Jurnal Penutup: Pengertian, Cara Pembuatan, dan Tujuannya

September 2, 2022by Admin dua0
WhatsApp-Image-2022-08-28-at-9.31.33-AM.jpeg

Untuk mengetahui kondisi keuangan suatu usaha dalam setiap periode, jurnal penutup perlu dibuat. Setelah jurnal ini dibuat, maka neraca akhir periode pun dapat disiapkan. Seperti apa sebenarnya peranan jurnal penutup di sebuah perusahaan? Bagaimana cara membuatnya? Baca terus artikel ini untuk mengetahuinya.

Pengertian Jurnal Penutup

Jurnal penutup adalah satu bagian dari laporan keuangan yang disusun pada setiap akhir periode pembukuan akuntansi untuk menutup akun laporan laba rugi dan akun prive. Jurnal ini berupa entri tersendiri yang ada pada laporan laba ditahan. Dengan begitu, saldo laporan laba ditahan neraca dapat dipastikan sesuai dengan buku besar. 

Saldo laporan laba rugi tidak disertakan dalam periode berikutnya karena sifatnya sementara. Karena itu, komponen ini beserta penarikan oleh pemilik harus berada dalam posisi nol atau ditutup. Jurnal penutup adalah entri yang harus dibuat untuk menutup akun tersebut.

Cara Membuat Jurnal Penutup

Untuk membuat entri ini, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu:

1. Sumber dokumen

Karena jurnal ini disusun di akhir periode akuntansi, maka dalam pembuatannya membutuhkan dokumen dari aktivitas sebelumnya. Dokumen yang digunakan sebagai dasar menyusun jurnal penutup adalah laporan perubahan modal dan laba rugi. Dua dokumen ini masuk ke dalam laporan keuangan. 

2. Ayat jurnal penutup

Ayat jurnal penutup adalah ayat-ayat yang menunjukkan pemindahan saldo-saldo akun nominal ke ikhtisar laba rugi kemudian diteruskan ke akun modal pemilik. Pencatatan ini dibuat berdasarkan neraca laba rugi. Komponen-komponen yang ada dalam jurnal penutup adalah akun pendapatan, beban, ikhtisar laba rugi, dan prive.

 

Contoh jurnal penutup

Berikut contoh jurnal dari masing-masing komponen:

  • Jurnal penutup akun pendapatan

Akun ini memuat transaksi yang menghasilkan pendapatan untuk perusahaan dalam satu periode. Dalam pembuatan laporan keuangan, saldo pendapatan dalam buku besar akan ditutup dan dipindahkan ke ikhtisar laba rugi.

 

Akun Debit Kredit
Pendapatan  20.000.000
Ikhtisar Laba Rugi 20.000.000

 

  • Jurnal penutup beban

Akun ini memuat biaya operasional yang meliputi beban usaha dan beban lainnya. Akun beban dicantumkan dalam kolom kredit.

 

Akun Debit Kredit
Ikhtisar Laba Rugi 11.000.000
Beban Listrik 3.500.000
Beban Sewa 5.000.000
Beban operasional 2.500.000

 

  • Jurnal penutup ikhtisar laba rugi

Ikhtisar laba rugi dibuat ke dalam posisi nol dengan cara memindahkan saldo ke rekening modal. Caranya, ikhtisar laba rugi dimasukkan dalam bagian debit jika perusahaan mendapat laba. Jika perusahaan menanggung beban lebih besar dari penghasilan, maka ikhtisar laba rugi dicatat dalam kolom kredit.

 

Akun Debit Kredit
Ikhtisar Laba Rugi 25.000.000
Modal  25.000.000

 

  • Jurnal penutup prive

 

Prive adalah pengeluaran pribadi oleh pemilik perusahaan. Biasanya, prive berjumlah kecil. Namun, tetap harus dimasukkan dalam buku besar karena bisa memengaruhi modal.

 

Akun Debit Kredit
Modal 1.500.000
Prive  1.500.000

Baca Juga: Jurnal Pembalik: Mulai dari Manfaat Hingga Cara Menyusunnya

Tujuan Penyusunan Jurnal Penutup

Apa pentingnya dibuat jurnal ini di akhir periode akuntansi? Berikut fungsi jurnal penutup untuk perusahaan:

  • Membuat transaksi akun pendapatan dan beban tidak tercampur dengan hasil akhir di periode sebelumnya.
  • Membuat neraca awal di periode yang akan datang setelah tutup buku.
  • Transaksi periode sebelum dan akan datang disajikan terpisah sehingga akan memudahkan pemeriksaan.
  • Setelah jurnal penutup dibuat, maka akan ada informasi aktual mengenai harta, kewajiban, dan ekuitas.

Nah, demikian pembahasan mengenai jurnal penutup. Lakukan terus pencatatan keuangan bisnismu termasuk jurnal penutup secara disiplin.

Admin dua


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Send this to a friend