Prinsip Ekonomi: Pengertian, Tujuan, dan Contoh

March 23, 2021by Admin dua0
WhatsApp-Image-2021-03-21-at-6.57.09-AM.jpeg

Ketika ingin membeli sesuatu, apa yang Anda lakukan? Tentu Anda perlu mengumpulkan uang dan merelakan uang tersebut untuk ditukar dengan sesuatu yang Anda inginkan itu. Kegiatan tersebut adalah salah satu bentuk prinsip ekonomi.

Berbicara prinsip ekonomi sejatinya sama saja membicarakan aktivitas manusia itu sendiri. Karena pada dasarnya aktivitas manusia sedari lahir didasari dengan ekonomi.

Mulai dari menempuh pendidikan,kemudian bekerja, hingga mati pun sebagai manusia akan terus berhubungan dengan ekonomi.

Lalu sebenarnya apa itu prinsip ekonomi dan kenapa memahaminya begitu penting?

 

Pengertian Prinsip Ekonomi

Ada tiga pertanyaan paling mendasar dalam ilmu ekonomi; barang/jasa apa yang diproduksi? untuk siapa? dan bagaimana?

Ketiga pertanyaan tersebut pada akhirnya akan menuju satu kata; scarcity atau kelangkaan. Hal tersebut karena setiap manusia membutuhkan sesuatu pada setiap aspek kehidupannya.

Jika barang/jasa tersebut diberikan dengan cuma-cuma, maka hal selanjutnya yang akan timbul adalah kelangkaan dan pada akhirnya merusak tatanan kehidupan manusia itu sendiri.

Untuk menyikapi hal tersebut, dibentuklah sebuah prinsip sebagai pedoman dalam melakukan aktivitas ekonomi yang disebut dengan prinsip ekonomi.

Melalui Kementerian Keuangan Republik Indonesia, prinsip ekonomi adalah pedoman dalam kegiatan ekonomi untuk mencapai perbandingan rasional antara pengorbanan yang dikeluarkan dengan hasil yang diperoleh.

Singkatnya, prinsip ekonomi adalah panduan dimana seseorang maupun organisasi mampu mengefektifkan pengeluarannya untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

 

Tujuan dan Manfaat Prinsip Ekonomi

Sebenarnya, tujuan prinsip ekonomi sudah tertuang dalam definisinya itu sendiri yaitu memaksimalkan keuntungan dan mengurangi adanya kerugian.

Namun secara spesifik, prinsip ekonomi memiliki manfaat sebagai berikut.

 

1. Mencegah Kelangkaan

Seperti yang telah disebutkan, salah satu tujuan dari adanya prinsip ekonomi adalah mencegah adanya kelangkaan.

Dengan menggunakan prinsip yang ada, manusia atau aktivitas tertentu memiliki batasan misalnya dari segi kemampuan, jumlah, atau waktu pemakaian sehingga sumber daya tidak mengalami kelangkaan dalam waktu yang cepat.

 

2. Optimasi dan Efektifitas Sumber Daya

Tujuan lainnya adalah menjadi pedoman bagaimana seseorang bisa memanfaatkan sumber daya yang ada secara optimal dan mendapatkan keuntungan sebaik-baiknya.

 

3. Menciptakan Persaingan yang Sehat

Dengan adanya prinsip ekonomi, dua atau lebih perusahaan bisa saling bersaing secara sehat. 

Hal ini karena dalam prinsip ekonomi juga mengatur bagaimana pemerintah berperan dalam mengelola pasar, manfaat adanya variasi produk, dan aktivitas ekonomi yang saling menguntungkan.

 

4. Menciptakan Mutu

Tujuan lain adanya prinsip ini adalah bagaimana sebuah aktivitas perekonomian mampu menciptakan mutu yang sesuai dengan kebutuhan.

Hal ini karena di dalam prinsip tersebut terdapat trade off, yaitu seseorang harus merelakan satu hal untuk mendapatkan hal lainnya yang lebih baik.

 

5. Membantu dalam Meraih Tujuan

Prinsip ekonomi juga membantu seseorang atau sebuah organisasi mampu meraih tujuan. Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa setiap kegiatan manusia pada akhirnya tidak terlepas dari aktivitas ekonomi.

Misalnya saja, ketika Anda ingin memiliki rumah seharga 100 juta dalam satu tahun maka Anda akan dihadapi dengan pilihan; lebih baik menghabiskan uang di kafe atau berjualan sambil menabungnya.

Baca Juga: Apa itu Akuntansi Manajemen? Bagaimana Fungsi dan Tujuan Akuntansi Manajemen?

 

10 Prinsip Ekonomi dan Contoh dalam kehidupan Sehari-Hari

 

1. Setiap Orang akan Dihadapi dengan Trade-Off

Prinsip pertama yang paling sederhana dan paling sering ditemui oleh semua orang. Dimana ketika Anda ingin menginginkan sesuatu, maka ada hal yang harus dikorbankan.

Pengorbanan tersebut bisa berupa barang, tenaga, uang, waktu, dan hal-hal yang mungkin menyenangkan bagi Anda saat ini.

Biasanya perilaku trade-off tidak bisa dirasakan secara langsung namun bisa dirasakan dalam jangka waktu yang lama.

Contoh prinsip ekonomi trade-off dalam kehidupan sehari-hari

Anda berkeinginan menikah dalam satu tahun setelah mendapat pekerjaan. Salah satu yang harus dikorbankan adalah menahan untuk tidak bepergian bersama teman ke kafe-kafe atau memenuhi hobi Anda agar uang yang dikumpulkan untuk menikah lebih cepat terkumpul.

Namun bisa saja Anda tetap pergi ke kafe atau memenuhi hobi, namun pernikahan Anda tidak bisa dilakukan setelah satu tahun bekerja namun dua hingga lima tahun bekerja.

 

2. Ada Biaya untuk Mendapatkan Sesuatu (Opportunity Cost)

Biaya peluang atau opportunity cost  juga merupakan bentuk dari prinsip ekonomi. Berbeda dengan trade-off, biaya peluang muncul apabila pilihan tersebut terbatas karena ada kesempatan atau peluang.

Seperti halnya trade-off, biaya yang dikeluarkan tidak melulu tentang uang, namun waktu, energi, atau barang lainnya.

Contoh prinsip ekonomi opportunity cost dalam sehari-hari

Budi saat ini memiliki tabungan Rp. 10.000.000 namun saat ini Anda dihadapi dengan pilihan antara mengikuti kelas digital marketing atau liburan ke Jepang bersama teman-temannya.

Jika Budi lebih memilih liburan ke Jepang, Ia bisa mendapatkan pengalaman sekali seumur hidupnya bersama teman-temannya.

Jika Budi memilih untuk ikut kelas digital marketing, Ia bisa mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan promosi jabatan di kantornya.

Dengan berbagai pertimbangan, Budi lebih memilih ikut kelas digital marketing karena dianggap lebih menjanjikan untuk investasi jangka panjang bagi karirnya.

 

3. Berpikir Rasional Demi Keuntungan (Marginity)

Setiap orang dalam melakukan tindakan baik untuk memutuskan sesuatu atau meraih sesuatu selalu didasari oleh pemikiran rasional.

Tiap orang cenderung setidaknya menginginkan perubahan dari setiap tindakan atau keputusannya. Salah satunya adalah berhubungan dengan keuntungan.

Contoh:

Setiap pembeli mengharapkan kualitas terbaik ketika membeli sebuah produk atau setiap penjual biasanya menambahkan nilai pada produk yang dijual untuk mendapatkan keuntungan sebaik-baiknya.

 

4. Respon Terhadap Insentif

Insentif sendiri adalah sesuatu hal yang bisa merangsang seseorang untuk melakukan sesuatu. Sebuah insentif bisa saja bernilai negatif atau positif. 

Contoh:

Orang biasanya akan bekerja sesuai dengan porsi job desc-nya tapi lain cerita jika diberi kenaikan atau bonus gaji, maka orang tersebut cenderung akan bekerja lebih giat bahkan mengeluarkan seluruh kemampuan terbaiknya.

Insentif negatif contohnya yaitu pemberian pajak pada produk rokok yang bisa memengaruhi seseorang untuk menahan tidak membeli rokok.

 

5. Aktivitas Perdagangan yang Menguntungkan Semua Pihak

Setiap orang, organisasi, maupun negara memiliki potensi kompetitifnya masing-masing. Alih-alih bersaing, aktivitas perdagangan bisa saja menguntungkan semua pihak.

Contoh:

Negara Indonesia dan Tiongkok yang menjalin kerjasama yang sama-sama menguntungkan. Indonesia menyediakan sumber daya sedangkan Tiongkok menyediakan teknologi.

Contoh lainnya perusahaan A yang bergerak di bidang payment gateway bekerja sama dengan perusahaan B yang bergerak di pembelanjaan daring.

 

6. Pasar adalah Tempat Terbaik untuk Melakukan Aktivitas Ekonomi

Pasar merupakan tempat terjadinya interaksi perdagangan antara penjual dan pembeli dimana terdapat banyak aktivitas yang memengaruhi penjualan.

Misalnya saja ketika pemerintah menerapkan pajak yang akan memengaruhi harga pada pasar atau hal-hal lainnya seperti makelar pasar atau stakeholder lain.

 

7. Peran Pemerintah dalam Mengelola Pasar

Adanya peran pemerintah dalam mengelola pasar adalah agar sebuah aktivitas perdagangan memiliki batas dan regulasi.

Hal tersebut untuk mencegah adanya masalah ekonomi seperti kelangkaan atau yang berdampak pada aktivitas sosial. Sehingga pemerintah dapat melakukan intervensi di bidang ekonomi.

Selain itu adanya kontrol dari pemerintah juga bertujuan agar seluruh lapisan masyarakat secara merata mengalami kesejahteraan.

Contoh:

Pemerintah menerapkan pajak karbon bagi perusahaan yang menghasilkan emisi berlebih.

Contoh lainnya adalah pemerintah membeli stimulus bagi pelaku usaha kecil dan menengah dalam melancarkan dan mengembangkan usahanya.

 

8. Standar Hidup Tergantung dari Kapasitas Memproduksi Barang/Jasa

Semakin besar kemampuan baik organisasi, individu, atau sebuah negara menghasilkan barang/jasa maka semakin besar pula standar hidup yang didapat.

Pada level negara misalnya. Negara berkembang seperti Indonesia memiliki standar hidup lebih kecil dibanding negara maju seperti Jepang.

Di sisi lain,perusahaan yang bisa menjual barang/jasa lebih banyak akan mendapatkan standar “hidup” usaha yang lebih baik.

Pada level individu, orang yang tidak bekerja memiliki standar hidup yang lebih kecil dibanding orang yang bekerja.

 

9. Semakin Banyak Uang Beredar, Semakin Tinggi Harga Barang/Jasa

Dalam istilah ekonomi, fenomena semakin banyak uang beredar maka semakin tinggi harga barang/jasa disebut dengan inflasi.

Ketika uang yang beredar lebih banyak, maka uang tersebut kehilangan nilainya sehingga akan memengaruhi harga jual suatu barang/jasa.

 

10. Trade-Off Jangka Pendek antara Pengangguran dan Inflasi

Ketika terjadi inflasi, para pelaku dagang akan menaikkan produksi barang atau jasanya dan membutuhkan sumber daya manusia. Secara tidak langsung hal tersebut akan mengurangi pengangguran.

Trade-off seperti ini biasanya berlangsung sementara namun akan terjadi secara terus-menerus. 

Oleh karena itu, meski inflasi sifatnya “negatif”, anomali trade-off tersebut menjadi wajar bahkan bisa saja menguntungkan.

 

Kesimpulan

Prinsip ekonomi sejatinya berisi pedoman-pedoman yang mengatur bagaimana suatu komunitas mampu menjalankan aktivitas ekonominya.

Hal ini bertujuan untuk menimbulkan keseimbangan antara sumber daya dan juga hasil yang didapat sehingga tidak terjadi ketimpangan yang menyebabkan kejadian.

Admin dua


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Send this to a friend