Fungsi dan Cara Menghitung ROI (Return on Investment) yang Benar

July 4, 2022by Admin dua0
WhatsApp-Image-2022-07-03-at-3.02.31-PM.jpeg

Return on Investment atau yang disingkat dengan ROI adalah perhitungan yang menunjukkan keefektifan atau profitabilitas dari suatu investasi dan bisa juga digunakan untuk membandingkan keefisienan sejumlah investasi yang berbeda. Itu sebabnya sangat penting untuk mengetahui fungsi dan cara menghitungnya dengan benar.

Fungsi

Ada beberapa fungsi ROI yang perlu kamu tahu karena mereka bermanfaat dalam pertimbangan rencana investasi. Beberapa fungsinya yaitu:

  • Digunakan untuk mengukur berbagai bentuk efisiensi seperti bagian produksi, distribusi, penjualan hingga penggunaan modal.
  • Tidak hanya mengukur efisiensi produksi saja tapi juga mampu mengukur efisiensi karyawan. Contohnya, setiap karyawan mendapat modal yang sesuai untuk digunakan pada pekerjaan mereka.
  • Memperkecil risiko kerugian secara materiil baik pada investor mau pun perusahaan.
  • Perhitungannya dapat dijadikan sebagai perbandingan dengan kompetitor sehingga perusahaan mengetahui kekuatan dan kelemahan di perusahaan.
  • Berguna dalam menunjukkan seberapa banyak keuntungan yang didapat dari setiap produk.

Cara Menghitung ROI

Setelah memahami pengertian dan fungsinya, kini saatnya kamu mulai belajar cara menghitungnya. Mengetahui cara menghitung ini akan membantu kamu agar lebih paham saat berurusan dengan investasi, apalagi jika perusahaan terus mengalami perkembangan yang besar.

Untuk menghitungnya tidak memerlukan pengetahuan yang rumit karena perhitungan ini menggunakan rumus yang sederhana. Hal yang perlu kamu tahu adalah jumlah biaya investasi yang dikeluarkan dan pendapatan yang akan diterima. Agar lebih jelas, lihat rumus ROI berikut ini:

Return on Investment = (Pendapatan Investasi – Biaya Investasi Awal) : Biaya Investasi Awal × 100%.

Meski terlihat sederhana, kamu tetap harus teliti saat memasukkan angka ke dalam rumusnya. Karena bisa saja kamu menemukan perbedaan pada istilah meskipun mereka memiliki inti yang sama.

Selain itu, kamu juga bisa menentukan waktu pengembalian biayanya. Hal ini berguna untuk memberi batasan pada perhitungan sehingga perkiraan terhadap pendapatanmu bisa diketahui dengan jelas.

Baca Juga: Investasi: Mengenal Pengertian, Jenis dan Tujuannya 

Contoh Kasus

Kalau kamu masih belum paham dengan rumus di atas, maka kamu bisa belajar lebih lanjut lewat contoh kasus. Contoh kasus ini akan membantu kamu mengetahui cara menerapkan rumus dengan baik dan benar. Lihatlah contoh kasusnya di bawah ini.

Perusahaan A melakukan investasi senilai Rp 200 juta pada perusahaan B yang bergerak di bidang penjualan pakaian. Kemudian perusahaan A mendapat keuntungan penjualan atas investasi tersebut yang berjumlah Rp 250 juta. Maka cara menghitung Return on Investment-nya adalah:

Return on Investment = (Rp 250 juta – Rp 200 juta) : 200 juta × 100%

= 50 juta : 200 juta × 100%

= 0,25 atau 25%

Dari hasil perhitungan itu bisa dilihat jika tingkat Return of Investmet yang didapat oleh perusahaan adalah 25%. Kamu tinggal menerapkan rumus tersebut pada jenis investasi lain sebagai bahan pertimbangan sebelum memulai investasi.

Kesimpulan

Setelah membaca penjelasan di atas, kini kamu sudah tahu fungsi dan cara menghitung ROI yang benar. Dengan ini, kamu dapat menganalisis setiap investasi yang akan dilakukan dan mampu memilih investasi yang tepat.

Admin dua


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Send this to a friend