Cerdas Berinvestasi: Ketahui 5 Metode Penilaian Investasi Ini!

August 29, 2022by Admin dua0
WhatsApp-Image-2022-08-28-at-8.55.06-AM.jpeg

Saat ini, semakin banyak orang menyadari pentingnya investasi. Hal ini tidak lepas dari gencarnya edukasi keuangan yang disuarakan oleh banyak platform. Berinvestasi juga kini menjadi mudah dengan banyaknya penyedia layanan digital. Minat berinvestasi harus dibarengi dengan pengetahuan, salah satunya metode penilaian investasi.

Apa Itu Metode Penilaian Investasi?

Metode penilaian investasi adalah cara yang digunakan untuk menilai tingkat risiko dan potensi keuntungan dari sebuah investasi. Dengan melakukan analisa terlebih dulu, kamu bisa memutuskan apakah suatu investasi layak atau tidak. 

5 Metode Penilaian Investasi

Ada 5 metode penilaian investasi yang harus diketahui investor. Setiap Analisa memiliki rumus perhitungan sendiri. Metode tersebut adalah:

1. Net Present Value (NPV)

NPV adalah metode yang menganalisa keuntungan dari investasi masa depan jika berinvestasi dengan nilai uang sekarang. Jadi, dapat disimpulkan bahwa metode NPV menghitung selisih nilai uang pada periode waktu investasi dengan masa yang akan datang.

Dua hal mendasar yang digunakan dalam perhitungan NPV yaitu menentukan arus kas dan tingkat bunga yang relevan. 

Investasi dikatakan layak jika NPV bernilai positif. Rumus perhitungan metode ini dapat ditulis sebagai berikut:

 

(C1/1 + r) + (C2/(1 + r)2) + … + (Ct/1 + r)t) – C0

 

Ct = arus kas per tahun pada periode t

C0 = nilai investasi awal tahun ke-0 (dalam rupiah)

r = suku bunga dalam %

2. Payback Period (PP)

Payback period adalah cara untuk menentukan kelayakan investasi berdasarkan lamanya waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan modal awal yang dikeluarkan untuk investasi. Semakin singkat waktu yang diperlukan, semakin layak pula investasi bersangkutan untuk dipilih. Rumus yang digunakan dalam metode ini cukup sederhana, yaitu:

PP = nilai investasi / kas masuk bersih

 

3. Average Rate of return (ARR)

ARR adalah metode penilaian yang fokusnya adalah potensi pendapatan bersih rata-rata yang bisa diraih investor setiap tahunnya. Dengan begitu, investor bisa menaksir potensi yang didapatkan selama menjalani sebuah investasi. Rumus perhitungannya adalah sebagai berikut:

ARR = (rata-rata laba setelah pajak / rata-rata investasi) x 100%

 

4. Internal Rate of Return (IRR)

Metode IRR adalah  penilaian investasi dengan menghitung tingkat suku bunga investasi. Caranya, NPV arus kas saat ini disamakan dengan  NPV arus kas yang akan datang.

IRR =  rk + (NPV rk/ (TPV rk – TPV rb)) x (rb-rk)

Rk = suku bunga yang lebih kecil

Rb = suku bunga yang lebih besar

NPV rk = NPV pada tingkat rk yang lebih kecil

TPV rk = Total Present Value of Proceed pada suku bunga yang lebih kecil

TPV rb = Total Present Value of Proceed pada suku bunga yang lebih besar

Semakin tinggi hasil perhitungan IRR, maka investasi tersebut semakin layak dipertimbangkan.

5. Profitability Index (PI)

Metode yang terakhir kita ulas adalah cara penilaian yang dilakukan dengan cara membandingkan nilai arus kas yang akan datang dengan nilai pengeluaran investasi saat ini. Investasi keuntungan yang potensial terlihat dari nilai P1 yang besar. Lihatlah rumus berikut:

PI = nilai arus kas akan datang / investasi saat ini.

Baca Juga: Investasi: Mengenal Pengertian, Jenis dan Tujuannya

 

Demikian ulasan singkat mengenai metode penilaian investasi yang umum digunakan. Semoga membantu bagi kamu yang memiliki rencana serius menjalani dunia investasi.

Admin dua


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Send this to a friend