Akuntansi Archives - Rusdiono Consulting

December 21, 2020
clayton-robbins-ihqB-c8C7Bc-unsplash-1280x853.jpg

Aset-aset perusahaan yang mengalami perubahan nilai bukan hanya aset berupa uang saja. Seiring dengan berjalannya waktu, aset tak bergerak seperti mesin dan juga bangunan akan mengalami perubahan nilai. Di dalam ilmu akuntansi, perhitungan hal tersebut bisa dilakukan dengan metode penyusutan.

Apa yang dimaksud dengan metode penyusutan? Ia merupakan proses perhitungan nilai dan biaya aset selama ia digunakan. Penyusutan atau depresiasi ini mencakup beberapa faktor, seperti harga aset pada saat dibeli (acquisition cost), harga buku aset tetap, nilai residu, dan usia ekonomis.

 

Macam-macam Metode Penyusutan

Dalam dunia akuntansi, terdapat macam-macam metode penyusutan yang akan dibahas dalam penjelasan di bawah ini.

1. Metode Penyusutan Garis Lurus

Metode ini dipakai untuk menghitung aset tetap dengan biaya penyusutan yang sama alias stabil sampai dengan berakhirnya usia ekonomis aset itu. Metode ini biasanya dipakai untuk aset-aset semacam bangunan serta peralatan di kantor yang tidak terpengaruh oleh kuantitas produksi layaknya mesin cetak, mesin pemotong, dan lain sebagainya.

Terdapat dua cara menghitung penyusutan metode garis lurus, antara lain:

Perhitungan nilai sisa

Penyusutan = (Acquisition Cost-Nilai Sisa) : Usia Ekonomis

Perhitungan tanpa nilai sisa

Penyusutan = Acquisition Cost : Umur Ekonomis

 

2. Metode Penyusutan Saldo Menurun

Metode ini berkaitan dengan persentase harga buku aset pada suatu tahun. Rumusnya adalah:

Depresiasi = (2 x (100% : Usia Ekonomis) ) x Harga Beli/Nilai Buku Aset

 

3. Service Hours Method

Sesuai dengan namanya, metode ini erat kaitannya dengan produksi barang/jasa dalam kurun waktu tertentu. Rumus dari metode ini adalah sebagai berikut:

Penyusutan setiap tahun = Jam Kerja Tercapai x Tarif Penyusutan/Jam

Sementara itu, tarif penyusutan/jam dapat dihitung melalui rumus:

Harga Perolehan Nilai Sisa : Total Jam Kerja dari Pemakaian Aset Tetap

 

4. Sum of the Year Digit Method

Metode ini dipakai jika kita bermaksud untuk melihat penyusutan setelah jumlah tahun yang berlalu semenjak aset tersebut ada. Berikut rumusnya:

Penyusutan = Sisa Usia Pemakaian Aset : Jumlah  Tahun x Harga Perolehan Nilai Sisa

 

5. Metode Satuan Hasil Produksi

Metode ini merujuk pada satuan produk yang dihasilkan oleh aset tetap pada kurun waktu tertentu, misalnya setiap satu tahun sekali atau beberapa tahun sekali. Rumus dari metode ini adalah:

Beban Penyusutan Tahunan = Jam dari Satuan Produk x Tarif Penyusutan Setiap Produk

Cara menghitung tarif penyusutan per satuan produk adalah:

Tarif Penyusutan Per Satuan Produk = Harga Perolehan Nilai Sisa : Jumlah Produk yang Dihasilkan

Baca Juga: 5 Jenis Laporan Keuangan dan Pengertiannya

Itulah berbagai hal yang bisa Anda pahami terkait metode penyusutan. Dilihat dari segi rumus, metode yang satu ini terlihat mudah. Namun, untuk mengaplikasikannya, diperlukan ketelitian agar tidak terjadi kesalahan dalam menghitung berapa banyak penyusutan aset yang telah terjadi. 


December 17, 2020
scott-graham-OQMZwNd3ThU-unsplash-min-1280x854.jpg

Laporan keuangan konsolidasi merupakan gabungan laporan keuangan yang menyajikan informasi milik perusahaan induk dan anak perusahaan dalam satu laporan seolah mereka adalah entitas tunggal. Perusahaan tidak memerlukan laporan keuangan jika induk perusahaan tidak memiliki kontrol atau hak kendali terhadap anak perusahaannya. Laporan tersebut diperlukan jika perusahaan memenuhi syarat-syarat berikut:

  • Memiliki satu atau lebih entitas perusahaan (anak perusahaan) yang dibuktikan dengan kepemilikan saham.
  • Perusahaan induk memiliki saham lebih dari 50% terhadap anak perusahaan.
  • Perusahaan induk mempunyai saham tidak mencapai 50% tetapi masih memegang kendali penuh atas anak perusahaan.

Cara Membuat Laporan Keuangan Konsolidasi

Berikut langkah-langkah pembuatan laporan keuangan konsolidasi yang bisa Anda lakukan:

  1. Lakukan pemeriksaan secara keseluruhan terhadap laporan keuangan entitas induk dan entitas anak. Kemudian lakukan koreksi dan penyesuaian apabila teridentifikasi kelalaian atau kesalahan dalam pencatatan.
  2. Lakukan penyesuaian laporan untuk mengeliminasi laba-rugi masing-masing perusahaan
  3. Lakukan eliminasi pada dividen dan penghasilan anak perusahaan serta mengembalikan saldo investasi seperti awal periode.
  4. Lakukan penyesuaian untuk membuat catatan dari bagian kepentingan non pengendali atas laba dan dividen anak perusahaan.
  5. Eliminasi saldo resiprokal investment yang sebelumnya dilaporkan pada keuangan entitas anak.
  6. Lakukan alokasi dan amortisasi apabila terdapat selisih yang tidak wajar.
  7. Mengeliminasi saldo-saldo resiprokal lainnya (utang piutang, pendapatan, beban, dan lainnya).

Contoh Kasus 

Untuk lebih memahami pembuatan laporan keuangan konsolidasi, coba perhatikan contoh kasus berikut:

Sebuah perusahaan induk memiliki tiga anak perusahaan dengan struktur:

  • 90% saham di perusahaan Alfa, dan 10% milik publik.
  • 40% saham di perusahaan Beta dengan perusahaan induk masih memiliki kendali.
  • 20% saham di perusahaan Gama dan perusahaan induk tidak memiliki kendali.

Perusahaan induk akan membuat laporan keuangan konsolidasi dengan perusahaan Alfa dan Beta. Rumusan perhitungannya adalah sebagai berikut:

  • Aset: 100% aset Alfa + 100% aset Beta + 20% aset Gama. 
  • Liabilitas: 100% liabilitas Alfa + 100% liabilitas Beta. 
  • Ekuitas: 100% ekuitas Alfa + 100% ekuitas Beta. 
  • Pendapatan: 100% Alfa + 100% Beta. 
  • Laba kotor: 100% Alfa + 100% Beta. 
  • Bagian penghasilan (rugi) komprehensif lain dari entitas asosiasi: 20% Gama. 
  • Laba: 100% Alfa + 100% Beta + 20% Gama. 
  • Laba pemilik induk perusahaan: 90% Alfa + 40% Beta + 20% Gama. 
  • KNP (Kepentingan Non Pengendali): 10% Alfa + 60% Beta. 

Apabila anak perusahaan memiliki anak perusahaan lainnya atau ‘cucu’ perusahaan induk dan seterusnya, maka semuanya akan dikonsolidasikan. Tetapi, dengan catatan jika perusahaan induk masih memiliki kendali. Bila tidak memiliki kendali, cucu perusahaan tersebut tidak perlu ikut dilaporkan juga dalam laporan konsolidasi. 

Nah, kurang lebih itulah rincian cara membuat laporan keuangan konsolidasi beserta contohnya. Apabila perusahaan anda membutuhkan jasa pembuatan laporan keuangan profesional, kami menyediakan jasa pembuatan laporan keuangan dan jasa yang berhubungan dengan akuntansi dan pajak lainnya. Segera hubungi kami di sini.


December 17, 2020
isaac-smith-6EnTPvPPL6I-unsplash-min-1280x853.jpg

Dalam menjalankan sebuah bisnis, penting bagi pemilik dan pengelola untuk mengetahui rasio profitabilitas. Konsep ini penting untuk mengukur potensi perusahaan untuk mendapatkan profit sehingga bisa menjadi gambaran bagi pelaksana bisnis dan bagi para investor.

Definisi rasio profitabilitas adalah sebuah perbandingan mengenai kemampuan perusahaan dalam meraih laba baik dari sekuritas, aset, maupun dari segi penjualan. Rasio yang didapatkan haruslah sesuai dengan standar keuangan.

 

Jenis-Jenis Rasio Profitabilitas dan Rumus Rasio Profitabilitas

Berdasarkan rumus dan hal yang dinilai, ada beberapa jenis rasio profitabilitas.

 

  • Margin Laba Kotor

Margin Laba Kotor digunakan untuk mengukur persentase laba kotor pada setiap pendapatan yang dihasilkan oleh perusahaan. Semakin besar margin yang didapatkan, maka perusahaan akan menjadi semakin efisien. Rumusnya adalah sebagai berikut:

Margin Laba Kotor = Penjualan – Harga Pokok Penjualan : Penjualan

 

 

  • Margin Laba Bersih

Margin Laba Bersih digunakan untuk menilai persentase laba bersih dari perusahaan usai dikurangi pajak pendapatan. Margin Laba Bersih yang tinggi menunjukkan efisiensi perusahaan. Rumus margin laba bersih adalah:

Margin Laba Bersih = Laba Bersih Setelah Pajak : Penjualan

 

 

  • Rasio Pengembalian Aset

Rasio ini dipakai untuk mengukur persentase laba yang diperoleh perusahaan terkait aset total. Rumusnya adalah: 

Rasio Pengembalian Aset = Laba Bersih : Total Aset

 

 

  • Rasio Pengembalian Ekuitas

Rasio Pengembalian Ekuitas menilai keuntungan investasi para pemegang saham perusahaan tersebut.

Rasio ini dihitung berdasarkan income terhadap modal investasi pemilik perusahaan dan pemegang saham lainnya. Berikut adalah rumusnya:

Rasio Pengembalian Ekuitas = Keuntungan Setelah Pajak / Equity Pemegang Saham

 

 

  • Rasio Pengembalian Penjualan

Rasio ini dihitung  setelah pencatatan  biaya-biaya variabel produksi seperti gaji pegawai, bahan produksi, dan sebagainya tanpa melihat pajak dan bunga. Perhitungannya adalah :

Rasio Pengembalian Penjualan =  Laba (Tanpa Pajak dan Bunga) : Penjualan

 

 

  • Rasio Pengembalian Modal

Rasio ini dipakai untuk mengukur laba dari pemakaian modal dan disajikan dalam format persentase. Rumusnya adalah:

Rasio Pengembalian Modal = Laba : Modal Kerja

Rasio Pengembalian Modal = Keuntungan Sebelum Pajak dan Bunga : (Total Aset – Kewajiban)

 

 

  • Return on Investment

Perhitungan Return on Investment menggunakan keuntungan bersih tanpa pajak terhadap semua aktiva perusahaan. Berikut adalah rumus Return on Investment :

Return on Investment = Keuntungan Setelah Pajak / Total Aktiva

 

 

  • Earning Per Share

Earning per Share mengukur kemampuan perusahaan  per lembar saham dalam menghasilkan keuntungan.  Cara menghitungnya adalah dengan menggunakan rumus ini: 

Earning per Share = Keuntungan Setelah Pajak – Dividen Saham Preferen : Jumlah Saham Biasa 

Baca Juga: Membuat Laporan Laba Rugi Sederhana dengan Bentuk & Format Berbeda

Itulah berbagai macam rasio profitabilitas perusahaan yang penting untuk dipahami guna mengukur kemampuan perusahaan dan memahami probabilitas keuntungan yang dapat dihasilkan oleh perusahaan. Perhitungan akurat dalam rasio profitabilitas akan memberikan Anda insight yang lebih baik mengenai potensi perusahaan dan hal-hal yang harus dibenahi dalam perencanaan penjualan.


December 16, 2020
lukas-blazek-mcSDtbWXUZU-unsplash-min-1280x848.jpg

Ingin produktivitas perusahaan semakin meningkat dengan laporan keuangan yang akurat dan tepat? Karena itu, gunakan Sistem Informasi Akuntansi untuk membantu mengelolanya. Namun, sebelum itu, Anda bisa mencari tahu lebih dulu tentang pengertian sistem informasi akuntasi, contoh aplikasi, serta tujuan penggunaannya. 

Pengertian Sistem Informasi Akuntansi

Sistem Informasi Akuntansi (SIA) selalu diperlukan pada setiap perusahaan yang bergerak dalam bidang apa pun. Pasalnya, SIA memiliki proses yang sangat berguna untuk mempermudah kegiatan yang berkaitan dengan akuntansi sehingga dapat menghasilkan informasi yang tepat dan akurat. Makin tepat dan akurat informasi yang dihasilkan dalam sistem informasi akuntansi, makin efektif dan efisien pula biaya produksi yang diperlukan. Dengan begitu, produktivitas perusahaan pun akan meningkat.

Bodnar dan Hopwood mendefinisikan SIA sebagai gabungan beberapa jenis sumber daya yang dirancang guna mengubah data keuangan juga data lainnya menjadi sebuah informasi. Sedangkan Jogiyanto berpendapat SIA adalah sebuah bentuk sistem informasi yang dapat mengubah data transaksi bisnis menjadi informasi keuangan.

Dari definisi tersebut, dapat disimpulkan SIA merupakan sistem yang meliputi pencatatan, pengumpulan serta pengolahan data keuangan yang dimanifestasikan ke dalam bentuk laporan guna menghasilkan informasi keuangan yang dibutuhkan perusahaan.

Baca Juga: Memahami Akuntansi Dasar bagi Pemula dengan Mudah 

Contoh Aplikasi Sistem Akuntansi

Teknologi pada zaman ini semakin canggih. Banyak program yang diciptakan untuk membantu manusia menyelesaikan urusan atau pekerjaannya. Tidak terkecuali di bidang akuntansi. Kini, sudah banyak software akuntansi yang bisa Anda gunakan guna membantu mengolah perhitungan akuntansi.

Dengan menggunakan software akuntansi, Anda dapat membuat laporan keuangan dengan tepat dan akurat, serta efektif dan efisien. Beberapa di antaranya ialah:

1. MYOB Accounting

Berkat tampilannya yang sederhana dan user friendly (mudah digunakan), MYOB (Mind Your Own Business) banyak disukai dan menjadi software yang populer di Indonesia. MYOB Accounting cocok untuk UKM atau perusahaan menengah ke bawah. Sayangnya, di versi ini Anda tidak dapat melakukan modifikasi laporan atau field, serta belum mendukung fitur multi currency dan multi gudang.

2. KRISHAND

Krishand adalah software yang dikhususkan untuk membantu Anda dalam pelaporan pajak. Software ini dapat menghemat waktu dengan membuat laporan pajak yang tepat dan akurat, karena Krishand menyediakan formulir pajak yang disesuaikan dengan peraturan pajak di Indonesia.

3. Accurate Accounting 

Software yang memiliki versi bahasa Indonesia ini juga mempunyai tampilan yang mirip dengan MYOB sehingga cukup mudah digunakan. Kelebihannya, Anda dapat memodifikasi form dan laporan sesuai kebutuhan. Accurate juga dilengkapi fitur pajak yang support dengan kebijakan pajak di Indonesia. Selain itu, software ini mendukung multi currency, gudang, user, departemen dan proyek. 

Selain ketiga software di atas, masih banyak software lain yang bisa Anda gunakan, seperti Zahir Accounting, Omega Accounting, Quick Book, Microsoft Office Accounting Express (MOAE) yang bisa Anda dapatkan secara gratis, atau iTBrain Indonesia dan Easy Accounting System (EAS) yang merupakan software karya anak bangsa.

Baca Juga: 10 Manfaat Menggunakan Software Akuntansi Online

Tujuan Menggunakannya

Berikut ini beberapa uraian mengenai tujuan Sistem Informasi Akuntansi:

  1. Mengubah kumpulan data menjadi informasi yang dapat digunakan ketika para pemangku jabatan tertinggi mengambil keputusan terkait manajemen perusahaan. 
  2. Memberikan kontrol yang efektif pada setiap aktivitas keuangan perusahaan.
  3. Meningkatkan kualitas tim keuangan serta menjaga efisiensi waktu maupun biaya tim dalam melaporkan.
  4. Menyajikan laporan keuangan yang tepat, akurat, dan sistematis selama periode pelaporan tertentu, contoh bulanan, triwulan, maupun tahunan.
  5. Meningkatkan sharing knowledge.

Itulah informasi singkat mengenai Sistem Informasi Akuntansi, metode yang digunakan, serta tujuannya. Semoga bermanfaat.


December 14, 2020
warehouse-indoor-view-1280x768.jpg

Dalam ilmu manajemen operasional dan manajemen produksi, mungkin Anda pernah mendengar istilah manajemen persediaan atau inventory management. Bagian dari perusahaan yang bertugas mengatur, mengelola dan mengendalikan persediaan itulah yang disebut manajemen persediaan. Tugasnya adalah mengatur persediaan yang dimiliki perusahaan, dimulai dari cara memperoleh, penyimpanan hingga pemanfaatan persediaan. 

Persediaan dalam perusahaan ini berupa aset yang disimpan untuk digunakan dalam suatu proses produksi atau menunggu untuk dijual, atau bisa juga berupa suku cadang, bahan baku (barang mentah), barang jadi, barang pembantu ataupun barang dalam proses. 

Mungkin ada beberapa yang menganggap jika mengatur persediaan adalah hal yang mudah, sepele, atau bahkan tidak penting. Aktualnya, mengatur jumlah persediaan agar tetap stabil tidaklah semudah yang diperkirakan. Jika jumlah persediaan terlalu banyak, maka biaya penyimpanan akan meningkat. Sebaliknya, jika jumlah persediaan kurang, kegiatan produksi akan terhambat. Risikonya, perusahaan bisa saja kehilangan konsumen dan penjualan berkurang.

Baca Juga: Akuntansi Biaya: Pengertian, Fungsi, dan Manfaatnya bagi Suatu Perusahaan

Belum lagi, adanya beragam ketidakpastian. Seperti ketidakpastian waktu pemesanan, permintaan, dan pasokan dari supplier. Karena itulah, manajemen persediaan sangat penting guna mengendalikan jumlah persediaan perusahaan tetap stabil, optimal, efektif dan efisien. Terutama bagi perusahaan yang bergerak dalam bidang manufaktur. 

Metode Manajemen Persediaan

Dalam menjalankan manajemen persediaan, ada beberapa metode yang dapat digunakan. Di antaranya adalah:

1. EOQ (Economic Order Quantity)

Metode EOQ atau biasa disebut juga metode kuantitas ekonomi merupakan metode yang dijalankan dengan cara membeli persediaan sesuai dengan jumlah pesanan yang diterima. Artinya, jumlah pesanan, variasi, spesifikasi, hingga waktu pengiriman sudah ditentukan oleh customer atau pemesan.

 

2. JIT (Just IN Times)

Istilah lain dari metode JIT ialah metode tepat waktu. Pada metode ini, perusahaan dibuat sebisa mungkin tidak memiliki persediaan atau tidak memiliki stok sama sekali. Hal ini dimaksudkan agar perusahaan tidak mengeluarkan biaya penyimpanan. Perusahaan hanya akan membeli persediaan pada saat dibutuhkan atau menerima pesanan.

 

3. MRP (Material Requirement Planning)

MRP juga dikenal dengan sebutan metode perencanaan kebutuhan. Metode ini digunakan untuk merencanakan serta mengendalikan stok barang dalam jumlah yang aman yaitu mampu memenuhi permintaan pelanggan atau kebutuhan perusahaan. 

 

3. Periodic Review

Dalam metode ini, perusahaan memungkinkan melakukan pemesanan persediaan dalam interval waktu yang sama. Artinya, pembelian atau pemesanan sudah terjadwal secara rutin sehingga manajer keuangan dapat memperkirakan biaya yang perlu disiapkan.

 

4. Metode Analisa ABC

Metode ini melakukan penggolongan terhadap persediaan berdasarkan nilai total persediaan, yang nantinya akan dibagi ke dalam kelas A, B, C dan seterusnya.

 

Fungsi Manajemen Persediaan

Berikut beberapa fungsi terkait aktivitas manajemen persediaan:

  1. Membuat perhitungan kekurangan persediaan. 
  2. Mengantisipasi pesanan persediaan apabila tidak sesuai dengan kebutuhan. 
  3. Berjaga-jaga apabila persediaan yang dibutuhkan tidak terdapat di pasaran. 
  4. Menjamin kelancaran proses produksi. 
  5. Memastikan persediaan selalu tersedia (safety stock). 
  6. Mengurangi terjadinya keterlambatan dalam sebuah pengiriman persediaan. 
  7. Mengurangi risiko harga yang fluktuatif. 
  8. Menyesuaikan pembelian persediaan dengan jadwal produksi. 
  9. Mengantisipasi kemungkinan perubahan yang terjadi pada penawaran maupun permintaan. 
  10. Mengantisipasi kemungkinan permintaan mendadak. 

Baca Juga: PPh Pasal 22, Pajak Ekspor Impor yang Wajib Diketahui

Dengan manajemen persediaan, maka perusahaan tidak akan kehabisan barang serta mampu menepati komitmen yang sudah dibuat dengan para pelanggan. Jadi, mari mulai gunakan strategi tersebut agar usaha lebih baik lagi.


August 25, 2020
220-1280x768.jpg

Mengelola akuntansi dan pembukuan rumah sakit lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Bagaimana tidak, dengan banyaknya pembayaran serta peraturan pemerintah yang harus dipantau, pencatatan pembiayaan yang bisa saja salah dalam siklus pendapatan, hingga saldo kredit yang terakumulasi dalam piutang. Oleh karena itu, simak penjelasan lengkap mengenai akuntansi rumah sakit berikut ini.

Apa itu Akuntansi Rumah Sakit?

Akuntansi rumah sakit adalah sistem akuntansi yang mengakumulasi, mengkomunikasikan, dan menginterpretasi data ekonomi historis dan perkiraan yang berguna untuk memastikan posisi keuangan dan hasil operasional rumah sakit.

Informasi yang berkaitan dengan kegiatan rumah sakit, disajikan dalam bentuk statistik yang bersifat historis dan, pada saat yang sama, diperkirakan.

Informasi statistik tersebut sama pentingnya bagi pengguna manajemen internal dan pihak eksternal rumah sakit. Di rumah sakit, akuntansi tidak lain sebagai sistem informasi.

Kata ‘akumulasi’ yang disinggung sebelumnya berarti akuntansi rumah sakit adalah proses penggolongan dan pencatatan transaksi yang sering terjadi di rumah sakit. Meskipun berkaitan dengan beberapa operasi mekanis, namun prosedurnya hampir sama dengan entitas bisnis / ekonomi lainnya.

Demikian pula, ‘komunikasi’ berarti proses pelaporan informasi yang disajikan kepada pengguna akuntansi. Berbagai jenis laporan dan informasi tersedia dalam akuntansi rumah sakit. Informasi umum disajikan dengan bantuan laporan keuangan yang dikenal sebagai Laporan Laba Rugi, Laporan Perubahan Modal, maupun Neraca.

‘Interpretasi’, sebaliknya, berarti menganalisis dan mengevaluasi informasi yang dilaporkan sedemikian rupa sehingga informasi yang sama dapat dengan mudah dipahami dan dimanfaatkan oleh pengguna yang dimaksud.

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai siklus transaksi dan akuntansi rumah sakit, pertama-tama mari ketahui terlebih dahulu struktur dana di rumah sakit.

Baca juga: Apa itu Akuntansi Manajemen? Bagaimana Fungsi dan Tujuan Akuntansi Manajemen?

Struktur Pendanaan Rumah Sakit

Struktur dana rumah sakit terbagi atas dana tidak terikat (unrestricted fund) dan dana terikat (restricted fund).

  • Dana Tidak Terikat

Dana tidak terikat adalah dana yang penggunaannya tidak dibatasi tujuan tertentu seperti dana umum di pemerintahan atau dana lancar tidak terikat dalam akuntansi universitas.

Penggunaan dana umum untuk pencatatan sumber daya atau penerimaan dana yang dibelanjakan dalam memenuhi aktivitas operasional utama rumah sakit. Dana umum juga dapat menentukan batasan penyisihan atas sumber daya tertentu.

Batasan penyisihan tersebut merupakan inisiatif internal rumah sakit, sementara batasannya ditentukan oleh pihak eksternal rumah sakit sebagai sponsor.

  • Dana Terikat

Dana terikat adalah dana yang penggunaannya dibatasi tujuan tertentu seperti permintaan pihak eksternal. Dana terikat terbagi atas dana terikat sementara waktu yang berarti bersifat sementara dan dana terikat permanen dengan batasan yang sifatnya permanen.

Struktur Transaksi Rumah Sakit

Setelah terjadi peristiwa ekonomi atau transaksi maka selanjutnya akan mengarah ke:

  • Siklus Pendapatan

Pemberian jasa pelayanan rumah sakit kepada pasien atau pihak lain dan penerimaan pembayaran pasien atau tagihan pihak lain.

  • Siklus Pengeluaran

Pengadaan barang dan/atau jasa dari pihak lain dan pelunasan utang dan kewajibannya.

  • Siklus Pelayanan

Perubahan sumber daya rumah sakit menjadi jasa layanan rumah sakit.

  • Siklus Keuangan

Pemerolehan dana modal (capital fund), contohnya modal kerja yang berasal dari dana kas atau dana likuid lainnya dan sumber dana yang berjangka panjang.

Setelah melalui keempat siklus tersebut, maka akan masuk ke dalam siklus laporan keuangan yang tidak dikaitkan dengan keempat siklus operasional sebagaimana yang telah disinggung sebelumnya. 

Siklus pelaporan keuangan mendapat data operasional dan akuntansi yang berasal dari siklus lain dan memproses data tersebut menjadi laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi pada umumnya.

Laporan keuangan tersebut pada akhirnya digunakan oleh pengguna eksternal seperti masyarakat, pemerintah dan donatur, maupun pengguna internal seperti manajemen perencanaan, pengendalian, evaluasi, dan pengambilan keputusan.

Baca juga: Pengertian Siklus Akuntansi dan Fungsinya Dalam Penyusunan Laporan Keuangan Perusahaan

Siklus Akuntansi Rumah Sakit Beserta Contohnya

Setelah mengetahui siklus transaksi di rumah sakit, maka selanjutnya akan dibahas mengenai siklus dalam akuntansi rumah sakit. Setelah mendapatkan transaksi, maka transaksi-transaksi tersebut akan diproses pada siklus berikut ini.

  • Jurnal

Pencatatan setiap transaksi ekonomi yang terjadi di rumah sakit. Jurnal berisikan tentang:

  • Tanggal transaksi
  • Nama akun dan jumlahnya yang harus didebet dan dikredit
  • Keterangan atas transaksi
  • Pencatatan debet dicatat di sisi kanan dan pencatatan kredit di sisi kiri.

Contoh Jurnal Akuntansi Rumah Sakit

  • Tanggal 5 Juni 2020, terjadi pembelian barang farmasi secara tunai sebesar Rp Rp1.000.000.
  • Tanggal 7 Juni 2020, dicatat pendapatan dari pasien umum. Berdasarkan formulir kuitansi yang diperoleh dari kasir, maka rinciannya yaitu biaya pendaftaran Rp20.000, biaya pemeriksaan dan tindakan Rp50.000 dan biaya obat Rp70.000 (harga pokok obat Rp60.000)

Maka pencatatan sebagai berikut:

J1

Jurnal Umum

Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
5 Jun 20 Persediaan Barang Farmasi

       Kas

Rp1.000.000 Rp1.000.000
7 Jun 20 Kas

      Pendapatan Pendaftaran

      Pendapatan Pelayanan

      Pendapatan Apotek

Biaya/Beban Obat

      Persediaan Barang Farmasi

       

Rp140.000

Rp60.000

Rp20.000Rp50.000

Rp70.000

Rp60.000

 

  • Buku Besar

Buku besar (general ledger) adalah rekening individual yang terdapat dalam laporan keuangan. Setiap buku besar memiliki kode akun yang sesuai dengan yang disajikan di laporan keuangan. Buku besar juga mencatat perubahan saldo setiap rekening individual.

Jadi, terjadi pemindahan akun yang dicatat dalam buku jurnal ke dalam buku besar Langkah-langkah yang dapat dilakukan yaitu:

  • Masukkan tanggal posting, jumlah yang didebet dan yang dikredit di dalam jurnal dan ke dalam kolom-kolom yang sesuai di dalam buku besar.
  • Di dalam kolom referensi pada jurnal, masukkan nomor akun buku besar.

Contoh Buku Besar Akuntansi Rumah Sakit

101

Kas

Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
1 Jun 20 Saldo awal Rp2.000.000
5 Jun 20 J1 Rp1.000.000 Rp1.000.000
7 Jun 20 J1 Rp140.000 Rp1.140.000

 

121

Persediaan Barang Farmasi

Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
5 Jun 20 J1 Rp1.000.000 Rp1.000.000
7 Jun 20 J1 Rp60.000 Rp940.000

 

401

Pendapatan Pendaftaran

Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
7 Jun 20 J1 Rp20.000 Rp20.000

 

402

Pendapatan Pelayanan

Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
7 Jun 20 J1 Rp50.000 Rp50.000

 

403

Pendapatan Apotik

Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
7 Jun 20 J1 Rp70.000 Rp70.000

 

501

Biaya/Beban Obat

Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
7 Jun 20 J1 Rp60.000 Rp60.000

 

  • Neraca Saldo

Penyusunan neraca saldo didasarkan atas saldo akhir yang terdapat dalam

setiap akun individual atau buku besar. Penyusunannya dilakukan pada akhir periode ketika akan membuat laporan keuangan.

Contoh Neraca Saldo dalam Akuntansi Rumah Sakit

Rumah Sakit Harapan Warga

Neraca Saldo

30 Juni 2020

Debet Kredit
Kas Rp400.000
Piutang Pelayanan Rp100.000
Persediaan Barang Farmasi Rp940.000
Peralatan Rumah Tangga Rp200.000
Hutang Usaha Rp200.000
Hutang Gaji Rp100.000
Pendapatan diterima di muka Rp150.000
Ekuitas Rp900.000
Surplus tahun lalu Rp230.000
Pendapatan Pelayanan Rp20.000
Pendapatan Pelayanan Rp50.000
Pendapatan Apotik Rp70.000
Beban Obat Rp60.000
Beban bahan habis pakai Rp20.000
Total Rp1.720.000 Rp1.720.000

 

  • Jurnal Penyesuaian

Jurnal penyesuaian bertujuan mencatat penyesuaian akun atau rekening pada akhir periode akuntansi rumah sakit.Hal ini dilakukan karena hal-hal seperti:

  • Transaksi tidak dimungkinkan untuk dicatat secara harian dengan alasan efisiensi.
  • Beberapa biaya tidak dicatat dalam periode waktu tertentu, karena biaya yang dimaksud terkait dengan berlalunya waktu dan bukan sebagai akibat dari pemakaian sumber daya sehari-hari.
  • Transaksi tidak dicatat dikarenakan alasan lain

Jurnal penyesuaian dikelompokkan menjadi deferrals dan accrual. Deferrals terbagi atas prepaid expenses yang berarti beban/biaya telah dibayar tunai dan dicatat sebagai aset sebelum digunakan atau dikonsumsi dan unearned revenue yang berarti kas telah diterima dan dicatat sebagai hutang (kewajipan) sebelum pendapatan diperoleh.

Sementara accrual terbagi atas accrued revenues yang merupakan pendapatan telah diperoleh tetapi kas belum diterima atau belum dilakukan pencatatan dan accrual expenses yang merupakan beban telah terjadi tetapi kas belum dibayarkan atau belum dilakukan pencatatan.

Contoh Jurnal Penyesuaian

  • Prepaid Expense

Tanggal 5 Mei 2020 membayar polis asuransi sebesar Rp1.000.00, akan jatuh tempo pada tanggal 5 Mei 2021.

Tanggal Jurnal
5 Mei 20 Transaksi Asuransi dibayar di muka           Rp1.000.000

          Kas                                                    Rp1.000.000

31 Mei 20 Penyesuaian Beban Asuransi                          Rp100.000

          Asuransi Dibayar di Muka                 Rp100.000

 

  • Unearned Revenue

Tanggal 5 Mei 2020 rumah sakit menerima dan jamkesmas sebesar Rp2.000.000 dan tanggal 31 Mei 2020 berdasarkan analisis yang dilakukan, pendapatan terealisasi sebesar Rp1.000.000

Tanggal Jurnal
5 Mei 20 Transaksi Kas                                                   Rp2.000.000

          Pendapatan diterima di muka                       Rp2.000.000                                       

31 Mei 20 Penyesuaian Pendapatan diterima dimuka          Rp1.000.000

          Pendapatan Pelayanan                                 Rp1.000.000

Kemudian, siklus akuntansi akan diselesaikan pada kertas kerja (worksheet) yang merupakan alat kerja akuntan dalam membuat laporan neraca saldo, membuat penyesuaian, menggolongkan akun ke dalam neraca, dan menyusun laporan keuangan.

Setelah itu, baru dilanjut ke jurnal penutup yang menutup akun temporer dan memindahkan akun surplus ke akun permanen atau neraca. Lalu ke jurnal pembalik yang menjadi pilihan karena dapat dilakukan ataupun tidak, namun jurnal pembalik memudahkan proses akuntansi rumah sakit di periode selanjutnya. 

Agar memudahkan pembuatan akuntansi rumah sakit, Anda dapat menggunakan jasa konsultan akuntansi seperti Rusdiono Consulting. Rusdiono Consulting membantu rumah sakit Anda berkembang dengan memaksimalkan fungsi keuangan dan menyederhanakan proses akuntansi.

Meski sederhana, akuntansi tetap mematuhi Standar Akuntansi yang ditetapkan. Segera hubungi kami dengan klik di sini.


August 2, 2020
8-1280x853.jpg

Sebagai pemilik bisnis atau perusahaan jasa, tak peduli seberapa tidak bisanya Anda dalam mengelola pembukuan dan akuntansi, tentu di beberapa titik Anda harus menjadi akuntan dadakan. Bahkan ketika Anda belum pernah mengelola keuangan bisnis sebelumnya. 

Tapi, jangan biarkan kurangnya pengalaman, mematahkan jiwa usaha Anda. Maka dari itu, adanya jasa akuntansi Rusdiono Consulting, membuat setiap pemilik perusahaan jasa dapat dengan cepat memahami pengertian dan dasar-dasar akuntansi. Setiap pebisnis jasa tak lagi khawatir bagaimana mengelola pembukuan dan keuangan bisnis. 

Apa yang Akan Anda Akan Pelajari dalam Artikel Ini?

Kami telah mengumpulkan informasi terpenting bagi perusahaan jasa dalam mengelola pembukuan dan akuntansi bisnis. Setelah membaca artikel ini, diharapkan Anda akan siap mengelola keuangan bisnis dengan percaya diri.

Setiap bagian akan mencakup:

  • Prinsip Akuntansi Dasar
  • Strategi Pembukuan Dasar
  • Manajemen Arus Kas
  • Pengantar Analisis Data

Bagian I: Dasar-Dasar Akuntansi Perusahaan Jasa untuk Pemula

Akuntansi menjadi hal yang perlu diketahui setiap bisnis. Ketika bisnis mulai tumbuh, kebutuhan akuntansi juga akan tumbuh dengan sendirinya. Memberi wawasan pada diri sendiri tentang dasar-dasar akuntansi perusahaan jasa akan menjaga kesehatan keuangan bisnis yang mungkin saja berputar di luar kendali di kemudian hari. 

Baca juga: Yuk Ketahui 7 Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa!

Mempraktikkan manajemen keuangan yang baik dan membuat catatan terorganisir memberi gambaran yang akurat tentang bagaimana bisnis berjalan, bagaimana Anda dapat meningkatkan arus kas dan penawaran pada jasa bisnis Anda, dan tentu saja, kapan bisnis harus mengeluarkan sejumlah pembiayaan. 

“Namun, saya pandai dalam berbisnis, kenapa saya harus repot-repot belajar tentang akuntansi?”

Jika Anda ingin menjadi pemilik bisnis yang sukses, Anda harus melangkah keluar dari zona nyaman untuk mempelajari hal-hal baru sampai Anda mampu melakukan outsourcing. Akuntansi tidak hanya tentang pembukuan dan pajak. Akuntansi yang akurat, memberi Anda kemampuan untuk:

  • membuat proyeksi keuangan bisnis.
  • mengantisipasi kebutuhan pembiayaan yang tidak diperlukan.
  • menentukan kewajiban pajak atau perlindungan aset pribadi.
  • memberi informasi tentang seberapa sanggup bisnis merekrut dan membayar karyawan.
  • promo, diskon atau tawaran pelayanan jasa Anda dapat didasarkan dari data akuntansi perusahaan.

“Standar apa yang harus digunakan agar sistem akuntansi sesuai dengan sistem yang berlaku?”

Di Indonesia sendiri, sejauh ini terdapat lima macam standar akuntansi yang diterbitkan oleh Dewan Standar Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK IAI) dan 1 acuan standar yang diterbitkan oleh Komite Standar Akuntansi Pemerintahan (KSAP). 

Standar-standar tersebut diantaranya PSAK-IFRS, SAK-ETAP, Standar Akuntansi Syariah (SAS), Standar Akuntansi Pemerintah (SAP), dan SAK EMKM. 

Baca juga: 3 Tahap Pencatatan Siklus Akuntansi Perusahan Jasa

Selanjutnya, akan dibahas langkah pertama apa yang akan dilakukan; bagaimana cara melakukan pembukuan yang rapi dan baik. 

Bagian II: Memulai Pembukuan untuk Perusahaan Jasa 

Sebelumnya, Anda telah memahami pemahaman dasar akuntansi dan standar yang mengatur perusahaan jasa di Indonesia. Sekarang saatnya menguji kecerdasan finansial bisnis Anda. 

Hal terbaik dari mengelola pembukuan bisnis jasa adalah bisnis Anda tidak memproduksi produk fisik. Sehingga penentuan Harga Pokok Penjualan atau COGS tidak menjadi mimpi buruk bisnis dan membuat Anda harus bekerja lembur. 

Apa cara terbaik agar tetap menjaga pembukuan tetap teratur?”

Pembukuan adalah sebuah seni memantau setiap rupiah yang masuk dan keluar dari bisnis. Informasi yang sangat penting ketika bisnis harus membayar dan melapor pajak. Pembukuan juga membantu menjaga kesehatan uang bisnis agar mengalir ke arah yang seharusnya.

Setiap jenis bisnis jasa memiliki cara pembukuan yang berbeda pula. Bisnis jasa fotografi mungkin tidak mencatat pendapatan atau pengeluaran setiap hari, sedangkan bisnis jasa kontraktor mungkin sering mencatat pendapatan atau pengeluaran setiap harinya. 

Intinya, sesepi atau sesibuk apapun bisnis. Pembukuan tetap harus tercatat sepanjang tahun tanpa memperdulikan sekecil apapun pendapatan atau pengeluaran bisnis. 

“Sekarang, sudah tahu apa yang harus dilakukan, bagaimana saya tahu pembukuan bisnis sudah dilakukan dengan benar?”

Ada beberapa hal yang tidak boleh Anda lakukan. Berikut 3 kesalahan akuntansi yang harus dihindari:

  • Memadukan keuangan bisnis dengan keuangan pribadi.
  • Tidak mengerti perbedaan laba dengan arus kas.
  • Mengelola pembukuan seorang diri tanpa konsultasi dengan ahli keuangan.

“Haruskah menghitung uang sebelum atau sesudah sebuah layanan jasa dibayarkan?”

Terdapat dua cara mencatat keuangan perusahaan: metode tunai atau metode akrual. Sebetulnya, sebagian ahli merekomendasikan metode akrual, tetapi banyak perusahaan jasa menggunakan metode tunai karena dinilai lebih sederhana. 

Kembali lagi, hal ini benar-benar tergantung pada situasi keuangan perusahaan Anda. Mengingat metode mana yang sebaiknya digunakan. Tanyakan kepada profesional dalam penentuan yang tepat untuk bisnis Anda. Tidak ada cara yang benar atau salah untuk memilih metode perhitungan. 

Baca juga: Konsultan Pajak dan Akuntansi Rusdiono Consulting: Membantu Anda untuk Tumbuh 

“Apakah perlu menggunakan software akuntansi?”

Ketika bisnis memang sudah siap menggunakan aplikasi akuntansi, maka gunakanlah. Aplikasi akuntansi memang dikenal dengan penghematan waktu dan menghindari human error. Pahami apa saja manfaat software akuntansi untuk bisnis Anda. 

“Bagaimana membuat faktur dengan baik?

Jika dianalogikan, faktur bagi bisnis sama seperti gaji bagi seorang karyawan. Sangat-sangat penting.

Bagi bisnis, membuat faktur sejelas mungkin sangat penting untuk menghindari konflik. Terlebih, penyusunan penetapan harga dan cara pembayaran berpengaruh pada kestabilan arus kas. 

Bagian III: Mengelola Arus Kas

Sebagai pebisnis bidang jasa, Anda telah memahami dasar dasar akuntansi dan mempraktikkan dengan membuat pembukuan perusahaan. Namun, jika bisnis tidak memantau pengeluaran dengan baik dan tidak mengetahui seberapa banyak uang yang akan masuk, tentu bisnis akan mengalami masalah arus kas.

Salah satu cara perusahaan jasa memprediksi arus kas adalah dengan cara mengalihkan pekerjaan jasa harian menjadi bulanan. Dari melayani individu menjadi melayani perusahaan

Anda juga dapat memberikan pekerjaan per proyek. Dengan begitu, saat sedang mengerjakan proyek tertentu, bisnis dapat sambil memasarkan layanan agar menemukan proyek baru atau selanjutnya. 

Contoh, seorang kontraktor dapat mencari proyek besar dengan aliran pekerjaan yang banyak,stabil dan tarif bulanan atau borongan. Seorang reparasi komputer dapat membuat paket bulanan, triwulanan atau tahunan. Semakin dapat diprediksi, semakin mudah untuk merencanakan dan melakukan perubahan sesuai kebutuhan. 

Bagian IV: Menganalisis Data Akuntansi Perusahaan Jasa

Selamat! Anda berhasil melewati pelajaran akuntansi yang paling penting untuk membangun bisnis berjalan dengan cepat. Sekarang, setelah Anda memiliki beberapa data keuangan yang siap untuk disajikan, saatnya untuk belajar bagaimana memahami semua data rupiah tersebut.

“Apa itu laporan laba rugi dan bagaimana itu membantu bisnis?”

Laporan Laba Rugi ( P&L) adalah cara termudah untuk melihat secara teratur berapa banyak uang yang masuk setelah biaya jasa dibayarkan. 

CGOS akan selalu menjadi Rp0 karena perusahaan jasa tidak menghasilkan produk fisik. Meskipun beberapa dari perusahaan jasa juga menyediakan produk, tetapi bisnis tidak perlu menghitung berapa biaya untuk membuat produk tersebut. Hal seperti ini akan dicatat sebagai biaya dan dapat ditagih langsung ke pelanggan.

“Jika uang bisnis terdapat di margin, bagaimana cara mengetahui kepemilikannya?”

Penghasilan bersih adalah cara paling sederhana untuk menentukan seberapa menguntungkan suatu perusahaan, terutama ketika bisnis hanya memiliki sedikit pengeluaran.

Margin laba memberi Anda rasio pendapatan bersih vs penjualan, yang membantu Anda menentukan apakah Anda perlu menyesuaikan harga dan / atau memangkas biaya untuk pertumbuhan bisnis. Bahkan jika penjualan meningkat setiap tahun, margin laba Anda mungkin tetap sama atau berkurang karena meningkatnya biaya.


July 30, 2020
1068-1-1280x853.jpg

Akuntansi manajemen sebagai salah satu hal terpenting bagi perusahaan maupun bisnis. Segala perencanaan dan pengambilan keputusan manajemen didasarkan dari data akuntansi manajemen. Oleh karena itu, sebagai manajer atau pemilik bisnis, perlu adanya pemahaman serius mengenai akuntansi manajemen. Simak ulasan berikut ini. 

Pengertian Akuntansi Manajemen

Akuntansi manajemen adalah proses mempersiapkan laporan operasional bisnis yang membantu manajer atau pimpinan membuat keputusan jangka pendek dan jangka panjang. Akuntansi manajemen membantu bisnis mengejar tujuannya dengan mengidentifikasi, mengukur, menganalisis, menafsirkan dan mengkomunikasikan informasi kepada manajer.

Jika dilihat dari pengertian para ahli, berikut beberapa diantaranya:

  • Mulyadi (2001)

Akuntansi manajemen adalah sebuah informasi keuangan yang didapatkan dari berbagai tipe akuntansi manajerial, yang digunakan terutama oleh pengguna internal sebuah perusahaan.

  • Halim dan Supomo (2000)

Akuntansi manajemen adalah kegiatan atau proses yang menghasilkan informasi dengan bentuk keuangan bagi manajemen, berguna dalam pengambilan keputusan ekonomi dalam menjalankan fungsi manajemen.

Perbedaan Akuntansi Manajemen dan Akuntansi Keuangan

Perbedaan utama antara akuntansi manajerial dan akuntansi keuangan berkaitan dengan pengguna informasi yang dituju. Informasi akuntansi manajerial ditujukan untuk membantu para manajer dalam perusahaan membuat keputusan bisnis yang terinformasi dengan baik, sementara akuntansi keuangan ditujukan untuk memberikan informasi keuangan kepada pihak-pihak di luar perusahaan.

Akuntansi keuangan harus sesuai dengan standar tertentu, seperti prinsip akuntansi atau panduaan akuntansi. Semua perusahaan publik diharuskan untuk melengkapi laporan keuangan mereka sesuai dengan aturan sebagai syarat untuk mempertahankan status mereka yang diperdagangkan secara publik. 

Sementara itu, dikarenakan akuntansi manajemen bukan untuk pengguna eksternal, maka  dapat dimodifikasi sesuai kebutuhan pengguna. Contoh, manajer departemen produksi ingin melihat informasi keuangan yang ditampilkan dengan persentase unit yang diproduksi pada periode tertentu. 

Sementara, manajer departemen SDM ingin melihat grafik gaji karyawan selama periode tertentu. Akuntansi manajemen mampu memenuhi kebutuhan kedua departemen dengan menawarkan informasi dalam format apapun, serta bermanfaat bagi kebutuhan spesifik tersebut.

Baca juga: Konsultan Pajak dan Akuntansi Rusdiono Consulting: Membantu Anda untuk Tumbuh

Berikut penjelasan singkatnya:

No Akuntansi Manajemen Akuntansi Keuangan
1 Hanya digunakan untuk keperluan internal perusahaan. Digunakan untuk pelaporan eksternal ke berbagai pemangku kepentingan.
2 Tidak di bawah peraturan hukum atau peraturan apa pun. Diatur oleh standar, Hukum, peraturan, dll.
3 Tujuan utamanya adalah membantu manajemen internal mengambil keputusan. Membantu investor, kreditor maupun pihak lain dalam mengambil keputusan investasi.
4 Termasuk informasi keuangan dan non-keuangan. Hanya mementingkan informasi keuangan.
5 Tidak dikenakan audit atau investigasi apa pun. Catatan keuangan diaudit sesuai aturan.

 

Fungsi Akuntansi Manajemen

  • Memprediksi Bisnis di Masa Mendatang

Perkiraan membantu bisnis dalam pengambilan keputusan dan menjawab pertanyaan seperti: Haruskah perusahaan berinvestasi lebih banyak dalam peralatan? Haruskah diversifikasi ke pasar dan wilayah yang berbeda? Haruskah membeli perusahaan lain?

Akuntansi manajemen membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan penting yang dapat memprediksi tren masa depan bisnis.

  • Memudahkan Keputusan Bisnis

Informasi yang didapatkan dari akuntansi manajemen tentang biaya dan ketersediaan produksi adalah faktor penentu dalam pilihan keputusan bisnis. Data dari akuntansi manajerial memberdayakan pengambilan keputusan di tingkat operasional dan strategis.

  • Memperkirakan Arus Kas

Memperkirakan arus kas dan dampak arus kas pada bisnis adalah hal yang sangat penting. Mempertimbangkan dari mana biaya yang akan dikeluarkan perusahaan di masa mendatang dan dari mana pendapatan akan didapat, membantu bisnis dalam melangkah lebih lanjut. 

Akuntansi manajemen yang melibatkan pembuatan anggaran dan tren, digunakan manajer untuk memutuskan bagaimana mengalokasikan uang dan sumber daya agar menghasilkan pertumbuhan pendapatan di kemudian hari.

  • Menganalisis Tingkat Pengembalian

Sangat penting bagi manajer atau pebisnis untuk mengetahui tingkat pengembalian atau ROR sebelum memulai proyek yang membutuhkan banyak investasi. Pertanyaan penting yang dapat dijawab melalui akuntansi manajemen dalam ROR meliputi:

Jika disajikan dengan dua peluang investasi, bagaimana cara memilih bisnis yang paling memberikan keuntungan? Dalam berapa tahun perusahaan akan mencapai titik impas pada suatu proyek? Berapa perkiraan arus kas?

  • Perencanaan

Akuntansi manajemen tidak memiliki jadwal ketat seperti akuntansi keuangan. Hal ini sebenarnya yang membuat akuntansi manajemen sebagai proses yang berkelanjutan.

Jadi, informasi keuangan dan lainnya disajikan kepada manajemen secara berkala seperti mingguan, bulanan, atau kadang-kadang bahkan setiap hari.

Oleh karena itu. manajer dapat menggunakan analisis dan data ini untuk merencanakan kegiatan organisasi. Misalnya, jika data terakhir menunjukkan penurunan penjualan untuk wilayah tertentu, maka manajer penjualan dapat memberi saran kepada timnya dan merencanakan beberapa tindakan agar memperbaiki situasi.

  • Identifikasi Masalah Bisnis

Jika beberapa produk yang tidak berkinerja dengan baik, atau beberapa departemen mengalami kerugian yang tidak terduga, dll. Akuntansi manajemen dapat membantu perusahaan mengidentifikasi penyebab yang mendasarinya.

Baca juga: 5 Manfaat Menggunakan Konsultan Pajak, Gunakan Sekarang!

Tujuan Akuntansi Manajemen

Akuntansi manajemen membantu manajer dalam perusahaan membuat keputusan.

Akuntansi manajemen adalah proses mengidentifikasi, menganalisis, menafsirkan dan mengkomunikasikan informasi kepada manajer untuk membantu mencapai tujuan bisnis.

Data yang dikumpulkan mencakup semua bidang akuntansi yang menginformasikan manajemen operasional bisnis yang berkaitan dengan biaya produk atau layanan yang dibeli oleh perusahaan. Akuntan manajemen menggunakan anggaran untuk mengukur rencana operasi bisnis.

Sementara itu, laporan kinerja digunakan untuk mencatat penyimpangan hasil aktual dibandingkan dengan yang dianggarkan.

Cara Kerja Sistem Akuntansi Manajemen

Sistem akuntansi manajemen digunakan untuk memberikan informasi penting kepada manajemen yang digunakan dalam pengambilan keputusan operasional bisnis. 

Contoh, perusahaan manufaktur menggunakan sistem akuntansi manajemen untuk membantu penetapan biaya dan pengelolaan proses mereka. Sementara rumah sakit menggunakan sistem akuntansi manajemen untuk membantu mereka dalam penagihan asuransi dan persyaratan in-house lainnya.

Sistem akuntansi manajemen memiliki variasi tersendiri dan memungkinkan fungsionalitas dan laporan khusus yang berbeda di setiap industri. 

Namun, akuntansi manajemen juga tetap memiliki keterbatasan dan ruang lingkup tersendiri.

Keterbatasan Akuntansi Manajemen

  • Data berdasarkan akuntansi keuangan – Keputusan yang diambil oleh tim manajemen didasarkan pada data yang disediakan oleh Akuntansi Keuangan
  • Tidak kompehrensif – Manajemen tidak memiliki cukup pengetahuan tentang ekonomi, keuangan, statistik, dll.
  • Data yang kadaluarsa – Tim manajemen menerima data yang lalu, yang mungkin saja berubah ketika manajemen mengambil keputusan.
  • Membutuhkan biaya yang mahal – Menyiapkan sistem akuntansi manajemen membutuhkan banyak investasi.

Kesimpulan

Setelah memahami secara lengkap akuntansi manajemen, tentu sebagai manajer atau pemilik bisnis akan membuat laporan keuangan bisnis lebih terencanakan dan terdistribusi dengan baik sesuai kebutuhan setiap bagian manajemen perusahaan.

Dalam memudahkan perusahaan mengelola akuntansi manajemen dan akuntansi keuangan, Anda dapat menggunakan jasa konsultan seperti Rusdiono Consulting. 

Rusdiono Consulting menghadirkan laporan keuangan mulai dari neraca, perubahan modal, hingga arus kas dengan mematuhi Standar Akuntansi Keuangan Indonesia (PSAK). Selain itu, Rusdiono Consulting juga membantu Anda mengelola perpajakan dan audit internal lebih mudah. Tunggu apalagi? Segera hubungi kami dengan klik di sini.


July 29, 2020
2194-1280x853.jpg

Akuntansi adalah cara perusahaan mengelola posisi keuangan perusahaan dengan benar. Dikarenakan kompleksitas yang melekat dalam akuntansi, sebagian besar perusahaan akan mempekerjakan seorang akuntan dalam melakukan akuntansi perusahaan. Namun, ada baiknya sebagai pemilik usaha juga memahami dasar konsep akuntansi agar mengetahui kinerja operasional maupun keuangan setiap periode.

Dasar-Dasar Akuntansi Bisnis

Akuntansi adalah proses pencatatan, analisis, dan interpretasi informasi keuangan bisnis Anda secara sistematis. Pemilik bisnis menggunakan akuntansi untuk mengelola operasional keuangan, memenuhi kewajiban hukum, dan membuat keputusan bisnis yang lebih kuat.

Terlepas dari siapa yang mengelola akuntansi bisnis, Anda harus dapat membaca dan menyiapkan dokumen-dokumen dasar ini, sehingga akan memahami kinerja bisnis dan kesehatan keuangan – sebagai hasilnya, Anda akan memiliki kendali yang lebih besar terhadap perusahaan dan keputusan bisnis.

Berikut dokumen dan perhitungan yang disarankan untuk dipahami, bahkan jika Anda bekerja dengan profesional, agen konsultasi, atau telah menyewa akuntan publik bersertifikat.

  • Laporan Laba Rugi 

Laporan yang menunjukkan profitabilitas perusahaan dan memberitahu Anda berapa banyak uang yang dihasilkan atau hilang bisnis dalam suatu periode. 

Dengan kata lain, laporan yang merupakan potret pendapatan dan pengeluaran bisnis selama periode waktu tertentu (seperti triwulanan, bulanan, atau tahunan).

  • Neraca

Neraca adalah kondisi keuangan bisnis pada satu titik tertentu. Neraca juga akan menunjukkan laba ditahan bisnis, yang merupakan jumlah laba yang telah diinvestasikan kembali dalam bisnis (daripada didistribusikan kepada pemegang saham).

  • Laporan Arus Kas

Laporan yang menganalisis operasional, pembiayaan, dan kegiatan investasi bisnis untuk menunjukkan bagaimana dan di mana bisnis sedang menerima dan menghabiskan uang.

  • Rekonsiliasi Bank

Sebuah rekonsiliasi bank mencocokkan pengeluaran kas dengan laporan bank bisnis secara keseluruhan dan membantu menjaga catatan bisnis Anda konsisten. Dengan kata lain, proses rekonsiliasi saldo pembukuan bisnis ke saldo di rekening bank.

Baca juga: Konsultan Pajak dan Akuntansi Rusdiono Consulting: Membantu Anda untuk Tumbuh

Istilah Akuntansi Bisnis yang Wajib Diketahui

13 istilah yang membangun pengetahuan Anda tentang akuntansi bisnis. 

  • Utang & Piutang Usaha

Piutang usaha adalah uang yang harus dibayar orang untuk barang dan jasa. Piutang dianggap sebagai aset di neraca Anda. Sementara utang adalah uang yang harus dibayar kepada orang lain dan dianggap sebagai kewajiban di neraca Anda.

  • Akrual

Akrual adalah kredit dan utang yang telah dicatat tetapi belum terpenuhi. Hal Ini bisa berupa penjualan yang diselesaikan tetapi pembayaran belum dilunasi atau pengeluaran bisnis yang belum dibayar.

  • Aset

Aset adalah segala yang dimiliki perusahaan – berwujud dan tidak berwujud. Aset Anda dapat mencakup uang tunai, peralatan, properti, hak cipta, hak paten, dan merek dagang.

  • Burn Rate

Burn rate adalah seberapa cepat bisnis menghabiskan uang. Burn rate sebagai komponen penting ketika menghitung dan mengelola arus kas Anda. Dalam menghitung laju burn rate dalam bisnis, cukup pilih periode waktu (seperti seperempat atau satu tahun). Kurangi jumlah uang tunai di akhir periode dengan uang tunai di awal periode, lalu bagi angka tersebut dengan jumlah bulan dalam periode yang telah ditentukan.

  • Modal

Modal mengacu pada uang yang harus diinvestasikan atau dihabiskan untuk mengembangkan bisnis. Biasa juga disebut sebagai “modal bisnis,” modal mengacu pada dana yang dapat diakses (yaitu uang di bank) dan tidak termasuk aset atau kewajiban.

  • Harga Pokok Penjualan

Harga pokok penjualan (COGS) atau biaya penjualan (COS) adalah biaya untuk memproduksi produk Anda atau memberikan layanan kepada konsumen.

COGS atau COS adalah pengeluaran pertama yang akan dilihat pada laporan laba rugi (P&L) dan merupakan komponen penting ketika menghitung margin kotor bisnis Anda. Mengurangi COGS Anda dapat membantu Anda meningkatkan laba tanpa meningkatkan penjualan.

  • Depresiasi

Depresiasi mengacu pada penurunan nilai aset bisnis dari waktu ke waktu. Aset yang lebih besar memengaruhi kemampuan bisnis Anda untuk menghasilkan uang, sehingga hal ini mempengaruhi urusan pajak bagi bisnis. 

  • Ekuitas

Ekuitas mengacu pada jumlah uang yang diinvestasikan dalam bisnis oleh pemiliknya. Atau biasa juga  dikenal sebagai “ekuitas pemilik” dan dapat mencakup hal-hal yang bernilai non moneter seperti waktu, energi, dan sumber daya lainnya.

Ekuitas juga dapat didefinisikan sebagai perbedaan antara aset bisnis Anda (apa yang Anda miliki) dan liabilitas (apa yang berutang).Bisnis dengan ekuitas yang sehat (positif) menarik bagi calon investor, pemberi pinjaman, dan pembeli. 

  • Pengeluaran

Pengeluaran mencakup setiap pembelian yang dilakukan atau uang yang dibelanjakan dalam upaya untuk menghasilkan pendapatan. Pengeluaran juga disebut sebagai “biaya.”.

Ada empat jenis biaya utama, yaitu:

  • Biaya tetap adalah biaya yang konsisten, seperti sewa atau gaji. Pengeluaran ini biasanya tidak dipengaruhi oleh penjualan perusahaan atau tren pasar.
  • Biaya variabel berfluktuasi dengan kinerja dan produksi perusahaan, seperti utilitas dan bahan baku.
  • Biaya masih harus dibayar adalah biaya tunggal yang telah dicatat atau dilaporkan tetapi belum dibayar. (Hal ini akan jatuh dalam utang dagang, seperti yang dibahas sebelumnya.)
  • Biaya operasional diperlukan bagi perusahaan untuk melakukan bisnis dan menghasilkan pendapatan, seperti sewa, utilitas, penggajian, dan utilitas.

 

  • Fiscal Year

Fiscal year adalah periode yang ditentukan perusahaan dalam pencatatan akuntansi. Tanggal awal dan akhir tahun fiskal ditentukan oleh perusahaan Anda; beberapa bertepatan dengan tahun kalender, sementara yang lain bervariasi berdasarkan kapan seorang akuntan dapat menyiapkan laporan keuangan.

  • Kewajiban

Kewajiban adalah segala yang dimiliki perusahaan dalam jangka panjang atau pendek. Kewajiban dapat mencakup saldo kartu kredit, penggajian, pajak, atau pinjaman.

  •  Pendapatan

Pendapatan adalah jumlah total uang yang didapatkan bisnis selama periode yang telah ditentukan.

  • Margin Kotor

Margin kotor (atau pendapatan kotor ),merupakan total penjualan dikurangi COGS – angka inilah yang menunjukkan keberlanjutan bisnis.

Sekali lagi, istilah-istilah ini hanyalah pengantar akuntansi bisnis. Namun, beberapa istilah tersebut akan membantu Anda lebih memahami bagaimana melakukan akuntansi untuk bisnis.

Baca juga: Manfaat Menggunakan Kantor Jasa Akuntansi

Proses Akuntansi dalam Bisnis

  1. Buka rekening bank bisnis yang ditautkan dengan semua tempat penjualan.
  2. Perinci semua pengeluaran sesuai departemen.
  3. Patuhi semua pajak penghasilan, pekerjaan, dan cukai.
  4. Siapkan sistem penggajian.
  5. Identifikasi gateway pembayaran yang tepat untuk kebutuhan Anda.
  6. Pahami kewajiban pajak untuk jenis bisnis Anda.
  7. Tinjau dan evaluasi proses Anda secara teratur.
  8. Konsultasikan dengan profesional.

Akuntansi adalah ilmu disiplin yang kompleks. Namun jika Anda bukan seorang akuntan, Anda tidak perlu tahu segalanya tentang akuntansi – hanya praktik dan bagian yang berkaitan dengan operasional keuangan Anda, kewajiban hukum, dan keputusan bisnis.

Delapan langkah ini akan memperkenalkan Anda pada proses akuntansi (jika Anda belum terbiasa) dan mengatur Anda untuk meningkatkan skala bisnis Anda secara berkelanjutan.

  •  Buka Rekening Bank Bisnis

Memiliki rekening bank terpisah untuk pendapatan dan pengeluaran bisnis akan membuat akuntansi bisnis lebih mudah. Anda hanya akan memiliki satu akun untuk memantau pembukuan dan keperluan pajak, dan pendapatan dan pengeluaran pribadi Anda tidak akan terjerat dengan bisnis Anda. 

Cari bank yang memiliki cabang lokal serta perbankan online yang kuat. Juga, pastikan bank dapat berintegrasi dengan sistem point-of-sale (POS) Anda dan kebutuhan teknologi lainnya. Disarankan juga untuk membuka dua akun – satu rekening giro dan satu rekening tabungan.

 

  • Perinci Semua Pengeluaran

  • Biaya iklan dan pemasaran, seperti iklan media sosial berbayar, biaya hosting situs web, dan kartu nama.
  • Perjalanan bisnis, seperti tiket pesawat, hotel, dan mobil sewaan.
  • Pengeluaran kantor, seperti Wi-Fi, peralatan, dan ponsel.
  • Biaya terkait kendaraan, seperti jarak tempuh dan transportasi.
  • Makanan dan hiburan, seperti perjalanan ke kedai kopi, kafe dalam bertemu klien.

Jika Anda perlu memang melakukan pengeluaran seperti ini, disarankan agar menyimpan dokumen-dokumen berikut. 

  • Kwitansi (kertas dan digital)
  • Laporan bank dan kartu
  • Tagihan (untuk keperluan, telepon, internet, dll.)
  • Cek
  • Faktur dan dokumen yang menunjukkan bukti pembayaran
  • Laporan keuangan dari pembukuan atau aplikasi pembukuan
  • Surat Pemberitahuan Pajak dari tahun-tahun sebelumnya

Cara umum lainnya untuk mengelola pengeluaran bisnis adalah dengan memisahkan biaya operasional dengan biaya penjualan, umum, dan administrasi.

  • Patuhi Semua Pajak Penghasilan, Pekerjaan, dan Cukai

Sayangnya, pembukuan tidak selalu menyenangkan. Pembukuan adalah tugas yang berkelanjutan. Secara teknis, Anda harus melakukannya setiap hari, karena hal ini akan memengaruhi segala urusan perpajakan.

  • Mengatur Sistem Penggajian

Anda harus memahami dan mengelola sistem penggajian dengan baik. Penggajian memang bagian lain yang membosankan namun diperlukan dari akuntansi. Hal ini juga termasuk seperti hal sebelumnya yaitu pajak penghasilan karyawan.

  •  Identifikasi Gateway Pembayaran

Metode pengumpulan uang dalam bisnis sering disebut sebagai gateway pembayaran. Apakah bisnis menyediakan layanan lepas, mendirikan toko di pasar petani lokal, atau menjalankan bisnis e-commerce global, Anda memerlukan cara mudah (dan legal) untuk mendapat uang dari pelayanan bisnis. Misalnya platform seperti Shopify, BigCommerce, dan Woocommerce.

  • Memahami Kewajiban Pajak

Pahami kewajiban pajak bisnis Anda, menyimpan catatan yang akurat, dan menyisihkan pendapatan.

Membayar pajak sebagai bisnis sedikit lebih rumit daripada sebagai pribadi. Jumlah dan jenis pajak yang diajukan tergantung pada beberapa hal: struktur hukum bisnis, jumlah karyawan, dan pajak penjualan.

Bagian akuntansi ini – kewajiban dan penagihan pajak – sangat membosankan. Sangat disarankan untuk bekerja dengan seorang profesional untuk setidaknya memastikan bisnis Anda mengikuti prosedur dan hukum yang tepat.

  • Tinjau dan Evaluasi Metode

Mirip dengan proses dan strategi lain di seluruh bisni, Anda harus meninjau dan mengevaluasi metode akuntansi.

Disarankan untuk mengaudit proses Anda pada akhir setiap bulan, kuartal, dan tahunan. Dengan cara ini, bisnis dapat terhindar dari masalah yang terlalu besar.

  • Pertimbangkan Jasa Profesional

Sama pentingnya dengan memahami cara kerja akuntansi bisnis, Anda tidak harus melakukan semuanya sendiri. Disinilah jasa akuntansi profesional diperlukan. 

Jika anggaran bisnis memungkinkan, sangat disarankan untuk mempekerjakan seorang profesional untuk membantu akuntansi Anda. 

Siapa pun yang Anda pilih, pastikan untuk membaca banyak ulasan dan testimoni tentang akuntan potensial Anda. Tanyakan tentang pengalamannya dalam industri Anda, tarif, dan jasa, dan pastikan Anda merasa nyaman.

Pelajari Akuntansi agar Bisnis Tumbuh Lebih Baik

Akuntansi bagi sebagian pebisnis tampak seperti gunung yang menakutkan untuk didaki, tetapi percayalah, ini adalah perjalanan yang sepadan untuk Anda.

Akuntansi membantu Anda melihat seluruh gambaran perusahaan dan dapat memengaruhi keputusan bisnis dan keuangan yang penting.

Dari berlatih perhitungan hingga memahami kewajiban pajak perusahaan, menguasai disiplin akuntansi dapat membantu bisnis Anda tumbuh lebih baik.


July 21, 2020
669-1-1280x853.jpg

Setiap perusahaan diharuskan melakukan proses akuntansi demi mengidentifikasi kondisi keuangan. Akuntansi juga dikenal sebagai salah satu pembukuan, yang melibatkan pengumpulan, analisis, klasifikasi, interpretasi, dan penyajian informasi keuangan.

Mengenal Akuntansi Perusahaan

Akuntansi perusahaan adalah proses akuntansi yang didedikasikan untuk operasional suatu perusahaan. Dalam jenis pembukuan yang satu ini, akuntan perusahaan hanya memusatkan perhatiannya pada catatan keuangan satu perusahaan. Lebih khusus lagi, akuntan hanya berfokus pada perusahaan yang telah mempekerjakannya.

Akuntansi perusahaan dilakukan untuk memastikan status keuangan dan operasional perusahaan. Terlebih investor dan pemberi dana selalu tertarik untuk mengetahui kinerja keuangan perusahaan ketika akan membeli sejumlah saham atau memberi pinjaman dana.Oleh karena itu, akuntansi perusahaan dilakukan untuk mengkomunikasikan aset dan kewajiban perusahaan kepada mereka.

Akuntansi perusahaan juga dilakukan untuk memastikan aktivitas keuangan perusahaan mematuhi hukum dan peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah, memastikan kegiatan bisnis selaras dengan kebijakan organisasi, dan menghasilkan laporan yang digunakan untuk membuat keputusan strategis bagi perusahaan. 

Baca juga: Mengenal Akuntansi Perusahaan Jasa, Siklus dan Jenis Transaksinya

3 Konsep Dasar Akuntansi Perusahaan

  • Persamaan Dasar Akuntansi

Persamaan dasar akuntansi dijadikan dasar pembuatan laporan keuangan, neraca, laba rugi, maupun arus kas perusahaan. Persamaan dasar akuntansi juga bersifat umum. Persamaan dasar akuntansi yaitu:

Aset = Kewajiban + Ekuitas

Jadi, jumlah aset yang terdapat di sisi kiri harus sama jumlahnya dengan kewajiban dan ekuitas di sisi kanan. 

Persamaan dasar akuntansi bertujuan untuk mengetahui pencatatan transaksi bisnis dan perubahan yang terjadi. Segala macam transaksi dapat diinput ke dalam persamaan dasar akuntansi tersebut. Persamaan akuntansi berguna untuk menganalisis transaksi bisnis untuk penyusunan laporan keuangan di kemudian hari.

  • Jurnal

Jurnal berguna untuk pencatatan transaksi keuangan, baik jurnal umum maupun jurnal khusus untuk akun yang paling aktif seperti penjualan, pembelian, penerimaan dan pemasukan kas.

Hal yang harus diperhatikan dengan seksama saat menjurnal adalah kapan harus menggunakan debit atau kredit.

Jika dilihat dari persamaan dasar akuntansi sebelumnya, aset berada di sebagai sisi debit, sedangkan kewajiban dan ekuitas berada di sisi kanan sebagai sisi kredit. 

  • Laporan Keuangan

Dalam laporan keuangan, unsur-unsur atau komponennya antara lain:

  • Neraca sebagai laporan proses keuangan perusahaan pada periode yang telah ditentukan.
  • Laporan laba rugi sebagai laporan hasil operasional perusahaan selama periode tertentu.
  • Laporan ekuitas atau modal sebagai penyajian perubahan dalam modal pemilik pada perusahaan dalam periode yang telah ditentukan.
  • Laporan arus kas sebagai gambaran jumlah penerimaan dan pengeluaran perusahaan dalam suatu periode tertentu.

Kegiatan Utama dalam Akuntansi Perusahaan

Akuntansi perusahaan biasanya dilakukan oleh bagian spesialis akuntan. Mereka diarahkan untuk mengelola kondisi keuangan perusahaan di bawah pengawasan Chief Financial Officer (CFO) atau eksekutif pada level yang sama.

Akuntan melakukan sejumlah tugas yang berkaitan dengan pengelolaan akun keuangan dan sistem pelaporan keuangan secara menyeluruh. Aktivitas yang dilakukan diantaranya: 

  • Membuat dan Mengelola Sistem Akuntansi Perusahaan

Akuntan perusahaan membuat, menyusun, mengelola, dan memelihara sistem akuntansi suatu perusahaan. Dalam kasus modern, biasanya hal-hal tersebut dilakukan melalui platform online. 

Akuntan membuat akun terpisah untuk menangani elemen bisnis seperti ekuitas, aset, pendapatan, kewajiban, dan biaya. Setelah itu, mereka menetapkan masing-masing akun dengan kode buku besar dan mengatur keseluruhan sistem untuk mencatat transaksi spesifik ke dalam akun yang cocok secara otomatis. 

Selain itu, akuntansi perusahaan tingkat lanjut juga melibatkan pembuatan berbagai laporan secara berkala yang digunakan secara internal. Laporan-laporan ini dibuat menggunakan data dan informasi terkini.

  • Memproses Penggajian Karyawan

Perhitungan gaji karyawan termasuk ke dalam akuntansi perusahaan. Dalam tugas ini, akuntan perusahaan menghitung upah setiap staf sesuai dengan berbagai periode kerja.

Bisa saja mingguan, dua mingguan atau bulanan. Staf menerima cek gaji atau menyetor langsung ke rekening bank berdasarkan akuntansi perusahaan.

  • Mengatur Biaya Tertentu

Perusahaan diwajibkan membayar biaya- biaya tertentu agar tetap mematuhi peraturan bisnis. Dalam hal ini, akuntansi perusahaan juga termasuk melakukan pembayaran seperti pajak yang berkaitan dengan karyawan, pembayaran upah, distribusi rekening pensiun, bonus untuk kinerja karyawan serta pembayaran untuk lembur. Buku akuntansi perusahaan menunjukkan bahwa pembayaran tersebut dihitung, dikelola dan dibayarkan oleh perusahaan.

  • Mengelola Utang

Dalam akuntansi sebuah perusahaan, kegiatan akuntansi juga termasuk menerima dan memproses faktur yang masuk ke perusahaan. Para akuntan melakukan pembayaran kepada kontraktor atau pemasok sesuai dengan sarana kompensasi yang telah dijanjikan. 

Contohnya termasuk transfer bank, cek, pembayaran kartu kredit, hingga mengatur jadwal pembayaran utang. Ketika menangani utang dagang, akuntan perusahaan biasanya hanya fokus pada inventaris yang mengalir ke perusahaan. Akan tetapi, mereka juga dapat fokus pada pembayaran pinjaman, pajak, dan biaya perawatan inventaris lainnya.

  • Mengelola Piutang Usaha

Jenis pembukuan yang satu ini juga mengelola piutang. Di sinilah piutang diproses secara rapi dan teratur. Selain itu, akuntan perusahaan juga perlu mengelola kasus piutang yang berulang. Melakukan penagihan, memperbarui status arus kas dan upaya penagihan pada setiap piutang perusahaan. 

Setelah mengetahui akuntansi perusahaan secara umum, terdapat akuntansi perusahaan secara khusus. Contohnya seperti akuntansi perusahaan dagang atau jasa. Berikut persamaan dan perbedaan diantara keduanya.

Baca juga: Akuntansi Sektor Publik: Bahasan Lengkap 2020

Sekilas Persamaan dan Perbedaan Akuntansi Perusahaan Dagang dan Jasa

Meskipun secara siklus keduanya memiliki proses yang hampir sama, terdapat beberapa perbedaan sederhana seperti:

  • Aset

Perusahaan dagang bisa saja tidak memiliki bangunan, tetapi memiliki peralatan yang digunakan untuk mengemas produk dan mengirimkan kepada konsumen. Sementara perusahaaan jasa mungkin saja memiliki bangunan untuk menyediakan layanan kepada pelanggan.

  • Kewajiban

 Keduanya dapat memiliki kewajiban kepada orang atau sebuah perusahaan, baik berutang modal atau uang. Terutama perusahaan dagang yang membeli persediaan secara kredit, maka dimasukan ke dalam utang dagang.

  • Perhitungan Biaya dan Ekuitas Pemilik

Perusahaan dagang dan jasa sangat memiliki perbedaan yang mencolok dalam hal satu ini, keduanya mungkin memiliki aset yang sama, akun pendapatan, prive maupun modal untuk pemilik dalam akuntansi perusahaan.

Akan tetapi, perusahaan dagang yang mempunyai persediaan, mempunyai biaya khusus terkait dengan pembelian atau penjualan barang atau disebut sebagai harga pokok penjualan. Sementara perusahaan jasa tidak memiliki urusan dengan HPP karena tidak terkait dengan stok fisik.

Demikian penjelasan mengenai akuntansi perusahaan, baik dari segi definisi, konsep, kegiatan, maupun contoh akuntansi perusahaan dagang dan jasa. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan pembaca.

 


Send this to a friend