Jurnal Pembalik: Mulai dari Manfaat Hingga Cara Menyusunnya

August 9, 2021by Admin dua0
WhatsApp-Image-2021-08-07-at-11.45.47-AM-1.jpeg

Dalam akuntansi, ada jenis jurnal yang sebenarnya tidak perlu Anda buat atau sifatnya opsional. Salah satunya adalah jurnal pembalik.

Maksudnya opsional adalah jurnal tersebut dibuat ketika Anda membutuhkannya.Terutama ketika Anda ingin mengurangi kesalahan dalam pencatatan akuntansi. 

Untuk memahami lebih lanjut, dalam artikel ini, Rusdiono Consulting akan menjelaskan apa itu jurnal pembalik dan bagaimana cara penyusunan sederhananya.

 

Pengertian Jurnal Pembalik

Singkatnya, jurnal pembalik atau yang disebut juga dengan reversal entry adalah jurnal opsional yang membalik jurnal penyesuaian yang menimbulkan akun riil baru.

Seperti yang Anda tahu, akun riil merupakan akun yang terus ada dan berlangsung pada periode akun berikutnya. Itu artinya akun riil tidak pernah ditutup ketika ada perpindahan periode.

Dengan kata lain, saldo pada akun riil akan terus tersaji selama perusahaan terus mengoperasikan bisnisnya.

Perusahaan sering kali membutuhkan jurnal pembalik untuk membantu mereka dalam menyederhanakan pencatatan ketika ingin memasuki periode akuntansi selanjutnya.

Oleh karena itu, jurnal pembalik biasanya disusun atau dibuat ketika memasuki atau mengawali periode akuntansi selanjutnya.

Dan atas alasan itu pula, kenapa jurnal pembalik disebut juga jurnal opsional, karena sejatinya perusahaan tidak benar-benar membutuhkan jurnal pembalik dan kembali lagi sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Tujuan dan Fungsi Disusunnya Jurnal Pembalik

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, menyusun jurnal pembalik membantu perusahaan untuk mempermudah atau menyederhanakan pencatatan akun riil baru pada awal periode selanjutnya.

Namun ternyata ada manfaat lainnya yaitu sebagai berikut:

  • Jurnal pembalik bertujuan untuk mengurangi kesalahan atau kekeliruan dalam pencatatan yang mungkin bisa saja terjadi. Misalnya pencatatan berganda dalam penyusunan ayat jurnal penyesuaian.
  • Mempermudah perusahaan dalam pengawasan untuk menjaga konsistensi pencatatan pada akun-akun tertentu.
  • Meningkatkan akurasi dan efisiensi perusahaan dalam mencatat dan mengelola proses akuntansi.

Akun yang Bisa Dicatat dalam Jurnal Pembalik

Sebelum memahami akun apa saja yang dicatat di dalam jurnal pembalik, Anda perlu memahami dua term atau istilah jenis-jenis akun yang terdiri dari akun riil (akun neraca) dan akun nominal (akun laba-rugi).

Akun nominal adalah akun yang ditutup pencatatannya pada satu periode bersangkutan dan biasanya masuk ke dalam laporan laba-rugi. Akun nominal umumnya terdiri dari pendapatan dan beban.

Sedangkan akun riil seperti yang sudah sebelumnya adalah akun yang saldonya akan terus ada atau tercatat pada periode selanjutnya. Itu artinya akun riil ini bersifat tetap.

Akun riil sendiri terdiri dari harta atau aktiva baik yang sifatnya tetap maupun tidak tetap, utang atau liabilitas,dan juga modal.

Oleh karena jurnal pembalik mencatat akun riil yang baru pada jurnal penyesuaian, maka akun yang bisa dicatat tentu akun-akun riil.

Untuk mempermudah Anda mengidentifikasi akun apa saja yang dicatat pada jurnal penyesuaian ke jurnal pembalik, berikut Kami jabarkan akun-akunnya secara sederhana.

1. Akun Beban (Utang) yang Masih Harus Dibayar

Umumnya akun beban yang masih harus dibayar akan berlanjut pada periode akuntansi berikutnya sehingga dapat ditulis dalam jurnal pembalik.

2. Akun Beban (Utang) yang Dibayar di Muka

Akun beban yang dibayar di muka umumnya belum dicatat namun sudah dibayarkan pada periode tersebut sehingga perlu dibuat di dalam jurnal pembalik.

3. Akun Pendapatan yang Masih Harus Diterima (Piutang)

Meski pendapat itu masuk ke dalam akun laba-rugi, namun karena pendapatan tersebut belum diterima oleh perusahaan, maka akun ini dianggap ke dalam akun neraca, Dalam hal ini adalah piutang.

4. Akun Pendapatan yang Diterima di Muka

Akun dimana pendapatan diterima perusahaan ketika awal transaksi namun pembayaran belum dilakukan sepenuhnya oleh pembeli.

Biasanya konsumen atau pembeli akan membayar sepenuhnya ketika pekerjaan yang diminta telah selesai atau produk yang diminta telah tersedia.

5. Pemakaian Peralatan yang Tercatat sebagai Beban

Akun selanjutnya adalah pemakaian peralatan tercatat sebagai beban atau masuk ke dalam akun kredit.

Itu artinya perusahaan masih memiliki beban atas peralatan tersebut dan harus masuk ke dalam jurnal pembalik.

Contoh dan Cara Membuat Jurnal Pembalik

Jika membahas secara teori, maka tidak lengkap untuk tidak mempraktekkannya. Untuk itu Anda juga harus memahami contoh dan cara membuat jurnal pembalik.

Catatan, dalam artikel ini, Kami menggunakan contoh sederhana dan bertujuan agar Anda bisa mengidentifikasi akun mana yang boleh dicatat ke dalam jurnal pembalik atau tidak.

Simak ilustrasi contoh sebagai berikut.

Misal, Abdul pengusaha roti dan telah membuat jurnal penyesuaian yang telah dilakukan pada bulan Desember 2020 dengan rincian sebagai berikut.

 

Tanggal Akun Debit Kredit

31

Biaya Perawatan Pemanggang

Akumulasi Biaya Perawatan Pemanggang

Rp200.000

Rp200.000

Gaji Karyawan

Gaji Karyawan yang belum dibayar

Rp20.000.000

Rp20.000.000

Pendapatan yang masih harus diterima dari distributor

Pendapatan

Rp50.000.000

Rp50.000.000

 

Dari jurnal penyesuaian di atas, kira-kira akun mana yang bisa dimasukkan ke dalam jurnal pembalik?

Pertama, akun Biaya Perawatan Pemanggang. Apakah akun ini bisa dimasukkan ke dalam jurnal pembalik? Jawabannya tidak bisa karena biaya perawatannya sudah diakumulasikan dan didebitkan.

Itu artinya, Abdul pada periode tersebut sudah membayar biaya perawatan pemanggang sehingga akun tersebut tidak perlu dimasukkan ke dalam jurnal pembalik.

Selanjutnya, akun gaji karyawan. Karena beban gaji karyawan dikreditkan itu artinya perusahaan masih harus membayar gaji karyawan sejumlah sekian dan menjadi utang perusahaan.

Dengan kata lain, akun tersebut boleh dicatat ke dalam jurnal pembalik. Demikian pula dengan pendapatan yang masih harus diterima Abdul dari distributor.

Kenapa? Karena akun tersebut merupakan piutang dimana konsumen atau distributor roti Abdul belum melunasi pembayaran.

Dari pembahasan di atas maka Abdul bisa membuat jurnal pembalik yang dibuat pada Bulan Januari 2021 sebagai berikut.

Tanggal Akun Debit Kredit

31

Gaji Karyawan yang belum dibayar

Gaji Karyawan

Rp20.000.000

Rp20.000.000

Kas

Pendapatan yang masih harus diterima dari distributor

Rp50.000.000

Rp50.000.000

 

Sama seperti istilahnya, jurnal pembalik yaitu membalik akun debit ke akun kredit dan sebaliknya dimana hal ini akan mempermudah perusahaan dalam pencatatan akuntansi di periode tersebut.

Namun kembali lagi, jurnal pembalik sifatnya opsional. Boleh digunakan atau tidak sesuai dengan kebutuhan perusahaan. 

Karena pada akhirnya kebenaran laporan keuangan adalah hal yang paling penting dan mampu memiliki dampak bagi perusahaan, perusahaan juga sebaiknya menggunakan jurnal pembalik.

Itulah penjelasan singkat mengenai jurnal pembalik. Apabila Anda membutuhkan konsultasi keuangan terkait bisnis, Anda bisa menghubungi Kami, Rusdiono Consulting.

Temukan juga artikel-artikel terkait perpajakan dan bisnis kami lainnya hanya di website Rusdiono Consulting.

Admin dua


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Send this to a friend