Tujuan Rekonsiliasi Bank dan Cara Pembuatannya

July 6, 2022by Admin dua0
WhatsApp-Image-2022-07-03-at-3.11.05-PM.jpeg

Rekonsiliasi bank merupakan kegiatan mencocokkan data saldo perusahaan dengan catatan informasi lainnya yang berkaitan dengan laporan perbankan. Atau secara sederhananya, adalah kegiatan mencocokkan data catatan transaksi berdasarkan nasabah (perusahaan) dan bank. 

Rekonsiliasi bank biasanya dilakukan setiap akhir bulan. Lalu kira-kira apa tujuannya dan bagaimana cara membuatnya ya? Yuk simak artikel ini sampai selesai untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. 

Tujuan Rekonsiliasi Bank

Rekonsiliasi bank dapat terjadi karena beberapa hal. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, kegiatan ini merupakan kegiatan pencocokan data antara pihak perusahaan dan pihak bank. Biasanya setiap perusahaan akan memiliki akun di bank untuk menyimpan dan mengendalikan kas perusahaan. Dalam hal ini biasanya setiap perusahaan tidak hanya bergantung pada catatan bank, tapi  juga memiliki catatannya sendiri terkait dana masuk dan keluar secara mendetail.

Biasanya bank akan memberikan catatan atau laporan keuangan kepada perusahaan pada akhir bulan. Namun terkadang terjadi perbedaan catatan, seperti beban bank yang tidak disadari perusahaan, setoran perusahan yang dilakukan akhir bulan tapi tercatat di bulan selanjutnya, hingga kesalahan pencatatan dari salah satu pihak. 

Tujuan rekonsiliasi bank  adalah melakukan verifikasi atau pencocokan perbedaan data tersebut. Selain itu juga untuk mengecek ketelitian dalam pencatatan keuangan. Dengan begitu dari kedua belah pihak, perusahaan dan bank, mengetahui pengeluaran dan pemasukan secara mendetail dan benar. 

Lalu bagaimana kira-kira cara membuat rekonsiliasi bank?

Cara Membuat Rekonsiliasi Bank 

1. Lakukan perbandingan catatan bank dengan catatan perusahaan

Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah membandingkan catatan bank yang diberikan setiap akhir bulan dengan catatan perusahaan sendiri. Lalu lihat dengan seksama letak perbedaannya, mulai dari setoran, biaya layanan, transaksi pengeluaran dan pemasukan dan hal-hal lainnya. 

Ketika ditemukan beberapa perbedaan, maka jumlah saldo akhir dalam catatan bank dan catatan perusahaan akan berbeda. Hal-hal inilah yang kemudian menjadi perhatian penting. Kemudian kamu bisa melakukan pencatatan transaksi yang dilakukan oleh bank dan perbedaan-perbedaan tadi. 

Baca Juga: 3 Tahap Pencatatan Siklus Akuntansi Perusahan Jasa

2. Lakukan penelusuran lebih detail terkait transaksi yang sedang diproses

Agar dapat menemukan mengapa perbedaan catatan tersebut bisa terjadi, kamu perlu juga untuk mencatat transaksi yang sedang diproses. Bisa saja transaksi yang sedang diproses ini belum masuk ke catatan bank, tapi sudah masuk ke catatan perusahaan. Hal ini juga yang bisa menjadi salah satu alasan mengapa nominal kas berbeda. 

3. Buat lembar rekonsiliasi bank dan hitung selisih

Setelah mendapatkan catatan yang lengkap, maka sekarang kamu perlu membuat lembar rekonsiliasi. Dalam lembar ini nanti berisi selisih antara nominal catatan bank dan catatan perusahaan. Jika sudah tidak ada selisih, maka prosesnya sudah selesai. 

Namun jika masih terdapat selisih maka kamu harus melakukan pengecekan ulang dan menemukan perbedaan intinya. 

Nah itu dia ulasan mengenai tujuan rekonsiliasi bank dan cara pembuatannya. Semoga dapat memberikan pencerahan untuk kamu yang sedang bingung, ya!

Admin dua


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Send this to a friend