akuntansi Archives - RDN Consulting


Category filter:AllAkuntansiBlogEkonomiEventHukumInfografikKesehatanKeuanganKeuanganKonsultan PajakLaporan KeuanganManajemenPajakPajakTax ConsultationUncategorized
No more posts
August 25, 2020
220-1280x768.jpg

Mengelola akuntansi dan pembukuan rumah sakit lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Bagaimana tidak, dengan banyaknya pembayaran serta peraturan pemerintah yang harus dipantau, pencatatan pembiayaan yang bisa saja salah dalam siklus pendapatan, hingga saldo kredit yang terakumulasi dalam piutang. Oleh karena itu, simak penjelasan lengkap mengenai akuntansi rumah sakit berikut ini.

Apa itu Akuntansi Rumah Sakit?

Akuntansi rumah sakit adalah sistem akuntansi yang mengakumulasi, mengkomunikasikan, dan menginterpretasi data ekonomi historis dan perkiraan yang berguna untuk memastikan posisi keuangan dan hasil operasional rumah sakit.

Informasi yang berkaitan dengan kegiatan rumah sakit, disajikan dalam bentuk statistik yang bersifat historis dan, pada saat yang sama, diperkirakan.

Informasi statistik tersebut sama pentingnya bagi pengguna manajemen internal dan pihak eksternal rumah sakit. Di rumah sakit, akuntansi tidak lain sebagai sistem informasi.

Kata ‘akumulasi’ yang disinggung sebelumnya berarti akuntansi rumah sakit adalah proses penggolongan dan pencatatan transaksi yang sering terjadi di rumah sakit. Meskipun berkaitan dengan beberapa operasi mekanis, namun prosedurnya hampir sama dengan entitas bisnis / ekonomi lainnya.

Demikian pula, ‘komunikasi’ berarti proses pelaporan informasi yang disajikan kepada pengguna akuntansi. Berbagai jenis laporan dan informasi tersedia dalam akuntansi rumah sakit. Informasi umum disajikan dengan bantuan laporan keuangan yang dikenal sebagai Laporan Laba Rugi, Laporan Perubahan Modal, maupun Neraca.

‘Interpretasi’, sebaliknya, berarti menganalisis dan mengevaluasi informasi yang dilaporkan sedemikian rupa sehingga informasi yang sama dapat dengan mudah dipahami dan dimanfaatkan oleh pengguna yang dimaksud.

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai siklus transaksi dan akuntansi rumah sakit, pertama-tama mari ketahui terlebih dahulu struktur dana di rumah sakit.

Baca juga: Apa itu Akuntansi Manajemen? Bagaimana Fungsi dan Tujuan Akuntansi Manajemen?

Struktur Pendanaan Rumah Sakit

Struktur dana rumah sakit terbagi atas dana tidak terikat (unrestricted fund) dan dana terikat (restricted fund).

  • Dana Tidak Terikat

Dana tidak terikat adalah dana yang penggunaannya tidak dibatasi tujuan tertentu seperti dana umum di pemerintahan atau dana lancar tidak terikat dalam akuntansi universitas.

Penggunaan dana umum untuk pencatatan sumber daya atau penerimaan dana yang dibelanjakan dalam memenuhi aktivitas operasional utama rumah sakit. Dana umum juga dapat menentukan batasan penyisihan atas sumber daya tertentu.

Batasan penyisihan tersebut merupakan inisiatif internal rumah sakit, sementara batasannya ditentukan oleh pihak eksternal rumah sakit sebagai sponsor.

  • Dana Terikat

Dana terikat adalah dana yang penggunaannya dibatasi tujuan tertentu seperti permintaan pihak eksternal. Dana terikat terbagi atas dana terikat sementara waktu yang berarti bersifat sementara dan dana terikat permanen dengan batasan yang sifatnya permanen.

Struktur Transaksi Rumah Sakit

Setelah terjadi peristiwa ekonomi atau transaksi maka selanjutnya akan mengarah ke:

  • Siklus Pendapatan

Pemberian jasa pelayanan rumah sakit kepada pasien atau pihak lain dan penerimaan pembayaran pasien atau tagihan pihak lain.

  • Siklus Pengeluaran

Pengadaan barang dan/atau jasa dari pihak lain dan pelunasan utang dan kewajibannya.

  • Siklus Pelayanan

Perubahan sumber daya rumah sakit menjadi jasa layanan rumah sakit.

  • Siklus Keuangan

Pemerolehan dana modal (capital fund), contohnya modal kerja yang berasal dari dana kas atau dana likuid lainnya dan sumber dana yang berjangka panjang.

Setelah melalui keempat siklus tersebut, maka akan masuk ke dalam siklus laporan keuangan yang tidak dikaitkan dengan keempat siklus operasional sebagaimana yang telah disinggung sebelumnya. 

Siklus pelaporan keuangan mendapat data operasional dan akuntansi yang berasal dari siklus lain dan memproses data tersebut menjadi laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi pada umumnya.

Laporan keuangan tersebut pada akhirnya digunakan oleh pengguna eksternal seperti masyarakat, pemerintah dan donatur, maupun pengguna internal seperti manajemen perencanaan, pengendalian, evaluasi, dan pengambilan keputusan.

Baca juga: Pengertian Siklus Akuntansi dan Fungsinya Dalam Penyusunan Laporan Keuangan Perusahaan

Siklus Akuntansi Rumah Sakit Beserta Contohnya

Setelah mengetahui siklus transaksi di rumah sakit, maka selanjutnya akan dibahas mengenai siklus dalam akuntansi rumah sakit. Setelah mendapatkan transaksi, maka transaksi-transaksi tersebut akan diproses pada siklus berikut ini.

  • Jurnal

Pencatatan setiap transaksi ekonomi yang terjadi di rumah sakit. Jurnal berisikan tentang:

  • Tanggal transaksi
  • Nama akun dan jumlahnya yang harus didebet dan dikredit
  • Keterangan atas transaksi
  • Pencatatan debet dicatat di sisi kanan dan pencatatan kredit di sisi kiri.

Contoh Jurnal Akuntansi Rumah Sakit

  • Tanggal 5 Juni 2020, terjadi pembelian barang farmasi secara tunai sebesar Rp Rp1.000.000.
  • Tanggal 7 Juni 2020, dicatat pendapatan dari pasien umum. Berdasarkan formulir kuitansi yang diperoleh dari kasir, maka rinciannya yaitu biaya pendaftaran Rp20.000, biaya pemeriksaan dan tindakan Rp50.000 dan biaya obat Rp70.000 (harga pokok obat Rp60.000)

Maka pencatatan sebagai berikut:

J1

Jurnal Umum

Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
5 Jun 20 Persediaan Barang Farmasi

       Kas

Rp1.000.000 Rp1.000.000
7 Jun 20 Kas

      Pendapatan Pendaftaran

      Pendapatan Pelayanan

      Pendapatan Apotek

Biaya/Beban Obat

      Persediaan Barang Farmasi

       

Rp140.000

Rp60.000

Rp20.000Rp50.000

Rp70.000

Rp60.000

 

  • Buku Besar

Buku besar (general ledger) adalah rekening individual yang terdapat dalam laporan keuangan. Setiap buku besar memiliki kode akun yang sesuai dengan yang disajikan di laporan keuangan. Buku besar juga mencatat perubahan saldo setiap rekening individual.

Jadi, terjadi pemindahan akun yang dicatat dalam buku jurnal ke dalam buku besar Langkah-langkah yang dapat dilakukan yaitu:

  • Masukkan tanggal posting, jumlah yang didebet dan yang dikredit di dalam jurnal dan ke dalam kolom-kolom yang sesuai di dalam buku besar.
  • Di dalam kolom referensi pada jurnal, masukkan nomor akun buku besar.

Contoh Buku Besar Akuntansi Rumah Sakit

101

Kas

Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
1 Jun 20 Saldo awal Rp2.000.000
5 Jun 20 J1 Rp1.000.000 Rp1.000.000
7 Jun 20 J1 Rp140.000 Rp1.140.000

 

121

Persediaan Barang Farmasi

Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
5 Jun 20 J1 Rp1.000.000 Rp1.000.000
7 Jun 20 J1 Rp60.000 Rp940.000

 

401

Pendapatan Pendaftaran

Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
7 Jun 20 J1 Rp20.000 Rp20.000

 

402

Pendapatan Pelayanan

Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
7 Jun 20 J1 Rp50.000 Rp50.000

 

403

Pendapatan Apotik

Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
7 Jun 20 J1 Rp70.000 Rp70.000

 

501

Biaya/Beban Obat

Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
7 Jun 20 J1 Rp60.000 Rp60.000

 

  • Neraca Saldo

Penyusunan neraca saldo didasarkan atas saldo akhir yang terdapat dalam

setiap akun individual atau buku besar. Penyusunannya dilakukan pada akhir periode ketika akan membuat laporan keuangan.

Contoh Neraca Saldo dalam Akuntansi Rumah Sakit

Rumah Sakit Harapan Warga

Neraca Saldo

30 Juni 2020

Debet Kredit
Kas Rp400.000
Piutang Pelayanan Rp100.000
Persediaan Barang Farmasi Rp940.000
Peralatan Rumah Tangga Rp200.000
Hutang Usaha Rp200.000
Hutang Gaji Rp100.000
Pendapatan diterima di muka Rp150.000
Ekuitas Rp900.000
Surplus tahun lalu Rp230.000
Pendapatan Pelayanan Rp20.000
Pendapatan Pelayanan Rp50.000
Pendapatan Apotik Rp70.000
Beban Obat Rp60.000
Beban bahan habis pakai Rp20.000
Total Rp1.720.000 Rp1.720.000

 

  • Jurnal Penyesuaian

Jurnal penyesuaian bertujuan mencatat penyesuaian akun atau rekening pada akhir periode akuntansi rumah sakit.Hal ini dilakukan karena hal-hal seperti:

  • Transaksi tidak dimungkinkan untuk dicatat secara harian dengan alasan efisiensi.
  • Beberapa biaya tidak dicatat dalam periode waktu tertentu, karena biaya yang dimaksud terkait dengan berlalunya waktu dan bukan sebagai akibat dari pemakaian sumber daya sehari-hari.
  • Transaksi tidak dicatat dikarenakan alasan lain

Jurnal penyesuaian dikelompokkan menjadi deferrals dan accrual. Deferrals terbagi atas prepaid expenses yang berarti beban/biaya telah dibayar tunai dan dicatat sebagai aset sebelum digunakan atau dikonsumsi dan unearned revenue yang berarti kas telah diterima dan dicatat sebagai hutang (kewajipan) sebelum pendapatan diperoleh.

Sementara accrual terbagi atas accrued revenues yang merupakan pendapatan telah diperoleh tetapi kas belum diterima atau belum dilakukan pencatatan dan accrual expenses yang merupakan beban telah terjadi tetapi kas belum dibayarkan atau belum dilakukan pencatatan.

Contoh Jurnal Penyesuaian

  • Prepaid Expense

Tanggal 5 Mei 2020 membayar polis asuransi sebesar Rp1.000.00, akan jatuh tempo pada tanggal 5 Mei 2021.

Tanggal Jurnal
5 Mei 20 Transaksi Asuransi dibayar di muka           Rp1.000.000

          Kas                                                    Rp1.000.000

31 Mei 20 Penyesuaian Beban Asuransi                          Rp100.000

          Asuransi Dibayar di Muka                 Rp100.000

 

  • Unearned Revenue

Tanggal 5 Mei 2020 rumah sakit menerima dan jamkesmas sebesar Rp2.000.000 dan tanggal 31 Mei 2020 berdasarkan analisis yang dilakukan, pendapatan terealisasi sebesar Rp1.000.000

Tanggal Jurnal
5 Mei 20 Transaksi Kas                                                   Rp2.000.000

          Pendapatan diterima di muka                       Rp2.000.000                                       

31 Mei 20 Penyesuaian Pendapatan diterima dimuka          Rp1.000.000

          Pendapatan Pelayanan                                 Rp1.000.000

Kemudian, siklus akuntansi akan diselesaikan pada kertas kerja (worksheet) yang merupakan alat kerja akuntan dalam membuat laporan neraca saldo, membuat penyesuaian, menggolongkan akun ke dalam neraca, dan menyusun laporan keuangan.

Setelah itu, baru dilanjut ke jurnal penutup yang menutup akun temporer dan memindahkan akun surplus ke akun permanen atau neraca. Lalu ke jurnal pembalik yang menjadi pilihan karena dapat dilakukan ataupun tidak, namun jurnal pembalik memudahkan proses akuntansi rumah sakit di periode selanjutnya. 

Agar memudahkan pembuatan akuntansi rumah sakit, Anda dapat menggunakan jasa konsultan akuntansi seperti Rusdiono Consulting. Rusdiono Consulting membantu rumah sakit Anda berkembang dengan memaksimalkan fungsi keuangan dan menyederhanakan proses akuntansi.

Meski sederhana, akuntansi tetap mematuhi Standar Akuntansi yang ditetapkan. Segera hubungi kami dengan klik di sini.


August 2, 2020
8-1280x853.jpg

Sebagai pemilik bisnis atau perusahaan jasa, tak peduli seberapa tidak bisanya Anda dalam mengelola pembukuan dan akuntansi, tentu di beberapa titik Anda harus menjadi akuntan dadakan. Bahkan ketika Anda belum pernah mengelola keuangan bisnis sebelumnya. 

Tapi, jangan biarkan kurangnya pengalaman, mematahkan jiwa usaha Anda. Maka dari itu, adanya jasa akuntansi Rusdiono Consulting, membuat setiap pemilik perusahaan jasa dapat dengan cepat memahami pengertian dan dasar-dasar akuntansi. Setiap pebisnis jasa tak lagi khawatir bagaimana mengelola pembukuan dan keuangan bisnis. 

Apa yang Akan Anda Akan Pelajari dalam Artikel Ini?

Kami telah mengumpulkan informasi terpenting bagi perusahaan jasa dalam mengelola pembukuan dan akuntansi bisnis. Setelah membaca artikel ini, diharapkan Anda akan siap mengelola keuangan bisnis dengan percaya diri.

Setiap bagian akan mencakup:

  • Prinsip Akuntansi Dasar
  • Strategi Pembukuan Dasar
  • Manajemen Arus Kas
  • Pengantar Analisis Data

Bagian I: Dasar-Dasar Akuntansi Perusahaan Jasa untuk Pemula

Akuntansi menjadi hal yang perlu diketahui setiap bisnis. Ketika bisnis mulai tumbuh, kebutuhan akuntansi juga akan tumbuh dengan sendirinya. Memberi wawasan pada diri sendiri tentang dasar-dasar akuntansi perusahaan jasa akan menjaga kesehatan keuangan bisnis yang mungkin saja berputar di luar kendali di kemudian hari. 

Baca juga: Yuk Ketahui 7 Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa!

Mempraktikkan manajemen keuangan yang baik dan membuat catatan terorganisir memberi gambaran yang akurat tentang bagaimana bisnis berjalan, bagaimana Anda dapat meningkatkan arus kas dan penawaran pada jasa bisnis Anda, dan tentu saja, kapan bisnis harus mengeluarkan sejumlah pembiayaan. 

“Namun, saya pandai dalam berbisnis, kenapa saya harus repot-repot belajar tentang akuntansi?”

Jika Anda ingin menjadi pemilik bisnis yang sukses, Anda harus melangkah keluar dari zona nyaman untuk mempelajari hal-hal baru sampai Anda mampu melakukan outsourcing. Akuntansi tidak hanya tentang pembukuan dan pajak. Akuntansi yang akurat, memberi Anda kemampuan untuk:

  • membuat proyeksi keuangan bisnis.
  • mengantisipasi kebutuhan pembiayaan yang tidak diperlukan.
  • menentukan kewajiban pajak atau perlindungan aset pribadi.
  • memberi informasi tentang seberapa sanggup bisnis merekrut dan membayar karyawan.
  • promo, diskon atau tawaran pelayanan jasa Anda dapat didasarkan dari data akuntansi perusahaan.

“Standar apa yang harus digunakan agar sistem akuntansi sesuai dengan sistem yang berlaku?”

Di Indonesia sendiri, sejauh ini terdapat lima macam standar akuntansi yang diterbitkan oleh Dewan Standar Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK IAI) dan 1 acuan standar yang diterbitkan oleh Komite Standar Akuntansi Pemerintahan (KSAP). 

Standar-standar tersebut diantaranya PSAK-IFRS, SAK-ETAP, Standar Akuntansi Syariah (SAS), Standar Akuntansi Pemerintah (SAP), dan SAK EMKM. 

Baca juga: 3 Tahap Pencatatan Siklus Akuntansi Perusahan Jasa

Selanjutnya, akan dibahas langkah pertama apa yang akan dilakukan; bagaimana cara melakukan pembukuan yang rapi dan baik. 

Bagian II: Memulai Pembukuan untuk Perusahaan Jasa 

Sebelumnya, Anda telah memahami pemahaman dasar akuntansi dan standar yang mengatur perusahaan jasa di Indonesia. Sekarang saatnya menguji kecerdasan finansial bisnis Anda. 

Hal terbaik dari mengelola pembukuan bisnis jasa adalah bisnis Anda tidak memproduksi produk fisik. Sehingga penentuan Harga Pokok Penjualan atau COGS tidak menjadi mimpi buruk bisnis dan membuat Anda harus bekerja lembur. 

Apa cara terbaik agar tetap menjaga pembukuan tetap teratur?”

Pembukuan adalah sebuah seni memantau setiap rupiah yang masuk dan keluar dari bisnis. Informasi yang sangat penting ketika bisnis harus membayar dan melapor pajak. Pembukuan juga membantu menjaga kesehatan uang bisnis agar mengalir ke arah yang seharusnya.

Setiap jenis bisnis jasa memiliki cara pembukuan yang berbeda pula. Bisnis jasa fotografi mungkin tidak mencatat pendapatan atau pengeluaran setiap hari, sedangkan bisnis jasa kontraktor mungkin sering mencatat pendapatan atau pengeluaran setiap harinya. 

Intinya, sesepi atau sesibuk apapun bisnis. Pembukuan tetap harus tercatat sepanjang tahun tanpa memperdulikan sekecil apapun pendapatan atau pengeluaran bisnis. 

“Sekarang, sudah tahu apa yang harus dilakukan, bagaimana saya tahu pembukuan bisnis sudah dilakukan dengan benar?”

Ada beberapa hal yang tidak boleh Anda lakukan. Berikut 3 kesalahan akuntansi yang harus dihindari:

  • Memadukan keuangan bisnis dengan keuangan pribadi.
  • Tidak mengerti perbedaan laba dengan arus kas.
  • Mengelola pembukuan seorang diri tanpa konsultasi dengan ahli keuangan.

“Haruskah menghitung uang sebelum atau sesudah sebuah layanan jasa dibayarkan?”

Terdapat dua cara mencatat keuangan perusahaan: metode tunai atau metode akrual. Sebetulnya, sebagian ahli merekomendasikan metode akrual, tetapi banyak perusahaan jasa menggunakan metode tunai karena dinilai lebih sederhana. 

Kembali lagi, hal ini benar-benar tergantung pada situasi keuangan perusahaan Anda. Mengingat metode mana yang sebaiknya digunakan. Tanyakan kepada profesional dalam penentuan yang tepat untuk bisnis Anda. Tidak ada cara yang benar atau salah untuk memilih metode perhitungan. 

Baca juga: Konsultan Pajak dan Akuntansi Rusdiono Consulting: Membantu Anda untuk Tumbuh 

“Apakah perlu menggunakan software akuntansi?”

Ketika bisnis memang sudah siap menggunakan aplikasi akuntansi, maka gunakanlah. Aplikasi akuntansi memang dikenal dengan penghematan waktu dan menghindari human error. Pahami apa saja manfaat software akuntansi untuk bisnis Anda. 

“Bagaimana membuat faktur dengan baik?

Jika dianalogikan, faktur bagi bisnis sama seperti gaji bagi seorang karyawan. Sangat-sangat penting.

Bagi bisnis, membuat faktur sejelas mungkin sangat penting untuk menghindari konflik. Terlebih, penyusunan penetapan harga dan cara pembayaran berpengaruh pada kestabilan arus kas. 

Bagian III: Mengelola Arus Kas

Sebagai pebisnis bidang jasa, Anda telah memahami dasar dasar akuntansi dan mempraktikkan dengan membuat pembukuan perusahaan. Namun, jika bisnis tidak memantau pengeluaran dengan baik dan tidak mengetahui seberapa banyak uang yang akan masuk, tentu bisnis akan mengalami masalah arus kas.

Salah satu cara perusahaan jasa memprediksi arus kas adalah dengan cara mengalihkan pekerjaan jasa harian menjadi bulanan. Dari melayani individu menjadi melayani perusahaan

Anda juga dapat memberikan pekerjaan per proyek. Dengan begitu, saat sedang mengerjakan proyek tertentu, bisnis dapat sambil memasarkan layanan agar menemukan proyek baru atau selanjutnya. 

Contoh, seorang kontraktor dapat mencari proyek besar dengan aliran pekerjaan yang banyak,stabil dan tarif bulanan atau borongan. Seorang reparasi komputer dapat membuat paket bulanan, triwulanan atau tahunan. Semakin dapat diprediksi, semakin mudah untuk merencanakan dan melakukan perubahan sesuai kebutuhan. 

Bagian IV: Menganalisis Data Akuntansi Perusahaan Jasa

Selamat! Anda berhasil melewati pelajaran akuntansi yang paling penting untuk membangun bisnis berjalan dengan cepat. Sekarang, setelah Anda memiliki beberapa data keuangan yang siap untuk disajikan, saatnya untuk belajar bagaimana memahami semua data rupiah tersebut.

“Apa itu laporan laba rugi dan bagaimana itu membantu bisnis?”

Laporan Laba Rugi ( P&L) adalah cara termudah untuk melihat secara teratur berapa banyak uang yang masuk setelah biaya jasa dibayarkan. 

CGOS akan selalu menjadi Rp0 karena perusahaan jasa tidak menghasilkan produk fisik. Meskipun beberapa dari perusahaan jasa juga menyediakan produk, tetapi bisnis tidak perlu menghitung berapa biaya untuk membuat produk tersebut. Hal seperti ini akan dicatat sebagai biaya dan dapat ditagih langsung ke pelanggan.

“Jika uang bisnis terdapat di margin, bagaimana cara mengetahui kepemilikannya?”

Penghasilan bersih adalah cara paling sederhana untuk menentukan seberapa menguntungkan suatu perusahaan, terutama ketika bisnis hanya memiliki sedikit pengeluaran.

Margin laba memberi Anda rasio pendapatan bersih vs penjualan, yang membantu Anda menentukan apakah Anda perlu menyesuaikan harga dan / atau memangkas biaya untuk pertumbuhan bisnis. Bahkan jika penjualan meningkat setiap tahun, margin laba Anda mungkin tetap sama atau berkurang karena meningkatnya biaya.


July 30, 2020
1068-1-1280x853.jpg

Akuntansi manajemen sebagai salah satu hal terpenting bagi perusahaan maupun bisnis. Segala perencanaan dan pengambilan keputusan manajemen didasarkan dari data akuntansi manajemen. Oleh karena itu, sebagai manajer atau pemilik bisnis, perlu adanya pemahaman serius mengenai akuntansi manajemen. Simak ulasan berikut ini. 

Pengertian Akuntansi Manajemen

Akuntansi manajemen adalah proses mempersiapkan laporan operasional bisnis yang membantu manajer atau pimpinan membuat keputusan jangka pendek dan jangka panjang. Akuntansi manajemen membantu bisnis mengejar tujuannya dengan mengidentifikasi, mengukur, menganalisis, menafsirkan dan mengkomunikasikan informasi kepada manajer.

Jika dilihat dari pengertian para ahli, berikut beberapa diantaranya:

  • Mulyadi (2001)

Akuntansi manajemen adalah sebuah informasi keuangan yang didapatkan dari berbagai tipe akuntansi manajerial, yang digunakan terutama oleh pengguna internal sebuah perusahaan.

  • Halim dan Supomo (2000)

Akuntansi manajemen adalah kegiatan atau proses yang menghasilkan informasi dengan bentuk keuangan bagi manajemen, berguna dalam pengambilan keputusan ekonomi dalam menjalankan fungsi manajemen.

Perbedaan Akuntansi Manajemen dan Akuntansi Keuangan

Perbedaan utama antara akuntansi manajerial dan akuntansi keuangan berkaitan dengan pengguna informasi yang dituju. Informasi akuntansi manajerial ditujukan untuk membantu para manajer dalam perusahaan membuat keputusan bisnis yang terinformasi dengan baik, sementara akuntansi keuangan ditujukan untuk memberikan informasi keuangan kepada pihak-pihak di luar perusahaan.

Akuntansi keuangan harus sesuai dengan standar tertentu, seperti prinsip akuntansi atau panduaan akuntansi. Semua perusahaan publik diharuskan untuk melengkapi laporan keuangan mereka sesuai dengan aturan sebagai syarat untuk mempertahankan status mereka yang diperdagangkan secara publik. 

Sementara itu, dikarenakan akuntansi manajemen bukan untuk pengguna eksternal, maka  dapat dimodifikasi sesuai kebutuhan pengguna. Contoh, manajer departemen produksi ingin melihat informasi keuangan yang ditampilkan dengan persentase unit yang diproduksi pada periode tertentu. 

Sementara, manajer departemen SDM ingin melihat grafik gaji karyawan selama periode tertentu. Akuntansi manajemen mampu memenuhi kebutuhan kedua departemen dengan menawarkan informasi dalam format apapun, serta bermanfaat bagi kebutuhan spesifik tersebut.

Baca juga: Konsultan Pajak dan Akuntansi Rusdiono Consulting: Membantu Anda untuk Tumbuh

Berikut penjelasan singkatnya:

No Akuntansi Manajemen Akuntansi Keuangan
1 Hanya digunakan untuk keperluan internal perusahaan. Digunakan untuk pelaporan eksternal ke berbagai pemangku kepentingan.
2 Tidak di bawah peraturan hukum atau peraturan apa pun. Diatur oleh standar, Hukum, peraturan, dll.
3 Tujuan utamanya adalah membantu manajemen internal mengambil keputusan. Membantu investor, kreditor maupun pihak lain dalam mengambil keputusan investasi.
4 Termasuk informasi keuangan dan non-keuangan. Hanya mementingkan informasi keuangan.
5 Tidak dikenakan audit atau investigasi apa pun. Catatan keuangan diaudit sesuai aturan.

 

Fungsi Akuntansi Manajemen

  • Memprediksi Bisnis di Masa Mendatang

Perkiraan membantu bisnis dalam pengambilan keputusan dan menjawab pertanyaan seperti: Haruskah perusahaan berinvestasi lebih banyak dalam peralatan? Haruskah diversifikasi ke pasar dan wilayah yang berbeda? Haruskah membeli perusahaan lain?

Akuntansi manajemen membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan penting yang dapat memprediksi tren masa depan bisnis.

  • Memudahkan Keputusan Bisnis

Informasi yang didapatkan dari akuntansi manajemen tentang biaya dan ketersediaan produksi adalah faktor penentu dalam pilihan keputusan bisnis. Data dari akuntansi manajerial memberdayakan pengambilan keputusan di tingkat operasional dan strategis.

  • Memperkirakan Arus Kas

Memperkirakan arus kas dan dampak arus kas pada bisnis adalah hal yang sangat penting. Mempertimbangkan dari mana biaya yang akan dikeluarkan perusahaan di masa mendatang dan dari mana pendapatan akan didapat, membantu bisnis dalam melangkah lebih lanjut. 

Akuntansi manajemen yang melibatkan pembuatan anggaran dan tren, digunakan manajer untuk memutuskan bagaimana mengalokasikan uang dan sumber daya agar menghasilkan pertumbuhan pendapatan di kemudian hari.

  • Menganalisis Tingkat Pengembalian

Sangat penting bagi manajer atau pebisnis untuk mengetahui tingkat pengembalian atau ROR sebelum memulai proyek yang membutuhkan banyak investasi. Pertanyaan penting yang dapat dijawab melalui akuntansi manajemen dalam ROR meliputi:

Jika disajikan dengan dua peluang investasi, bagaimana cara memilih bisnis yang paling memberikan keuntungan? Dalam berapa tahun perusahaan akan mencapai titik impas pada suatu proyek? Berapa perkiraan arus kas?

  • Perencanaan

Akuntansi manajemen tidak memiliki jadwal ketat seperti akuntansi keuangan. Hal ini sebenarnya yang membuat akuntansi manajemen sebagai proses yang berkelanjutan.

Jadi, informasi keuangan dan lainnya disajikan kepada manajemen secara berkala seperti mingguan, bulanan, atau kadang-kadang bahkan setiap hari.

Oleh karena itu. manajer dapat menggunakan analisis dan data ini untuk merencanakan kegiatan organisasi. Misalnya, jika data terakhir menunjukkan penurunan penjualan untuk wilayah tertentu, maka manajer penjualan dapat memberi saran kepada timnya dan merencanakan beberapa tindakan agar memperbaiki situasi.

  • Identifikasi Masalah Bisnis

Jika beberapa produk yang tidak berkinerja dengan baik, atau beberapa departemen mengalami kerugian yang tidak terduga, dll. Akuntansi manajemen dapat membantu perusahaan mengidentifikasi penyebab yang mendasarinya.

Baca juga: 5 Manfaat Menggunakan Konsultan Pajak, Gunakan Sekarang!

Tujuan Akuntansi Manajemen

Akuntansi manajemen membantu manajer dalam perusahaan membuat keputusan.

Akuntansi manajemen adalah proses mengidentifikasi, menganalisis, menafsirkan dan mengkomunikasikan informasi kepada manajer untuk membantu mencapai tujuan bisnis.

Data yang dikumpulkan mencakup semua bidang akuntansi yang menginformasikan manajemen operasional bisnis yang berkaitan dengan biaya produk atau layanan yang dibeli oleh perusahaan. Akuntan manajemen menggunakan anggaran untuk mengukur rencana operasi bisnis.

Sementara itu, laporan kinerja digunakan untuk mencatat penyimpangan hasil aktual dibandingkan dengan yang dianggarkan.

Cara Kerja Sistem Akuntansi Manajemen

Sistem akuntansi manajemen digunakan untuk memberikan informasi penting kepada manajemen yang digunakan dalam pengambilan keputusan operasional bisnis. 

Contoh, perusahaan manufaktur menggunakan sistem akuntansi manajemen untuk membantu penetapan biaya dan pengelolaan proses mereka. Sementara rumah sakit menggunakan sistem akuntansi manajemen untuk membantu mereka dalam penagihan asuransi dan persyaratan in-house lainnya.

Sistem akuntansi manajemen memiliki variasi tersendiri dan memungkinkan fungsionalitas dan laporan khusus yang berbeda di setiap industri. 

Namun, akuntansi manajemen juga tetap memiliki keterbatasan dan ruang lingkup tersendiri.

Keterbatasan Akuntansi Manajemen

  • Data berdasarkan akuntansi keuangan – Keputusan yang diambil oleh tim manajemen didasarkan pada data yang disediakan oleh Akuntansi Keuangan
  • Tidak kompehrensif – Manajemen tidak memiliki cukup pengetahuan tentang ekonomi, keuangan, statistik, dll.
  • Data yang kadaluarsa – Tim manajemen menerima data yang lalu, yang mungkin saja berubah ketika manajemen mengambil keputusan.
  • Membutuhkan biaya yang mahal – Menyiapkan sistem akuntansi manajemen membutuhkan banyak investasi.

Kesimpulan

Setelah memahami secara lengkap akuntansi manajemen, tentu sebagai manajer atau pemilik bisnis akan membuat laporan keuangan bisnis lebih terencanakan dan terdistribusi dengan baik sesuai kebutuhan setiap bagian manajemen perusahaan.

Dalam memudahkan perusahaan mengelola akuntansi manajemen dan akuntansi keuangan, Anda dapat menggunakan jasa konsultan seperti Rusdiono Consulting. 

Rusdiono Consulting menghadirkan laporan keuangan mulai dari neraca, perubahan modal, hingga arus kas dengan mematuhi Standar Akuntansi Keuangan Indonesia (PSAK). Selain itu, Rusdiono Consulting juga membantu Anda mengelola perpajakan dan audit internal lebih mudah. Tunggu apalagi? Segera hubungi kami dengan klik di sini.


July 29, 2020
2194-1280x853.jpg

Akuntansi adalah cara perusahaan mengelola posisi keuangan perusahaan dengan benar. Dikarenakan kompleksitas yang melekat dalam akuntansi, sebagian besar perusahaan akan mempekerjakan seorang akuntan dalam melakukan akuntansi perusahaan. Namun, ada baiknya sebagai pemilik usaha juga memahami dasar konsep akuntansi agar mengetahui kinerja operasional maupun keuangan setiap periode.

Dasar-Dasar Akuntansi Bisnis

Akuntansi adalah proses pencatatan, analisis, dan interpretasi informasi keuangan bisnis Anda secara sistematis. Pemilik bisnis menggunakan akuntansi untuk mengelola operasional keuangan, memenuhi kewajiban hukum, dan membuat keputusan bisnis yang lebih kuat.

Terlepas dari siapa yang mengelola akuntansi bisnis, Anda harus dapat membaca dan menyiapkan dokumen-dokumen dasar ini, sehingga akan memahami kinerja bisnis dan kesehatan keuangan – sebagai hasilnya, Anda akan memiliki kendali yang lebih besar terhadap perusahaan dan keputusan bisnis.

Berikut dokumen dan perhitungan yang disarankan untuk dipahami, bahkan jika Anda bekerja dengan profesional, agen konsultasi, atau telah menyewa akuntan publik bersertifikat.

  • Laporan Laba Rugi 

Laporan yang menunjukkan profitabilitas perusahaan dan memberitahu Anda berapa banyak uang yang dihasilkan atau hilang bisnis dalam suatu periode. 

Dengan kata lain, laporan yang merupakan potret pendapatan dan pengeluaran bisnis selama periode waktu tertentu (seperti triwulanan, bulanan, atau tahunan).

  • Neraca

Neraca adalah kondisi keuangan bisnis pada satu titik tertentu. Neraca juga akan menunjukkan laba ditahan bisnis, yang merupakan jumlah laba yang telah diinvestasikan kembali dalam bisnis (daripada didistribusikan kepada pemegang saham).

  • Laporan Arus Kas

Laporan yang menganalisis operasional, pembiayaan, dan kegiatan investasi bisnis untuk menunjukkan bagaimana dan di mana bisnis sedang menerima dan menghabiskan uang.

  • Rekonsiliasi Bank

Sebuah rekonsiliasi bank mencocokkan pengeluaran kas dengan laporan bank bisnis secara keseluruhan dan membantu menjaga catatan bisnis Anda konsisten. Dengan kata lain, proses rekonsiliasi saldo pembukuan bisnis ke saldo di rekening bank.

Baca juga: Konsultan Pajak dan Akuntansi Rusdiono Consulting: Membantu Anda untuk Tumbuh

Istilah Akuntansi Bisnis yang Wajib Diketahui

13 istilah yang membangun pengetahuan Anda tentang akuntansi bisnis. 

  • Utang & Piutang Usaha

Piutang usaha adalah uang yang harus dibayar orang untuk barang dan jasa. Piutang dianggap sebagai aset di neraca Anda. Sementara utang adalah uang yang harus dibayar kepada orang lain dan dianggap sebagai kewajiban di neraca Anda.

  • Akrual

Akrual adalah kredit dan utang yang telah dicatat tetapi belum terpenuhi. Hal Ini bisa berupa penjualan yang diselesaikan tetapi pembayaran belum dilunasi atau pengeluaran bisnis yang belum dibayar.

  • Aset

Aset adalah segala yang dimiliki perusahaan – berwujud dan tidak berwujud. Aset Anda dapat mencakup uang tunai, peralatan, properti, hak cipta, hak paten, dan merek dagang.

  • Burn Rate

Burn rate adalah seberapa cepat bisnis menghabiskan uang. Burn rate sebagai komponen penting ketika menghitung dan mengelola arus kas Anda. Dalam menghitung laju burn rate dalam bisnis, cukup pilih periode waktu (seperti seperempat atau satu tahun). Kurangi jumlah uang tunai di akhir periode dengan uang tunai di awal periode, lalu bagi angka tersebut dengan jumlah bulan dalam periode yang telah ditentukan.

  • Modal

Modal mengacu pada uang yang harus diinvestasikan atau dihabiskan untuk mengembangkan bisnis. Biasa juga disebut sebagai “modal bisnis,” modal mengacu pada dana yang dapat diakses (yaitu uang di bank) dan tidak termasuk aset atau kewajiban.

  • Harga Pokok Penjualan

Harga pokok penjualan (COGS) atau biaya penjualan (COS) adalah biaya untuk memproduksi produk Anda atau memberikan layanan kepada konsumen.

COGS atau COS adalah pengeluaran pertama yang akan dilihat pada laporan laba rugi (P&L) dan merupakan komponen penting ketika menghitung margin kotor bisnis Anda. Mengurangi COGS Anda dapat membantu Anda meningkatkan laba tanpa meningkatkan penjualan.

  • Depresiasi

Depresiasi mengacu pada penurunan nilai aset bisnis dari waktu ke waktu. Aset yang lebih besar memengaruhi kemampuan bisnis Anda untuk menghasilkan uang, sehingga hal ini mempengaruhi urusan pajak bagi bisnis. 

  • Ekuitas

Ekuitas mengacu pada jumlah uang yang diinvestasikan dalam bisnis oleh pemiliknya. Atau biasa juga  dikenal sebagai “ekuitas pemilik” dan dapat mencakup hal-hal yang bernilai non moneter seperti waktu, energi, dan sumber daya lainnya.

Ekuitas juga dapat didefinisikan sebagai perbedaan antara aset bisnis Anda (apa yang Anda miliki) dan liabilitas (apa yang berutang).Bisnis dengan ekuitas yang sehat (positif) menarik bagi calon investor, pemberi pinjaman, dan pembeli. 

  • Pengeluaran

Pengeluaran mencakup setiap pembelian yang dilakukan atau uang yang dibelanjakan dalam upaya untuk menghasilkan pendapatan. Pengeluaran juga disebut sebagai “biaya.”.

Ada empat jenis biaya utama, yaitu:

  • Biaya tetap adalah biaya yang konsisten, seperti sewa atau gaji. Pengeluaran ini biasanya tidak dipengaruhi oleh penjualan perusahaan atau tren pasar.
  • Biaya variabel berfluktuasi dengan kinerja dan produksi perusahaan, seperti utilitas dan bahan baku.
  • Biaya masih harus dibayar adalah biaya tunggal yang telah dicatat atau dilaporkan tetapi belum dibayar. (Hal ini akan jatuh dalam utang dagang, seperti yang dibahas sebelumnya.)
  • Biaya operasional diperlukan bagi perusahaan untuk melakukan bisnis dan menghasilkan pendapatan, seperti sewa, utilitas, penggajian, dan utilitas.

 

  • Fiscal Year

Fiscal year adalah periode yang ditentukan perusahaan dalam pencatatan akuntansi. Tanggal awal dan akhir tahun fiskal ditentukan oleh perusahaan Anda; beberapa bertepatan dengan tahun kalender, sementara yang lain bervariasi berdasarkan kapan seorang akuntan dapat menyiapkan laporan keuangan.

  • Kewajiban

Kewajiban adalah segala yang dimiliki perusahaan dalam jangka panjang atau pendek. Kewajiban dapat mencakup saldo kartu kredit, penggajian, pajak, atau pinjaman.

  •  Pendapatan

Pendapatan adalah jumlah total uang yang didapatkan bisnis selama periode yang telah ditentukan.

  • Margin Kotor

Margin kotor (atau pendapatan kotor ),merupakan total penjualan dikurangi COGS – angka inilah yang menunjukkan keberlanjutan bisnis.

Sekali lagi, istilah-istilah ini hanyalah pengantar akuntansi bisnis. Namun, beberapa istilah tersebut akan membantu Anda lebih memahami bagaimana melakukan akuntansi untuk bisnis.

Baca juga: Manfaat Menggunakan Kantor Jasa Akuntansi

Proses Akuntansi dalam Bisnis

  1. Buka rekening bank bisnis yang ditautkan dengan semua tempat penjualan.
  2. Perinci semua pengeluaran sesuai departemen.
  3. Patuhi semua pajak penghasilan, pekerjaan, dan cukai.
  4. Siapkan sistem penggajian.
  5. Identifikasi gateway pembayaran yang tepat untuk kebutuhan Anda.
  6. Pahami kewajiban pajak untuk jenis bisnis Anda.
  7. Tinjau dan evaluasi proses Anda secara teratur.
  8. Konsultasikan dengan profesional.

Akuntansi adalah ilmu disiplin yang kompleks. Namun jika Anda bukan seorang akuntan, Anda tidak perlu tahu segalanya tentang akuntansi – hanya praktik dan bagian yang berkaitan dengan operasional keuangan Anda, kewajiban hukum, dan keputusan bisnis.

Delapan langkah ini akan memperkenalkan Anda pada proses akuntansi (jika Anda belum terbiasa) dan mengatur Anda untuk meningkatkan skala bisnis Anda secara berkelanjutan.

  •  Buka Rekening Bank Bisnis

Memiliki rekening bank terpisah untuk pendapatan dan pengeluaran bisnis akan membuat akuntansi bisnis lebih mudah. Anda hanya akan memiliki satu akun untuk memantau pembukuan dan keperluan pajak, dan pendapatan dan pengeluaran pribadi Anda tidak akan terjerat dengan bisnis Anda. 

Cari bank yang memiliki cabang lokal serta perbankan online yang kuat. Juga, pastikan bank dapat berintegrasi dengan sistem point-of-sale (POS) Anda dan kebutuhan teknologi lainnya. Disarankan juga untuk membuka dua akun – satu rekening giro dan satu rekening tabungan.

 

  • Perinci Semua Pengeluaran

  • Biaya iklan dan pemasaran, seperti iklan media sosial berbayar, biaya hosting situs web, dan kartu nama.
  • Perjalanan bisnis, seperti tiket pesawat, hotel, dan mobil sewaan.
  • Pengeluaran kantor, seperti Wi-Fi, peralatan, dan ponsel.
  • Biaya terkait kendaraan, seperti jarak tempuh dan transportasi.
  • Makanan dan hiburan, seperti perjalanan ke kedai kopi, kafe dalam bertemu klien.

Jika Anda perlu memang melakukan pengeluaran seperti ini, disarankan agar menyimpan dokumen-dokumen berikut. 

  • Kwitansi (kertas dan digital)
  • Laporan bank dan kartu
  • Tagihan (untuk keperluan, telepon, internet, dll.)
  • Cek
  • Faktur dan dokumen yang menunjukkan bukti pembayaran
  • Laporan keuangan dari pembukuan atau aplikasi pembukuan
  • Surat Pemberitahuan Pajak dari tahun-tahun sebelumnya

Cara umum lainnya untuk mengelola pengeluaran bisnis adalah dengan memisahkan biaya operasional dengan biaya penjualan, umum, dan administrasi.

  • Patuhi Semua Pajak Penghasilan, Pekerjaan, dan Cukai

Sayangnya, pembukuan tidak selalu menyenangkan. Pembukuan adalah tugas yang berkelanjutan. Secara teknis, Anda harus melakukannya setiap hari, karena hal ini akan memengaruhi segala urusan perpajakan.

  • Mengatur Sistem Penggajian

Anda harus memahami dan mengelola sistem penggajian dengan baik. Penggajian memang bagian lain yang membosankan namun diperlukan dari akuntansi. Hal ini juga termasuk seperti hal sebelumnya yaitu pajak penghasilan karyawan.

  •  Identifikasi Gateway Pembayaran

Metode pengumpulan uang dalam bisnis sering disebut sebagai gateway pembayaran. Apakah bisnis menyediakan layanan lepas, mendirikan toko di pasar petani lokal, atau menjalankan bisnis e-commerce global, Anda memerlukan cara mudah (dan legal) untuk mendapat uang dari pelayanan bisnis. Misalnya platform seperti Shopify, BigCommerce, dan Woocommerce.

  • Memahami Kewajiban Pajak

Pahami kewajiban pajak bisnis Anda, menyimpan catatan yang akurat, dan menyisihkan pendapatan.

Membayar pajak sebagai bisnis sedikit lebih rumit daripada sebagai pribadi. Jumlah dan jenis pajak yang diajukan tergantung pada beberapa hal: struktur hukum bisnis, jumlah karyawan, dan pajak penjualan.

Bagian akuntansi ini – kewajiban dan penagihan pajak – sangat membosankan. Sangat disarankan untuk bekerja dengan seorang profesional untuk setidaknya memastikan bisnis Anda mengikuti prosedur dan hukum yang tepat.

  • Tinjau dan Evaluasi Metode

Mirip dengan proses dan strategi lain di seluruh bisni, Anda harus meninjau dan mengevaluasi metode akuntansi.

Disarankan untuk mengaudit proses Anda pada akhir setiap bulan, kuartal, dan tahunan. Dengan cara ini, bisnis dapat terhindar dari masalah yang terlalu besar.

  • Pertimbangkan Jasa Profesional

Sama pentingnya dengan memahami cara kerja akuntansi bisnis, Anda tidak harus melakukan semuanya sendiri. Disinilah jasa akuntansi profesional diperlukan. 

Jika anggaran bisnis memungkinkan, sangat disarankan untuk mempekerjakan seorang profesional untuk membantu akuntansi Anda. 

Siapa pun yang Anda pilih, pastikan untuk membaca banyak ulasan dan testimoni tentang akuntan potensial Anda. Tanyakan tentang pengalamannya dalam industri Anda, tarif, dan jasa, dan pastikan Anda merasa nyaman.

Pelajari Akuntansi agar Bisnis Tumbuh Lebih Baik

Akuntansi bagi sebagian pebisnis tampak seperti gunung yang menakutkan untuk didaki, tetapi percayalah, ini adalah perjalanan yang sepadan untuk Anda.

Akuntansi membantu Anda melihat seluruh gambaran perusahaan dan dapat memengaruhi keputusan bisnis dan keuangan yang penting.

Dari berlatih perhitungan hingga memahami kewajiban pajak perusahaan, menguasai disiplin akuntansi dapat membantu bisnis Anda tumbuh lebih baik.


July 21, 2020
669-1-1280x853.jpg

Setiap perusahaan diharuskan melakukan proses akuntansi demi mengidentifikasi kondisi keuangan. Akuntansi juga dikenal sebagai salah satu pembukuan, yang melibatkan pengumpulan, analisis, klasifikasi, interpretasi, dan penyajian informasi keuangan.

Mengenal Akuntansi Perusahaan

Akuntansi perusahaan adalah proses akuntansi yang didedikasikan untuk operasional suatu perusahaan. Dalam jenis pembukuan yang satu ini, akuntan perusahaan hanya memusatkan perhatiannya pada catatan keuangan satu perusahaan. Lebih khusus lagi, akuntan hanya berfokus pada perusahaan yang telah mempekerjakannya.

Akuntansi perusahaan dilakukan untuk memastikan status keuangan dan operasional perusahaan. Terlebih investor dan pemberi dana selalu tertarik untuk mengetahui kinerja keuangan perusahaan ketika akan membeli sejumlah saham atau memberi pinjaman dana.Oleh karena itu, akuntansi perusahaan dilakukan untuk mengkomunikasikan aset dan kewajiban perusahaan kepada mereka.

Akuntansi perusahaan juga dilakukan untuk memastikan aktivitas keuangan perusahaan mematuhi hukum dan peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah, memastikan kegiatan bisnis selaras dengan kebijakan organisasi, dan menghasilkan laporan yang digunakan untuk membuat keputusan strategis bagi perusahaan. 

Baca juga: Mengenal Akuntansi Perusahaan Jasa, Siklus dan Jenis Transaksinya

3 Konsep Dasar Akuntansi Perusahaan

  • Persamaan Dasar Akuntansi

Persamaan dasar akuntansi dijadikan dasar pembuatan laporan keuangan, neraca, laba rugi, maupun arus kas perusahaan. Persamaan dasar akuntansi juga bersifat umum. Persamaan dasar akuntansi yaitu:

Aset = Kewajiban + Ekuitas

Jadi, jumlah aset yang terdapat di sisi kiri harus sama jumlahnya dengan kewajiban dan ekuitas di sisi kanan. 

Persamaan dasar akuntansi bertujuan untuk mengetahui pencatatan transaksi bisnis dan perubahan yang terjadi. Segala macam transaksi dapat diinput ke dalam persamaan dasar akuntansi tersebut. Persamaan akuntansi berguna untuk menganalisis transaksi bisnis untuk penyusunan laporan keuangan di kemudian hari.

  • Jurnal

Jurnal berguna untuk pencatatan transaksi keuangan, baik jurnal umum maupun jurnal khusus untuk akun yang paling aktif seperti penjualan, pembelian, penerimaan dan pemasukan kas.

Hal yang harus diperhatikan dengan seksama saat menjurnal adalah kapan harus menggunakan debit atau kredit.

Jika dilihat dari persamaan dasar akuntansi sebelumnya, aset berada di sebagai sisi debit, sedangkan kewajiban dan ekuitas berada di sisi kanan sebagai sisi kredit. 

  • Laporan Keuangan

Dalam laporan keuangan, unsur-unsur atau komponennya antara lain:

  • Neraca sebagai laporan proses keuangan perusahaan pada periode yang telah ditentukan.
  • Laporan laba rugi sebagai laporan hasil operasional perusahaan selama periode tertentu.
  • Laporan ekuitas atau modal sebagai penyajian perubahan dalam modal pemilik pada perusahaan dalam periode yang telah ditentukan.
  • Laporan arus kas sebagai gambaran jumlah penerimaan dan pengeluaran perusahaan dalam suatu periode tertentu.

Kegiatan Utama dalam Akuntansi Perusahaan

Akuntansi perusahaan biasanya dilakukan oleh bagian spesialis akuntan. Mereka diarahkan untuk mengelola kondisi keuangan perusahaan di bawah pengawasan Chief Financial Officer (CFO) atau eksekutif pada level yang sama.

Akuntan melakukan sejumlah tugas yang berkaitan dengan pengelolaan akun keuangan dan sistem pelaporan keuangan secara menyeluruh. Aktivitas yang dilakukan diantaranya: 

  • Membuat dan Mengelola Sistem Akuntansi Perusahaan

Akuntan perusahaan membuat, menyusun, mengelola, dan memelihara sistem akuntansi suatu perusahaan. Dalam kasus modern, biasanya hal-hal tersebut dilakukan melalui platform online. 

Akuntan membuat akun terpisah untuk menangani elemen bisnis seperti ekuitas, aset, pendapatan, kewajiban, dan biaya. Setelah itu, mereka menetapkan masing-masing akun dengan kode buku besar dan mengatur keseluruhan sistem untuk mencatat transaksi spesifik ke dalam akun yang cocok secara otomatis. 

Selain itu, akuntansi perusahaan tingkat lanjut juga melibatkan pembuatan berbagai laporan secara berkala yang digunakan secara internal. Laporan-laporan ini dibuat menggunakan data dan informasi terkini.

  • Memproses Penggajian Karyawan

Perhitungan gaji karyawan termasuk ke dalam akuntansi perusahaan. Dalam tugas ini, akuntan perusahaan menghitung upah setiap staf sesuai dengan berbagai periode kerja.

Bisa saja mingguan, dua mingguan atau bulanan. Staf menerima cek gaji atau menyetor langsung ke rekening bank berdasarkan akuntansi perusahaan.

  • Mengatur Biaya Tertentu

Perusahaan diwajibkan membayar biaya- biaya tertentu agar tetap mematuhi peraturan bisnis. Dalam hal ini, akuntansi perusahaan juga termasuk melakukan pembayaran seperti pajak yang berkaitan dengan karyawan, pembayaran upah, distribusi rekening pensiun, bonus untuk kinerja karyawan serta pembayaran untuk lembur. Buku akuntansi perusahaan menunjukkan bahwa pembayaran tersebut dihitung, dikelola dan dibayarkan oleh perusahaan.

  • Mengelola Utang

Dalam akuntansi sebuah perusahaan, kegiatan akuntansi juga termasuk menerima dan memproses faktur yang masuk ke perusahaan. Para akuntan melakukan pembayaran kepada kontraktor atau pemasok sesuai dengan sarana kompensasi yang telah dijanjikan. 

Contohnya termasuk transfer bank, cek, pembayaran kartu kredit, hingga mengatur jadwal pembayaran utang. Ketika menangani utang dagang, akuntan perusahaan biasanya hanya fokus pada inventaris yang mengalir ke perusahaan. Akan tetapi, mereka juga dapat fokus pada pembayaran pinjaman, pajak, dan biaya perawatan inventaris lainnya.

  • Mengelola Piutang Usaha

Jenis pembukuan yang satu ini juga mengelola piutang. Di sinilah piutang diproses secara rapi dan teratur. Selain itu, akuntan perusahaan juga perlu mengelola kasus piutang yang berulang. Melakukan penagihan, memperbarui status arus kas dan upaya penagihan pada setiap piutang perusahaan. 

Setelah mengetahui akuntansi perusahaan secara umum, terdapat akuntansi perusahaan secara khusus. Contohnya seperti akuntansi perusahaan dagang atau jasa. Berikut persamaan dan perbedaan diantara keduanya.

Baca juga: Akuntansi Sektor Publik: Bahasan Lengkap 2020

Sekilas Persamaan dan Perbedaan Akuntansi Perusahaan Dagang dan Jasa

Meskipun secara siklus keduanya memiliki proses yang hampir sama, terdapat beberapa perbedaan sederhana seperti:

  • Aset

Perusahaan dagang bisa saja tidak memiliki bangunan, tetapi memiliki peralatan yang digunakan untuk mengemas produk dan mengirimkan kepada konsumen. Sementara perusahaaan jasa mungkin saja memiliki bangunan untuk menyediakan layanan kepada pelanggan.

  • Kewajiban

 Keduanya dapat memiliki kewajiban kepada orang atau sebuah perusahaan, baik berutang modal atau uang. Terutama perusahaan dagang yang membeli persediaan secara kredit, maka dimasukan ke dalam utang dagang.

  • Perhitungan Biaya dan Ekuitas Pemilik

Perusahaan dagang dan jasa sangat memiliki perbedaan yang mencolok dalam hal satu ini, keduanya mungkin memiliki aset yang sama, akun pendapatan, prive maupun modal untuk pemilik dalam akuntansi perusahaan.

Akan tetapi, perusahaan dagang yang mempunyai persediaan, mempunyai biaya khusus terkait dengan pembelian atau penjualan barang atau disebut sebagai harga pokok penjualan. Sementara perusahaan jasa tidak memiliki urusan dengan HPP karena tidak terkait dengan stok fisik.

Demikian penjelasan mengenai akuntansi perusahaan, baik dari segi definisi, konsep, kegiatan, maupun contoh akuntansi perusahaan dagang dan jasa. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan pembaca.

 


July 20, 2020
2914-1280x853.jpg

Banyak orang berpikir bahwa manajemen biaya sama dengan manajemen keuangan, padahal manajemen biaya adalah sistem bisnis yang mendesain peluang penyempurnaan, strategi dan keputusan operasional perusahaan, sedangkan manajemen keuangan berarti mengelola keuangan perusahaan. Berikut ulasan lebih lengkap tentang manajemen biaya.

Apa itu Manajemen Biaya?

Manajemen biaya adalah proses menemukan dan melaksanakan suatu proyek atau pekerjaan dengan cara yang benar. Hal ini mencakup perencanaan, estimasi, anggaran, pembiayaan, pendanaan, pengelolaan, pengendalian, dan perbandingan antar biaya, sehingga pekerjaan dapat selesai dalam waktu maupun anggaran yang ditetapkan.

Singkatnya, manajemen biaya memiliki fungsi dalam mencakup keseluruhan siklus proyek dari tahap perencanaan hingga mengukur kinerja biaya aktual dan penyelesaian proyek.

Bagi bisnis, peran manajemen biaya diantaranya seperti perencanaan dan pengendalian bisnis, peningkatan pemantauan biaya bisnis, pengoptimalan kinerja hasil produksi di masa mendatang, hingga dasar membuat keputusan. 

Untuk itu, penting bagi Anda mengetahui konsep, macam-macam manajemen biaya beserta contoh penggunaannya.

Baca juga: 5 Jenis Laporan Keuangan dan Pengertiannya

Konsep Dasar Manajemen Biaya

Dalam memaksimalkan pembiayaan, seorang manajer atau pimpinan proyek harus mengetahui beberapa konsep berikut ini.

Konsep Nilai Tambah Segala aktivitas dilakukan dengan cara efisien serta mengurangi pekerjaan yang tidak memiliki nilai tambah.
Konsep Akuntansi Aktivitas Pengumpulan serta pelacakan jalannya operasional proyek, apakah sudah sesuai atau belum.
Konsep Biaya Target Biaya target berarti segala aktivitas berpatok pada harga yang sesuai pangsa pasar atau laba yang ingin dicapai.

 

Prinsip Manajemen Biaya

Terdapat beberapa prinsip manajemen biaya yang perlu dipahami, diantaranya:

  1. Memantau kegiatan yang tidak bernilai tambah secara langsung.
  2. Menunjukkan biaya terpusat dalam setiap kelompok kegiatan bisnis.
  3. Menunjukkan mana biaya yang bernilai tambah dan mana yang tidak.
  4. Membandingkan satu biaya dengan biaya lainnya dengan biaya yang sudah ditarget.
  5. Memakai biaya efektif untuk mengendalikan biaya internal.
  6. Melacak biaya signifikan untuk laporan biaya sebuah proyek.
  7. Mengumpulkan segala biaya untuk pengulangan sebuah proyek.

Macam-Macam Manajemen Biaya

Terdapat beberapa macam-macam manajemen biaya yang dapat diketahui, diantaranya:

  • Biaya Bahan Baku Langsung dan Tidak Langsung

Biaya bahan baku langsung berarti biaya bahan baku dari sebuah produk atau objek lainnya, sedangkan biaya bahan baku tidak langsung berarti biaya bahan baku yang digunakan dalam proses produksi tetapi bukan bagian dari produk yang telah dibuat.

  • Biaya Tenaga Kerja Langsung dan Tidak Langsung

Biaya tenaga kerja langsung merupakan tenaga kerja yang memproduksi produk atau jasa , hal ini termasuk waktu istirahat tenaga kerja seperti waktu makan. Sementara biaya tenaga kerja tidak langsung berarti pengawasan, penanganan bahan baku, pelatihan dan pengendalian mutu yang dilakukan oleh tenaga kerja.

  •  Biaya Tidak Langsung Lain

Biaya tidak langsung lain biasanya dibutuhkan ketika ingin menghasilkan produk atau jasa. Hal-hal seperti biaya fasilitas, biaya peralatan yang dipakai ketika menghasilkan suatu produk atau jasa, serta biaya untuk pendukung lainnya. 

  • Biaya Tetap & Biaya Variabel

Biaya tetap sebagai salah satu total biaya yang tak berubah walau output mengalami perubahan dalam rentang waktu tertentu. Sementara biaya variabel adalah sebuah biaya yang terkait dengan setiap perubahan dari total biaya yang telah ditetapkan. 

  • Biaya Per Unit

Biaya per unit adalah biaya rata-rata yang dihitung dari pembagian total biaya produksi dengan jumlah unit output.

Baca juga: Konsultan Pajak dan Akuntansi Rusdiono Consulting: Membantu Anda untuk Tumbuh

4 Alur Manajemen Biaya

  • Perencanaan Sumber Daya

Perencanaan sumber daya berarti proses kepastian kebutuhan sumber daya di masa yang akan datang sebuah perusahaan atau ruang lingkup proyek tertentu. Hal ini termasuk evaluasi dan perencanaan penggunaan sumber daya tenaga, manusia, keuangan, dan informasi lain yang mungkin diperlukan untuk menyelesaikan sebuah proyek.

Dengan demikian, perencanaan sumber daya menjadi bagian tahap awal proyek. Sebagian besar perencanaan sumber daya menggunakan tenaga kerja manusia. Contoh ketika seorang manajer harus menentukan setiap sumber daya, struktur rincian kerja dan memperkirakan total biaya sumber daya yang diperlukan dalam sebuah proyek.

  • Perkiraan Biaya

Perkiraan biaya merupakan proses prediktif yang digunakan untuk mengukur, menghitung biaya, dan menentukan harga dari sumber daya yang dibutuhkan oleh ruang lingkup proyek. Proses estimasi biaya umumnya diterapkan selama siklus berjalan proyek Setiap keakuratan proyek bisa aja bertambah seiring berjalannya proyek.

  • Penganggaran Biaya

Anggaran biaya adalah proses yang dibutuhkan dalam proses penggabungan perkiraan biaya untuk menetapkan dasar biaya. Manfaatnya, untuk menentukan cost baseline terhadap kinerja proyek yang terpantau dan terkendali.

  • Kontrol Biaya

Kontrol biaya berarti proses pemantauan biaya termasuk kinerja setiap pembiayaan, memastikan bahwa setiap perubahan biaya sudah tepat dan termasuk dalam baseline biaya yang berubah. Hal ini juga menunjukkan informasi kepada para stakeholders bahwa perubahan proses proyek menyebabkan perubahan biaya pula.

Langkah yang Perlu Dilakukan dalam Mengoptimalkan Manajemen Biaya

Jika dilihat dari apa itu manajemen biaya, maka langkah-langkah dilakukan yaitu mengetahui biaya penggerak sebagai biaya utama yang dikeluarkan bisnis. Biaya penggerak adalah faktor yang berdampak pada total biaya.

Berarti, diperlukan pengelompokkan pengeluaran biaya bisnis berdasarkan atas kategori, seperti biaya operasional, sumber daya, maupun biaya lain yang berhubungan dengan aktivitas bisnis. 

Salah satunya dengan memiliki pembebanan biaya dan mengalokasikan biaya tidak langsung dan biaya langsung. BIaya tidak langsung berarti biaya yang sulit diketahui dan bersifat ekonomis, sedangkan biaya tidak langsung berarti biaya yang mudah diketahui.

Jadi, manajemen biaya sangat terkait dengan bagaimana sebuah bisnis dapat memaksimalkan pembiayaan bisnis demi menekan biaya dari hal-hal yang tidak berdampak signifikan bagi nilai bisnis. Hal ini juga guna menaikan profit bisnis. 


July 17, 2020
11044-1280x853.jpg

Kesuksesan sebuah perusahaan jasa tentu tidak terlepas dari kegiatan akuntansi dan keuangan perusahaan. Maka dari itu, ketika membuat sebuah laporan, terdapat beberapa tahap siklus akuntansi yang perlu dipahami pengusaha sektor jasa. Berikut tahap pencatatan siklus akuntansi.

Perusahaan Jasa

Perusahaan jasa memiliki karakteristik yang dapat dibedakan dengan usaha lainnya, terutama perusahaan dagang. Diantaranya:

  • Intangibility,berarti perusahaan jasa tidak berwujud atau berbentuk fisik.
  • Inseparability, berarti antara jasa yang dihasilkan dengan dikonsumsi tidak dapat dipisahkan dan selalu bersamaan. 
  • Variability, berarti kualitas layanan serta jenisnya beragam.
  • Perishability, jasa tidak bertahan lama atau akan cepat habis ketika dikonsumsi.

Dalam pencatatan akuntansi perusahaan jasa, pasti setiap usaha akan mendapat nota atau kuitansi. Keduanya disebut sebagai sumber pencatatan akuntansi. Berikut sumber pencatatan akuntansi lainnya:

Bukti Transaksi Internal
Memo Memo adalah bukti transaksi yang dikeluarkan oleh manajer untuk staf bagian akuntansi.
Bukti Transaksi Eksternal
Kuitansi Kuitansi adalah bukti transaksi atas penerimaan uang dari suatu pembayaran.
Faktur Faktur adalah hitungan penjualan barang yang dilakukan secara kredit.
Nota Nota adalah bukti transaksi atas pembelian atau penjualan yang dilakukan secara tunai.
Cek Cek adalah surat perintah yang tidak memiliki syarat, ditujukan kepada bank atas pembayaran sejumlah uang tertentu ketika surat diberikan kepada bank.

 

Tahap Pencatatan

Tahap pencatatan terdiri atas menganalisis bukti transaksi, menyusun jurnal umum, dan memposting ke buku besar. 

  • Analisis Bukti Transaksi

Analisis bukti transaksi adalah tahap paling awal yang dilakukan dalam suatu siklus akuntansi. Berikut tabel yang berisikan aturan pencatatan transaksi dalam akun perusahaan jasa. 

Akun Bertambah/Kenaikan Berkurang/Penurunan
Aset Debit Kredit
Liabilitas Kredit Debit
Ekuitas Kredit Debit
Prive Debit Kredit
Pendapatan Kredit Debit
Beban Debit Kredit

 

  • Jurnal Umum

Ketika membuat Jurnal, terdapat catatan keseluruhan transaksi berdasar bukti transaksi, bukti yang kemudian dianalisis posisinya apakah kredit atau debit, lalu dicatat dalam jurnal umum.

Menurut Rudianto(2009), jurnal umum adalah ringkasan dan pencatatan transaksi secara kronologis yang didasarkan as dokumen bersama penjelasannya dalam buku harian.

Berikut contoh jurnal umum perusahaan jasa:

Tawar Manis Jasa

Jurnal Umum

Per 31 Januari 2020

(dalam rupiah)

 

Tanggal Akun Ref Debit Kredit
2020 Jan 1 Kas 111 15.100.000
Perlengkapan 113 5.250.000
Peralatan 121 12.550.000
Kendaraan 122 22.400.000
      Modal 311 55.300.000
2 Sewa dibayar di muka 114 12.000.000
      Kas 12.000.000
3 Kas 111 2.550.000
      Pendapatan jasa 411 2.550.000
4 Perlengkapan 113 1.500.000
      Kas 111 1.500.000
6 Peralatan 121 2.600.000
      Kas 111 2.600.000
8 Beban iklan 515 850.000
      Kas 111 850.000
10 Kas 111 10.000.000
      Utang bank 212 10.000.000
Jumlah 84.500.000 84.500.000

 

  • Buku Besar

Setelah memahami pencatatan jurnal umum pada perusahaan jasa, kemudian akun-akun dari jurnal umum diposting ke buku besar atau ledger.

Buku besar adalah kumpulan akun yang meringkas transaksi dalam jurnal, buku besar juga disebut sebagai pencatatan terakhir dalam akuntansi (book of final entry). Berikut contoh buku besar perusahaan jasa:

Kas         111

Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit Saldo
Debit Kredit
2020

Jan

1 Setoran modal 1 15.100.000 15.100.000
2 Membayar sewa toko 1 12.000.000 3.100.000
3 Menerima pendapatan 1 2.550.000 5.650.000
4 Membeli perlengkapan 1 1.500.000 4.150.000
6 Membeli peralatan 1 2.600.000 1.550.000
8 Membayar beban iklan 1 850.000 700.000
10 Menerima pinjaman bank 1 10.000.000 10.700.000

 

Perlengkapan       113

Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit Saldo
Debit Kredit
2020

Jan

1 Setoran modal 1 5.250.000 5.250.000
4 Membeli Perlengkapan 1 1.500.000 6.750.000

 

Sewa dibayar di muka       114

Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit Saldo
Debit Kredit
2020

Jan

2 Membayar sewa 1 12.000.000 12.000.000

 

Peralatan             121

Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit Saldo
Debit Kredit
2020

Jan

1 Setoran modal 1 12.550.000 12.550.000
6 Membeli peralatan 1 2.600.000 15.150.000

 

Kendaraan       122

Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit Saldo
Debit Kredit
2020

Jan

1 Setoran modal 1 22.400.000 22.400.000

 

Utang Bank       212

Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit Saldo
Debit Kredit
2020

Jan

1 Menerima kredit 1 10.000.000 . 10.000.000

 

Modal       311

Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit Saldo
Debit Kredit
2020

Jan

1 Setoran modal 1 55.300.000 . 55.300.000

 

Pendapatan Jasa               411

Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit Saldo
Debit Kredit
2020

Jan

3 Menerima pendapatan 1 2.550.000 . 2.550.000

 

Beban Iklan       515

Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit Saldo
Debit Kredit
2020

Jan

8 Membayar beban iklan 1 850.000 .850.000

 

Demikian artikel mengenai tahap pencatatan siklus akuntansi perusahaan jasa, semoga dapat bermanfaat.

Selanjutnya, perusahaan jasa memerlukan tahap pengikhtisaran yang terdiri atas neraca saldo, jurnal penyesuaian, dan kertas kerja. 

 


July 10, 2020
2328-1280x720.jpg

Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi cloud telah merevolusi kehidupan sehari-hari. Membayar tagihan secara online, menggunakan smartphone untuk memeriksa email hingga menyimpan foto secara online. 

Hal ini juga berdampak pada bisnis dan perkantoran, program pada software akuntansi online menawarkan segala fungsionalitas serta keandalan sistem yang wajib dicoba para pebisnis. Berikut manfaat software akuntansi online yang wajib diketahui.

  • Akses Kapan Saja

Dengan software akuntansi online, pebisnis dapat mengakses akun dan keuangan bisnis kapan saja, di mana saja. Berbeda halnya dengan cara manual melalui excel, akuntansi dan keuangan sangat terikat pada dokumen atau bahkan laptop tertentu. 

Software juga dapat menyimpan data bisnis dan membatasi pengaksesan data sesuai perannya dalam bisnis. Data juga dienkripsi dan disimpan dengan aman dengan server cloud. Melalui smartphone atau laptop bukan masalah selama masih ada koneksi internet.

Jadi, di mana pun pebisnis berada, status bisnis selalu dapat diperiksa secara real-time.

  • Hemat Biaya 

Bekerja secara online mengurangi biaya IT. Sementara sistem berbasis manual seperti excel membutuhkan investasi perangkat keras IT sekaligus pemeliharaannya, memerlukan server untuk perangkat lunak tersebut serta membayar tim IT untuk menjaga data, tentu, ini dapat menjadi biaya overhead yang begitu mahal.

Tugas yang berulang seperti faktur, penganggaran hingga pelaporan juga menambah waktu kerja karyawan, secara tidak langsung, bisnis menghabiskan uang pada hal-hal yang sebenarnya bisa lebih strategis lagi.

  • Hemat Waktu

Menurut studi yang dilakukan oleh Xero Blog kepada 230 akuntan, direktur keuangan dan staff di Afrika Selatan, software akuntansi dapat menghemat waktu akuntan hingga 3 jam per hari. Bagaimana bisa? 

79 persen akuntan yang masih menggunakan sistem manual menghabiskan waktu antara satu hingga tiga jam per hari untuk memasukan data ke dalam sistem.Sedangkan 57 persen akuntan yang menggunakan software hanya membutuhkan waktu kurang dari  satu jam sehari. 

Akuntan dengan sistem manual 2x lipat lebih mungkin menghabiskan lebih dari satu jam untuk mengurus email beserta dokumen lain daripada akuntan yang sudah menggunakan software akuntansi. 

Baca juga: Konsultan Pajak dan Akuntansi Rusdiono Consulting: Membantu Anda untuk Tumbuh

  • Pemantauan Keuangan Berkelanjutan

Dalam sistem akuntansi manual, sebagian besar pekerjaan dilakukan pada akhir tahun ketika catatan disiapkan untuk keperluan administrasi dan penilaian pajak.

Tetapi dengan akuntansi yang terkomputerisasi, pebisnis dapat membuat dan mengelola catatan keuangan secara terus menerus dan mendapatkan laporan kapan saja diinginkan.

Hal ini memungkinkan manajemen bisnis untuk memantau catatan keuangan bisnis dan menyelesaikan masalah lebih awal sebelum berkembang menjadi masalah besar.

Sistem akuntansi juga memberikan laporan terperinci tentang proses bisnis dan membantu pengguna memantau aliran kas bisnis, sehingga membantu pengguna menghitung laba dan mempelajari pelanggan mana yang menghasilkan pendapatan terbesar untuk bisnis.

Singkatnya, laporan keuangan dalam software membantu pengguna membuat keputusan dan mengoperasikan bisnis lebih efisien dan produktif.

Bahkan, menurut studi yang dilakukan oleh FreshBooks, proses memantau keuangan menggunakan software dapat menghemat waktu sekitar 30 menit per bulan. 

  • Pengingat Jatuh Tempo

Dengan software akuntansi, pebisnis dapat merekam dan melacak utang serta piutang. Hal ini memungkinkan setiap bisnis mengetahui kondisi arus kas terkini serta perkiraan di masa mendatang.

Misalnya, software dapat memasukan tagihan berikut juga faktur pelanggan dan tanggal jatuh tempo sehingga pengguna mendapat laporan atau pemberitahuan tentang kapan seharusnya piutang perlu dibayarkan oleh pelanggan. Tentu, hal ini sangat menghindari keterlambatan pemasukan.

Hal ini juga diperkuat oleh studi yang dilakukan oleh FreshBooks, ketika menggunakan manual, proses pengecekan di excel memakan waktu hingga 1 menit 30 detik, sedangkan ketika sudah menggunakan software, hanya perlu memerlukan kurang dari 1 menit.

Bayangkan, ketika terdapat 20 penagihan setiap bulan, tentu bisa menghemat hampir setengah jam per bulan.

  • Meminimalkan Kesalahan

Sistem akuntansi manual meningkatkan kemungkinan kesalahan dalam perhitungannya. Tapi, salah satu manfaat software akuntansi yakni memberitahu pengguna jika ada ketidaksesuaian perhitungan.

Tidak jarang, software akuntansi yang dapat direkonsiliasikan dengan bank sehingga saldo yang terdapat dalam software harus sama seperti di rekening bisnis.

Menurut accounting web,lebih dari 73 persen akuntan telah mulai mencari dan memilih software akuntansi untuk mengotomatisasikan tugas akuntansi manual agar mengurangi kesalahan dan beban kerja.

Baca juga: Manfaat Menggunakan Kantor Jasa Akuntansi

  • Memantau Inventaris Bisnis

Menurut tren software akuntansi akhir-akhir ini, banyak software yang menghadirkan fitur seperti pengelolaan inventaris produk dan memberikan rincian terkini jumlah stok yang tersedia.

Bahkan mengotomatisasikan inventaris ketika sebuah pesanan produk sedang diproses. Perkiraan kemungkinan kehabisan stok juga dapat diberitahu sehingga tidak ada lagi cerita tiba-tiba kehabisan produk tertentu.

  • Terfokus Pada Satu Data Terpusat

Software akuntansi memberi manfaat bagi penggunanya untuk memusatkan proses bisnis utama serta tugas-tugas manajemen seperti laporan keuangan, proses purchasing, hingga manajemen persediaan barang.

Pengguna dapat memanfaatkan satu software untuk semua tugas, alih-alih berinvestasi pada channel atau software terpisah.

  • Memudahkan Kepatuhan Pajak

Software akuntansi dapat menghitung jumlah pajak yang harus dibayar pada setiap faktur. Plus, pengguna memiliki laporan terperinci tentang jumlah pajak yang dibayarkan perusahaan selama periode waktu tertentu.

Baca juga: 13 Pengguna Laporan Keuangan dan Tujuan Penggunaannya

  • Meningkatkan Keamanan Data Keuangan Bisnis 

Data keuangan tentu menjadi informasi rahasia sebuah bisnis dan harus sangat dilindungi sehingga tidak jatuh ke tangan yang salah. Dengan software akuntansi, data keuangan perusahaan lebih terjamin karena disimpan dalam cloud dan hanya orang yang telah ditentukan yang dapat mengakses data tersebut.

Demikian manfaat software akuntansi yang memudahkan pemilik bisnis untuk mengelola proses keuangan, menyelesaikan tugas keuangan dengan benar dan cepat. Tidak ada salahnya untuk mencoba software akuntansi, biarkan waktu berharga fokus pada hal strategis lainnya sehingga bisnis lebih optimal.


July 5, 2020
1068-1280x853.jpg

Akuntansi sektor publik dipakai sebagai alat pertanggungjawaban lembaga publik kepada publik atau masyarakat, sehingga pengelolaan keuangan menjadi lebih transparan. Simak ulasan lengkap dari akuntansi sektor publik berikut ini.

Apa itu Akuntansi Sektor Publik?

Akuntansi sektor publik adalah suatu proses pengumpulan, pencatatan, pengklasifikasian, analisis, dan pembuatan laporan keuangan untuk suatu organisasi publik yang menyajikan informasi keuangan kepada pihak yang memerlukan. 

Dapat dikatakan, akuntansi sektor publik bermaksud memberikan transparansi kepada publik agar hak-hak publik terpenuhi. 

Contoh, lembaga pemerintah daerah dan pusat maupun lembaga bukan pemerintah. Selain itu, rumah sakit serta lembaga pendidikan juga biasa menggunakan akuntansi yang satu ini.

Baca juga: Penyajian Laporan Keuangan: Pengertian, Karakteristik Beserta Cara Penyajian

Akuntansi sektor publik lebih menekankan pada pemeriksaaan serta sistem akuntansi. Standar sistem akuntansi negara khususnya lembaga pemerintah membuat akuntansi ini menjadi akuntansi yang wajib disesuaikan dengan standar akuntansi setiap lembaga.

Ukuran prestasi maupun kinerja sektor publik menjadi titik berat dalam pengembangan akuntansi ini, tekanan pada efektivitas manajemen serta efisiensi keuangan menjadi titik fokus utama dalam bidang akuntansi sektor publik.

Dalam menyusun informasi, harus adanya standar seperti akuntansi sektor publik, sehingga terjadi kontrak kesepakatan antara penyusun, pemakai, pemeriksa dalam menyusun dan memahami informasi tersebut.

Pengertian Akuntansi Sektor Publik Menurut Para Ahli

  • Dwi Ratmono (2015)

Akuntansi sektor publik adalah  proses pengidentifikasikan, pengukuran, pencatatan,

dan pelaporan transaksi keuangan dari entitas pemerintah daerah dalam rangka pengambilan keputusan ekonomi yang diperlukan oleh pihak eksternal.

  • Erlina dkk (2015)

Akuntansi sektor publik adalah akuntansi yang digunakan untuk mencatat peristiwa ekonomi pada organisasi nonprofit atau nirlaba. 

Secara sederhana, akuntansi sektor publik ini banyak dipakai oleh organisasi sektor publik, seperti partai politik, masjid, puskesmas, rumah sakit, sekolah, atau universitas, lembaga swadaya masyarakat, dan pemerintah pusat.

Tapi, apa sebetulnya tujuan utama dari keberadaan akuntansi ini?

Tujuan

Menurut American Accounting Association (1970), berikut tujuan akuntansi sektor publik:

  • Kontrol manajemen

Kontrol manajemen atau management control bertujuan agar memberi informasi sesuai kebutuhan dalam pengelolaan suatu organisasi secara cepat, efisien, tepat, dan ekonomis atas operasional serta menggunakan sumber daya yang dialokasikan dalam suatu organisasi.

  • Akuntabilitas

Akuntabilitas atau accountability memiliki tujuan yang mirip dengan kontrol manajemen, yakni menyajikan informasi yang bermanfaat untuk manajer sektor publik.Hal ini digunakan dalam pelaporan pelaksanaan tanggung jawab atas sumber daya atau bidang atau divisi yang berada di bawah wewenang manajer tersebut.

Selain itu, akuntansi sektor publik juga bertujuan untuk pelaporan aktivitas terhadap publik atas operasional pemerintah maupun digunakannya dana atau anggaran publik.

Karakteristik Akuntansi Sektor Publik

Ketika berbicara mengenai akuntansi, pasti selalu terdapat sifat serta karakteristik yang mengikutinya.

 Karakteristik 

  1. Jika dilihat dari penggunaan, akuntansi jenis ini dipakai oleh lembaga pemerintah daerah serta pemerintah pusat.
  2. Berfokus pada sifat lembaga. Dengan demikian. akuntansi bersifat khusus untuk organisasi non profit yang tidak menghasilkan laba.
  3. Berfokus pada tujuan lembaga. Jadi, akuntansi hanya menyajikan informasi pelayanan kepada publik untuk kesejahteraan mereka.
  4. Jika dilihat dari lingkungan, lembaga atau sektor publik bergerak pada lingkungan turbulence serta kompleks.

Baca juga: Konsultan Pajak dan Akuntansi Rusdiono Consulting: Membantu Anda untuk Tumbuh

Komponen yang Memengaruhi Organisasi Sektor Publik

Ekonomi Politik Kultural Demografis
Tingkat inflasi Relasi negara dengan masyarakatnya Keragaman ras, suku, agama, budaya dan bahasa Tingkat pertumbuhan penduduk
Pertumbuhan sektor ekonomi Legitimasi hukum pemerintah Sistem nilai yang berlaku di masyarakat (moral) Struktur / penyebaran usia penduduk
Tenaga kerja produktif Tipe pemerintahan Historis/ sejarah Migrasi (transmigrasi, imigrasi, dll)
Nilai kurs/ Nilai tukar mata uang Ideologi & dasar yang dianut Kondisi sosiologis masyarakat Tingkat kesehatan masyarakat
Infrastruktur / sarana dan prasarana Jaringan internasional Tingkat pendidikan Angka harapan hidup
Tingkat pertumbuhan pendapatan perkapita Relasi antar lembaga Karakteristik masyarakat yang beragam

Ruang Lingkup Akuntansi Sektor Publik

Ruang lingkup akuntansi untuk sektor publik tentu sudah dipastikan untuk lembaga sektor publik. Seperti:

  • Lembaga tinggi pemerintahan negara dan departemen di bawah naungannya.
  • Lembaga pemerintah daerah
  • Yayasan
  • Partai politik dan LSM
  • Organisasi non profit
  • Kesehatan
  • Sekolah
  • Perguruan tinggi
  • Tempat peribadatan

Agar lebih mudah, pahami saja bahwa ruang lingkupnya yaitu lembaga yang menggunakan anggaran publik. Maka dari itu, pertanggungjawaban lembaga atas penggunaan anggaran masyarakat ini yang membuat lembaga wajib melaporkan keuangan dengan sistem akuntansi ini.

Dengan kata lain, akuntansi sektor publik dibedakan atas:

  • Akuntansi Pemerintah

Data akuntansi ditujukan agar memberi informasi tentang transaksi ekonomi maupun keuangan pemerintah kepada pihak eksekutif, legislatif, yudikatif, dan masyarakat.

Akuntansi pemerintah terbagi atas akuntansi pemerintah pusat dan akuntansi pemerintah daerah. Akuntansi pemerintah daerah terdiri dari akuntansi pemerintah provinsi dan akuntansi pemerintah kabupaten atau kota.

  • Akuntansi Sosial

Akuntansi sosial adalah bidang akuntansi khusus yang diterapkan pada lembaga, seperti makro yang melayani perekonomian nasional.

Akuntansi sosial menjadi akuntansi yang dipakai dalam pencatatan peristiwa ekonomi pada sebuah organisasi non profit atau nirlaba. Akuntansi sosial banyak dipakai oleh organisasi sektor publik, contohnya, partai politik, masjid, puskesmas, rumah sakit, sekolah, atau universitas, lembaga masyarakat.

Baca juga: Manfaat Menggunakan Kantor Jasa Akuntansi

Perbedaan Akuntansi Sektor Publik & Swasta

Agar lebih paham, berikut perbedaan yang perlu diketahui antara sektor publik dan swasta:

Perbedaan Sektor Publik Sektor Swasta
Tujuan Non profit. Profit.
Permodalan Pajak, retribusi, utang, obligasi pemerintah, laba BUMN/BUMD, penjualan aset negara, dan lain-lain. Modal internal: Modal pribadi, penjualan aset

Modal eksternal: utang, obligasi, saham.

Pertanggungjawaban Masyarakat dan parlemen. Pemegang saham dan kreditor.
Struktur Organisasi Kaku, birokratis dan hierarkis. Datar, piramid, fleksibel, dan sebagainya.
Karakteristik Anggaran Terbuka umum. Tertutup.
Sistem akuntansi Cash  Accrual

 

Praktik Sektor Akuntansi Sektor Publik di Indonesia

Dengan pentingnya akuntansi dalam organisasi publik, maka seharusnya penerapan akuntansi dilandaskan dengan memahami peranan akuntansi itu sendiri. Di Indonesia sendiri, berikut hal-hal yang perlu diketahui dari praktik akuntansinya.

  • Praktik Pertanggungjawaban Akuntansi yang Layak 

Kebijakan penghasilan serta pembayaran dari pusat pertanggungjawaban organisasi sektor publik, dapat dilakukan dengan pemenuhan otorisasi, baik dari DPR / DPRD atau komisaris. Terkadang, cara pemberian kuasa didapatkan dari proses demokrasi dengan cara pengambilan suara.

  • Prinsip Bruto

Seluruh pendapatan yang dibayarkan bruto, serta biaya yang terjadi, dibebankan sebagai pengurang pendapatan serta perlu dilaporkan dengan lengkap kepada setiap pusat pertanggungjawaban yang terkait.

  • Periodikal

Seluruh pengeluaran perlu dipertanggungjawabkan setiap periode,  maka otorisasi pengeluaran akan dinilai berdasar prestasi periode tersebut. Dana berlebih di atas pengeluaran dapat diketahui dan dikembalikan kepada manajemen pusat pertanggungjawaban.

  • Spesifikasi

Pengeluaran yang bertujuan khusus, wajib didasarkan atas persetujuan DPR / DPRD atau komisaris. Konsep by exception atau pengecualian, perlu diatur dalam peraturan tersendiri dengan tidak mengabaikan tingkat pencapaian prestasi manajemen organisasi sektor publik tersebut.

Demikian pembahasan mengenai akuntansi sektor publik, semoga menambah wawasan dan pengetahuan pembaca. 


June 29, 2020
669-1280x853.jpg

Sebelumnya, kami telah membahas secara umum tentang apa itu akuntansi biaya. Pada artikel kali ini, pembahasan akan berlanjut pada akuntansi biaya tenaga kerja, mulai dari golongan besar, tahapan hingga contohnya.

Tenaga kerja sendiri adalah upaya secara mental atau fisik dari seorang karyawan. Sementara biaya tenaga kerja adalah biaya yang diberikan atas jasa menggunakan tenaga kerja manusia atau karyawan tersebut.

Contoh Penggolongan Tenaga Kerja

Penggolongan tenaga kerja berdasarkan fungsi pokok:

  • Administrasi
  • Pemasaran
  • Produksi

Penggolongan tenaga kerja berdasarkan kegiatan departemen:

  • Departemen pulp
  • Departemen kertas
  • Departemen penyempurnaan

Penggolongan tenaga kerja berdasarkan jenis pekerjaan:

  • Operator
  • Mandor
  • Penyelia

Biaya tenaga kerja juga menjadi salah satu biaya konversi (biaya proses mengubah bahan baku ke produk). Biaya tenaga kerja dapat dibebankan dalam sebuah rekening biaya tenaga kerja langsung atau dalam sebuah rekening biaya overhead pabrik. 

Berikut penjelasan lebih lengkapnya:

  • Gaji atau Upah

Jumlah gaji ditambah upah lalu dikurang potongan seperti biaya asuransi dan pajak penghasilan karyawan. 

Maka dari itu, perlu dikumpulkan data jumlah jam kerja karyawan dalam periode yang ditentukan. Hal ini bergantung pada kebijakan setiap perusahaan, apakah akan menghitung jam kerja dengan manual maupun digital, apakah menggunakan excel atau absensi online. 

Contoh Pencatatan Akuntansi Biaya Gaji atau Upah

Jam kerja perusahaan mulai dari jam 09:00-18:00.Maka perhitungan jumlah jam kerja karyawan dalam satu hari 9 jam, dipotong jam istirahat 1 jam, maka menjadi 8 jam/hari. 

Jika perusahaan memiliki 2 karyawan, karyawan A dibayar sebesar 20.000 rupiah per jam dan karyawan B dibayar sebesar 10.000 rupiah per jam. Maka perhitungannya dalam minggu pertama bulan Februari:

Data Jam Kerja Karyawan

Penggunaan Jam Kerja Karyawan A Karyawan B
Produksi atas pesanan #101 15 jam 20 jam 
Produksi atas pesanan #102 20 jam 10 jam
Persiapan produksi 5 jam 10 jam

 

Distribusi Upah Tenaga Kerja Langsung

Distribusi Biaya Tenaga Kerja Karyawan A Karyawan B
Dibebankan sebagai biaya tenaga kerja langsung

           Pesanan #101

           Pesanan #102

Rp300.000

Rp400.000

Rp200.000

Rp100.000

Dibebankan sebagai biaya overhead pabrik Rp100.000 Rp100.000
Jumlah upah minggu pertama Februari Rp800.000 Rp400.000
PPh perusahaan 15 % dari upah Rp120.000 Rp60.000
Jumlah upah bersih yang diterima karyawan Rp680.000 Rp340.000

 

Maka dalam pencatatan jurnal, dapat ditulis dalam 4 tahapan sebagai berikut:

Tahap Pertama

Berdasarkan atas rekapitulasi gaji atau upah, maka pencatatan jurnalnya sebagai berikut:

Barang dalam Proses Rp1.000.000
Biaya Overhead Pabrik    Rp200.000
          Gaji dan Upah Rp1.200.000

Tahap Kedua

Berdasarkan daftar gaji atau upah, maka terdapat bukti kas keluar atas pengambilan uang di bank. Dengan pencatatan jurnal sebagai berikut:

Gaji dan upah Rp1.200.000
          Utang PPh karyawan Rp180.000
          Utang Gaji dan Upah  Rp1.020.000

Tahap Ketiga

Lalu kemudian proses pembayaran karyawan, biasanya terdapat juga tanda bukti pembayaran yang dapat berupa bukti transfer ataupun dokumen yang perlu ditandatangani oleh karyawan. Pencatatan jurnalnya yaitu:

Utang Gaji atau Upah Rp1.020.000
        Kas Rp1.020.000

Tahap Keempat

Penyetoran pajak penghasilan atau PPh karyawan terhadap kas  negara, dengan pencatatan jurnal:

 

Utang PPh Karyawan Rp180.000
        Kas Rp180.000

 

Baca juga: Konsultan Pajak dan Akuntansi Rusdiono Consulting: Membantu Anda untuk Tumbuh

Insentif Satuan dengan Jam Minimum

Pemberian insentif dengan cara karyawan dibayar atas dasar tarif per jam untuk menghasilkan jumlah satuan keluaran (output) standar.

Untuk hasil produksi yang melebihi jumlah standar tersebut, karyawan menerima jumlah upah tambahan sebesar jumlah kelebihan satuan keluaran di atas standar kali tarif upah per satuan.

Tarif upah per satuan dihitung dengan cara membagi upah standar per jam dengan satuan keluaran standar per jam.

Contoh:

Jika dibutuhkan 6 menit untuk menghasilkan satu produk,maka jumlah keluaran standar per jam adalah 10 satuan. 

Jika upah pokok sebesar Rp20.000/jam, maka tarif upah per satuan adalah Rp2.000 (Rp20.000 : 10). 

Karyawan yang tidak dapat menghasilkan jumlah standar per jam, tetap dijamin mendapatkan upah Rp20.000/jam. Tetapi apabila dapat menghasilkan 12 satuan per jam (ada kelebihan 2 satuan dari jumlah satuan standar per jam) maka upahnya dihitung sebagai berikut :

Upah dasar per jam Rp20.000
Insentif 2 x Rp2.000 Rp4.000
Upah yang diterima karyawan per jam Rp24.000

 

Taylor Differential Piece Rate Plan

Cara pemberian insentif ini dengan menggunakan tarif tiap potong untuk jumlah keluaran rendah per jam dan tarif potong yang lain untuk jumlah keluaran tinggi per jam.

Contoh:

Karyawan dapat menerima upah Rp320.000 per hari (untuk 8 jam kerja). Misalkan rata-rata seorang karyawan dapat menghasilkan 10 satuan per jam, sehingga upahnya per satuan Rp 2000. 

Dalam taylor plan, misalnya ditetapkan tarif upah Rp1500 per satuan untuk karyawan yang menghasilkan 10 satuan atau kurang per jam. Rp2500 per satuan untuk karyawan yang menghasilkan lebih dari 10 satuan per jam.

Maka upah per jam karyawan dihitung sebagai berikut : 

Rp2500 x 11 = Rp27.500 per jam. 

Sedang bila karyawan hanya menghasilkan 8 satuan per  jam, maka upah per jam dihitung sebagai berikut: 

Rp1500 x 12 =  Rp12.000 per jam.

  • Premi Lembur

Premi lembur adalah biaya yang diberikan kepada tenaga kerja atas karyawan yang bekerja di luar jam kerja reguler. Biasanya berbeda perusahaan dapat berbeda pula kebijakannya, tetapi tetap mematuhi perundang-undangan.

Contoh Perhitungan Biaya Premi Lembur

Karyawan A selama minggu kedua bulan Februari, bekerja selama 44 jam. Dengan tarif upah seperti sebelumnya sebesar Rp20.000/jam, maka premi lembur dapat dihitung sebesar 50 persen dari tarif upah.

Jam kerja reguler 40 x Rp20.000 Rp800.000
Lembur 4 x Rp20.000 Rp80.000
Premi Lembur 4 x Rp10.000 Rp40.000
Rp920.000

 

Baca juga: 13 Pengguna Laporan Keuangan dan Tujuan Penggunaannya

  • Biaya Lain yang Berhubungan dengan Tenaga Kerja

  • Biaya Pensiun

Biaya pensiun adalah biaya balas jasa kepada karyawan yang sudah berhenti bekerja dan memenuhi syarat tertentu agar mendapat dana pensiun.

  • Biaya Waktu Set-Up

Biasanya, dalam sebuah industri manufaktur, terdapat berbagai biaya yang dibutuhkan ketika akan memulai proses produksi yang biasa juga disebut sebagai setup cost. 

Terdapat 3 cara untuk mencatat biaya set up pada akuntansi:

  •  Dicatat ke dalam kelompok biaya tenaga kerja langsung

Ketika biaya set up dapat diidentifikasikan berdasarkan produksi pesanan tertentu, maka pencatatannya dimasukkan ke dalam biaya tenaga kerja langsung ke dalam rekening “barang dalam proses”.

  •  Dicatat sebagai unsur biaya overhead pabrik

Ketika biaya set up dianggap sebagai biaya overhead pabrik, maka pencatatannya:

Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya   xx
          Kas    xx
          Utang Dagang    xx
        Persediaan xx

 

  • Dibebankan pada pesanan produksi

Biaya set up dibebankan terhadap pesanan produksi dan masuk ke dalam biaya tersendiri, dipisahkan dari biaya bahan baku, tenaga kerja langsung maupun overhead pabrik.

  • Biaya Idle Time

Dalam menjalankan produksi, seringkali terjadi hambatan, mesin yang rusak atau karyawan yang izin yang menyebabkan adanya idle time atau waktu menganggur. Biaya ini dimasukkan ke dalam biaya overhead pabrik.

Contoh:

Karyawan B yang bekerja selama 40 jam per minggu dengan upah Rp10.000/jam, dari total 40 jam, karyawan B menggunakan 5 jam diantaranya untuk menunggu mesin yang tiba-tiba rusak, maka pencatatan jurnalnya:

Barang dalam Proses – Biaya Tenaga Kerja Langsung Rp350.000
Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya Rp50.000
Gaji dan Upah      Rp400.000

 


Send this to a friend