Blog Archives - Rusdiono Consulting

December 30, 2020
WhatsApp-Image-2020-12-28-at-5.29.25-PM.jpeg

UMKM mempunyai peranan penting bagi perekonomian Indonesia. UMKM terbukti bertahan saat krisis 1998, bahkan berperan cukup besar bagi ekonomi nasional. Begitu juga saat ini,  UMKM berkontribusi pada perekonomian negara hingga 60 persen di tengah pandemi COVID-19. Namun, sebagian besar usaha mikro dan kecil tersebut dikelola secara mandiri, banyak diantaranya hanya lulusan SD, belum memanfaatkan teknologi digital, maupun mengelola perpajakan. Untuk itulah, peran konsultan pajak menjadi penting. Mulai dari pelaksanaan kewajiban pajak, pengelolaan administratif pajak, lebih berfokusnya pada pengembangan usaha, hingga merencanakan pajak secara baik dan benar.

Memangnya, apa saja hal yang dilakukan konsultan pajak untuk UMKM?

 

Memahami Peran Penting Konsultan Pajak bagi Bisnis UMKM 

Pertama-tama, konsultan pajak adalah perantara antara UMKM dengan otoritas pajak. Konsultan menyiapkan laporan pajak, mengurus kepatuhan pajak, melakukan perencanaan pajak, memeriksa perpajakan bisnis, mendampingi saat ada pemeriksaaan pajak, konsultasi, mengurus restitusi pajak, hingga bantu menyelesaikan sengketa pajak.

Peran konsultan pajak sangat penting dan dapat mewakilkan UMKM saat ada urusan terkait perpajakan bisnis mereka. Bagaimanapun, UMKM tetap harus patuh jika berhubungan dengan urusan pajak. Mengingat aturan perpajakan cukup rumit dan tidak mudah, bahkan berakibat sanksi administrasti ataupun pidana. 

Konsultan pajak pun menghemat waktu bagi pemilik bisnis UMKM. Laporan SPT tahunan, pembuatan estimasi pembayaran pajak, sampai bisa saja ada koreksi fiskal yang perlu dilakukan bisnis sudah terurusi dengan baik. Secara tidak langsung, bimbingan pajak bagi bisnis pun mengurangi beban administratif, bisnis lebih tahu tentang pajak usaha, termasuk apa manfaat ketika bisnis mulai membayar pajak. 

Walau banyak bisnis yang mulai membayar pajak secara mandiri tanpa bantuan konsultan. Hal yang perlu dipikirkan kembali adalah, apakah prosedur perpajakan bisnis sudah lengkap dan benar? Apakah ada aturan terbaru mengenai perpajakan yang justru lebih meringankan pajak bisnis? Ketika ada insentif pajak, kenapa sulit sekali mengurusnya?

Belum lagi ketika bisnis UMKM membuka cabang yang membuat otoritas pajak melirik potensi pajak, pengetahuan perpajakan yang minim pun membuat bisnis kelabakan dan kebingungan. Fatalnya, UMKM perlu membayar pajak tahun-tahun sebelumnya, yakni maksimal 5 tahun ke belakang sejak UMKM melakukan aktivitas usaha. 

Baca Juga: 5 Manfaat Menggunakan Konsultan Pajak, Gunakan Sekarang!

Urus Perpajakan dengan Mudah Bersama Konsultan Pajak Terpercaya di Indonesia

Sudah seharusnya bagi para pemilik UMKM mulai mengurus perpajakan dengan dukungan dari konsultan pajak terpercaya. Baik yang baru merintis, ataupun yang sudah mengembangkan bisnis. 

Kapan lebih tepatnya perlu mengandalkan konsultan pajak? Ketika usaha Anda berada di wilayah atau zona khusus perpajakan seperti Kawasan Berikat, Kawan Bebas Pajak, dan lainnya. 

Kemudian ketika usaha Anda berkaitan erat dengan institusi milik negara seperti BUMN, karena tata cara perpajakan berbeda dengan jenis usaha lainnya. Selain itu, melakukan aktivitas impor atau ekspor pada bisnis pun memerlukan pajak yang diurus secara khusus. 

Apalagi jika bisnis UMKM Anda bergerak di bidang yang diatur oleh otoritas pajak, pengusaha kena pajak (PKP), dan akan berbentuk PT atau CV.

Dalam hal ini, Rusdiono Consulting menyediakan layanan jasa konsultasi pajak yang sudah dipercaya bisnis UMKM di Indonesia, yang memastikan bisnis UMKM akan  melaksanakan kewajiban perpajakan sesuai dengan aturan pajak terbaru di Indonesia. 

Hal umum yang biasa dilakukan diantaranya:

  • Agar masalah pajak untuk efisiensi dan efektivitas lebih baik.
  • Perencanaan pajak: Untuk meminimalkan kewajiban pajak dan mendapat keuntungan sesuai UU perpajakan.
  • Tinjauan kepatuhan pajak: Agar menghindar dari bayaran pajak tidak akurat serta dapat lolos dari pelaporan pajak.
  • Administrasi pajak: Agar mendapat laporan SPT bulanan dan tahunan.
  • Penyelesaian sengketa pajak: Untuk mendapat strategi efektif dalam penyelesain sengketa pajak berdasar fakta serta dokumen bisnis. 

Segera hubungi Rusdiono Consulting di sini, dan dapatkan manfaat membayar pajak bagi bisnis UMKM, termasuk manfaat dari mengandalkan konsultan pajak. Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Ingat, orang bijak taat pajak!


December 29, 2020
WhatsApp-Image-2020-12-28-at-5.01.30-PM.jpeg

Faktur pajak merupakan bukti bahwa pihak pengusaha kena pajak telah memungut pajak dari setiap transaksi. Ada kalanya terdapat kesalahan dalam faktur pajak atau terjadi pembatalan pembelian, sehingga pengusaha harus mengetahui contoh surat pembatalan faktur pajak agar tidak terjadi kesalahan di masa depan.

Pembatalan faktur pajak tidak dapat dilakukan seenaknya karena aturan soal faktur pajak terikat oleh Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-24/PJ/2012. Anda harus memahami tata cara pembatalan faktur pajak yang sudah disetujui dan disosialisasikan oleh Dirjen Pajak di Indonesia.

Baca Juga: Kode Faktur Pajak, Bagian Faktur Pajak yang Wajib Dipahami PKP

Cara Pembatalan Faktur Pajak & Alasannya

Pembatalan pajak kini dapat dilakukan dengan mudah melalui sistem daring menggunakan e-Faktur. Berikut adalah beberapa langkah mudah yang bisa Anda ikuti:

  1. Pilih “Faktur”, kemudian klik pada“Pajak Keluaran — Administrasi Faktur”. Di sana, pilih faktur pajak keluaran yang mau Anda batalkan.
  2. Klik “Batalkan Faktur” pada bagian bawah. Tunggu hingga muncul notifikasi keberhasilan dan status faktur menjadi batal.

Begitu mudahnya membatalkan faktur pajak dengan menggunakan e-Faktur. Segala sesuatu terkait pajak kini memang sudah go online, itulah alasan mengapa Anda harus membuat akun terlebih dahulu di platform pajak.

Namun, apabila Anda ingin datang ke kantor pajak untuk mengurus pembatalan, Anda bisa mempersiapkan dokumen-dokumen berupa bukti transaksi, nomor NPWP, dan juga surat pembatalan.

Ada beberapa alasan mengapa seorang Pengusaha Kena Pajak diizinkan untuk melakukan pembatalan faktur pajak melalui e-Faktur. Alasan-alasan tersebut antara lain adalah:

  1. Nomor NPWP rekan yang dikenai pajak tidak dapat diverifikasi. Hal tersebut dapat terjadi karena kesalahan pengetikan.
  2. Adanya transaksi yang salah, baik dalam sisi jumlah barang/jasa maupun harga. Ini akan memberikan pengaruh pada jumlah wajib pajak
  3. Adanya transaksi yang dibatalkan atau ditunda. Hal ini akan berpengaruh pada tanggal pajak diberlakukan dan jumlah pajak.

Contoh Surat Pembatalan Faktur Pajak

Untuk membuat pembatalan secara offline, Anda wajib menyertakan surat pembatalan faktur pajak baik dari pihak pembeli atau pun penjual. Sesuai dengan peraturan yang telah berlangsung, berikut adalah format dari surat untuk membatalkan faktur pajak yang sudah telanjur dibuat:

 

Jakarta, 19 Mei 2020

Nomor    : …………

Perihal    : Surat Pembatalan Faktur Pajak

 

Kepada Yth,

  1. Maju Jaya

Jalan Kenanga 3,

di tempat

 

Dengan hormat,

Terkait transaksi jual beli dengan faktur pajak No. xxxx.xxxxx.xxxx pada tanggal 12 Maret 2020, kami memohon transaksi itu untuk dibatalkan karena terdapat kesalahan pada jumlah barang yang berpengaruh pada harga dan jumlah pajak. Pembayaran akan dilakukan setelah adanya invoice baru dan faktur yang sudah diperbaiki.

 

Demikian surat pembatalan ini kami buat. Atas perhatian Anda, kami mengucapkan terima kasih.

 

Hormat Kami 

Jerry H.

Finance Manager

Anda sudah memahami hal-hal terkait faktur pajak dan contoh surat pembatalan faktur pajak. Sebaiknya, hindari kesalahan dalam transaksi yang dikenai pajak dan apabila terdapat human error, segera perbaiki sekarang juga agar tidak terjerat masalah pajak yang rumit. Dan apabila anda ingin fokus untuk mengembangkan bisnis anda tanpa harus repot mengurus kewajiban perpajakan perusahaan anda, tim konsultan pajak kami siap melayani anda dengan menghubungi kami di sini.


December 28, 2020
WhatsApp-Image-2020-12-28-at-4.32.00-PM.jpeg

Bukti Potong PPh 23 merupakan sebuah hal yang penting untuk dipahami oleh para pengusaha yang terkena pajak (PKP/Pengusaha Kena Pajak). Ia adalah sebuah bukti yang menunjukkan bahwa pajak sudah disetorkan ke negara oleh wajib pajak.

Seperti apakah Bukti Potong PPh 23 ini dan mengapa penting bagi para Pengusaha Kena Pajak untuk memahaminya? Mari simak keterangan mengenai komponen tersebut di sini.

Fungsi Bukti Potong PPh 23

Bagi wajib pajak, bukti potong ini penting untuk memastikan bahwa ia benar-benar sudah menunaikan kewajiban pajaknya dan pajak penghasilannya sudah dipotong.

Bukti potong ini merupakan formulir resmi dan sah di mata negara. Ia dapat digunakan dalam pelaporan SPT (Surat Pemberitahuan Tahunan) atau Masa Pajak Penghasilan (PPh).

Untuk itu, jika Anda mendapatkan bukti potong PPh 23, pastikan Anda menyimpannya agar tidak mengalami kesulitan pada saat melaporkan pajak.

Baca Juga: Mengenal PPh Pasal 23: Objek, Tarif, dan Perhitungannya

 

Cara Membuat Bukti Potong PPh 23

Langkah-langkah untuk membuat bukti potong PPh 23 sangat mudah. Anda hanya perlu masuk ke situs DJP online dan memilih layanan e-Bupot pada profil.

Setelah itu, pada dashboard e-Bupot, Anda akan melihat berbagai daftar bukti potong dan juga SPT Anda. Kemudian, cek apakah sudah ada data yang berisi nama wajib pajak, tanda tangan, dan NPWP.

Setelah itu, Anda bisa memilih status aktif pada kolom wajib pajak yang Anda pilih. Klik simpan dan masukkan bukti potong Pasal 23.

Baca Juga: Berkenalan dengan e-Bupot, Aplikasi Pembuatan Bukti Pemotongan PPh Pasal 23 dan Pasal 26

Cara Mendapatkan Form Bukti Potong PPh 23

Seiring dengan kemajuan teknologi, begitu mudah bagi kita untuk mendapatkan bukti potong dari rumah. 

Bukti potong yang bisa Anda unduh berbentuk PDF dan nantinya dapat dicetak jika Anda membutuhkan bukti fisik untuk keperluan pelaporan pajak dan lain sebagainya.

Berikut ini adalah beberapa langkah mudah untuk mendapatkan form bukti potong PPh 23.

  1. Buat akun e-Bupot dan tunggu approval.
  2. Buka daftar e-Bupot yang ada di halaman.
  3. Pilih option
  4. Klik pada opsi Download PDF dan pilih OK. File akan terunduh di perangkat Anda.

Membuat Pembetulan Bukti Potong PPh 23

Kesalahan bisa terjadi pada saat Anda mengisi data terbaik pajak di e-Bupot. Namun, berdasarkan peraturan Per-04 /PJ/2017, Anda dapat melakukan pembetulan e-Bupot.

Semua data yang ada di dalam bukti potong bisa diubah kecuali nomor dari bukti potong tersebut. Berikut adalah cara untuk membetulkan bukti potong pajak:

  • Membetulkan bukti potong dengan syarat nomor pembetulan sama dengan sebelumnya
  • Mengisi tanggal sesuai dengan tanggal pada saat bukti pembetulan terbit
  • Melampirkan bukti pembetulan pada saat Anda mengajukan SPT pembetulan

Dengan fitur e-Bupot, begitu mudahnya bagi Anda untuk mendapatkan bukti potong PPh 23, mengetahui bukti potong yang sudah diterima, dan melakukan pembetulan. Segera penuhi kewajiban pajak Anda dan pastikan seluruh data terkait bukti pajak Anda sudah tepat.


December 21, 2020
clayton-robbins-ihqB-c8C7Bc-unsplash-1280x853.jpg

Aset-aset perusahaan yang mengalami perubahan nilai bukan hanya aset berupa uang saja. Seiring dengan berjalannya waktu, aset tak bergerak seperti mesin dan juga bangunan akan mengalami perubahan nilai. Di dalam ilmu akuntansi, perhitungan hal tersebut bisa dilakukan dengan metode penyusutan.

Apa yang dimaksud dengan metode penyusutan? Ia merupakan proses perhitungan nilai dan biaya aset selama ia digunakan. Penyusutan atau depresiasi ini mencakup beberapa faktor, seperti harga aset pada saat dibeli (acquisition cost), harga buku aset tetap, nilai residu, dan usia ekonomis.

 

Macam-macam Metode Penyusutan

Dalam dunia akuntansi, terdapat macam-macam metode penyusutan yang akan dibahas dalam penjelasan di bawah ini.

1. Metode Penyusutan Garis Lurus

Metode ini dipakai untuk menghitung aset tetap dengan biaya penyusutan yang sama alias stabil sampai dengan berakhirnya usia ekonomis aset itu. Metode ini biasanya dipakai untuk aset-aset semacam bangunan serta peralatan di kantor yang tidak terpengaruh oleh kuantitas produksi layaknya mesin cetak, mesin pemotong, dan lain sebagainya.

Terdapat dua cara menghitung penyusutan metode garis lurus, antara lain:

Perhitungan nilai sisa

Penyusutan = (Acquisition Cost-Nilai Sisa) : Usia Ekonomis

Perhitungan tanpa nilai sisa

Penyusutan = Acquisition Cost : Umur Ekonomis

 

2. Metode Penyusutan Saldo Menurun

Metode ini berkaitan dengan persentase harga buku aset pada suatu tahun. Rumusnya adalah:

Depresiasi = (2 x (100% : Usia Ekonomis) ) x Harga Beli/Nilai Buku Aset

 

3. Service Hours Method

Sesuai dengan namanya, metode ini erat kaitannya dengan produksi barang/jasa dalam kurun waktu tertentu. Rumus dari metode ini adalah sebagai berikut:

Penyusutan setiap tahun = Jam Kerja Tercapai x Tarif Penyusutan/Jam

Sementara itu, tarif penyusutan/jam dapat dihitung melalui rumus:

Harga Perolehan Nilai Sisa : Total Jam Kerja dari Pemakaian Aset Tetap

 

4. Sum of the Year Digit Method

Metode ini dipakai jika kita bermaksud untuk melihat penyusutan setelah jumlah tahun yang berlalu semenjak aset tersebut ada. Berikut rumusnya:

Penyusutan = Sisa Usia Pemakaian Aset : Jumlah  Tahun x Harga Perolehan Nilai Sisa

 

5. Metode Satuan Hasil Produksi

Metode ini merujuk pada satuan produk yang dihasilkan oleh aset tetap pada kurun waktu tertentu, misalnya setiap satu tahun sekali atau beberapa tahun sekali. Rumus dari metode ini adalah:

Beban Penyusutan Tahunan = Jam dari Satuan Produk x Tarif Penyusutan Setiap Produk

Cara menghitung tarif penyusutan per satuan produk adalah:

Tarif Penyusutan Per Satuan Produk = Harga Perolehan Nilai Sisa : Jumlah Produk yang Dihasilkan

Baca Juga: 5 Jenis Laporan Keuangan dan Pengertiannya

Itulah berbagai hal yang bisa Anda pahami terkait metode penyusutan. Dilihat dari segi rumus, metode yang satu ini terlihat mudah. Namun, untuk mengaplikasikannya, diperlukan ketelitian agar tidak terjadi kesalahan dalam menghitung berapa banyak penyusutan aset yang telah terjadi. 


December 17, 2020
scott-graham-OQMZwNd3ThU-unsplash-min-1280x854.jpg

Laporan keuangan konsolidasi merupakan gabungan laporan keuangan yang menyajikan informasi milik perusahaan induk dan anak perusahaan dalam satu laporan seolah mereka adalah entitas tunggal. Perusahaan tidak memerlukan laporan keuangan jika induk perusahaan tidak memiliki kontrol atau hak kendali terhadap anak perusahaannya. Laporan tersebut diperlukan jika perusahaan memenuhi syarat-syarat berikut:

  • Memiliki satu atau lebih entitas perusahaan (anak perusahaan) yang dibuktikan dengan kepemilikan saham.
  • Perusahaan induk memiliki saham lebih dari 50% terhadap anak perusahaan.
  • Perusahaan induk mempunyai saham tidak mencapai 50% tetapi masih memegang kendali penuh atas anak perusahaan.

Cara Membuat Laporan Keuangan Konsolidasi

Berikut langkah-langkah pembuatan laporan keuangan konsolidasi yang bisa Anda lakukan:

  1. Lakukan pemeriksaan secara keseluruhan terhadap laporan keuangan entitas induk dan entitas anak. Kemudian lakukan koreksi dan penyesuaian apabila teridentifikasi kelalaian atau kesalahan dalam pencatatan.
  2. Lakukan penyesuaian laporan untuk mengeliminasi laba-rugi masing-masing perusahaan
  3. Lakukan eliminasi pada dividen dan penghasilan anak perusahaan serta mengembalikan saldo investasi seperti awal periode.
  4. Lakukan penyesuaian untuk membuat catatan dari bagian kepentingan non pengendali atas laba dan dividen anak perusahaan.
  5. Eliminasi saldo resiprokal investment yang sebelumnya dilaporkan pada keuangan entitas anak.
  6. Lakukan alokasi dan amortisasi apabila terdapat selisih yang tidak wajar.
  7. Mengeliminasi saldo-saldo resiprokal lainnya (utang piutang, pendapatan, beban, dan lainnya).

Contoh Kasus 

Untuk lebih memahami pembuatan laporan keuangan konsolidasi, coba perhatikan contoh kasus berikut:

Sebuah perusahaan induk memiliki tiga anak perusahaan dengan struktur:

  • 90% saham di perusahaan Alfa, dan 10% milik publik.
  • 40% saham di perusahaan Beta dengan perusahaan induk masih memiliki kendali.
  • 20% saham di perusahaan Gama dan perusahaan induk tidak memiliki kendali.

Perusahaan induk akan membuat laporan keuangan konsolidasi dengan perusahaan Alfa dan Beta. Rumusan perhitungannya adalah sebagai berikut:

  • Aset: 100% aset Alfa + 100% aset Beta + 20% aset Gama. 
  • Liabilitas: 100% liabilitas Alfa + 100% liabilitas Beta. 
  • Ekuitas: 100% ekuitas Alfa + 100% ekuitas Beta. 
  • Pendapatan: 100% Alfa + 100% Beta. 
  • Laba kotor: 100% Alfa + 100% Beta. 
  • Bagian penghasilan (rugi) komprehensif lain dari entitas asosiasi: 20% Gama. 
  • Laba: 100% Alfa + 100% Beta + 20% Gama. 
  • Laba pemilik induk perusahaan: 90% Alfa + 40% Beta + 20% Gama. 
  • KNP (Kepentingan Non Pengendali): 10% Alfa + 60% Beta. 

Apabila anak perusahaan memiliki anak perusahaan lainnya atau ‘cucu’ perusahaan induk dan seterusnya, maka semuanya akan dikonsolidasikan. Tetapi, dengan catatan jika perusahaan induk masih memiliki kendali. Bila tidak memiliki kendali, cucu perusahaan tersebut tidak perlu ikut dilaporkan juga dalam laporan konsolidasi. 

Nah, kurang lebih itulah rincian cara membuat laporan keuangan konsolidasi beserta contohnya. Apabila perusahaan anda membutuhkan jasa pembuatan laporan keuangan profesional, kami menyediakan jasa pembuatan laporan keuangan dan jasa yang berhubungan dengan akuntansi dan pajak lainnya. Segera hubungi kami di sini.


December 17, 2020
isaac-smith-6EnTPvPPL6I-unsplash-min-1280x853.jpg

Dalam menjalankan sebuah bisnis, penting bagi pemilik dan pengelola untuk mengetahui rasio profitabilitas. Konsep ini penting untuk mengukur potensi perusahaan untuk mendapatkan profit sehingga bisa menjadi gambaran bagi pelaksana bisnis dan bagi para investor.

Definisi rasio profitabilitas adalah sebuah perbandingan mengenai kemampuan perusahaan dalam meraih laba baik dari sekuritas, aset, maupun dari segi penjualan. Rasio yang didapatkan haruslah sesuai dengan standar keuangan.

 

Jenis-Jenis Rasio Profitabilitas dan Rumus Rasio Profitabilitas

Berdasarkan rumus dan hal yang dinilai, ada beberapa jenis rasio profitabilitas.

 

  • Margin Laba Kotor

Margin Laba Kotor digunakan untuk mengukur persentase laba kotor pada setiap pendapatan yang dihasilkan oleh perusahaan. Semakin besar margin yang didapatkan, maka perusahaan akan menjadi semakin efisien. Rumusnya adalah sebagai berikut:

Margin Laba Kotor = Penjualan – Harga Pokok Penjualan : Penjualan

 

 

  • Margin Laba Bersih

Margin Laba Bersih digunakan untuk menilai persentase laba bersih dari perusahaan usai dikurangi pajak pendapatan. Margin Laba Bersih yang tinggi menunjukkan efisiensi perusahaan. Rumus margin laba bersih adalah:

Margin Laba Bersih = Laba Bersih Setelah Pajak : Penjualan

 

 

  • Rasio Pengembalian Aset

Rasio ini dipakai untuk mengukur persentase laba yang diperoleh perusahaan terkait aset total. Rumusnya adalah: 

Rasio Pengembalian Aset = Laba Bersih : Total Aset

 

 

  • Rasio Pengembalian Ekuitas

Rasio Pengembalian Ekuitas menilai keuntungan investasi para pemegang saham perusahaan tersebut.

Rasio ini dihitung berdasarkan income terhadap modal investasi pemilik perusahaan dan pemegang saham lainnya. Berikut adalah rumusnya:

Rasio Pengembalian Ekuitas = Keuntungan Setelah Pajak / Equity Pemegang Saham

 

 

  • Rasio Pengembalian Penjualan

Rasio ini dihitung  setelah pencatatan  biaya-biaya variabel produksi seperti gaji pegawai, bahan produksi, dan sebagainya tanpa melihat pajak dan bunga. Perhitungannya adalah :

Rasio Pengembalian Penjualan =  Laba (Tanpa Pajak dan Bunga) : Penjualan

 

 

  • Rasio Pengembalian Modal

Rasio ini dipakai untuk mengukur laba dari pemakaian modal dan disajikan dalam format persentase. Rumusnya adalah:

Rasio Pengembalian Modal = Laba : Modal Kerja

Rasio Pengembalian Modal = Keuntungan Sebelum Pajak dan Bunga : (Total Aset – Kewajiban)

 

 

  • Return on Investment

Perhitungan Return on Investment menggunakan keuntungan bersih tanpa pajak terhadap semua aktiva perusahaan. Berikut adalah rumus Return on Investment :

Return on Investment = Keuntungan Setelah Pajak / Total Aktiva

 

 

  • Earning Per Share

Earning per Share mengukur kemampuan perusahaan  per lembar saham dalam menghasilkan keuntungan.  Cara menghitungnya adalah dengan menggunakan rumus ini: 

Earning per Share = Keuntungan Setelah Pajak – Dividen Saham Preferen : Jumlah Saham Biasa 

Baca Juga: Membuat Laporan Laba Rugi Sederhana dengan Bentuk & Format Berbeda

Itulah berbagai macam rasio profitabilitas perusahaan yang penting untuk dipahami guna mengukur kemampuan perusahaan dan memahami probabilitas keuntungan yang dapat dihasilkan oleh perusahaan. Perhitungan akurat dalam rasio profitabilitas akan memberikan Anda insight yang lebih baik mengenai potensi perusahaan dan hal-hal yang harus dibenahi dalam perencanaan penjualan.


December 16, 2020
lukas-blazek-mcSDtbWXUZU-unsplash-min-1280x848.jpg

Ingin produktivitas perusahaan semakin meningkat dengan laporan keuangan yang akurat dan tepat? Karena itu, gunakan Sistem Informasi Akuntansi untuk membantu mengelolanya. Namun, sebelum itu, Anda bisa mencari tahu lebih dulu tentang pengertian sistem informasi akuntasi, contoh aplikasi, serta tujuan penggunaannya. 

Pengertian Sistem Informasi Akuntansi

Sistem Informasi Akuntansi (SIA) selalu diperlukan pada setiap perusahaan yang bergerak dalam bidang apa pun. Pasalnya, SIA memiliki proses yang sangat berguna untuk mempermudah kegiatan yang berkaitan dengan akuntansi sehingga dapat menghasilkan informasi yang tepat dan akurat. Makin tepat dan akurat informasi yang dihasilkan dalam sistem informasi akuntansi, makin efektif dan efisien pula biaya produksi yang diperlukan. Dengan begitu, produktivitas perusahaan pun akan meningkat.

Bodnar dan Hopwood mendefinisikan SIA sebagai gabungan beberapa jenis sumber daya yang dirancang guna mengubah data keuangan juga data lainnya menjadi sebuah informasi. Sedangkan Jogiyanto berpendapat SIA adalah sebuah bentuk sistem informasi yang dapat mengubah data transaksi bisnis menjadi informasi keuangan.

Dari definisi tersebut, dapat disimpulkan SIA merupakan sistem yang meliputi pencatatan, pengumpulan serta pengolahan data keuangan yang dimanifestasikan ke dalam bentuk laporan guna menghasilkan informasi keuangan yang dibutuhkan perusahaan.

Baca Juga: Memahami Akuntansi Dasar bagi Pemula dengan Mudah 

Contoh Aplikasi Sistem Akuntansi

Teknologi pada zaman ini semakin canggih. Banyak program yang diciptakan untuk membantu manusia menyelesaikan urusan atau pekerjaannya. Tidak terkecuali di bidang akuntansi. Kini, sudah banyak software akuntansi yang bisa Anda gunakan guna membantu mengolah perhitungan akuntansi.

Dengan menggunakan software akuntansi, Anda dapat membuat laporan keuangan dengan tepat dan akurat, serta efektif dan efisien. Beberapa di antaranya ialah:

1. MYOB Accounting

Berkat tampilannya yang sederhana dan user friendly (mudah digunakan), MYOB (Mind Your Own Business) banyak disukai dan menjadi software yang populer di Indonesia. MYOB Accounting cocok untuk UKM atau perusahaan menengah ke bawah. Sayangnya, di versi ini Anda tidak dapat melakukan modifikasi laporan atau field, serta belum mendukung fitur multi currency dan multi gudang.

2. KRISHAND

Krishand adalah software yang dikhususkan untuk membantu Anda dalam pelaporan pajak. Software ini dapat menghemat waktu dengan membuat laporan pajak yang tepat dan akurat, karena Krishand menyediakan formulir pajak yang disesuaikan dengan peraturan pajak di Indonesia.

3. Accurate Accounting 

Software yang memiliki versi bahasa Indonesia ini juga mempunyai tampilan yang mirip dengan MYOB sehingga cukup mudah digunakan. Kelebihannya, Anda dapat memodifikasi form dan laporan sesuai kebutuhan. Accurate juga dilengkapi fitur pajak yang support dengan kebijakan pajak di Indonesia. Selain itu, software ini mendukung multi currency, gudang, user, departemen dan proyek. 

Selain ketiga software di atas, masih banyak software lain yang bisa Anda gunakan, seperti Zahir Accounting, Omega Accounting, Quick Book, Microsoft Office Accounting Express (MOAE) yang bisa Anda dapatkan secara gratis, atau iTBrain Indonesia dan Easy Accounting System (EAS) yang merupakan software karya anak bangsa.

Baca Juga: 10 Manfaat Menggunakan Software Akuntansi Online

Tujuan Menggunakannya

Berikut ini beberapa uraian mengenai tujuan Sistem Informasi Akuntansi:

  1. Mengubah kumpulan data menjadi informasi yang dapat digunakan ketika para pemangku jabatan tertinggi mengambil keputusan terkait manajemen perusahaan. 
  2. Memberikan kontrol yang efektif pada setiap aktivitas keuangan perusahaan.
  3. Meningkatkan kualitas tim keuangan serta menjaga efisiensi waktu maupun biaya tim dalam melaporkan.
  4. Menyajikan laporan keuangan yang tepat, akurat, dan sistematis selama periode pelaporan tertentu, contoh bulanan, triwulan, maupun tahunan.
  5. Meningkatkan sharing knowledge.

Itulah informasi singkat mengenai Sistem Informasi Akuntansi, metode yang digunakan, serta tujuannya. Semoga bermanfaat.


December 15, 2020
rupixen-com-Q59HmzK38eQ-unsplash-min-1280x853.jpg

Sebagai warga negara yang baik, kita diwajibkan untuk membayar pajak secara rutin, baik dari penghasilan bulanan, hasil usaha, atau bahkan pajak harta benda yang dimiliki. Namun, tidak sedikit dari kita yang masih mengabaikannya dengan alasan tidak tahu cara membayar dan melaporkan, atau bahkan tidak sempat. e-Billing pajak solusinya!

Dulu, semua masih manual dan cukup membuang waktu lantaran harus antre lama di bank hanya untuk melakukan pembayaran pajak. Belum lagi antre di kantor pajak ketika harus melakukan pelaporan tahunan. Namun, kini semua sudah dipermudah dengan metode e-billing pajak

Cara Membuat e-Billing Pajak

Sebelum membuat e-Billing pajak, pastikan Anda sudah mempunyai kode billing atau ID Billing terlebih dahulu. Kode billing sendiri merupakan deretan kode identifikasi yang diperoleh dari e-Billing, yang nantinya akan digunakan sebagai kode pembayaran pajak. Untuk mendapatkannya, Anda bisa datang langsung ke kantor pajak, melalui kantor pos, teller bank, atau website resmi DJP Online. 

Bila ingin menggunakan DJP Online, Anda perlu mendaftar terlebih dahulu menggunakan NPWP dan kode e-FIN yang diperoleh dengan datang langsung ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP). Jika Anda sudah memperoleh kode e-FIN, selanjutnya registrasi di http://djponline.pajak.go.id/. Pilihlah pada bagian Belum Registrasi. Kemudian masukkan nomor NPWP dan kode e-FIN yang Anda miliki dan tuliskan captcha yang tampil. Setelahnya, klik verifikasi dan cek email untuk aktivasi akun.

Baca Juga: Kenali 2 Cara Membayar Pajak Penghasilan, Apa Saja?

Cara Menggunakan e-Billing

Usai membuat akun, langkah selanjutnya adalah membayar pajak menggunakan e-billing. Tata caranya adalah:

  1. Pastikan Anda sudah login dengan memasukkan NPWP dan kata sandi yang sudah dibuat dan berada di halaman member DJP Online.
  2. Silakan pilih menu “Bayar” untuk kemudian klik logo e-Billing. Selanjutnya akan muncul data diri Anda yang sudah terisi secara otomatis. Lengkapilah informasi pada bagian yang belum terisi.
  3. Silakan klik “Buat Kode Billing” dan isi kolom kode keamanan sesuai captcha yang disediakan. Selanjutnya, akan muncul informasi pribadi Anda dan baca dengan teliti. 
  4. Jika informasinya sudah sesuai semua, silakan klik “Cetak”. Kode e-Billing telah berhasil dibuat.

Baca Juga: Mudah, Begini Cara Bikin NPWP secara Online

Langkah akhir adalah pembayaran. Maka, gunakan kode ID Billing yang telah terunduh atau tercetak tersebut untuk melakukan pembayaran melalui teller bank, kantor pos, ATM, internet banking, atau mobile banking. Sebagai catatan, kode ID Billing memiliki tenggat waktu tertentu, maka pastikan Anda membayar sebelum waktunya habis. 

Kurang lebih itulah tata cara bayar pajak menggunakan e-billing. Mudah, praktis, dan cepat. Anda tidak perlu lagi mengantre lama untuk melakukan pembayaran pajak. Jadi, sudah tidak perlu lagi beralasan tidak memiliki waktu untuk menunaikan kewajiban sebagai wajib pajak. Tunaikan kewajiban dan kita pun akan mendapatkan hak dari negara. Semoga informasinya bermanfaat.


December 14, 2020
warehouse-indoor-view-1280x768.jpg

Dalam ilmu manajemen operasional dan manajemen produksi, mungkin Anda pernah mendengar istilah manajemen persediaan atau inventory management. Bagian dari perusahaan yang bertugas mengatur, mengelola dan mengendalikan persediaan itulah yang disebut manajemen persediaan. Tugasnya adalah mengatur persediaan yang dimiliki perusahaan, dimulai dari cara memperoleh, penyimpanan hingga pemanfaatan persediaan. 

Persediaan dalam perusahaan ini berupa aset yang disimpan untuk digunakan dalam suatu proses produksi atau menunggu untuk dijual, atau bisa juga berupa suku cadang, bahan baku (barang mentah), barang jadi, barang pembantu ataupun barang dalam proses. 

Mungkin ada beberapa yang menganggap jika mengatur persediaan adalah hal yang mudah, sepele, atau bahkan tidak penting. Aktualnya, mengatur jumlah persediaan agar tetap stabil tidaklah semudah yang diperkirakan. Jika jumlah persediaan terlalu banyak, maka biaya penyimpanan akan meningkat. Sebaliknya, jika jumlah persediaan kurang, kegiatan produksi akan terhambat. Risikonya, perusahaan bisa saja kehilangan konsumen dan penjualan berkurang.

Baca Juga: Akuntansi Biaya: Pengertian, Fungsi, dan Manfaatnya bagi Suatu Perusahaan

Belum lagi, adanya beragam ketidakpastian. Seperti ketidakpastian waktu pemesanan, permintaan, dan pasokan dari supplier. Karena itulah, manajemen persediaan sangat penting guna mengendalikan jumlah persediaan perusahaan tetap stabil, optimal, efektif dan efisien. Terutama bagi perusahaan yang bergerak dalam bidang manufaktur. 

Metode Manajemen Persediaan

Dalam menjalankan manajemen persediaan, ada beberapa metode yang dapat digunakan. Di antaranya adalah:

1. EOQ (Economic Order Quantity)

Metode EOQ atau biasa disebut juga metode kuantitas ekonomi merupakan metode yang dijalankan dengan cara membeli persediaan sesuai dengan jumlah pesanan yang diterima. Artinya, jumlah pesanan, variasi, spesifikasi, hingga waktu pengiriman sudah ditentukan oleh customer atau pemesan.

 

2. JIT (Just IN Times)

Istilah lain dari metode JIT ialah metode tepat waktu. Pada metode ini, perusahaan dibuat sebisa mungkin tidak memiliki persediaan atau tidak memiliki stok sama sekali. Hal ini dimaksudkan agar perusahaan tidak mengeluarkan biaya penyimpanan. Perusahaan hanya akan membeli persediaan pada saat dibutuhkan atau menerima pesanan.

 

3. MRP (Material Requirement Planning)

MRP juga dikenal dengan sebutan metode perencanaan kebutuhan. Metode ini digunakan untuk merencanakan serta mengendalikan stok barang dalam jumlah yang aman yaitu mampu memenuhi permintaan pelanggan atau kebutuhan perusahaan. 

 

3. Periodic Review

Dalam metode ini, perusahaan memungkinkan melakukan pemesanan persediaan dalam interval waktu yang sama. Artinya, pembelian atau pemesanan sudah terjadwal secara rutin sehingga manajer keuangan dapat memperkirakan biaya yang perlu disiapkan.

 

4. Metode Analisa ABC

Metode ini melakukan penggolongan terhadap persediaan berdasarkan nilai total persediaan, yang nantinya akan dibagi ke dalam kelas A, B, C dan seterusnya.

 

Fungsi Manajemen Persediaan

Berikut beberapa fungsi terkait aktivitas manajemen persediaan:

  1. Membuat perhitungan kekurangan persediaan. 
  2. Mengantisipasi pesanan persediaan apabila tidak sesuai dengan kebutuhan. 
  3. Berjaga-jaga apabila persediaan yang dibutuhkan tidak terdapat di pasaran. 
  4. Menjamin kelancaran proses produksi. 
  5. Memastikan persediaan selalu tersedia (safety stock). 
  6. Mengurangi terjadinya keterlambatan dalam sebuah pengiriman persediaan. 
  7. Mengurangi risiko harga yang fluktuatif. 
  8. Menyesuaikan pembelian persediaan dengan jadwal produksi. 
  9. Mengantisipasi kemungkinan perubahan yang terjadi pada penawaran maupun permintaan. 
  10. Mengantisipasi kemungkinan permintaan mendadak. 

Baca Juga: PPh Pasal 22, Pajak Ekspor Impor yang Wajib Diketahui

Dengan manajemen persediaan, maka perusahaan tidak akan kehabisan barang serta mampu menepati komitmen yang sudah dibuat dengan para pelanggan. Jadi, mari mulai gunakan strategi tersebut agar usaha lebih baik lagi.


December 10, 2020
businessman-documents-business-report-papers-job-succes-analyze-document-plans-3-1280x853.jpg

Sudah pernah mendengar NTPN, tapi masih belum tahu pasti itu apa? Maka, simak ulasan singkat ini mengenai pengertian NTPN dan cara cek NTPN ketika hilang, rusak, atau tidak terbaca pada bukti setoran. 

Pengertian NTPN

Nomor Transaksi Penerimaan Negara atau yang disingkat NTPN adalah  nomor yang dijadikan sebagai bukti dalam transaksi penerimaan, umumnya diterbitkan oleh Modul Penerimaan Negara (MPN). NTPN  terdiri dari 16 deret gabungan antara angka dan huruf. Ketika Anda sudah membayar kewajiban sebagai wajib pajak, maka Anda akan mendapatkan bukti NTPN yang tercantum pada lembar Surat Setoran Pajak (SSP). 

Fungsi dari NTPN adalah sebagai alat bukti untuk memvalidasi transaksi perpajakan yang Anda lakukan. Petugas pajak akan mengecek nomor NTPN pada lembar Surat Setoran Pajak (SSP), Surat Setoran Elektronik, BPN, ataupun dokumen lain yang memliki kedudukan setara dan dianggap sah oleh petugas. 

Selain itu, Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) juga menjadi syarat yang harus ada dalam setiap pelaporan yang Anda lakukan. Maka, pastikan dengan baik jika bukti pembayaran Anda memilikinya. Pasalnya, terkadang nomor bukti tersebut tidak tercetak jelas pada struk pembayaran. 

Kendati demikian, Anda tetap dapat mengeceknya melalui situs resmi DJP. Nah, inilah cara cek NTPN serta memastikan jika nomornya sudah tepat. 

Baca Juga: Kenali 2 Cara Membayar Pajak Penghasilan

 

Cara Cek NTPN

  1. Lakukan pengecekan melalui SSP e-billing yang diperoleh ketika melakukan pembayaran melalui bank terpilih. Pasalnya, struk yang diperoleh dari teller akan lebih jelas cetakannya sehingga nomor tersebut tidak akan hilang, pudar, atau tidak terbaca yang dapat menghilangkan keabsahannya. 
  2. Gunakan situs DJP online yang sudah menyediakan semua fungsi dalam pengecekan transaksi dan nomor transaksi. Berikut langkah-langkah mengecek NTPN melalui DJP Online:
  1. Cek pembayaran yang telah Anda lakukan melalui ID Billing, kemudian, copy ID Billing tersebut.
  2. Akses situs milik DJP online yaitu https://www.pajak.go.id/. Selanjutnya masuk ke dalam website tersebut dengan memasukkan NPWP serta kata sandi yang sudah dibut. Pastikan Anda mengingat kata sandinya. Jika tidak, lakukan reset password
  3. Pilih Layanan, kemudian klik menu Rumah Konfirmasi Dokumen. 
  4. Klik pada bagian Konfirmasi PTN kemudian pilih berdasarkan Kode Billing.
  5. Masukkan ID Billing yang sebelumnya sudah Anda copy pada field kata kunci. Isi captcha dan klik cari. 

Jika data pembayaran sudah valid, data SSP yang berisi NTPN, kode jenis pajak, kode billing, atau data-data lain akan tersaji pada layar.

Baca Juga: Yuk Ketahui Daftar Kode Harta Pajak! 

Kurang lebih itulah uraian singkat mengenai pengertian NTPN dan cara cek NTPN ketika nomor tersebut tidak terbaca pada struk pembayaran atau hilang. Pastikan untuk selalu mengecek struk pembayaran yang diperoleh dan memastikan jika nomor bukti transaksi sudah benar dan valid. Semoga artikel ini dapat membantu.


Send this to a friend