Pengertian Manajemen Biaya, Konsep hingga Langkah Penerapannya - Rusdiono Consulting

July 20, 2020by admin0
2914-1280x853.jpg

Banyak orang berpikir bahwa manajemen biaya sama dengan manajemen keuangan, padahal manajemen biaya adalah sistem bisnis yang mendesain peluang penyempurnaan, strategi dan keputusan operasional perusahaan, sedangkan manajemen keuangan berarti mengelola keuangan perusahaan. Berikut ulasan lebih lengkap tentang manajemen biaya.

Apa itu Manajemen Biaya?

Manajemen biaya adalah proses menemukan dan melaksanakan suatu proyek atau pekerjaan dengan cara yang benar. Hal ini mencakup perencanaan, estimasi, anggaran, pembiayaan, pendanaan, pengelolaan, pengendalian, dan perbandingan antar biaya, sehingga pekerjaan dapat selesai dalam waktu maupun anggaran yang ditetapkan.

Singkatnya, manajemen biaya memiliki fungsi dalam mencakup keseluruhan siklus proyek dari tahap perencanaan hingga mengukur kinerja biaya aktual dan penyelesaian proyek.

Bagi bisnis, peran manajemen biaya diantaranya seperti perencanaan dan pengendalian bisnis, peningkatan pemantauan biaya bisnis, pengoptimalan kinerja hasil produksi di masa mendatang, hingga dasar membuat keputusan. 

Untuk itu, penting bagi Anda mengetahui konsep, macam-macam manajemen biaya beserta contoh penggunaannya.

Baca juga: 5 Jenis Laporan Keuangan dan Pengertiannya

Konsep Dasar Manajemen Biaya

Dalam memaksimalkan pembiayaan, seorang manajer atau pimpinan proyek harus mengetahui beberapa konsep berikut ini.

Konsep Nilai Tambah Segala aktivitas dilakukan dengan cara efisien serta mengurangi pekerjaan yang tidak memiliki nilai tambah.
Konsep Akuntansi Aktivitas Pengumpulan serta pelacakan jalannya operasional proyek, apakah sudah sesuai atau belum.
Konsep Biaya Target Biaya target berarti segala aktivitas berpatok pada harga yang sesuai pangsa pasar atau laba yang ingin dicapai.

 

Prinsip Manajemen Biaya

Terdapat beberapa prinsip manajemen biaya yang perlu dipahami, diantaranya:

  1. Memantau kegiatan yang tidak bernilai tambah secara langsung.
  2. Menunjukkan biaya terpusat dalam setiap kelompok kegiatan bisnis.
  3. Menunjukkan mana biaya yang bernilai tambah dan mana yang tidak.
  4. Membandingkan satu biaya dengan biaya lainnya dengan biaya yang sudah ditarget.
  5. Memakai biaya efektif untuk mengendalikan biaya internal.
  6. Melacak biaya signifikan untuk laporan biaya sebuah proyek.
  7. Mengumpulkan segala biaya untuk pengulangan sebuah proyek.

Macam-Macam Manajemen Biaya

Terdapat beberapa macam-macam manajemen biaya yang dapat diketahui, diantaranya:

  • Biaya Bahan Baku Langsung dan Tidak Langsung

Biaya bahan baku langsung berarti biaya bahan baku dari sebuah produk atau objek lainnya, sedangkan biaya bahan baku tidak langsung berarti biaya bahan baku yang digunakan dalam proses produksi tetapi bukan bagian dari produk yang telah dibuat.

  • Biaya Tenaga Kerja Langsung dan Tidak Langsung

Biaya tenaga kerja langsung merupakan tenaga kerja yang memproduksi produk atau jasa , hal ini termasuk waktu istirahat tenaga kerja seperti waktu makan. Sementara biaya tenaga kerja tidak langsung berarti pengawasan, penanganan bahan baku, pelatihan dan pengendalian mutu yang dilakukan oleh tenaga kerja.

  •  Biaya Tidak Langsung Lain

Biaya tidak langsung lain biasanya dibutuhkan ketika ingin menghasilkan produk atau jasa. Hal-hal seperti biaya fasilitas, biaya peralatan yang dipakai ketika menghasilkan suatu produk atau jasa, serta biaya untuk pendukung lainnya. 

  • Biaya Tetap & Biaya Variabel

Biaya tetap sebagai salah satu total biaya yang tak berubah walau output mengalami perubahan dalam rentang waktu tertentu. Sementara biaya variabel adalah sebuah biaya yang terkait dengan setiap perubahan dari total biaya yang telah ditetapkan. 

  • Biaya Per Unit

Biaya per unit adalah biaya rata-rata yang dihitung dari pembagian total biaya produksi dengan jumlah unit output.

Baca juga: Konsultan Pajak dan Akuntansi Rusdiono Consulting: Membantu Anda untuk Tumbuh

4 Alur Manajemen Biaya

  • Perencanaan Sumber Daya

Perencanaan sumber daya berarti proses kepastian kebutuhan sumber daya di masa yang akan datang sebuah perusahaan atau ruang lingkup proyek tertentu. Hal ini termasuk evaluasi dan perencanaan penggunaan sumber daya tenaga, manusia, keuangan, dan informasi lain yang mungkin diperlukan untuk menyelesaikan sebuah proyek.

Dengan demikian, perencanaan sumber daya menjadi bagian tahap awal proyek. Sebagian besar perencanaan sumber daya menggunakan tenaga kerja manusia. Contoh ketika seorang manajer harus menentukan setiap sumber daya, struktur rincian kerja dan memperkirakan total biaya sumber daya yang diperlukan dalam sebuah proyek.

  • Perkiraan Biaya

Perkiraan biaya merupakan proses prediktif yang digunakan untuk mengukur, menghitung biaya, dan menentukan harga dari sumber daya yang dibutuhkan oleh ruang lingkup proyek. Proses estimasi biaya umumnya diterapkan selama siklus berjalan proyek Setiap keakuratan proyek bisa aja bertambah seiring berjalannya proyek.

  • Penganggaran Biaya

Anggaran biaya adalah proses yang dibutuhkan dalam proses penggabungan perkiraan biaya untuk menetapkan dasar biaya. Manfaatnya, untuk menentukan cost baseline terhadap kinerja proyek yang terpantau dan terkendali.

  • Kontrol Biaya

Kontrol biaya berarti proses pemantauan biaya termasuk kinerja setiap pembiayaan, memastikan bahwa setiap perubahan biaya sudah tepat dan termasuk dalam baseline biaya yang berubah. Hal ini juga menunjukkan informasi kepada para stakeholders bahwa perubahan proses proyek menyebabkan perubahan biaya pula.

Langkah yang Perlu Dilakukan dalam Mengoptimalkan Manajemen Biaya

Jika dilihat dari apa itu manajemen biaya, maka langkah-langkah dilakukan yaitu mengetahui biaya penggerak sebagai biaya utama yang dikeluarkan bisnis. Biaya penggerak adalah faktor yang berdampak pada total biaya.

Berarti, diperlukan pengelompokkan pengeluaran biaya bisnis berdasarkan atas kategori, seperti biaya operasional, sumber daya, maupun biaya lain yang berhubungan dengan aktivitas bisnis. 

Salah satunya dengan memiliki pembebanan biaya dan mengalokasikan biaya tidak langsung dan biaya langsung. BIaya tidak langsung berarti biaya yang sulit diketahui dan bersifat ekonomis, sedangkan biaya tidak langsung berarti biaya yang mudah diketahui.

Jadi, manajemen biaya sangat terkait dengan bagaimana sebuah bisnis dapat memaksimalkan pembiayaan bisnis demi menekan biaya dari hal-hal yang tidak berdampak signifikan bagi nilai bisnis. Hal ini juga guna menaikan profit bisnis. 

admin


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Open chat
Need Help?
Hello!