Kliring: Pengertian, Proses, dan Sistem yang Perlu Anda Ketahui

August 19, 2022by Admin dua0
WhatsApp-Image-2022-08-17-at-2.32.10-PM.jpeg

Anda mungkin sering mendengar kata kliring dan mungkin pernah melakukannya. Namun, tak banyak yang memahami apa itu kliring. Pengertian kliring adalah bentuk penyelesaian dan pembukuan transaksi di bank. Caranya dengan memindahkan saldo ke pihak penerima.

Namun, dalam dunia bisnis sistem kliring bank banyak difungsikan sebagai media untuk perhitungan utang piutang. Bentuk utang piutangnya biasa berupa surat berharga dan surat dagang bank.

Proses Kliring

Anda mungkin bertanya-tanya, kenapa terkadang dana transferan masuk lama. Ini karena proses kliring memakan waktu 2-3 hari kerja. Lebih lanjut, berikut kami jelaskan bagaimana proses kliring berjalan:

  1. PT. A dengan rekening bank X ingin mengirim dana ke PT. B, rekening bank Y
  2. Bank X mengeluarkan nota debet serta bukti administratif lain dan mengajukan ke BI
  3. Pemeriksaan dilakukan BI dan diteruskan ke Bank Y
  4. Bank Y memberi persetujuan dan validasi
  5. BI meneruskan ke bank X dan bank X akan menambah PT. B

Di akhir proses ini, saldo rekening PT. A berkurang dan PT. B bertambah.

Sistem Kliring Bank

Bank Indonesia menggunakan 2 jenis sistem kliring yakni debit dan kredit. Simak penjelasan singkatnya di bawah ini:

 

  • Kliring Debet

 

Pada sistem ini, volume debit kliring merupakan jumlah frekuensi debit DKE (Data Keuangan ELektronik) yang diproses sistem kliring di periode tertentu. Nilai debitnya merupakan nilai transaksi debit dengan mata uang IDRnya.

 

  • Kliring Kredit

 

Volume kredit kliring di sini artinya jumlah aktivitas DKE pada penyerahan yang diproses sistem kliring di periode tertentu. Nilai kreditnya adalah angka transaksi kredit dari DKE yang diproses sistem dalam mata uang IDR. 

Lalu bagaimana dengan sistem dalam warkat kliring?

Saat ini sudah ada 4 jenis sistem yang digunakan yakni manual, semi otomasi, otomasi, dan juga elektronik. Anda bisa menggunakan sistem mana yang cocok dengan kebutuhan perusahaan.

Akuntansi Kliring

Kliring memang terjadi untuk kebutuhan bisnis dan personal. Namun, dalam bisnis kita juga mengenal istilah akuntansi kliring. Jenis akuntansi kliring ada 3 yakni:

 

  • Kliring Umum

 

Proses kliring ini terjadi antar bank dan diawasi langsung oleh Bank Indonesia.

 

  • Kliring Lokal

 

Aktivitas kliring ini terjadi antar bank namun peraturannya sesuai dengan penerapan di wilayah tertentu. Jadi,pada kenyataannya ada beberapa wilayah yang punya kesepakatan bersama dan akan menggunakan kliring lokal ini.

 

  • Kliring Antar Cabang

 

Prosesnya terjadi antara cabang bank satu dan lainnya dalam satu wilayah. Jadi aturan yang dipakai sesuai aturan bank pelaksana.

Manfaat Kliring

Proses kliring sendiri punya beberapa manfaat bagi bank dan nasabah.  Apa saja manfaatnya:

  • Layanan lebih cepat
  • Lebih efisien karena persyaratan tidak rumit
  • Ada pencatatan yang terstruktur dan jelas 
  • Mempermudah untuk mengetahui status keuangan pihak tertentu

Baca Juga: Manajemen Piutang Usaha: Pengertian, Tujuan dan Analisis

Dengan berbagai manfaat di atas, maka saat ini kliring adalah hal yang tidak dapat dipisahkan dari operasional perusahaan, khususnya untuk transaksi dalam jumlah besar. Semoga informasi mengenai kliring di atas bermanfaat untuk Anda ya!

Admin dua


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Send this to a friend