Mengenal Devisa: Pengertian, Jenis, dan Sumbernya

March 22, 2021by Admin dua0
WhatsApp-Image-2021-03-21-at-6.21.30-AM.jpeg

Seperti yang diketahui, alat transaksi yang paling umum adalah uang. Namun bagaimana jika transaksi yang dilakukan melibatkan negara lain? Nah, devisa adalah jawabannya.

Istilah devisa juga bukanlah istilah asing. Pasti Anda pernah mendengar bahwa TKI sering disebut dengan Pahlawan Devisa.

Hal tersebut karena penghasilan para TKI (Tenaga Kerja Indonesia) di luar negeri memberikan dampak kepada tabungan devisa negara dengan cara “membeli” Rupiah dengan mata uang di negara mereka bekerja.

Oleh karena itu, devisa kerap digunakan untuk menggambarkan kondisi kekayaan negara dalam bentuk mata uang asing maupun barang yang digunakan untuk transaksi dagang dengan negara lain.

 

Pengertian Devisa

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, devisa merupakan alat pembayaran luar negeri yang dapat ditukarkan dengan uang luar negeri.

Alat-alat tersebut bisa berupa valuta asing atau mata uang yang diakui oleh semua negara lain dan memiliki catatan kurs resmi di Bank Sentral. misalnya US Dollar, Yen Jepang, Poundsterling.

Lebih lengkapnya, berdasarkan Undang Undang RI Nomor 32 Tahun 1964 tentang Peraturan Lalu Lintas Devisa, Pasal 1 ayat 4, devisa adalah:

  1. Saldo bank dalam valuta asing yang mempunyai catatan kurs resmi dari Bank Indonesia;
  2. Valuta asing lainnya, tidak termasuk uang logam, yang mempunyai catatan kurs dari Bank Indonesia

Sebagai tambahan, meski banyak valuta asing yang tercatat dalam Bank Sentral, namun tidak semuanya dimanfaatkan dalam transaksi internasional.

Mata uang yang sering digunakan sebagai alat transaksi internasional maupun satuan hitung sering disebut sebagai hard currency.

Sedangkan mata uang yang jarang digunakan sebagai nilai satuan disebut sebagai soft currency.

Selain mata uang, devisa juga bisa berupa emas dan barang berharga lainnya seperti surat berharga.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, devisa juga bisa diartikan sebagai nilai kekayaan yang dimiliki negara dalam bentuk mata uang asing dan diakui oleh negara lainnya.

 

Fungsi dan Manfaat Devisa

Adapun devisa memiliki fungsi dasar bagi negara, yaitu:

 

1. Alat Transaksi Perdagangan Internasional

Fungsi pertama adalah sebagai alat transaksi perdagangan internasional contohnya seperti aktivitas ekspor dan impor.

Misalnya Pemerintah Indonesia ingin membeli mesin penerbangan dari negara Jerman, maka alat yang digunakan untuk melakukan transaksi perdagangan kedua negara tersebut menggunakan devisa negara.

 

2. Alat Membangun Hubungan Internasional

Bukan hanya sebagai alat transaksi perdagangan, devisa juga memiliki fungsi dalam membangun hubungan antar negara.

Misalnya saja segala bentuk pembiayaan operasional terkait hubungan diplomatik antar negara. Pembiayaan tersebut berasal dari devisa negara.

Contohnya yaitu perjalanan dinas, pemberian sumbangan bagi negara lain, bahkan pembayaran beasiswa ke luar negeri yang diselenggarakan pemerintah.

 

3. Alat Pembayaran Utang Piutang

Dalam perdagangan tentu ada aktivitas utang atau piutang tidak terlepas juga dalam perdagangan internasional.

Devisa juga berfungsi sebagai alat pembayaran utang luar negeri atau penerimaan piutang dari negara lain. Misalnya cicilan pembayaran dari pembelian alat yang dibeli dari luar negeri.

 

4. Sebagai Sumber Kekayaan Negara

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, devisa juga bisa diartikan sebagai sumber kekayaan negara yang nantinya bermanfaat bagi pembangunan nasional dan peningkatan ekonomi negara.

Dapat disimpulkan bahwa devisa sebagai “tabungan” negara yang nantinya berguna untuk segala aktivitas yang berhubungan dengan hubungan internasional.

Bukan hanya itu adanya devisa juga berfungsi sebagai salah satu sumber upaya untuk melakukan pembangunan nasional.

 

Jenis-Jenis Devisa

Devisa juga memiliki ragam atau jenis berdasarkan sumber perolehan dan juga wujudnya.

 

Jenis Devisa Berdasarkan Sumber

1. Devisa Kredit

Jenis pertama adalah devisa kredit yang sumbernya berasal dari pinjaman luar negeri baik akibat dari aktivitas impor maupun pinjaman dana pada Bank Dunia

2. Devisa Umum

Devisa yang didapat tanpa adanya kewajiban untuk mengembalikan ke pihak tertentu. Misalnya devisa yang berasal dari aktivitas ekspor, penerimaan modal atau penyelenggaraan jasa.

Khususnya di Indonesia, terdapat lembaga yang bertugas untuk mengawasi aktivitas devisa yaitu Biro Lalu Lintas Devisa.

Lembaga tersebut bertugas mengawasi penggunaan devisa dan berupaya dalam menambah pemasukan devisa negara.

 

Jenis Devisa Berdasarkan Wujud

Terdapat dua jenis devisa berdasarkan wujudnya yaitu kartal dan giral.

Devisa kartal merupakan devisa yang berbentuk uang kertas atau logam. Misalnya valuta asing yang secara resmi tercatat dalam Bank Sentral seperti US Dollar, Yen Jepang, Euro  atau Poundsterling.

Devisa giral merupakan devisa yang berbentuk surat berharga seperti Special Drawing Rights (SDR), Cable Order, wesel, Traveller Cheque, Reserve Position in the Fund (RPF), atau International Money Order.

Selain itu, emas juga termasuk bentuk devisa. Hal ini karena emas bersifat convertible. Itu artinya emas bisa ditukar dalam bentuk surat berharga maupun uang. Namun perlu dicatat bahwa emas yang sah sebagai alat pembayaran internasional adalah emas batangan.

 

Sumber Devisa

 

Aktivitas Ekspor

Sumber utama devisa negara biasanya berasal dari aktivitas ekspor karena memiliki sistem ekonomi terbuka.

Singkatnya, semakin banyak aktivitas ekspor, maka semakin tinggi pula jumlah devisa negara yang masuk.

 

Bea Masuk

Pungutan bea masuk juga memengaruhi pendapatan devisa negara. Hal tersebut berasal dari pungutan yang terjadi ketika ada barang dari luar negeri yang masuk ke dalam negeri.

Baca Juga: Kurs Pajak Bea Cukai – Pengertian dan Ketentuannya

Aktivitas Penyelenggaraan Jasa

Hal tersebut biasanya dilakukan oleh negara yang tidak memiliki sumber daya alam yang melimpah dan memiliki keunggulan tersendiri di bidangnya.

Oleh karena itu, negara tersebut menawarkan atau menyelenggarakan jasa kepada negara lain untuk mendapatkan devisa.

Misalnya saja Indonesia menyediakan jasa Tenaga Kerja bagi negara-negara industrial seperti Jepang dan Tiongkok atau Singapura dengan jasa perdagangan ekspor dan impor-nya.

 

Pariwisata

Pariwisata juga menjadi salah satu sumber devisa negara. Semakin banyak turis mancanegara yang datang, maka tabungan devisa negara juga turut meningkat.

Hal ini terjadi karena proses penukaran mata uang para wisatawan mancanegara yang datang ke negara tujuan. Dari proses pertukaran tersebut, negara mendapatkan tambahan devisa.

 

Pinjaman Luar Negeri

Biasanya dilakukan oleh negara-negara berkembang seperti Indonesia. Biasanya pinjaman tersebut berasal dari aktivitas impor atau digunakan sebagai “dana darurat” seperti dalam rangka pembangunan nasional.

Meski nantinya dikembalikan, tetap saja sumber pinjaman tersebut tercatat sebagai sumber devisa negara.

 

Hibah atau Bantuan dari Luar Negeri

Ada kalanya negara mendapatkan hibah atau bantuan dari negara lain dan sifatnya tidak mengikat. Jika hibah yang diterima dalam bentuk uang, maka menjadi sumber devisa negara.

Namun apabila yang diterima dalam bentuk barang, maka bisa membantu negara dalam menghemat devisa.

Contohnya ketika Jepang memberikan hibah uang kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam membangun sentra perikanan.

 

Tenaga Kerja yang Bekerja di Luar Negeri

Sumber devisa lain yang tidak kalah penting adalah tenaga kerja di suatu negara yang bekerja di negara lain (luar negeri). 

Misalnya TKI atau TKW. Atas hal ini kenapa TKI atau TKW dianggap Pahlawan Devisa. Perubahan kurs yang terjadi pada tabungan mereka menjadi sumber devisa negara. 

Buka hanya tabungan, bentuk lain seperti investasi di luar negeri juga bisa menjadi sumber devisa apabila menguntungkan.

 

Cadangan Devisa

Cadangan devisa merupakan jumlah valuta asing yang “ditabung” atau dikantongi baik oleh pemerintah maupun swasta di dalam negeri.

Berdasarkan Otoritas Jasa keuangan, cadangan devisa sendiri merupakan cadangan dalam satuan mata uang asing yang dipelihara oleh Bank Sentral untuk memenuhi kewajiban keuangan karena adanya transaksi internasional.

Cadangan devisa nantinya digunakan untuk mendukung kewajiban dan memengaruhi kebijakan moneter.

 

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa devisa merupakan aset atau bentuk kekayaan negara dalam bentuk valuta asing maupun barang atau surat berharga untuk keperluan transaksi internasional.

Namun perlu diingat bahwa valuta asing yang diakui merupakan valuta asing yang diatur secara resmi dalam Bank Sentral dengan nilai tertinggi adalah US Dollar.

Devisa juga memiliki beragam sumber baik yang berasal dari dalam negeri seperti ekspor, penanaman modal, aktivitas pariwisata maupun luar negeri seperti pinjaman atau dana hibah.

Admin dua


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Send this to a friend