Keuangan Archives - RDN Consulting


Category filter:AllAkuntansiBlogEkonomiEventHukumInfografikKesehatanKesehatanKeuanganKeuanganKonsultan PajakLaporan KeuanganManajemenPajakPajakTax ConsultationUncategorized
No more posts
September 19, 2022
WhatsApp-Image-2022-09-11-at-4.10.58-PM.jpeg

Ketika bekerja dengan bantuan karyawan, seseorang memiliki kewajiban untuk memberikan gaji. Pemberian gaji tentu tidak bisa sembarangan. Selain menyesuaikan dengan hal-hal seperti UMR, jabatan, dan kemampuan, juga perlu menyesuaikan dengan pendapatan dari usaha atau bisnis yang dibangun.

Pada jenis pekerjaan atau tempat tertentu, gaji karyawan dapat diberikan per jam. Bagaimanakah cara menghitung gaji per jam? Simak penjelasan di bawah ini!  

Pengertian Gaji 

Gaji adalah honor (biasanya berupa uang) yang diberikan kepada karyawan dengan kontrak tertentu sebagai pengganti hasil kerja atau jasa yang telah dilakukan. Gaji sering disamakan dengan upah, padahal kedua hal tersebut memiliki perbedaan.

Gaji umumnya akan diberikan secara reguler selama periode kerja. Sementara itu, upah adalah bayaran yang diberikan sesuai perjanjian tertentu. Upah biasanya tidak diberikan secara teratur atau menunggu pekerjaan diselesaikan oleh pihak yang akan menerima. 

Landasan Hukum yang Mengatur Gaji

Dalam pemberian gaji, penting juga untuk memerhatikan landasan hukumnya. Gaji karyawan ditentukan dalam UU Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003. Undang-undang ini menyebutkan bahwa besaran gaji pokok adalah minimal 75% dari upah total pegawai yang terdiri dari gaji bersih dan ditambah tunjangan tetap. 

Jenis-Jenis Gaji

Sebelum mengetahui cara menghitung gaji per jam, ketahuilah dulu pengelompokannya. Ada beberapa jenis sistem pengelompokan gaji, yaitu:

 

1. Gaji Berdasarkan Waktu

 

Sistem gaji ini adalah yang paling umum digunakan. Sesuai namanya, gaji akan diberikan kepada karyawan dalam kurun waktu tertentu. Gaji berdasarkan waktu bisa diberikan secara harian, mingguan, atau bulanan.

 

2. Gaji dari Satuan Hasil

 

Sistem gaji jenis ini diberikan dengan menyesuaikan hasil produksi barang dalam satuan tertentu seperti per potong, per box, per unit, dan sebagainya. Kadang kala, sistem gaji ini bisa membuat karyawan satu dengan yang lainnya mendapat nominal yang berbeda karena kemampuan menghasilkan barang yang berebda pula. 

 

3. Gaji Borongan

 

Gaji borongan adalah honor yang jumlahnya telah disepakati pihak karyawan dan yang mempekerjakan. Umumnya, gaji borongan akan diberikan pada waktu tertentu setelah sebuah proyek atau pekerjaan selesai. 

 

4. Gaji Berskala

 

Pada sistem gaji berskala, honor akan diberikan sesuai dengan hasil penjualan yang biasanya berubah-ubah. Bila penjualan meningkat atau besar, maka gaji yang didapat juga besar, dan berlaku juga sebaliknya. 

 

5. Gaji Bonus

 

Gaji bonus adalah bayaran tambahan yang diberikan karena berhasil menyelesaikan pekerjaan tertentu atau memiliki kinerja baik dalam waktu tertentu. Umumnya bonus diberikan sebagai motivasi agar karyawan lebih bersemangat dalam bekerja.  

Baca Juga: Ini 5 Komponen Gaji Karyawan yang Perlu Anda Ketahui

Cara Menghitung Gaji Per Jam

Berdasarkan UU Ketenagakerjaan, gaji per jam dihitung dengan menyesuaikan jam kerja yang biasa digunakan di Indonesia, yaitu 6 hari kerja dengan waktu 7 jam per hari (42 jam seminggu), atau 5 hari dengan waktu 8 jam per hari (40 jam seminggu).

Bila menggunakan asumsi 5 hari kerja dengan waktu 8 jam per hari, maka perhitungan gaji per jam yaitu:

Jam kerja setahun = jam kerja seminggu X jumlah minggu dalam setahun

= 40 jam  X 52 minggu = 2.080 jam

Jam kerja sebulan = jam kerja setahun : jumlah bulan dalam setahun

= 2.080 jam : 12 bulan = 173 jam

Gaji per jam = gaji sebulan : jam kerja sebulan (173 jam)

Itulah penjelasan mengenai cara menghitung gaji per jam beserta hal-hal yang berkaitan. Apabila anda tidak ingin repot dalam mengurus payroll untuk bisnis anda, kami menyediakan jasa payroll untuk anda, jasa kami meliputi implementasi penggajian, perhitungan hingga laporan penggajian. Hubungi kami di sini untuk informasi lebih lanjut.


September 5, 2022
WhatsApp-Image-2022-09-03-at-2.23.03-PM.jpeg

Pentingnya rasio keuangan ada pada perannya sebagai penentu kebijakan. Setiap perusahaan memerlukan analisis rasio keuangan untuk menentukan langkah apa yang akan dilakukan selanjutnya agar terhindar dari kerugian dan tetap bertahan. Buat kamu yang memiliki sebuah perusahaan atau sedang membangun bisnis, kamu perlu tahu mengenai hal ini lebih detail.

 

Definisi Rasio Keuangan

Rasio keuangan merupakan sebuah indikator penilaian sebuah perusahaan mengalami perkembangan atau tidak, melalui metode analisa yang diambil dari laporan keuangan dalam masa tertentu. Biasanya, manajemen perusahaan memanfaatkan rasio ini untuk menentukan sebuah kebijakan tertentu agar tidak salah dalam mengambil keputusan.

Macam-macam Rasio Keuangan 

Ternyata macam-macam rasio keuangan bisa kita ketahui dari jenis penggunaannya. Berikut penjelasan singkatnya;

1. Rasio Laba (Profitability Ratio)

Dengan rasio ini, kamu dapat mengetahui jumlah laba dalam periode tertentu sehingga tahu apa yang harus dipertahankan agar perusahaan tetap stabil.

2. Rasio Hutang (Solvency Ratio)

Dari sini kita bisa mengetahui secara jangka pendek maupun jangka panjang, seberapa besar kemampuan sebuah perusahaan dalam melunasi hutang yang dimiliki. Adanya rasio hutang akan membantu pertimbangan para investor dalam penanaman modal. Semakin tinggi kemampuan perusahaan dalam melunasi hutang, maka semakin tinggi kepercayaan investor dalam menanamkan modal.

3. Rasio Hutang Jangka Pendek (Liquidity Ratio)

Salah satu ciri suatu perusahaan kurang sehat ialah banyaknya hutang. Padahal, setiap perusahaan memiliki kapasitas dalam melunasi hutang jangka pendek.

4. Rasio Aktivitas (Activity Ratio)

Rasio aktivitas ini dimaksudkan untuk mengetahui efektif tidaknya aktiva sebuah perusahaan agar mendapatkan laba.

Baca Juga: Kinerja Keuangan Perusahaan: Cara Analisis, Indikator, & Faktor

Standar Rasio Keuangan Perusahaan yang Sehat

Setelah kita mengetahui sedikit mengenai apa itu rasio keuangan dana pa saja macamnya, lantas bagaimana kita mengetahui standar rasio keuangan perusahaan yang sehat atau kurang sehat? 

Nah, seperti penjelasan singkat di atas mengenai rasio hutang jangka pendek, bahwa salah satu ciri rasio keuangan yang kurang sehat ialah banyaknya hutang. Kamu bisa menggunakan perbandingan antara aktiva lancar dengan hutang lancar. Dikatakan perusahaan sehat apabila nilai aktiva lancar jauh lebih besar dibandingkan hutang lancar.

Selain itu, perusahaan yang sehat juga terlihat dari seberapa tinggi tingkat produktivitas dan profitabilitasnya. Hal itu akan menunjukkan sinergi keuangan sebuah perusahaan memiliki keefektifan, efisien, rendable, dan lain sebagainya seimbang. Itulah mengapa pengukuran dan evaluasi terhadap rasio keuangan sangat penting untuk mengendalikan dan memantau apakah perusahaan termasuk sehat atau tidak.

Itulah beberapa pembahasan mengenai rasio keuangan yang mungkin akan membantu kamu yang baru mendirikan sebuah perusahaan atau bisnis. Tentu pembahasan di atas baru sebagian kecil saja. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan ya!


August 31, 2022
WhatsApp-Image-2022-08-28-at-9.18.39-AM.jpeg

Saat terlibat dalam sebuah usaha, mau tidak mau kita harus mengenal ilmu akuntansi. Dengan begitu, kita bisa mengetahui keadaan perusahaan melalui berbagai perhitungan dalam laporan keuangan. Jika bisnis Anda melibatkan aset-aset berwujud, deplesi penting untuk dipelajari. Simak pembahasannya, dari mulai pengertian, tujuan, hingga cara penghitungan deplesi.

Apa itu Deplesi? 

Pertama, mari kita ketahui apa itu deplesi. Seperti disebutkan sebelumnya, deplesi adalah suatu metode penyusutan aset. Dalam hal ini, deplesi digunakan untuk menaksir penyusutan pada aktiva tetap berwujud hasil tambang, kayu, dan sumber daya alam lainnya.

Mengapa bisa terjadi penyusutan? Hal ini disebabkan pengelolaan sumber daya menjadi bahan baku yang memakan biaya atau cost. 

Selain deplesi, ada juga metode penyusutan depresiasi. Bedanya, deplesi lebih fokus pada aktiva yang tidak bisa langsung diperbaharui setelah habis digunakan, yaitu sumber daya alam. Sementara itu, depresiasi digunakan untuk aktiva yang dapat diperbaharui setelah pemakaian, seperti gedung, peralatan, dan mesin.

Fungsi Penghitungan Deplesi

Mengapa deplesi harus dilakukan? Usaha yang sumber dayanya berasal dari alam akan mendapat manfaat dari deplesi, yaitu mengetahui sisa sumber daya alam setelah pengelolaan. Dengan begitu, penggunaannya bisa diatur sebaik mungkin. 

Pengelolaan yang baik akan membantu perusahaan untuk membuat rencana pengerjaan di masa yang akan datang. Manfaat lain deplesi adalah bisa mencegah terjadinya kelangkaan sumber daya alam. 

Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan metode penyusutan ini agar penyusutan bisa ditaksir, yaitu:

  • Harga perolehan aktiva, yang meliputi pengeluaran sejak proses perizinan mendapatkan sumber daya alam hingga bisa diperoleh hasilnya. 
  • Taksiran nilai sisa setelah sumber daya alam dieksploitasi.
  • Taksiran hasil yang dapat dieksploitasi secara ekonomi.
  • Penghitungan deplesi dari per unit sumber daya alam.

Baca Juga: Mengenal Metode Penyusutan dan Jenisnya dalam Akuntansi

Cara Menghitung Deplesi

Perhitungan deplesi dapat dilakukan melalui beberapa langkah, yaitu:

  • Pertama, menentukan dasar perhitungan deplesi. Terdapat beberapa dasar penentuan deplesi, yaitu biaya untuk mendapatkan atau sewa aset, biaya eksplorasi, biaya pengembangan, dan biaya restorasi setelah sumber daya digunakan atau habis.
  • kedua, perhitungan deplesi dari tiap unit. Angka yang dihasilkan bergantung dari total unit yang diharapkan dapat diproses. Rumusnya dapat dituliskan sebagai berikut:

laju deplesi = (basis deplesi – nilai sisa) / jumlah unit yang diharapkan dapat diproses

 

  • ketiga, menghitung biaya deplesi. Nilai deplesi pada satu periode didapat dengan mengalikan unit yang dapat diambil dengan nilai deplesi tiap unit. Dapat dirumuskan dengan:

 

biaya deplesi satu periode = unit yang diambil sepanjang periode x laju deplesi

 

Sekarang, mari kita pelajari contoh perhitungan berikut:

Perusahaan batu bara ABC telah memperoleh tambang batu bara dengan nilai Rp. 5.000.000.000 tanpa ada biaya lain. Perusahaan mengharapkan jumlah batu bara sebesar 40.000 ton untuk diproses. Total batu bara yang diproses selama satu tahun adalah 6.200 ton tanpa nilai sisa. Maka rumus deplesinya adalah:

(basis deplesi/sumber daya yang diharapkan) x sumber daya yang dapat diproses dalam setahun 

= (Rp. 5.000.000.000/40.000 ton) x 6.200 ton

= Rp. 125.000 x 6.200

= maka biaya deplesinya sebesar Rp. 775.000.000

Demikian pembahasan mengenai deplesi. Perhitungan data yang dilakukan secara disiplin dan benar akan membuat neraca usahamu semakin akuntabel. Semoga membantu.


August 26, 2022
WhatsApp-Image-2022-08-19-at-6.16.13-AM-1.jpeg

Membuat laporan keuangan secara disiplin adalah hal yang esensial dalam kelangsungan usaha. Salah satu komponen dalam laporan ini adalah cadangan kerugian piutang. Kenali peranan dan metode perhitungannya. Cara ini bisa membantu kondisi finansial usahamu terjaga dan terus berkembang.

Mengapa Perlu Dibuat Cadangan Kerugian Piutang?

Perhitungan cadangan kerugian piutang perlu dilakukan untuk menjaga keadaan keuangan sebuah usaha. Melalui perhitungan ini, akan diketahui besarnya piutang yang mungkin tidak tertagih dan apa pengaruhnya untuk perusahaan. Dengan begitu, tindakan antisipatif bisa diambil agar keuangan perusahaan tidak terganggu.

Nah, jika kondisi finansial yang akan datang sudah dapat diperkirakan, maka akan lebih mudah juga bagi perusahaan untuk membuat langkah-langkah penting untuk menjaga kelangsungan usaha. 

Cadangan kerugian piutang dalam neraca diposisikan sebagai pengurang piutang. Hal ini karena pada dasarnya, piutang yang ditampikan dalam neraca hanyalah sejumlah piutang yang dapat ditagih.

Membuat Jurnal Cadangan Kerugian Piutang

Jumlah piutang tidak tertagih akan sulit dihitung secara pasti. Karena itu, ada beberapa cara membuat jurnal cadangan kerugian piutang agar perusahaan mendapat estimasi yang cukup akurat. Sebelum melakukan penghitungan, ada dua hal mendasar dalam menentukan cadangan kerugian piutang. 

1. Pencatatan berdasarkan persentase penjualan

Cara ini dilakukan dengan menentukan persentasi penjualan terlebih dahulu. Langkahnya adalah dengan menjumlahkan penjualan hutang bersih dan tidak tertagih. Kemudian, angka persentase dikalikan dengan kjumlah keseluruhan penjualan pada periode tersebut.

2. Pencatatan berdasarkan persentase piutang

Sementara itu, pencatatan berdasarkan persentase piutang dilakukan dengan menggunakan pendekatan aktiva utang. 

Baca Juga: Manajemen Piutang Usaha: Pengertian, Tujuan dan Analisis

 

Metode Cadangan Kerugian Piutang

Sekarang, saatnya mengetahui metode cadangan kerugian piutang. Ada tiga metode yang bisa digunakan, yaitu:

1. Saldo kerugian piutang dinaikkan

Ada beberapa hitungan dalam metode ini. Rumus yang pertama yaitu dengan mengalikan persentase kerugian yang telah ditetapkan dengan saldo piutang. Dapat ditulis sebagai berikut:

Persentase kerugian yang telah ditetapkan x saldo piutang

Ingat, metode ini hanya dapat dipakai jika terdapat dua komponen di atas. Jika hanya terdapat salah satu, maka penghitungan tidak dapat dilakukan.

Cara lainnya adalah dengan menggunakan rumus berikut:

Persentase kerugian + saldo rekening cadangan kerugian piutang, atau

Persentase kerugian – saldo rekening cadangan kerugian piutang

2. Cadangan kerugian piutang ditambah

Metode ini dilakukan dengan menggunakan rumus:

Persentase kerugian piutang x saldo piutang

Bila menghadapi kendala berupa kesulitan seperti kesulitan membuat estimasi piutang yang bisa ditagih, kamu dapat mengatasinya dengan menghitung saldo piutang pada jangka waktu terkait.

3. Cadangan dinaikkan berdasarkan Analisa umur utang

Kamu harus mengelompokkan umur piutang jika menggunaan metode ini. Langkahnya adalah sebagai berikut:

  • Pertama, menganalisa umur piutang para pelanggan.
  • Selanjutnya, membuat estimasi kerugian piutang berdasarkan Analisa yang telah dibuat sebelumnya. 

Demikian informasi dasar mengenai cadangan kerugian piutang. Buat penghitungan ini setiap akhir periode supaya keuangan usahamu selalu terjaga.


August 24, 2022
WhatsApp-Image-2022-08-19-at-6.06.55-AM.jpeg

Pengertian SKBDN

Masih asing dengan istilah ini? SKBDN atau Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri adalah sebuah layanan yang diberikan oleh bank untuk menjamin kelancaran dan keamanan transaksi perdagangan dalam negeri. Surat dagang ini dikeluarkan oleh bank pembuka (issuing bank) yang telah ditunjuk oleh pemohon (applicant) untuk membayar sejumlah uang kepada pihak penerima (beneficiary).

Jadi, dapat kita simpulkan bahwa SKBDN dibuat untuk memberikan garansi kepada penerima bahwa pemohon akan memenuhi pembayaran dalam jangka waktu yang telah ditentukan. Keberadaan surat ini juga dapat menurunkan risiko pembayaran yang tidak lunas dalam sebuah transaksi dagang.

Cara Kerja SKBDN

SKBDN membantu sebuah transaksi berjalan lancar, apalagi jika transaksi tersebut terkendala masalah jarak, sistem yang berbeda, serta bernilai besar. Lalu, seperti apa mekanisme SKBDN berjalan?

  • Pertama, adanya kesepakatan yang telah dibuat oleh penjual dan pembeli. Kesepakatan harus memuat beberapa detil persyaratan seperti spesifikasi barang dan tahap-tahap pembayaran.
  • Selanjutnya, pembeli atau pemohon (applicant) menghubungi bank pembuka atau issuing bank untuk merilis SKBDN dengan besaran nilai yang sesuai dengan kesepakatan transaksi. 
  • Setelah itu, apabila permohonan telah mendapat persetujuan issuing bank, SKBDN akan diterbitkan. Uang jaminan yang sebelumnya telah disanggupi oleh pihak pemohon akan dipegang oleh bank selama transaksi berlangsung.
  • Tahap selanjutnya adalah bank pembuka akan menghubungi bank pembayar untuk menginformasikan bahwa SKBDN yang diajukan oleh pemohon telah dibuka. 
  • Kemudian, pihak bank pembayar akan memberitahu pihak penjual atau penerima, SKBDN telah dibuka. Artinya, barang sudah dapat dikirim menggunakan jasa pengangkutan.
  • Untuk memulai proses pembayaran, penjual harus mengumpulkan dokumen-dokumen terkait termasuk bukti pengiriman dari perusahaan pengangkutan untuk diserahkan pada bank pembayar. 
  • Pembayaran dapat dilakukan secara langsung oleh bank pembayar maupun menunggu dahulu pembayaran dari pihak bank pembuka. Jika memilih cara yang kedua, maka bank pembayar harus memberikan semua dokumen dari penjual kepada bank pembuka agar proses pembayaran dapat segera dituntaskan. 
  • Jika semua dokumen sudah memenuhi persyaratan, maka bank pembuka akan melakukan pembayaran. Lalu, pembeli harus memenuhi kewajiban membayar pada bank pembuka. Jika pembayaran sudah terpenuhi, pembeli akan mendapat semua dokumen dari bank pembuka untuk keperluan pengambilan barang.

Baca Juga: Manajemen Piutang Usaha: Pengertian, Tujuan dan Analisis

Apa Perbedaan SCF dan SKBDN?

SCF atau Supply Chain Financing adalah pembiayaan bank untuk seluruh mata rantai sebuah bisnis. SCF biasanya diberikan untuk perusahaan yang memnuhi kualifikasi yang telah ditentukan. Sementara itu, SKBDN hanya bisa dilakukan untuk satu jenis transaksi saja. 

Jenis-Jenis SKBDN

Untuk jenis-jenisnya, ada beberapa SKBDN yang dipakai dalam transaksi dalam negeri, yaitu:

  1. Penerbitan Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri 
  2. Perubahan Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri
  3. Pembiayaan Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri
  4. Penerusan Surat Kredit Bedokumen Dalam Negeri.

Demikian informasi dasar mengenai SKBDN. Berencana membuat surat ini? Pastikan Anda memenuhi semua ketentuannya, ya.


May 19, 2022
WhatsApp-Image-2022-05-16-at-4.22.43-PM.jpeg

Faktur pajak gabungan merupakan jenis faktur standar yang memberikan kemungkinan pada pengusaha kena pajak atau biasa disingkat dengan PKP untuk membuat faktur yang berisi semua penyerahan barang atau jasa yang tergolong sebagai objek kena pajak milik pembeli dalam 1 bulan kalender. 

Sederhananya, faktur ini digunakan untuk mencatat beberapa transaksi dalam sebulan oleh PKP. Contoh faktur pajak gabungan misalnya PT ABC melakukan transaksi dengan PT DEF dalam satu bulan pada tanggal 5, 7, 15, 20, 25, 3.

Faktur ini memudahkan dalam pencatatan keuangan khususnya dengan pembeli yang melakukan transaksi berulang.

Dasar Hukum

Peraturan faktur pajak gabungan berlandaskan pada UU PPN pasal 13. Pada pasal tersebut disebutkan bahwa satu faktur pajak mencakup seluruh penyerahan kepada pembeli atau pihak penerima barang maupun jasa kena pajak.

Dasar hukum terkait faktur pajak gabungan juga tertuang pada pasal 6 PMK 151/2013 dan pasal 1 angka 5 Perdirjen Pajak No. PER-24/PJ/2012. Kini pembuatan faktur telah menggunakan online atau e-faktur. 

Pemberlakuan e-faktur resmi diterapkan sejak 2014 berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pajak No. KEP-136/PJ/2014.

Syarat Faktur Pajak Gabungan

Ada beberapa ketentuan untuk bisa membuat faktur pajak ini. Syarat yang dimaksud bagi PKP di antaranya adalah wajib menyertakan faktur penjualan saat membuat faktur pajak. Faktur penjualan harus terdiri dari satu faktur berisikan sejumlah transaksi.

Faktur penjualan dilengkapi pula dengan surat jalan dan tanggal. Tanggal pada surat jalan harus sama dengan tanggal faktur pajak dan faktur penjualan. 

Faktur pajak berisi barang dan nominal transaksi. Satu nomor seri faktur pajak (NSFP) hanya bisa dipakai pada satu fitur pajak gabungan saja.  

Menurut Peraturan Menkeu No. 38/PMK.03/2010 terkait tata cara pembuatan dan tata cara pembetulan atau penggantian faktur pajak dikatakan bahwa faktur gabungan untuk perpajakan paling lama dibuat pada akhir bulan penyerahan barang atau jasa kena pajak.

Tata Cara Pembuatan Faktur Pajak Gabungan

Pada dasarnya jika sudah mengetahui syarat faktur pajak gabungan dalam pembuatannya tinggal mengikuti mekanisme faktur masukan biasa. Faktur pajaknya sendiri akan memuat beberapa keterangan di antaranya adalah :

  • Nama penjual, alamat lengkap dan NPWP penjual
  • Alamat, nama lengkap, dan NPWP pihak pembeli
  • Keterangan barang atau jasa yang diperdagangkan beserta harga jual, potongan harga dan penggantian
  • PPN atau pajak pertambahan nilai atas barang mewah yang dipungut
  • Nomor seri, kode dan tanggal faktur pajak
  • Nama dilengkapi dengan tanda tangan pihak yang berhak menandatangani faktur perpajakan seperti direktur

Baca Juga: Kode Faktur Pajak, Bagian Faktur Pajak yang Wajib Dipahami PKP

PKP bisa membuat faktur pajak gabungan pada tanggal transaksi akhir pembeli. Jika dibandingkan dengan faktur pajak standar, faktur gabungan cenderung memiliki jumlah transaksi lebih banyak.

Fungsi faktur pajak gabungan adalah memenuhi kewajiban perpajakan. Bila terjadi kesalahan pengisian pihak PKP dapat melakukan pembetulan layaknya faktur pajak standar. Jika tak kunjung melakukan pembetulan maka akan dilakukan pemeriksaan pajak oleh auditor.


April 13, 2022
WhatsApp-Image-2022-04-10-at-11.07.57-AM.jpeg

Laporan keuangan menjadi hal yang penting sekali untuk diperhatikan dalam bisnis maupun perusahaan. Hal ini karena menyangkut banyak hal dan juga aspek. Bagian dari laporan keuangan yang tak kalah penting adalah neraca keuangan. Lalu, apa yang dimaksud dengan neraca keuangan dan bagaimana cara membuatnya? Simak pembahasannya dalam artikel berikut ini!

Pengertian Neraca Keuangan

Hal yang mendasar dari neraca keuangan adalah informasi mengenai aset, kewajiban pembayaran pada pihak terkait dalam operasional perusahaan, dan juga modal yang digunakan dalam waktu tertentu. Jenis neraca yang digunakan oleh setiap perusahaan pun tentunya akan berbeda, tergantung jenis bidang yang digeluti. Namun, tujuannya tetap sama, yaitu membantu pengelolaan keuangan dalam perusahaan tersebut.

Komponen pada Laporan Neraca Keuangan

Laporan neraca keuangan tentunya disajikan melalui teknik yang rapi dan juga dikerjakan dengan teliti. Oleh karena itu, penting sekali untuk mengetahui komponen-komponen yang ada di dalamnya guna menghasilkan laporan keuangan yang terpercaya. Komponen yang dibutuhkan tersebut antara lain:

1. Aset

Aset (aktiva) adalah keseluruhan sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan. Hal ini berkaitan dengan nilai kekayaan dan juga kebutuhan perusahaan untuk tetap beroperasi. Aktiva ini terbagi menjadi dua, yaitu:

          Aset lancar: aset yang memiliki kegunaan dalam jangka pendek.

          Aset tetap: aset yang manfaatnya memiliki masa lebih dari satu tahun.

2. Liabilities (kewajiban)

Komponen penting yang lainnya adalah kewajiban yang juga merupakan utang terhadap pihak lain yang harus dibayar. Hal ini biasanya meliputi utang, pendapatan, dan juga biaya jatuh tempo. Terdapat dua kewajiban dalam laporan neraca keuangan. Di antaranya adalah:

          Utang/kewajiban lancar: kewajiban yang jatuh tempo dalam kurun waktu satu tahun.

          Utang/kewajiban jangka panjang: kewajiban yang  jatuh temponya lebih dari satu tahun.

Baca Juga: Pengertian Liabilitas dan Jenis-Jenisnya dalam Bisnis

3. Modal atau ekuitas

Modal atau ekuitas merupakan elemen yang terdapat dalam laporan keuangan dan dapat mencerminkan kepemilikan perusahaan. Hal ini dapat diartikan sebagai selisih antara komponen aset dan utang. Artinya, ekuitas dalam laporan neraca merupakan saldo akhir dari usaha. Macam-macam modal yang perlu diketahui antara lain:

          Saham disetor (jumlah kas yang disetorkan oleh pemegang saham ke perusahaan)

          Laba ditahan (laba perusahaan yang tidak dibagikan kepada pemegang saham)

Hal-Hal Penting dalam Membuat Laporan Neraca Keuangan

Ketika Anda akan membuat laporan neraca keuangan, penting sekali untuk melihat contoh neraca keuangan dan juga mengetahui format neraca keuangan agar memiliki gambaran saat membuatnya. Namun, perhatikan pula empat hal berikut ini agar pembuatan laporan dapat berjalan dengan baik.

          Membuat jurnal neraca

          Memposting laporan laba rugi

          Menyusun laporan laba rugi

          Menyusun laporan perubahan modal

Dengan empat poin di atas, maka pembuatan laporan neraca keuangan pun akan lebih mudah. Itulah serba-serbi mengenai neraca keuangan yang penting sekali untuk diperhatikan. Agar laporan terbebas dari kekeliruan yang memungkinkan merugikan perusahaan, usahakanlah agar mempercayakannya pada orang yang kompeten atau mengerjakannya dengan teliti.


February 2, 2022
WhatsApp-Image-2022-01-29-at-2.58.33-PM.jpeg

Belakangan, mata uang kripto atau cryptocurrency adalah instrumen investasi yang cukup diminati oleh banyak orang terutama para generasi yang bergerak di era digital.

Maraknya mata uang kripto atau cryptocurrency belakangan ini juga tanpa alasan. Pertama, ekosistem investasi digital yang semakin baik di masa pandemi.

Kedua, mata uang kripto juga memiliki high risk high return atau memiliki keuntungan tinggi dengan risiko tinggi pula.

Lantas, apa itu mata uang cryptocurrency dan bagaimana pengenaan pajak kripto di Indonesia? Simak artikel berikut ini.

Sekilas Tentang Cryptocurrency: Apa itu Mata Uang Kripto?

Menurut Investopedia dan beberapa literasi, kripto; mata uang kripto; atau cryptocurrency adalah mata uang digital atau virtual yang dijamin keamanannya menggunakan kriptografi. Itulah mengapa mata uang digital ini disebut dengan mata uang kripto.

Kriptografi sendiri adalah teknik, protokol, atau kumpulan metode penyampaian dan penyimpanan data secara tersembunyi atau terenkripsi. 

Enkripsi sendiri adalah proses penyandian atau penyembunyian data yang dapat dibaca menjadi sebuah kumpulan kode yang tidak bisa dibaca. Sehingga data di dalamnya tidak dapat dipalsukan atau digandakan.

Karakteristik Mata Uang Kripto atau Cryptocurrency

Melansir Forbes, ada tiga kata kunci yang menggambarkan cara kerja mata uang kripto atau cryptocurrency yaitu digital, terenkripsi, dan desentralisasi.

Karena sifatnya yang digital, mata uang kripto atau cryptocurrency tidak seperti mata uang fiat yang dipengaruhi oleh otoritas pemerintahan dan bank yang berlaku.

Pengawasan dan perilisan dilakukan sepenuhnya langsung oleh pengguna mata uang kripto itu sendiri. Sehingga proses transaksi mata uang digital ini dilakukan secara peer-to-peer atau desentralisasi.

Sifat transaksi yang terdesentralisasi ini dibangun dan dikelola oleh teknologi blockchain yaitu pusat atau bank data yang menghubungkan tiap-tiap blok data lainnya. Dalam hal ini, blockchain dianggap sebagai buku besar yang terhubung dengan buku-buku lainnya.

Selain terbuka, mudah, dan cepat, data pada blockchain terenkripsi. Selain itu apabila terdapat pembaruan data, maka data sebelumnya tidak bisa diintervensi. Sehingga data yang terhubung lebih aman dan akurat.

 

Cara Kerja Cryptocurrency

Dalam praktiknya, pengguna cryptocurrency dapat mengaksesnya melalui PC atau smartphone di mana dan kapan pun. Sama seperti transaksi digital lain, pengguna nantinya akan diberikan kunci otorisasi berupa digital signature.

Secara sederhana, digital signature ini nantinya digunakan sebagai identifikasi bahwa seseorang adalah sebagai pengguna sah. 

Nantinya, pengguna yang melakukan transaksi akan saling terhubung melalui blok transaksi yang disaksikan dan diverifikasi oleh blockchain atau dalam hal ini ledger.

Proses verifikasi blok transaksi ini dilakukan dengan menyelesaikan perhitungan matematis sehingga membentuk pola keamanan yang unik dan sulit ditembus oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Selain itu, edger dapat diakses oleh siapa pun yang terhubung dan mampu menunjukkan informasi terkait kapan suatu mata uang kripto ditambang, dimiliki oleh siapa, atau berpindah ke tangan siapa.

Sejaran dan Jenis Mata Uang Kripto atau Cryptocurrency

Bitcoin menjadi mata uang kripto pertama dan dicetuskan pertama kali tahun 2009 oleh kriptografer asal Jepang, Satoshi Nakamoto yang merupakan nama samaran.

Sang empunya, menciptakan Bitcoin menggunakan fungsi SHA-256 sebagai bukti skema kerja mata uang kripto ciptaannya. 

Beliau juga menjadi orang yang mencetuskan skema blockchain dalam cara kerja mata uang kripto bersama Hal Finney yang sama-sama seorang ahli komputer yang kemudian menjadi fenomenal dan dikenal oleh masyarakat.

Mulanya, Bitcoin digunakan dalam situs ilegal. Nilai transaksinya pun mencapai US$ 1 miliar Bitcoin. Meski begitu, fenomena Bitcoin akhirnya meluas dan memicu investor lain untuk mengembangkan mata uang kripto lainnya.

Melansir CoinMarketCap, hingga Januari 2022 setidaknya ada 9.000 lebih mata uang kripto yang terdaftar dalam pasar uang kripto. Hingga artikel ini ditulis nilai market uang kripto mencapai US$2,053,923,654,454.

Masih di situs yang sama, 5 cryptocurrency terbesar saat ini adalah Bitcoin. Diikuti Ethereum, BNB, Tether, dan Cardano.

Di Indonesia sendiri, hingga Desember 2021 terdapat 11 pedagang aset kripto dan 229 mata uang kripto yang terdaftar dalam Bappebti.

Perbedaan Mata Uang Kripto dan Mata Uang Tradisional (Fiat)

Setelah mengetahui apa itu uang kripto, lantas apa yang membedakannya dengan uang tradisional atau fiat?

Melalui Bisnis Indonesia, Jericho Biere selaku Research and Development Manager Indonesia Comodity & Derivative Exchange (ICDX) memberi jawaban.

Menurutnya, mata uang kripto dan mata uang fiat masing-masing memiliki fungsi yang sama yaitu sebagai alat tukar transaksi, aset, alat ukur, dan sebagai alat satuan hitung.

Adapun perbedaan keduanya adalah mata uang kripto bersifat desentralisasi. Itu berarti dalam penerbitan dan pengelolaanya tidak melibatkan pihak ketiga dalam hal ini otoritas perbankan atau pemerintahan.

Berbeda dengan mata uang fiat yang diterbitkan dan dikelola oleh pihak ketiga yaitu bank sentral. Oleh karena itu, kripto oleh beberapa negara termasuk Indonesia tidak dianggap sebagai mata uang yang sah. Namun sebagai aset investasi.

Selain itu, mata uang fiat memiliki dampak makro sedangkan uang kripto bersifat pribadi dan beroperasi secara independen dan perubahannya tidak dipengaruhi oleh kondisi makro.

Keuntungan dan Risiko Investasi Cryptocurrency

Keuntungan dari cryptocurrency salah satunya dapat digunakan sebagai instrumen investasi.

Selain itu, karena sifatnya terbuka, cryptocurrency lebih mudah diakses dan memiliki transaksi yang lebih cepat dibandingkan transaksi mata uang diat di bank.

Dari sisi risiko, sebenarnya tidak ada yang lebih buruk atau baik antara mata uang fiat dan cryptocurrency. Hanya saja, cryptocurrency memiliki volatilitas yang sangat tinggi dan cepat.

Volatilitas yang tinggi ini membuat mata uang kripto bisa memberikan keuntungan setinggi-tingginya atau kerugian seburuk-buruknya.

Sehingga membuat para pengguna mata uang kripto harus lebih jeli dan memahami informasi masing-masing mata uang kripto yang digunakan.

Di sisi lain, salah satu risiko cryptocurrency adalah penggunaan pada aktivitas ilegal. Misalnya, pencucian uang atau transaksi ilegal lainnya.

Regulasi Mata Uang Kripto di Indonesia

Dari sisi regulasi, perdagangan aset kripto di Indonesia diatur oleh Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi) melalui dasar hukum sebagai berikut:

  • Peraturan Kepala Bappebti No.3 Tahun 2019 tentang Komoditi yang dapat Dijadikan Subjek Kontrak Berjangka, Kontrak Derivatif Syariah, dan/atau Kontrak Derivatif Lainnya yag Diperdagangkan di Bursa Berjangka.
  • Permendagi No.99 Tahun 2018 tentang Kebijakan Umum Penyelenggaraan Perdagangan Berjangka Aset Kripto
  • Peraturan Bappebti No.2 Tahun 2020 tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Aset Kripto di Bursa Berjangka.
  • Peraturan Bappebti No.7 Tahun 2020 tentang Penetapan Daftar Aset Kripto yang dapat Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto.

Sedangkan Bank Indonesia menegaskan bahwa cryptocurrency tidak dapat digunakan sebagai alat tukar atau pembayaran baik di institusi keuangan perbankan maupun teknologi finansial di Indonesia.

Pajak Cryptocurrency di Indonesia

Hingga artikel ini ditulis, pengenaan pajak terhadap aset kripto masih dilakukan pengkajian oleh Direktorat Jenderal Pajak bersama otoritas terkait. 

Meski begitu, DJP mengimbau para investor atau pemilik aset kripto wajib melaporkan asetnya pada SPT tahunan. Hal tersebut karena keuntungan dari aset kripto merupakan bagian dari penghasilan yang harus dikenakan pajak. 

Untuk saat ini, DJP masih menimbang dua skema pemungutan pajak atas aset kripto yaitu skema Pajak Penghasilan dan Pajak Pertambahan Nilai.

Baca Juga: Ketahui Cara Lapor dan isi SPT Tahunan Badan Di Sini!

Dari segi Pajak Penghasilan (PPh), DJP menilai Wajib Pajak bisa menggunakan metode perhitungan pajak atas capital gain atau PPh Pasal 25/29. Dimana Wajib Pajak bisa mlakukan self-assessment dalam pembayarannya.

Sedangkan perhitungan pajak atas aset kripto juga dilakukan dengan Pajak Pertambahan Nilai mengingat aset kripto tidak termasuk ke dalam daftar negatif Pasal 4A UU PPN.

Mengingat besarnya arus transaksi cryptocurrency di Indonesia,maka pengenaan pajak atas komoditi ini akan berdampak besar pada kontribusi bagi penerimaan negara.


January 10, 2022
WhatsApp-Image-2022-01-09-at-8.41.00-AM.jpeg

Kompensasi pada Perusahaan

Kompensasi merupakan segala sesuatu yang diperoleh, baik dalam bentuk materiil maupun non materiil. Imbalan ini menjadi hak seseorang terkait apa yang telah dilakukan atau dikorbankannya. Bila bicara mengenai dunia kerja, imbalan di sini umumnya berupa financial reward. Untuk lebih memahami mengenai jenis-jenis kompensasi, simak ulasan lengkapnya berikut ini. Pemberian kompensasi oleh perusahaan menjadi sebuah kewajiban yang diatur undang-undang ketenagakerjaan. Masing-masing perusahaan memiliki cara yang tidak sama dalam menerapkan sistem kompensasi bagi para karyawannya.   

Macam-macam jenis kompensasi

Ganjaran, imbalan, atau lebih umum dikenal dengan sebutan kompensasi, memiliki jenis yang bermacam-macam. Jenis-jenis kompensasi di antaranya:

  • Imbalan finansial secara langsung

Gaji atau upah merupakan contoh kompensasi yang diserahkan secara langsung. Selain gaji, ada juga tunjangan-tunjangan, dan insentif (berupa komisi, bonus, pembagian laba). Jenis imbalan finansial secara langsung termasuk yang dikenai pajak  PPh 21.

  • Imbalan finansial tidak langsung

Perusahaan juga biasanya memberikan imbalan finansial yang tidak dalam bentuk uang, tetapi dibayarkan oleh perusahaan. Fasilitas kantor, asuransi kesehatan, asuransi tenaga kerja, keanggotaan di klub kebugaran, program pensiun, merupakan beberapa contoh imbalan finansial secara tidak langsung.

  • Imbalan non finansial

Karyawan tidak hanya membutuhkan imbalan secara finansial tapi juga non finansial yang menunjang untuk dapat bekerja dengan baik dan produktif. Lingkungan kerja yang kondusif, program pelatihan yang meningkatkan kecakapan kerja, pengembangan karir, ketiganya termasuk imbalan non finansial.   

Dampak pemberian kompensasi

Kompensasi yang diberikan perusahaan pada karyawannya akan memberikan dampak tersendiri. Dampak baik yang dapat diperoleh perusahaan antara lain:

  1. Kemajuan bisnis yang meningkat karena didorong oleh para karyawan yang memiliki performa kerja sangat baik.
  2. Memperoleh loyalitas dari para karyawan.
  3. Citra perusahaan yang positif.
  4. Memacu karyawan untuk bekerja dengan lebih baik.
  5. Mempermudah aspek hukum dan proses administrasi perusahaan.

Baca Juga: 10 Tunjangan Karyawan yang Dapat Diberikan Selain Gaji Pokok

Faktor-faktor yang berpengaruh pada besarnya kompensasi

Terdapat sejumlah faktor yang mempengaruhi besar kecilnya kompensasi, yaitu kemampuan perusahaan, peraturan perundang-undangan yang berlaku, jenis pekerjaan, proporsi tanggung jawab yang mesti diemban, tingkat  biaya hidup, bagaimana kompensasi yang berlaku pada perusahaan lain, dan yang terakhir adalah peranan Serikat Buruh.

Ada tahapan-tahapan yang perlu dilakukan manajemen supaya dapat memberikan kompensasi yang proporsional, yakni:

  1. Memiliki informasi analisis pekerjaan yang akan menjadi patokan dalam mengevaluasi hasil pekerjaan karyawan.
  2. Melakukan evaluasi pada setiap pekerjaan yang dilakukan karyawan.
  3. Melakukan riset mengenai nilai harga setiap pekerjaan.

Baca Juga: Ini 5 Komponen Gaji Karyawan yang Perlu Anda Ketahui

 

Perusahaan sudah seharusnya memberikan kompensasi pada karyawannya sebagai wujud apresiasi atas kinerja yang telah ditunjukkan. Idealnya, semakin baik performa kerja maka ganjarannya pun semakin besar. Ganjaran yang proporsional akan meningkatkan motivasi kerja, sekaligus membantu mengurangi biaya perekrutan dengan mempertahankan karyawan berkualitas untuk waktu yang lebih lama.


January 7, 2022
WhatsApp-Image-2022-01-02-at-10.17.13-AM.jpeg

Apa itu payroll mungkin tidak terlalu kita pahami meski cukup akrab di telinga. Di sini akan diulas mengenai payroll, untuk menambah pengetahuan para karyawan terkait sistem penggajiannya.

Payroll dan metode yang digunakan

Payroll adalah istilah yang dipakai untuk proses-proses yang terdapat pada sistem penggajian karyawan. Ada beberapa metode yang digunakan dalam perhitungan payroll, yaitu metode netto, metode gross, dan metode gross up.

  • Metode netto

Metode ini mungkin paling banyak dipakai perusahaan, dimana gaji yang diterima karyawan merupakan gaji bersih yang telah dipotong pajak dan iuran. Penerapan payroll dengan metode netto membuat perusahaan harus menghitung besaran pajak masing-masing karyawan dan membayarkannya beserta iuran-iuran.

  • Metode gross

Kebalikan dari metode netto, pada metode gross yang harus melakukan penghitungan dan pembayaran pajak ataupun iuran ialah karyawan itu sendiri. Perusahaan akan memberikan gaji tanpa potongan.

  • Metode gross up

Pada metode yang terakhir, biaya untuk pajak dan iuran akan diberikan perusahaan ketika gajian dalam bentuk tunjangan. Nantinya karyawan harus membayar secara mandiri pajak yang menjadi kewajibannya dan melaporkan pada perusahaan.  

Ketiga metode tadi memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing. Perusahaan bebas menentukan akan menggunakan metode yang mana. Saat ini telah banyak paket perangkat lunak untuk payroll, yang sangat membantu membuat sistem penggajian menjadi lebih efisien dan akurat.   

Hal-hal yang memengaruhi besaran gaji karyawan

Ketika menerima slip gaji lewat payroll, terkadang kita bertanya-tanya kenapa jumlahnya berbeda dari bulan sebelumnya. Supaya tidak lagi merasa bingung, berikut ini adalah hal-hal yang dapat berpengaruh pada besaran gaji yang diterima. 

  • Kehadiran

Tentu saja kehadiran menjadi komponen yang sangat diperhitungkan pada sistem payroll. Absen berhari-hari akan berpengaruh pada besar gaji yang diterima.

  • Lembur

Mengambil jatah lembur termasuk yang dihitung sistem payroll dan membuat jumlah gaji bertambah.

  • Bonus

Berhasil mencapai target yang ditetapkan perusahaan akan masuk di sistem payroll dan meningkatkan jumlah gaji.

Baca Juga: Mengenal Tantiem dan Bonus Tahunan Karyawan Lainnya

  • Denda dan potongan utang

Melakukan kesalahan yang merugikan bagi perusahaan seperti keterlambatan masuk kerja, secara otomatis melalui sistem payroll akan memotong gaji bulanan.  

Manfaat memahami payroll

Mengetahui dengan pasti berapa gaji bersih kita setelah dipotong pajak, iuran BPJS, dan lain sebagainya, akan memudahkan dalam mengatur dan merencanakan keuangan. Misalkan memiliki rencana untuk mengajukan pinjaman bagi suatu kebutuhan, kita akan dapat mengukur kesanggupan untuk membayarnya dan sangat membantu dalam menentukan tenor yang sesuai.

Sebagai karyawan, kita perlu memahami apa itu payroll karena berkaitan dengan gaji yang menjadi hak kita dan berhubungan dengan pajak yang menjadi kewajiban kita. Melalui payroll, karyawan dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai besar potongan-potongan dan gaji bersih yang diterimanya setiap bulan.


Send this to a friend