang dikeluarkan agar memperoleh produk atau layanan. 

Cara menghitung HPP:

HPP = Saldo persedian awal + pembelian barang – persediaan

Cara menghitung Laba Bersih dan Laba Kotor

Laba Kotor = Penjualan – Harga Pokok Penjualan

Laba Bersih = Laba Kotor – Biaya

Bagaimana Membuat Rencana Keuangan untuk Bisnis UKM?

Perencanaan atau perkiraan bisnis adalah pandangan bisnis mulai hari ini menuju masa depan.  Ada dua tujuan utama dari bagian keuangan dari rencana bisnis Anda. Pertama, informasi ini diperlukan oleh calon investor, pemodal ventura, dan siapa pun yang memiliki kepentingan finansial dalam bisnis Anda. 

Yang kedua, dan bisa dibilang, tujuan paling penting dari bagian keuangan dari rencana bisnis Anda adalah untuk keuntungan Anda sendiri, sehingga Anda mengerti bagaimana memproyeksikan bisnis UKM saat ini.

  • Buat Prakiraan Penjualan

Buat  excel yang memproyeksikan penjualan Anda selama tiga tahun. Tetapkan sheet yang berbeda untuk setiap bulan, setiap tiga bulan atau setiap tahunnya. Buat kolom satu untuk penjualan produk atau layanan, kolom kedua untuk harga, kolom ketiga untuk mengalikan unit dengan biaya. 

  • Buat Anggaran Bisnis UKM

Pahami berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk membuat perkiraan penjualan. Pertimbangkan biaya tetap (sewa dan gaji) dan biaya variabel (sebagian besar biaya iklan dan promosi) ketika Anda membuat anggaran.

Dengan banyaknya angka-angka ini, Anda juga harus memperkirakan hal-hal seperti bunga dan pajak. Gandakan estimasi laba dengan perkiraan persentase pajak untuk memperkirakan pajak dan gandakan estimasi saldo utang Anda dengan estimasi suku bunga.

  • Kembangkan Arus Kas

Arus kas menggambarkan uang yang masuk dan keluar dari bisnis UKM. Anda mendasarkan laporan arus kas sebagian pada penjualan, item neraca, dan asumsi lainnya. 

Bisnis UKM harus memiliki laporan keuangan secara historis untuk memproyeksikan arus kas mereka. Proyeksikan laporan arus kas menjadi 12 bulan. 

  • Hitung Laba Bersih

Gunakan angka yang Anda masukkan dalam perkiraan penjualan, proyeksi pengeluaran, dan laporan arus kas Anda. Laba bersih adalah margin kotor dikurangi biaya, bunga dan pajak.

  • Kelola Aset dan Kewajiban bisnis UKM

Kompilasi dan perkirakan berapa uang yang akan Anda miliki setiap bulan, termasuk piutang (uang yang terutang kepada Anda), inventaris jika Anda memilikinya, tanah, bangunan, dan peralatan. 

Kemudian cari tahu kewajiban atau utang Anda termasuk utang usaha (uang yang harus dibayar bisnis Anda) dan utang pinjaman yang belum terbayar.

  • Temukan Break Even Point

Break even point adalah jumlah pengeluaran yang diperlukan untuk biaya produksi sama dengan jumlah pendapatan yang diterima dari hasil penjualan. 

Jika bisnis Anda layak, keseluruhan pendapatan pada akhirnya akan melebihi biaya keseluruhan bisnis UKM.


January 19, 2020
5-1280x853.jpg

Description: Setiap bisnis pasti akan berkutat rekapitulasi finansial setiap tahun. Itu sebabnya para pelaku usaha wajib memahami pengertian laporan keuangan.

Laporan keuangan yang teliti dan akurat merupakan hal penting yang harus diperhatikan oleh setiap pebisnis. Tetapi, sudah tahukah Anda pengertian laporan keuangan secara garis besar, beserta komponen-komponen yang melekat di dalamnya?

Definisi Laporan Keuangan

Secara definisi, laporan keuangan adalah dokumen yang disiapkan oleh manajemen sebuah perusahaan untuk memberikan gambaran kinerja dan posisi keuangan pada suatu periode tertentu. Sebuah laporan keuangan biasanya disiapkan tidak hanya untuk kebutuhan internal, tetapi juga untuk pengguna di luar perusahaan, seperti investor, pemegang saham, dan kreditor.

Informasi penting dalam Laporan Keuangan

Sebagai sumber informasi keuangan utama, khususnya para pembuat keputusan perusahaan, departemen akuntansi akan menempatkan penekanan tinggi pada relevansi dan keakuratan setiap catatan finansial. Setidaknya ada empat informasi keuangan yang akan dibuat oleh departemen akuntansi atau keuangan sebuah perusahaan, yaitu:

  • Laporan laba rugi

Laporan ini mengungkapkan kinerja keuangan suatu organisasi, dimulai dengan pengurangan semua biaya yang dikeluarkan dari penjualan selama periode tertentu untuk mendapatkan laba atau rugi bersih. Ini biasanya dianggap sebagai laporan keuangan yang paling penting karena hasilnya mampu menggambarkan kinerja perusahaan.

  • Neraca

Laporan ini menunjukkan posisi keuangan suatu bisnis pada tanggal laporan hingga waktu tertentu. Informasi tersebut dikumpulkan dan diklasifikasikan menjadi beberapa bagian besar, yaitu aset, kewajiban, dan modal. Data tersebut merupakan dokumen kunci dan termasuk dalam sebagian besar penerbitan laporan keuangan.

  • Laporan arus kas

Laporan ini mengungkapkan arus kas masuk dan keluar yang dialami oleh perusahaan selama periode pelaporan. Adapun, arus kas ini dipecah menjadi tiga klasifikasi, yaitu aktivitas operasi, aktivitas investasi, dan aktivitas pendanaan. Berbeda dari kedua jenis sebelumnya, dokumen yang satu ini bisa lebih sulit untuk disiapkan. Selain itu, laporan ini juga lebih umum dikeluarkan hanya untuk pihak luar.

  • Pernyataan perubahan ekuitas

Laporan ini mendokumentasikan semua perubahan dalam ekuitas selama periode pelaporan. Perubahan ini termasuk penerbitan atau pembelian saham, dividen yang dihasilkan, dan laba atau rugi. Karena informasi di dalamnya tidak terlalu bermanfaat bagi tim manajemen perusahaan, dokumen ini biasanya tidak termasuk ketika laporan keuangan dikeluarkan secara internal.

Secara struktural, setiap laporan keuangan memiliki tajuk berisi nama perusahaan atau entitas, nama laporan, dan tanggal atau waktu yang dicakup oleh laporan. Informasi yang disediakan di dalamnya bersifat finansial dan dinyatakan dalam satuan uang, sehingga pencerminan efek keuangan terlampir dari setiap transaksi dan peristiwa yang telah terjadi (historis).

Kesimpulannya, secara garis besar pengertian laporan keuangan adalah catatan tertulis tentang situasi keuangan suatu bisnis. Termasuk di antaranya laporan standar, seperti neraca, laporan laba rugi, dan laporan arus kas. Angka-angka yang disajikan melalui setiap laporan ini berperan besar dalam perencanaan strategi, pembentukan keputusan, hingga perkiraan kemungkinan kegagalan.


Send this to a friend