Manajemen Archives - RDN Consulting


Category filter:AllAkuntansiBlogEkonomiEventHukumInfografikKesehatanKesehatanKeuanganKeuanganKonsultan PajakLaporan KeuanganManajemenPajakPajakTax ConsultationUncategorized
No more posts
April 15, 2022
WhatsApp-Image-2022-04-10-at-11.28.29-AM.jpeg

Apakah Anda sedang mencari bentuk badan usaha yang cocok untuk menjalankan bisnis? Firma bisa menjadi alteratif pilihan Anda. Salah satu bentuk badan usaha ini cukup eksis di Indonesia. Namun, apa saja ciri-ciri dan perbedaannya dengan PT (Perseroan Terbatas) yang juga tidak kalah populer? Mari simak penjelasannya berikut ini.

 

Pengertian Firma (Fa)

Istilah ini juga memiliki nama lain yaitu Fa.  Berasal dari bahasa Belanda “Vennootschap Onder Firm” yang memiliki arti perserikatan usaha antar beberapa perusahaan. 

Definisinya menurut Kitab Undang-Undang Hukum Dagang RI pasal 16 adalah perserikatan yang terdiri dari dua orang atau lebih yang menjalankan sebuah usaha di bawah satu nama bersama. Terdapat 4 jenis bentuk badan usaha Fa, yaitu dagang, non dagang atau jasa, umum, dan terbatas.

Bentuk usaha Fa tidak berbadan hukum. Hal ini karena Fa tidak memenuhi syarat formal dalam bentuk perundang-undangan sebagai bentuk pengakuan negara, meskipun telah mencukupi secara materiil. Selain itu, badan usaha ini juga tidak memisahkan kekayaan pribadi masing-masing anggotanya. 

 

Ciri-ciri Firma

Adapun ciri-ciri utama bentuk badan usaha ini ialah:

  1. Terdapat dua orang atau lebih yang mendirikan perusahaan dan terlibat aktif dalam pengelolaannya.
  2. Dalam pendirian perusahaan maka harus menggunakan nama bersama
  3. Seluruh anggota bertanggung jawab penuh terhadap risiko yang terjadi. 
  4. Setiap anggota memiliki hak untuk membubarkan perusahaan.
  5. Setiap anggota memiliki hak untuk memimpin
  6. Setiap anggota tidak memiliki hak untuk mendaftarkan anggota baru tanpa seizin anggota lainnya.
  7. Jika terjadi penunggakan utang dalam aktivitas usaha, maka setiap anggota wajib melunasi utang tersebut dengan harta kekayaan pribadi.

 

Perbedaan Firma dengan PT

Sebagai sesama badan usaha, PT (Perseroan Terbatas) memiliki perbedaan yang cukup mendasar dengan Fa. Terutama pada ketiga aspek di bawah ini:

 

  • Pendaftaran Nama

 

PT memiliki kewajiban untuk mendaftarkan nama perusahaannya, sedangkan badan usaha Fa tidak perlu melakukan hal tersebut. Hal ini seringkali menyebabkan kesamaan nama pada badan usaha Fa.

 

  • Legalitas Usaha

 

Seperti yang telah diketahui sebelumnya bahwa PT merupakan bentuk badan usaha yang berbadan hukum, sedangkan badan usaha Fa tidak demikian.

 

  • Tanggung Jawab dan Wewenang

 

Salah satu ciri-ciri Fa adalah setiap anggotanya memiliki tanggung jawab penuh dan tak terbatas terhadap badan usaha tersebut. Namun hal ini tidak berlaku pada PT yang memiliki keterbatasan dalam melaksanakan tanggung jawab dan wewenang sesuai dengan kesepakatan yang berlaku.

 

Pajak Firma

Tarif pajak yang dikenakan pada badan usaha ini berupa Wajib Pajak Badan. Penghitungan pajak penghasilan atau PPh atas keuntungan usaha berlandaskan satu kesatuan sebagai badan usaha, bukan dilihat dari setiap anggotanya. 

Baca Juga: Mengenal Jenis Pajak Perusahaan yang Wajib Diketahui Pebisnis

Pemilik usaha yang bijak akan senantiasa membayar dan melaporkan pajak. Sebagai upaya memudahkan pengelolaan pajak perusahaan, Anda bisa menggunakan layanan jasa perpajakan dari Rusdiono Consuting. Mengusung misi untuk menjadi konsultan pajak profesional dan terkemuka di Indonesia, Rusdiono Csulting (RDN) siap melayani Anda dengan kualitas terbaik. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut, Anda bisa klik di sini.


April 11, 2022
WhatsApp-Image-2022-04-10-at-10.38.34-AM.jpeg

Bagi para pelaku bisnis, memastikan ketersediaan barang dagang atau produk fisik yang berada di Gudang atau toko merupakan hal yang penting. Pasalnya, hal tersebut dapat memberikan pengaruh pada proses penyediaan barang di kemudian hari. Hal tersebut itulah yang biasa dikenal dengan sebutan stock opname. Lalu apa yang dimaksud dengan istilah stock opname?

Pengertian dan Tujuan Stock Opname

Pengertian stock opname merupakan sebuah kegiatan yang meliputi perhitungan ketersediaan barang atau stok yang berada di Gudang. Hal ini dilakukan sebelum melakukan penjualan atau mendistribusikannya. Petugas yang bertanggung jawab dalam hal ini dituntut untuk memiliki ketelitian yang mumpuni.

Kemudian, tujuan stock opname ini tentu saja untuk mengetahui kesesuaian antara jumlah yang tercatat dalam administrasi pembukuan dengan situasi yang ada. Tidak hanya itu, adanya kegiatan ini juga bertujuan untuk membuat perkiraan waktu yang tepat untuk melakukan penyediaan barang. Kemudian, tujuan yang lainnya adalah untuk menghindari adanya selisih antara jumlah persediaan yang sebenarnya dengan pembukuan administrasi yang telah dilakukan.

Manfaat Stock Opname

Selain memiliki pengertian dan tujuan, manfaat stock opname yang dapat dirasakan oleh para pelaku bisnis antara lain:

          Mengetahui kondisi barang dengan jumlah yang pasti

          Mengetahui dengan jelas arus keluar-masuk produk yang akan dipasarkan

          Dapat menindaklanjuti dengan cepat jika terjadi kehilangan atau kekurangan barang

          Dapat meminimalisir terjadinya penyimpangan (kekurangan atau kelebihan) terhadap barang yang akan dipasarkan

          Dapat digunakan untuk menganalisis perkembangan suatu perusahaan

Cara Menghitung Stock Opname

Setelah mengetahui pengertian, tujuan, dan juga manfaat, kini Anda pun harus mengetahui cara menghitung stock opname. Namun, sebelum menghitungnya, Anda perlu mengetahui hal-hal penting lainnya seperti kartu stock opname, contoh laporannya, dan juga formatnya. Mengenai kartu stock opname, di bawah ini merupakan dokumen yang harus Anda miliki:

          Kartu Persediaan/Kartu Barang

          Bukti Barang Masuk dan Bukti Barang Keluar

          Bukti Keluar Masuk Barang

          Kartu Count Tag

Sementara itu, untuk membuat stock opname, dibutuhkan format yang tepat sebagai berikut:

          Kode barang

          Nama barang

          Satuan

          Harga jual

          Harga pokok

          Persediaan awal

          Penjualan

          Pembelian (barang masuk)

          Persediaan akhir

          Persediaan di Gudang

          Selisih

          Keterangan

Rumus dalam membuat stock opname dapat Anda lakukan seperti di bawah ini:

          Nilai persediaan awal = Harga pokok x jumlah persediaan awal

          Nilai penjualan = harga jual satuan x jumlah penjualan

          Barang masuk = harga pokok x jumlah barang masuk

          Jumlah persediaan akhir = jumlah persediaan awal – jumlah penjualan + jumlah barang masuk

          Nilai persediaan akhir = harga pokok x jumlah persediaan akhir

          Nilai persediaan gudang = harga pokok x jumlah persediaan gudang

 

Baca Juga: Penilaian Persediaan, Pengertian dan Metode Menurut Aturan Pajak

 

Itulah beberapa keterangan penting mengenai stock opname. Jika diteliti, hal tersebut sangatlah berhubungan erat dengan kemampuan akuntansi. Oleh karena itu, pastikanlah Anda teliti dalam membuatnya atau bisa juga mempercayakannya pada orang yang mumpuni di bidang akuntansi.


March 1, 2022
cara-daftar-bpjs-kesehatan-mandiri-yang-mudah-dilakukan-1628093460.jpg

Di Era Industri 4.0 seperti saat ini, berbagai instansi ramai-ramai melakukan transformasi digital untuk menjawab tantangan zaman. Takterkecuali instansi kesehatan seperti rumah sakit, kini sudah banyak rumah sakit yang melakukan digitalisasi layanan. Salah satunya dengan menggunakan VClaim BPJS Kesehatan.

 

Apa Itu VClaim BPJS Kesehatan?

VClaim adalah aplikasi untuk membuat SEP (Surat Eligibilitas Peserta) bagi pasien BPJS Kesehatan oleh petugas rumah sakit. SEP sendiri adalah surat yang menunjukkan kecocokan peserta untuk bisa dijamin JKN-KIS. Selain untuk membuat SEP, aplikasi VClaim juga digunakan pihak rumah sakit untuk mengajukan klaim tagihan ke BPJS Kesehatan.

Jadi, peserta BPJS Kesehatan yang butuh penanganan segera, karena kecelakaan lalu lintas misalnya, bisa langsung datang ke IGD rumah sakit dan menunjukkan kartu JKN-KIS kepada petugas. Selanjutnya, petugas akan menginput data peserta ke aplikasi VClaim untuk mengecek apakah kartu aktif atau tidak. Jika kartu tersebut aktif, petugas akan membuatkan SEP Laka Lantas dan mengajukan klaim ke BPJS Kesehatan melalui VClaim.

Namun, cara tersebut khusus untuk kondisi darurat. Adapun untuk pengobatan biasa, peserta cukup mendatangi Faskes Tingkat Pertama seperti Puskesmas. Jika memang harus ke rumah sakit, di samping menunjukkan kartu BPJS, peserta juga wajib mendapatkan surat rujukan dari Faskes Tingkat Pertama dan menyerahkannya ke petugas rumah sakit.

Perlu digarisbawahi, VClaim ini dipergunakan oleh pihak rumah sakit, bukan peserta BPJS. Jadi, hanya pihak rumah sakitlah yang dapat mengakses aplikasi VClaim. Jika Anda peserta BPJS, Anda tidak perlu mencari tahu bagaimana membuat akun VClaim atau bagaimana mendapatkan username dan password, karena sekali lagi aplikasi ini bukan untuk Anda.

Baca Juga: Perhitungan BPJS Ketenagakerjaan Program JHT, JKK, JKM & JP

 

Perbedaan VClaim dan Vedika

VClaim (Virtual Claim) dan Vedika (Verifikasi Digital Klaim) memang terdengar mirip. Namun, keduanya tidak sama.

Seperti yang sudah dijelaskan, VClaim adalah aplikasi untuk membuat SEP dan mengajukan klaim dari pihak rumah sakit ke BPJS Kesehatan. Sedangkan Vedika adalah proses untuk memverifikasi klaim yang diajukan rumah sakit oleh petugas verifikator BPJS. Proses verifikasi ini dilakukan secara digital menggunakan aplikasi VIDI di Kantor Cabang BPJS Kesehatan Kabupaten/Kota.

Dulu, sebelum menerapkan Vedika, BPJS Kesehatan menempatkan tim verifikatornya di BPJS Kesehatan Center yang ada di rumah sakit. Kini, dengan simplifikasi proses pelayanan melalui Vedika, petugas verifikator BPJS tidak perlu lagi ada di rumah sakit.

 

Manfaat VClaim

VClaim BPJS Kesehatan sangat bermanfaat baik bagi rumah sakit maupun peserta BPJS. Bagi rumah sakit, VClaim memberikan kepuasan karena pengurusan administrasi BPJS bisa dilakukan dalam hitungan menit. Selain itu, rumah sakit juga mendapatkan waktu pembayaran yang lebih pasti serta lebih cepat dan akurat daripada klaim secara konvensional.

Manfaat tersebut tentunya dirasakan juga oleh peserta BPJS Kesehatan. Peserta akan lebih puas karena tidak perlu menghadapi birokrasi pelayanan yang berbelit-belit apabila ingin berobat menggunakan BPJS.

Demikianlah penjelasan tentang VClaim BPJS Kesehatan. VClaim memberikan kemudahan bagi semua pihak, baik itu rumah sakit, peserta, maupun pihak BPJS itu sendiri. Dengan aplikasi VClaim, proses administrasi dan pengajuan klaim bisa dilakukan dengan praktis, cepat, dan akurat.


February 16, 2022
cetak-kartu-bpjs-kesehatan.width-800.jpegquality-80.jpg

Apakah Anda sedang kebingungan karena kartu BPJS hilang atau rusak? Tenang, jangan dibuat pusing. Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mendapatkan kartu BPJS kembali.

Kartu BPJS, khususnya BPJS Kesehatan, yang hilang atau rusak bisa diurus secara online dan offline. Kedua cara tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. 

Bagi Anda yang familier dengan dunia digital, tidak gagap teknologi, Anda bisa memanfaatkan cara online. Cara ini bisa dibilang lebih simpel, sebab bisa dilakukan dengan smartphone. Berikut langkah-langkahnya:

Cara Mengurus Kartu BPJS yang Hilang Secara Online

Untuk mendapatkan kembali kartu BPJS Kesehatan, Anda perlu melakukan langkah-langkah berikut ini:

  1. Menginstal aplikasi BPJS Kesehatan yang bernama Mobile JKN di ponsel pintar.
  2. Jika sudah menginstal, urus kartu BPJS Hilang dengan melakukan registrasi pada aplikasi. Pada tahap ini, Anda perlu menyiapkan KTP, nomor BPJS, dan nomor telepon aktif.
  3. Langkah selanjutnya adalah login ke akun yang sudah dibuat, dan mencari fitur menu bernama Cetak e-ID
  4. Klik menu tersebut, lalu pilih ikon surat elektronik dan ikuti terus tahapannya hingga Anda menerima surel berisi lampiran kartu BPJS Anda.
  5. Kemudian, unduh lampiran tersebut dan cetak menggunakan kertas PVC atau jenis kertas yang biasa dipakai untuk ID Card. Pengurusan kartu BPJS yang hilang secara online pun selesai.

Baca Juga: Perhitungan BPJS Ketenagakerjaan Program JHT, JKK, JKM & JP

 

Cara Urus Kartu BPJS Hilang Secara Offline

Bagi Anda yang tidak terbiasa dengan teknologi smartphone, cara offline sangat direkomendasikan. Di sini Anda tidak perlu menginstal aplikasi dan membuat akun. Namun, Anda harus mengunjungi kantor BPJS Kesehatan terdekat. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Persiapkan dahulu berbagai dokumen yang nanti akan dibutuhkan, seperti KTP, Kartu Keluarga, dan Surat Keterangan Kehilangan (surat ini bisa diperoleh dengan membuat laporan di kantor polisi setempat).
  2. Jika kartu tidak hilang, tetapi hanya rusak, maka tidak perlu membawa surat kehilangan. Anda cukup membawa kartu BPJS yang rusak tersebut.
  3. Di kantor BPJS, sampaikan maksud kedatangan Anda, yaitu untuk membuat kartu BPJS baru karena kartu hilang atau rusak. Anda akan diarahkan petugas ke bagian terkait.
  4. Berikan semua dokumen yang diminta oleh petugas, dan tunggu proses pengurusan sampai selesai.
  5. Proses pencetakan kartu BPJS Kesehatan yang baru membutuhkan waktu yang berbeda-beda di setiap kantor BPJS. Anda cukup mengikuti instruksi petugas, apakah menunggu pada hari tersebut atau kembali lagi besok.
  6. Proses pengurusan kartu BPJS pun selesai.

Baca Juga: Serba-Serbi Jaminan Pensiun yang Wajib Anda Ketahui

Demikian ulasan terkait pengurusan kartu BPJS Kesehatan yang hilang atau rusak. Prosesnya tergolong sederhana sebab saat kartu BPJS hilang atau rusak sebenarnya hanyalah fisik kartu, sementara data-datanya masih tersimpan.


February 14, 2022
WhatsApp-Image-2022-02-13-at-10.41.36-AM.jpeg

Ketika ingin memulai bisnis, hal pertama kali yang mungkin terlintas di pikiran Anda mungkin saja menjalani bisnis UKM atau UMKM terlebih dahulu. Keduanya memang merupakan jenis kegiatan bisnis yang banyak dilakukan. Tetapi, keduanya seringkali disamakan, padahal perbedaan UKM dan UMKM bisa dilihat dari beberapa aspek. 

Lantas, apa saja perbedaan keduanya? Yuk, simak selengkapnya di bawah ini!

Perbedaan UKM dan UMKM

Pada dasarnya, UKM merupakan singkatan dari Usaha Kecil dan Menengah. Sementara itu, UMKM memiliki singkatan yang cukup luas yakni Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. 

Meskipun keduanya terdengar hampir sama, namun baik UKM dan UMKM memiliki beberapa aspek pembeda, bukan hanya dari pengertiannya saja. Adapun beberapa aspek perbedaan dari UKM dan UMKM di antaranya adalah:

1. Tenaga kerja

Perbedaan UKM dan UMKM yang pertama dapat dilihat dari jumlah tenaga kerja. Berdasarkan Badan Pusat dan Statistik (BPS), baik UKM maupun UMKM memiliki jumlah tenaga kerja yang berbeda.

Adapun usaha mikro sendiri memiliki setidaknya 1-5 tenaga kerja. Usaha menengah  memiliki sekitar 20-99 tenaga kerja. Sementara itu, usaha kecil setidaknya memiliki sebanyak 6-19 tenaga kerja.

2. Omzet yang dihasilkan

Merujuk pada UU Nomor 20 Tahun 2008, baik UKM maupun UMKM juga memiliki perbedaan mendasar mengenai omzet usaha.

Usaha mikro memiliki omzet alias jumlah hasil penjualan sebanyak Rp300 juta per tahun. Di sisi lain, usaha kecil memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp300 juta hingga paling banyak sebesar Rp2,5 milyar.

Sedangkan, usaha menengah memiliki omzet tahunan sebanyak lebih dari Rp2,5 milyar dengan angka paling banyak mencapai sebesar Rp50 milyar. 

3. Cakupan pembinaan usaha

Dikutip dari laman Online Pajak, sebagaimana merujuk pada UU Nomor 23 tahun 2014, cakupan pembinaan usaha baik dari UKM ataupun UMKM juga berbeda. 

Misalnya saja, usaha mikro dibina oleh kabupaten dan kota. Sementara itu, provinsi membina usaha berskala kecil. Sedangkan, untuk usaha menengah dibina dalam skala nasional.

4. Modal awal

Perbedaan UKM dan UMKM juga dapat dilihat dari modal awal yang digunakan. Pada umumnya, untuk mendirikan UKM modal yang dikerahkan sebesar Rp50 juta. 

Sementara itu, modal untuk mendirikan UMKM mencapai angka Rp300 juta, pilihan lainnya dengan mendapatkan bantuan dari pemerintah terkait dengan pendanaan modal usaha.

5. Perbedaan UKM dan UMKM dari kekayaan bersih

Baik UKM ataupun UMKM juga memiliki jumlah kekayaan bersih yang berbeda. Untuk usaha mikro sendiri memiliki kekayaan bersih paling banyak sebesar Rp50 juta, tidak termasuk tanah ataupun bangunan tempat usaha.

Berbeda halnya dengan usaha mikro, usaha kecil memiliki jumlah kekayaan bersih lebih dari Rp50 juta hingga paling banyak Rp500 juta, ini juga tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.

Sementara itu, usaha menengah memiliki jumlah kekayaan bersih lebih dari Rp500 juta, dan paling banyak Rp10 milyar, tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. 

Baca Juga: Peran Konsultan Pajak Bagi Pelaku UMKM di Indonesia

Demikian ulasan mengenai perbedaan UKM dan UMKM. Mendirikan UKM ataupun UMKM memang sah-sah saja. Namun, Anda juga harus memerhatikan beberapa persyaratan yang dibutuhkan. 

Apabila Anda kebingungan mengenai kegiatan inti bisnis yang ingin dijalankan, tak perlu khawatir karena Anda dapat menggunakan jasa konsultasi yang dapat membantu Anda.


February 11, 2022
WhatsApp-Image-2022-02-06-at-3.05.24-PM.jpeg

Ketika berkecimpung dalam dunia perindustrian, Anda pasti akan selalu bertemu dengan istilah merger, akuisisi dan konsolidasi. Ketiga istilah tersebut akan digunakan para pebisnis dalam menyusun strategi untuk meningkatkan daya saing dan kapabilitas perusahaan.

Sayangnya, masih banyak pengusaha yang belum memahami ketiga istilah tersebut dengan baik. Akibatnya, mereka menganggap merger, akuisisi dan konsolidasi merupakan hal yang sama. Untuk itu, berikut kami berikan penjelasan lengkap mengenai ketiga istilah tersebut.

Merger

Merger adalah proses menyatukan dua perusahaan dengan ketentuan perusahaan yang satu kehilangan nama dan kekayaannya, sementara yang lainnya tetap berdiri dengan nama yang dimilikinya. Ada beberapa jenis merger, di antaranya sebagai berikut.

1. Merger Horizontal

Merger horizontal merupakan penggabungan dua perusahaan atau lebih yang memiliki bidang sejenis, baik itu dalam pangsa pasar, produk atau jasa yang ditawarkan, hingga proses pengelolaan manajemen perusahaan.

2. Merger Vertikal

Merger Vertikal merupakan penggabungan beberapa perusahaan dengan pembagian tugas yang berbeda. Dalam kerja sama perusahaan ini, biasanya satu perusahaan bertugas sebagai pemasok sedangkan perusahaan lainnya bertugas memantau proses produksi.

3.  Merger Kon-generik

Meger Kon-generik merupakan kombinasi dari merger vertikal dan merger horizontal. Dalam hal ini, relasi antar perusahaan bukan sebagai pemasok dan produsen.

4. Merger Konglomerat

Jenis merger ini merupakan penggabungan antara beberapa usaha yang tidak berkaitan secara langsung. Dalam hal ini merger akan membangun satu perusahaan besar yang memiliki beragam bidang usaha. 

 

Baca Juga: Joint Venture, Jenis Kerja Sama Antar Perusahaan yang Menguntungkan

Akuisisi

Akuisisi adalah pemindahan hak kepemilikan suatu perusahaan atau aset. Hal ini dilakukan untuk mengembangkan unit perusahaan lebih cepat tanpa harus membangunnya dari awal. Adapun tujuan dilakukannya Akuisisi yaitu sebagai berikut.

1. Menambah Sinergi Perusahaan

Umumnya tujuan perusahaan melakukan akuisisi ialah untuk menaikkan nilai perusahaan oleh perusahaan yang mengakuisisi.

2. Memperluas Pasar

Saat dilakukan akuisisi, perusahaan yang diakuisisi bisa menjamah pasar dari perusahaan yang mengakuisisi.

4. Melindungi Pasar

Ketika persaingan cukup ketat, mengakuisisi pesaing perusahaan merupakan langkah baik untuk mengamankan pasar.

5. Memperkuat Bisnis

Dengan mengambil alih perusahaan lain yang bergerak di bidang yang sama, dapat memperkuat perusahaan inti menjadi lebih kuat dan besar. 

Konsolidasi

Konsolidasi adalah proses peleburan dua perusahaan atau lebih menjadi sebuah perusahaan yang baru dengan membubarkan perusahaan awalnya. Pembubaran ini pun tidak melibatkan proses likuidasi. Konsolidasi memiliki beberapa tujuan, yaitu sebagai berikut.

1. Memperbesar skala perusahaan

Pada dasarnya, tujuan dari merger akuisisi dan konsolidasi ialah untuk memperbesar skala perusahaan. Hal ini tentunya akan menguntungkan kedua belah pihak perusahaan yang bergabung.

2. Mengurangi Risiko Persaingan

Ketika terjadi peleburan dua perusahaan menjadi satu, risiko persaingan bisnis secara otomatis akan berkurang. 

3. Meningkatkan Efisiensi

Proses kinerja dua perusahaan yang digabungkan dalam satu perusahaan akan lebih efisien dibanding dengan dijalankan oleh dua perusahaan berbeda sekalipun memiliki tujuan yang sama.

 

Baca Juga: Mengenal Jenis Pajak Perusahaan yang Wajib Diketahui Pebisnis

 

Itu dia penjelasan mengenai merger akuisisi dan konsolidasi dalam bidang industri.


December 20, 2021
WhatsApp-Image-2021-12-19-at-5.48.18-PM.jpeg

Ingin membuka usaha sendiri, namun belum punya dana yang mencukupi? Mengajukan pinjaman ke bank menjadi salah satu solusi. Tentu saja, banyak hal yang perlu diketahui sebelum melakukannya. Salah satunya adalah mengetahui besarnya bunga pinjaman bank.

 

Apa Itu Bunga Pinjaman Bank?

Bunga pinjaman bank adalah biaya wajib bayar nasabah atas pinjaman yang diberikan oleh bank. Besarnya bunga pinjaman bisa bervariasi, tergantung bank tempat pengajuan pinjaman dilakukan.

Yang dijadikan sebagai suku bunga pinjaman menurut OJK (Otoritas Jasa Keuangan) adalah Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK). Perhitungan inilah yang biasanya dikenakan bank kepada nasabah. Komponen perkiraan premi risiko belum termasuk ke dalam SBDK, karena tergantung tiap bank yang bersangkutan.

Pajak Bunga Pinjaman

Pengenaan pajak bunga pinjaman diambil berdasarkan Undang-undang Nomor 36 Tahun 2008 Pasal 23 tentang pajak penghasilan. Isinya adalah sebagai berikut:

Atas penghasilan tersebut di bawah ini dengan nama dan dalam bentuk apa pun yang dibayarkan, disediakan untuk dibayarkan, atau telah jatuh tempo pembayarannya oleh badan pemerintah, subjek pajak badan dalam negeri, penyelenggara kegiatan, bentuk usaha tetap, atau perwakilan perusahaan luar negeri lainnya kepada Wajib Pajak dalam negeri atau bentuk usaha tetap, dipotong pajak oleh pihak yang wajib
membayarkan.

Baca Juga: Kenali Pajak Bunga Tabungan, Salah Satu Objek Pajak Penghasilan

 

Cara Menghitung Persen Bunga Pinjaman

Lalu, bagaimana cara menghitung persen bunga pinjaman? Kita bisa mengawalinya dengan cara melihat dulu jumlah modal awal dan totalnya di akhir.

Ada dua (2) jenis penghitungan bunga pinjaman, yaitu:

 

1. Bunga flat

 

Perhitungan bunga flat lebih sederhana. Misalnya: untuk kredit motor. Contoh perhitungannya seperti ini:

  • Jumlah pinjaman: 120 juta
  • Bunga per tahun :10%
  • Jangka waktu : 12 bulan
  • Cicilan pokok : Rp. 120 juta : 12 bulan = Rp 10 juta/bulan
  • Bunga : (Rp 120 juta X 10%) : 12 bulan = Rp 1 juta/bulan
  • Angsuran setiap bulan : Rp 10 juta + Rp 1 juta = Rp 11 juta

 

2. Bunga efektif.

 

Perhitungan bunga efektif untuk jangka panjang. Misalnya: untuk Kredit Kepemilikan Rumah atau Apartemen (KPR dan KPA). Contoh perhitungannya seperti ini:

  • Pokok pinjaman : Rp. 120.000.000
  • Bunga per tahun : 10%
  • Tenor pinjaman : 12 bulan
  • Cicilan pokok : Rp. 120.000.000 : 12 bulan = Rp. 10.000.000/bulan

 Bunga bulan 1:

  • ((Rp. 120.000.000 – ((1-1) x Rp. 10.000.000)) x 10% : 12 = Rp. 1.000.000
  • Maka, cicilan Pak Budi pada bulan 1 = Rp. 10.000.000 + Rp. 1.000.000 = Rp. 11.000.000

 Bunga bulan 2:

  • ((Rp120.000.000 – ((2-1) x Rp10.000.000)) x 10% : 12 = Rp. 916.667
  • Maka, cicilan Pak Budi pada bulan ke-2 = Rp. 10.000.000 + Rp. 916.667 = Rp. 10.916.667

Dan seterusnya, hingga:

Bunga bulan 12:

  • ((Rp. 120.000.000 – ((12-1) x Rp. 10.000.000)) x 10% : 12 = Rp. 83.333
  • Maka, cicilan bulan 12 = Rp. 10.000.000 + Rp. 83.333 = Rp. 10.083.333

October 18, 2021
WhatsApp-Image-2021-10-17-at-10.04.09-AM.jpeg

Bagi Anda yang sudah terbiasa hidup di bidang ekspor-impor (eksim) sudah tidak asing lagi dengan istilah HS Code atau kode Harmonized System yang salah satunya dikeluarkan melalui INSW.

Bagi Anda yang baru dan ingin memulai bisnis ekspor-impor, istilah HS Code wajib Anda ketahui karena HS Code merupakan klasifikasi barang yang berisi segala informasi terkait transaksi ekspor-impor.

Berbeda dengan transaksi pembelian dalam negeri, aktivitas transaksi ekspor-impor bisa dibilang cukup rumit karena melibatkan negara lain. Misalnya dari segi keamanan dan perbedaan nilai. Sehingga muncullah klasifikasi HS Code.

Melalui artikel ini, Rusdiono Consulting akan mencoba menjabarkan apa itu HS Code dan cara menggunakannya.

Mengenal Harmonized System dan Apa itu HS Code

Harmonized Commodity Description and Coding System atau yang lebih dikenal dengan Harmonized System (HS) adalah sistem klasifikasi internasional produk perdagangan serta turunannya menggunakan penamaan dan penomoran.

Klasifikasi kode Harmonized System atau disingkat dengan HS Code sendiri disusun oleh kelompok studi dari Custom Cooperation Council (Nama sebelum WCO) dan hingga saat ini dikelola oleh World Custom Organization (WCO).

Sedangkan di Indonesia sendiri, kode HS dicatat ke dalam suatu daftar tarif yaitu Buku Tarif Bea Masuk Indonesia (BTBMI) yang aturannya pertama kali tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) No.26/1988.

Penggunaan HS ini pun kemudian diawali melalui konvensi HS pada tahun 1988 yang diikuti oleh 70 negara. Kemudian Indonesia menyusul ikut meratifikasi melalui Agreement Establishing The World Trade Organization yang dijelaskan pada UU No.7/1994.

Baca Juga: Bea Masuk, Metode Perhitungan dan Aturan Terbarunya

Fungsi HS Code

Kode HS berfungsi untuk membantu eksportir dan importir untuk mengetahui besaran pajak (tax and duty) yang harus dibayar berdasarkan tarif kode HS.

Dalam aktivitas impor-ekspor, tentunya Anda akan dikenakan Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI), tarif bea masuk, bea keluar, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang di dalam perhitungannya terdapat komponen hitung yang berasal dari tarif kode HS.

Setiap jenis komoditi ini lah yang dibedakan dengan kode HS dan tentunya memiliki tarif yang berbeda-beda.

Selain perhitungan, Kode HS juga penting diketahui bagi importir karena berkaitan langsung dengan larangan dan pembatasan (lartas), Bea Masuk Anti-Dumping, Bea Masuk Tindakan Pengamanan, dan Rules of Origin.

Adanya Harmonized System (HS) juga membantu pemerintah dalam memberikan kebijakan pemberian fasilitas. Misalnya tarif preferensi atas perjanjian dagang internasional.

Bukan hanya itu, fungsi lain dari adanya HS adalah dapat menjadi alat pemantauan pergerakan komoditi di dunia.

Intinya, pengelompokkan komoditas menggunakan HS Code berlaku secara global dan bertujuan agar semua negara mempunyai persepsi yang sama mengenai jenis komoditi ekspor-impor.

Penomoran Kode HS (HS Code)

Klasifikasi komoditas menggunakan Harmonized System terdiri dari 21 bagian dan 97 bab yang disusun oleh World Custom Organization (WCO).

Dalam penomorannya, HS Code terdiri dari 6 digit yang merupakan susunan dari setiap bab, pos, dan sub-pos.

Dimana Setiap bab diwakili dengan 2 digit angka pertama. Kemudian setiap bab dibagi menjadi pos-pos sehingga membentuk 4 digit pertama yang kemudian pos tersebut dibagi lagi menjadi sub pos yang diwakili 2 digit angka berikutnya.

Dengan kata lain, HS Code sejatinya terdiri dari pos dan sub pos WCO dimana 4 digit pertama merupakan pos WCO dan 2 digit berikutnya adalah sub pos WCO.

Jumlah keseluruhan sub pos ini terdiri dari sekitar 5.300 sub pos yang mencakup seluruh barang yang umum diperdagangkan di seluruh dunia.

Ketentuan Kode HS (HS Code)

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, kode HS berlaku secara global sehingga negara yang mengadopsi HS dilarang untuk mengubah penjelasan pos dan sub pos yang sudah ditentukan oleh WCO.

Meski begitu, masing-masing negara anggota dapat menambah penomoran pada kode HS pada tingkat urutan digit ke-8 dan ke-10.

Misal di negara ASEAN dengan sub pos yang dikenal dengan AHTN (ASEAN Harmonized Tariff Nomenclature) yang berada pada digit ke-7 hingga ke-8.

Selanjutnya, negara-negara ASEAN juga berhak memperluas penomoran pada sub pos AHTN pada digit ke-9 dan ke-10.

Misalnya Indonesia yang menambah sub kategori yang dicatat dalam Buku Tarif Kepabeanan Indonesia (BTKI) 2017. Sehingga beberapa komoditas di Indonesia memiliki kode HS yang terdiri dari 10 digit kode angka.

Sebagai ilustrasi misalnya, kode HS memiliki 0101.11.XX.XX yang diambil dari Buku Tarif Bea Masuk Indonesia (BTBMI). 

Maka penjelasannya adalah Bab 1 > Pos: 01.01 > Sub-pos: 0101.11 > Sub-pos ASEAN (AHTN): XX > Pos Tarif BTBMI: XX.

Dimana pada 2 digit terakhir BTBMI menunjukkan besaran tarif beban barang yang akan dimasukkan dalam perhitungan bea masuk, PPN, PPnBM atau cukai.

Perlu diingat: Bahwa setiap 3 hingga 4 tahun, klasifikasi HS selalu diperbarui di bawah wewenang WCO. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan perubahan pola perdagangan berdasarkan situasi dunia pada saat tertentu.

Cara Mencari Tarif Kode HS (HS Code)

Di Indonesia, terdapat 3 cara untuk mengetahui kode HS (HS Code) yang dapat Anda akses melalui tiga protak berikut:

  • INSW atau Indonesia National Single Window yang dikelola oleh Kementerian Keuangan.
  • Portal Inatrade dari Kementerian Perdagangan.
  • Portal Buku Tarif Kepabeanan Indonesia (BTKI) dari Dirjen Bea Cukai.

Lantas, bagaimana cara mengetahui kode HS dari ketiga portal itu?

Cara Mencari Tarif HS Code Melalui INSW

Berikut langkah-langkah mencari HS Code melalui INSW:

  • Masuk ke situs resmi INSW yaitu https://intr.insw.go.id/. 
  • Klik “Indonesia NTR” pada menu bar di atas. Kemudian klik “HS Code Information”.  Lihat gambar berikut ini.

Klik “Indonesia NTR” pada menu bar di atas. Kemudian klik “HS Code Information”

  • Setelah itu, akan muncul halaman baru yang berisi kolom “parameter” dan “keyword”
  • Klik kolom “parameter”. Kemudian pada kolom “parameter” nantinya akan ada beberapa pilihan. Lihat gambar berikut.

Klik kolom “parameter”. Kemudian pada kolom “parameter”, pilih BTBMI - Description in Indonesia/English

Keterangan: Pilih HS Code apabila Anda sudah mengetahui kode HS nya. Pilih BTBMI – Description in Indonesia/English apabila Anda ingin mencari kata kunci sesuai nama barang. Pilih lartas impor/ekspor description apabila Anda ingin mencari kata kunci barang yang dibatasi melintas.

  • Selanjutnya pada kolom keyword, Anda tinggal memasukkan kata kunci sesuai dengan pengetahuan Anda sesuai dengan parameter yang sudah dijelaskan tadi. Misal, Anda ingin mencari tahu kode HS “topi”. Maka Anda masukan kata topi pada kolom keyword dan memilih parameter BTBMI – Description in Indonesia.
  • Kemudian klik “search” di samping kolom “keyword”. Di sana nantinya Anda mendapati banyak daftar HS Code dan Product Description. Lihat gambar.

 klik “search” di samping kolom “keyword”. Di sana nantinya Anda mendapati banyak daftar HS Code dan Product Description

  • Sebagai contoh, Anda ingin melihat tarif kode HS “bentuk topi, badan topi…” klik kode HS-nya. Lihat gambar.

Anda ingin melihat tarif kode HS “bentuk topi, badan topi…” klik kode HS-nya. Lihat gambar.

  • Kemudian, Anda akan diminta mengisi CAPTCHA “I’m not a robot”. Setelah itu jika berhasil, Anda akan diarahkan ke page baru yang berisi segala informasi terkait kode HS tersebut. lihat gambar.

Tampilan informasi detail terkait kode HS yang dipilih

Cara Mencari Tarif HS Code Melalui Inatrade

Klik kolom bar pencarian HS, pilih "uraian barang (indonesia)"

  • Sama seperti INSW, pada kolom sebelah kiri Anda diminta untuk mengisi parameter pencarian. Apabila Anda tidak tahu kode HS-nya, pilih Uraian Barang (Indonesia). Kemudian isi kolom sebelah kanan dengan kata kunci yang Anda ingin tahu. Misalnya “jaket”. Kemudian klik “lihat”
  • Setelah itu, akan muncul keterangan kode HS, uraian HS, dan jenis perizinan. Lihat gambar.

keterangan kode HS, uraian HS, dan jenis perizinan.

Cara Mencari Tarif HS Code Melalui BTKI

  • Masuk ke situs resmi Bea Cukai yaitu https://www.beacukai.go.id/btki
  • Kemudian muncul halaman BTKI atau Browse HS Code – Tarif Bea Masuk.
  • Sama seperti INSW dan Inatrade, BTKI juga memiliki dua kolom dimana kolom sebelah kiri merupakan parameter pencarian yang berisi Kode HS, Uraian Bahasa Indonesia, dan Description in English. Sebelah kanan merupakan kolom keyword. Lihat gambar.

Klik kolom bar Browse HS Code - Tarif Bea Masuk, pilih "uraian (Bahasa indonesia)"

  • Caranya sama, masukkan keyword yang Anda inginkan di kolom sebelah kanan. Jika Anda tidak tahu kode HS-nya pilih uraian bahasa indonesia dan isi kolom sebelah kanan dengan keyword yang Anda ingin cari. Misalnya, “kulit”. kemudian klik “Submit”
  • Kemudian akan muncul tabel yang berisi HS Code, BM (Bea Masuk), Uraian, SKEP, dan tanggal berlaku. Lihat gambar.

Tampilan tabel yang berisi HS Code, BM (Bea Masuk), Uraian, SKEP, dan tanggal berlaku.

Bagaimana? Pastinya Anda sudah paham. Penting bagi Anda yang ingin menggeluti bidang ekspor-impor mengetahui HS Code dan cara mencarinya baik melalui portal INSW maupun portal lainnya.

 

Baca Juga: PPh Pasal 22, Pajak Ekspor Impor yang Wajib Diketahui

 

Semoga artikel ini bermanfaat dan Anda bisa menemukan artikel lainnya terkait perpajakan, bisnis, dan keuangan hanya di Rusdiono Consulting.

Selain itu, jika Anda ingin memulai bisnis impor-ekspor namun masih bingung terkait perpajakannya dan membutuhkan pendampingan dan konsultasi, Anda bisa menghubungi Kami, Rusdiono Consulting.


September 29, 2021
WhatsApp-Image-2021-09-25-at-3.28.01-PM.jpeg

Sering mendengar istilah reseller? Kian hari, makin banyak penjual online adalah reseller. Alih-alih memproduksi barang dagangan yang diproduksi sendiri, orang-orang justru mencari produk dari pemasok lain untuk dijual kembali di toko mereka. Hal inilah yang disebut sebagai reseller. 

Ya, menjadi reseller adalah cara yang bagus untuk mulai berjualan online tanpa memulai dari nol. Untuk lebih lengkap mengenai reseller atau pengecer, lihat artikel berikut ini.

 

Apa Itu Reseller?

Reseller adalah orang atau perusahaan yang menjual produk atau layanan yang mereka beli dari orang, perusahaan, atau distributor lain. Dengan kata lain, reseller adalah perantara produsen dan konsumen. Dari aktivitas membeli dan menjual kembali ini, reseller biasanya menaikkan dan mendapat keuntungan. 

Reseller tidak membuat produk sendiri, tetapi justru memiliki banyak pilihan produk untuk dijual kembali sehingga lebih beragam. Produk yang dijual mulai dari kosmetik, pakaian, hingga peralatan rumah tangga.

Dalam bahasa Indonesia, reseller juga disebut sebagai pengecer. Pengecer seringkali menambahkan nilai tambah dalam hal pengalaman pelanggan. Tentu, membeli langsung dari pemasok tidak selalu mudah dan tak jarang memerlukan pembelian minimum. Pengecer mengambil celah ini. 

 

Kenapa Harus Menjadi Reseller?

Ada beberapa alasan untuk menjadi pengecer, mulai dari sumber produk yang mudah hingga biaya bisnis yang lebih rendah. Berikut beberapa hal yang dapat dipertimbangkan:

 

  • Jual Produk yang Lebih Beragam

 

Jika menjadi pengecer, Anda dapat menjual berbagai produk. Jika pada awalnya menjual pakaian, seiring dengan berkembangnya bisnis, Anda dapat menjual sepatu, perhiasan, aksesori, tas tangan, pakaian dalam, atau produk terkait lainnya. 

Menambahkan produk lain ke bisnis online Anda tidak akan menghabiskan lebih banyak uang karena Anda hanya membayar barang saat pelanggan membeli dari toko Anda.

 

  • Membangun Bisnis Lebih Cepat

 

Anda dapat menjual pada hari yang sama saat Anda baru memulai bisnis. Tanpa menunggu hasil produksi, inventaris, atau pengemasan. Setelah menambahkan beberapa produk terlaris dan konten ke toko, Anda dapat langsung mulai memasarkan bisnis. Bahkan dalam hitungan menit. 

 

  • Membutuhkan Waktu Lebih Sedikit

 

Saat menjadi reseller, Anda dapat menjalankan bisnis tanpa harus menghabiskan seluruh waktu yang dimiliki. Kenapa? Sebagian besar prosesnya otomatis, yang memungkinkan Anda untuk mengelola bisnis dengan lebih mudah. 

 

  • Risiko Finansial yang Lebih Rendah 

 

Keuntungan memulai bisnis ini adalah biaya finansial yang rendah. Tanpa perlu membeli stok produk secara besar-besaran atau adanya kecacatan dalam produksi produk. Anda dapat terhindar dari berbagai risiko maupun anggaran yang membengkak.

 

  • Mengatur Margin Sendiri

 

Saat menjadi reseller, Anda mempunyai kebebasan dalam mengatur margin. Tentukan harga produk sesuai keinginan. Semakin tinggi penetapan harga, semakin banyak yang dapat dihasilkan. Pastikan untuk melihat standar pasaran pada setiap penetapan harga suatu produk.

 

Perbedaan dengan Dropship

Reseller dan dropship adalah bisnis yang tidak membutuhkan modal besar serta relatif mudah dimulai oleh siapa pun. Walau sekilas mirip, tetapi keduanya mempunyai perbedaan yang cukup kontras. Berikut 5 perbedaan reseller dan dropshipper yang perlu Anda ketahui.

 

 

  • Cara Kerja yang Berbeda

 

Perbedaan reseller dengan dropship yang pertama yaitu cara kerja. Reseller dapat dikatakan mirip pedagang konvensional, yang mengharuskan Anda menyetok produk terlebih dahulu sebelum menjualnya kepada konsumen. Reseller pada umumnya mendapat produk dari supplier atau distributor.

Sementara dropshipper lebih menekankan pada proses pemasaran. Setelah proses pemasaran dilakukan, umumnya Anda akan mendapat pesanan dan juga pembayaran dari konsumen. Setelah itu, pesanan diteruskan ke pemasok. Setelah pemasok mendapat pesanan, mereka kemudian mengirimkan produk tersebut ke alamat pelanggan dengan mengatasnamakan bisnis Anda.

 

 

  • Modal yang Dibutuhkan

 

Dilihat dari cara kerja keduanya, tentu modal yang dibutuhkan juga berbeda. Reseller memerlukan modal lebih besar sebab perlu mempunyai stok terlebih dahulu. Sementara dropship hampir tidak perlu mengeluarkan biaya kecuali untuk aktivitas pemasaran. 

 

 

  • Benefit yang Didapat

 

Berbicara mengenai keuntungan tentu banyak faktor yang mempengaruhi. Akan tetapi jika berasumsi keduanya mempunyai transaksi dengan jumlah sama, maka reseller lebih memiliki keuntungan. Kenapa?

Reseller umumnya membeli produk dengan jumlah banyak, sehingga harga beli lebih murah daripada harga beli satuan. Di sisi lain, dropship hanya membeli produk barang setelah terdapat pemesanan dari konsumen, sehingga harga beli dropship yaitu harga beli satuan. Saat keduanya dijual dengan harga sama, reseller lebih memberi keuntungan.

 

 

  • Risiko

 

Model bisnis apapun selalu mempunyai risiko, tak terkecuali reseller dan dropshipper. Risiko dropshipper cenderung lebih kecil daripada reseller

Salah satu risiko paling sering terjadi dari dropshipper yaitu tidak ada konsumen yang tertarik dengan produk bisnis, sehingga anggaran untuk iklan maupun pemasaran tidak memberikan hasil apa pun.

Reseller pun mempunyai resiko yang sama, tetapi pada jumlah yang relatif lebih besar, sebab selain anggaran pemasaran, reseller mempunyai anggaran untuk membeli stok produk. Saat produk tidak laku, kerugiannya cenderung lebih besar dibandingkan dropshipper.

 

 

  • Pelayanan kepada Konsumen

 

Hal terakhir yaitu cara melayani konsumen. Setelah mendapat pesanan, pengecer perlu mengemas serta mengirimkan produk tersebut sendiri. Sementara itu, dropship meneruskan pesanan dari konsumen kepada pemasok. Pemasok selanjutkan mengirim produk ke konsumen.

Lebih singkatnya, lihat tabel perbedaan kelebihan dan kekurangan reseller dengan dropship berikut.

Kelebihan
Reseller Dropship
  • Dapat memberikan informasi barang yang dijual sedetail mungkin kepada konsumen.
  • Dapat menawarkan produk langsung ke konsumen.
  • Konsumen cenderung percaya karena ada bentuk fisik dari barang yang akan dibeli konsumen.
  • Penjualan bisa dilakukan secara online dan offline.
  • Tidak memerlukan modal untuk menjalankan bisnis
  • Dapat menjual sebanyak mungkin jenis produk yang ingin ditawarkan kepada konsumen.
  • Tidak repot-repot memikirkan masalah pengemasan dan pengiriman produk.

 

Kelebihan
Reseller Dropship
  • Butuh modal cukup besar untuk memulai bisnis.
  • Risiko barang tidak laku atau rusak menjadi resiko Anda sendiri.
  • Dapat terjadi kendala pada packing dan pengiriman produk.
  • Butuh tempat untuk menyimpan produk.
  • Kurangnya kepercayaan konsumen karena barang tidak dapat dilihat secara fisik.
  • Keuntungannya tidak terlalu besar.
  • Risiko kemungkinan pembatalan pesanan oleh konsumen.

Demikian pembahasan mengenai perbedaan reseller dengan dropship yang perlu Anda ketahui. Tertarik memulai bisnis reseller? Berikut cara mudahnya.

 

Baca Juga: Peran Konsultan Pajak Bagi Pelaku UMKM di Indonesia

 

Cara Menjadi Reseller dan Menghasilkan Uang dari Bisnis Anda

 

 

  • Identifikasi Target Pasar Anda 

 

Sebagai reseller, Anda harus memiliki keahlian khusus dalam hal target industri atau demografis. Anda harus mengidentifikasi tren terbaru jika Anda akan masuk ke bisnis sepatu atau pakaian. Anda harus memahami audiens Anda dalam melayani apa yang mereka butuhkan dan apa yang mereka cari. Mengetahui dan mengidentifikasi target pasar memudahkan Anda untuk mengembangkan strategi pemasaran yang benar-benar berhasil.

 

 

  • Cari Pemasok

 

Setelah mengidentifikasi jenis produk yang ingin Anda jual kembali dan jenis konsumen yang akan Anda hadapi, Anda dapat mencari di Google dan mencari pemasok atau pengecer lain di dekat Anda. Terkadang, Anda dapat memiliki referensi dari rekan kerja, pemilik bisnis, dan kenalan yang berada di lini bisnis yang sama. Pilih saja sumber daya terbaik yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Pastikan membaca syarat dan ketentuan untuk menghindari kesalahpahaman di kemudian hari dalam menjalankan bisnis.

 

 

  • Tambahkan Nilai pada Produk

 

Di sinilah Anda menempatkan ekstra layanan kepada konsumen. Hal-hal seperti memberikan kode promosi kepada pelanggan online, potongan harga pembelian online, dan barang gratis serupa untuk mendekatkan hubungan Anda dengan konsumen. Dalam hal ini, beberapa konsumen lebih memilih untuk membeli produk dari pengecer karena pengalaman layanan konsumen yang sangat baik.

 

 

  • Beri Harga Produk dengan Baik

 

Meskipun memasarkan produk Anda penting, menetapkan harga produk Anda dengan baik dapat membantu memastikan bahwa bisnis Anda tetap menguntungkan. Harga produk tidak hanya menutupi harga pokok barang. Ini juga mencakup biaya pemasaran, karyawan (saat Anda mulai merekrut), pengeluaran seperti biaya website, dan banyak lagi.

Selama harga produk masuk akal untuk pasar, Anda tidak perlu merendahkan bisnis sendiri. Dengan menurunkan harga agar tetap kompetitif, bisnis Anda justru lebih mudah untuk gagal terutama jika mulai berkembang.

 

 

  • Buat Iklan

 

Secara umum, iklan Facebook dan Iklan di Google cenderung menjadi pilihan paling populer untuk resellers. Produk pembelian yang impulsif bekerja dengan sangat baik di kedua platform tersebut. Pelajari bagaimana cara memasang iklan di keduanya dengan seksama dan lihat dari hasil bisnis-bisnis yang berpengalaman.

 

 

  • Buat Konten

 

Dari pemasaran video hingga blogging, pembuatan konten dapat membantu meningkatkan kehadiran bisnis Anda. Dengan secara konsisten membuat konten untuk bisnis Anda, seiring waktu penjualan akan bertumbuh. 

Semakin banyak konten berkualitas tinggi yang Anda buat, semakin besar kemungkinan Anda  mendapat konsumen untuk melihat toko Anda.

Demikian penjelasan mengenai apa itu reseller, perbedaan reseller dengan dropship, dan cara menjadi reseller dengan mudah. Semoga dapat membantu.


September 13, 2021
WhatsApp-Image-2021-09-11-at-3.00.22-PM.jpeg

Dalam kehidupan sehari-hari, Anda mungkin sering menemui berbagai bentuk badan usaha mulai dari PT, CV, atau koperasi. Namun apakah Anda tahu apa perbedaan badan usaha dan perusahaan?

Anda mungkin berpikir badan usaha sama dengan perusahaan. Nah, anggapan itu bukanlah anggapan yang salah.

Sejatinya istilah badan usaha dan perusahaan adalah istilah yang berbeda. Namun saling berhubungan.

Lantas, apa itu badan usaha dan perbedaannya dengan perusahaan serta jenis-jenisnya di Indonesia, serta bagaimana pengenaan pajak bagi badan usaha? Simak jawabannya melalui artikel ini.

Pengertian Badan Usaha

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya,badan usaha dan perusahaan sering dianggap sama. Namun anggapan tersebut sebenarnya sah-sah saja.

Meski begitu, badan usaha dan perusahaan sebenarnya adalah dua istilah yang berbeda.  Jadi, apa itu badan usaha?

Badan usaha adalah suatu bentuk satu kesatuan hukum, teknis, dan prinsip ekonomi yang bertujuan mencari laba atau keuntungan. 

Sedangkan perusahaan adalah tempat dimana faktor-faktor produksi seperti produk, sumber daya, tenaga kerja dikelola dan diolah.

Singkatnya, badan usaha memiliki istilah kelembagaan sedangkan perusahaan menggambarkan suatu tempat yang dimiliki oleh perusahaan.

Karena perusahaan merupakan tempat, maka siapa pun yang melakukan usaha baik berbentuk badan maupun perseorangan bisa disebut perusahaan. 

Dengan kata lain, baik usaha yang dilakukan berskala besar maupun kecil apabila mereka memiliki tempat dalam mengelola faktor-faktor produksinya, maka itu disebut perusahaan.

Misal, sebuah rumah kecil yang memproduksi keripik atau ruko kecil yang membuka jasa bengkel maka bisa disebut perusahaan.

Sedangkan badan usaha dipengaruhi oleh faktor-faktor pembentuk dari segi aspek hukum, wilayah, kepemilikan, hingga prinsip ekonomi sehingga badan hukum memiliki jenis-jenis yang berbeda.

Hal tersebut menjadikan perusahaan memiliki arti yang sangat luas, sehingga dalam cakupan hukum istilah lebih banyak menggunakan istilah badan atau badan usaha dari pada perusahaan.

Fungsi Badan Usaha

Jika melihat secara luas, badan usaha memiliki beberapa fungsi bahkan fungsi diluar dalam mencari laba. Apa saja fungsi tersebut?

1. Fungsi Komersil

Fungsi komersil merupakan fungsi paling umum dari sebuah badan usaha yaitu berfungsi untuk mendapatkan keuntungan dengan cara mengelola faktor-faktor produksi.

Dalam fungsi komersil, badan usaha menggunakan dua prinsip yaitu manajerial dan operasional.

Prinsip manajerial adalah cara bagaimana mengelola faktor produksi yang terdiri dari perencanaan, pengarahan, pengorganisasian, dan pengawasan.

Sedangkan prinsip operasional adalah faktor produksi itu sendiri yang meliputi sistem produksi, tenaga kerja, alat, pemasaran, administrasi hingga keuangan.

2. Fungsi Sosial

Fungsi selanjutnya adalah badan usaha berfungsi memberikan nilai manfaat kepada lingkungan baik bagi masyarakat keseluruhan maupun lingkungan sekitar.

Bentuknya bisa apa pun misalnya, memberikan  program pemberdayaan UMKM, pemberdayaan masyarakat sekitar, atau bahkan penyelenggaraan pelatihan.

Selain itu, biasanya badan usaha yang telah matang juga memiliki program Tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai wadah untuk memberikan kontribusi sosial kepada masyarakat.

3. Fungsi Pembangunan Ekonomi

Badan usaha juga berfungsi sebagai kontributor atau penggerak ekonomi negara melalui penyediaan tenaga kerja dan ketersediaan barang dan jasa yang dibutuhkan sehari-hari oleh masyarakat.

Misal perusahaan jasa transportasi, perusahaan bahan makanan pokok atau perusahaan penyedia layanan kesehatan yang berperan penting dalam pergerakan ekonomi suatu negara.

Jenis dan Bentuk Badan Usaha

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, karena kompleksitasnya, badan usaha memiliki beberapa jenis dan bentuk yang dibedakan sebagai berikut:

1. Berdasarkan Jenis Kegiatan Usaha

Adapun bentuk dan jenis badan usaha berdasarkan jenis kegiatannya adalah sebagai berikut.

  • Ekstraktif – Jenis usaha yang memanfaatkan sumber daya alam. Misalnya perusahaan logam, minyak dan gas, dan perusahaan minuman.
  • Agraris – Jenis usaha yang memanfaatkan pertanian. Misalnya perusahaan pupuk, perkebunan, tambak, atau pembibitan.
  • Industri manufaktur – Jenis usaha yang mengubah nilai ekonomi suatu barang dengan mengubah bentuknya. Misal perusahaan obat dan kendaraan.
  • Perdagangan – Jenis usaha yang menjual barang tanpa mengubah nilai ekonominya atau tidak merubah bentuknya. Misal perusahaan penjual sepatu.
  • Jasa – Jenis usaha yang berfungsi untuk menyediakan jasa. Misalnya perusahaan asuransi, bank, atau perawatan.

2. Berdasarkan Aspek kepemilikan Modal

Jenis badan usaha berdasarkan aspek kepemilikan di Indonesia terbagi empat macam di antaranya sebagai berikut.

  • Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu badan usaha yang pemilik modalnya adalah pemerintah. Misalnya Perusahaan Listrik Negara (PLN).
  • Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yaitu badan usaha yang kepemilikan modalnya dipegang oleh pemerintah daerah. BUMD di Indonesia yang umum dikenal adalah Badan Usaha Bank seperti Bank DKI dan Bank Jateng.
  • Badan Usaha Milik Swasta (BUMS) yaitu usaha yang modalnya dimiliki oleh pihak swasta baik nasional maupun asing.
  • Badan Usaha Campuran yaitu usaha yang modalnya dipegang oleh pihak swasta dan juga pemerintah atau negeri. Badan usaha seperti ini yang dikenal adalah PT Telkom Indonesia dan PT Garuda Indonesia.

3. Berdasarkan Bentuk kerjasama

Berdasarkan bentuk kerjasama, badan usaha terdiri dari Badan Usaha Penanaman Modal Dalam Negeri dan Penanaman Modal Asing.

Badan Usaha Penanaman Modal Dalam Negeri yaitu bentuk kerjasama yang dilakukan oleh pihak dalam negeri.

Sedangkan Badan Usaha Penanaman Modal Asing adalah usaha yang modalnya dimiliki oleh pihak luar negeri yang beroperasi di dalam negeri. Misalnya PT Indofood Sukses Makmur dan PT Otsuka Indonesia.

4. Berdasarkan Bentuk Kepemilikan

Berdasarkan bentuk kepemilikan, badan usaha terdiri dari sebagai berikut.

    • Perseorangan – Usaha yang dimiliki, dikelola dan dimodali secara langsung oleh orang pribadi dimana risiko dan tanggung jawab ditanggung oleh orang pribadi yang menyelenggarakan usaha tersebut.

 

  • Perseroan Komanditer (CV) – Usaha yang dibentuk oleh dua orang atau lebih dimana terdiri dari sekutu aktif dan pasif. Sekutu aktif memiliki peran untuk menjalankan usaha dan mengadakan hubungan hukum dengan pihak ketiga.

 

Sedangkan sekutu pasif hanya berperan sebagai pemberi modal dan tidak berhubungan dengan pihak ketiga secara langsung.

 

  • Firma – Sama dengan CV namun perbedaannya kedua belah pihak sama-sama menjalankan usaha dan berhubungan secara hukum dengan pihak ketiga.
  • Perseroan Terbatas (PT) – Badan usaha yang didirikan berasas hukum berdasarkan perjanjian kegiatan usaha dengan modal dasar yang terbagi dalam saham.

 

Pajak yang Dikenakan Badan Usaha

Tidak hanya bagi perorangan, Wajib Pajak juga berlaku bagi entitas bisnis atau badan usaha.

Di Indonesia sendiri, kewajiban perpajakan bagi badan usaha diatur dalam UU No.36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan.

Adapun jenis pajak yang dikenakan bagi badan usaha adalah sebagai berikut:

Pajak Penghasilan Pasal 15

Pengenaan pajak yang mengatur dan perhitungannya dilakukan atas Norma Perhitungan Khusus untuk golongan Wajib Pajak Badan usaha tertentu yang bergerak pada bidang:

  • Sektor pelayaran atau penerbangan internasional dan dalam negeri
  • Sektor asuransi luar negeri
  • Perusahaan minyak dan gas
  • Perusahaan dagang asing
  • Perusahaan yang melakukan investasi dalam bentuk bangunan padat guna (build, operate, transfer).

 

Baca Juga: PPh Pasal 15: Pengertian, Tarif, Contoh Perhitungan & Pembayarannya

Pajak Penghasilan Pasal 22

Pemungutan pajak yang dilakukan atas kegiatan impor dari pembeli atas penjualan barang mewah atau yang biasa disebut dengan Pajak Pertambahan Nilai atas Barang Mewah (PPnBM).

Baca Juga: PPh Pasal 22, Pajak Ekspor Impor yang Wajib Diketahui

Pajak Penghasilan Pasal 23

Pajak yang dipungut atas transaksi atau penghasilan berupa dividen, royalti, bunga, sewa dari penghasilan lain dan imbalan atas jasa teknik.

Tarif PPh Pasal 23 sendiri dikenakan berdasarkan nilai Dasar Pengenaan Pajak atau jumlah bruto dari penghasilan yang didapat.

Dimana 15% dari jumlah bruto untuk dividen dan hadiah penghargaan dan tarif 2% dari jumlah bruto atas sewa dari penghasilan lain dan imbalan jasa teknis.

Baca Juga: Mengenal PPh Pasal 23: Objek, Tarif, dan Perhitungannya

Pajak Penghasilan Pasal 25

Pajak yang merupakan angsuran yang dihitung sesuai dengan jumlah pajak penghasilan terutang menurut SPT Tahunan PPh dikurangi PPh yang dipotong serta PPh terutang di luar negeri dan boleh dikreditkan.

Itulah pembahasan singkat mengenai apa itu badan usaha mulai dari fungsi hingga pemungutan pajaknya. Semoga memberikan sedikit-banyak manfaat bagi Anda.

Bagi Anda yang ingin mendirikan badan usaha dan pendampingan mulai dari perencanaan keuangan hingga konsultasi perpajakannya, Anda bisa menghubungi Kami, Rusdiono Consulting melalui tautan berikut ini.


Send this to a friend