Audit Operasional: Bagaimana Tujuan, Contoh, Tahapan & Laporannya?

April 9, 2021by Admin dua0
WhatsApp-Image-2021-04-04-at-7.20.05-AM.jpeg

Setiap jenis perusahaan perlu mengetahui apakah mereka bekerja dengan baik dan apakah mereka perlu perbaikan di bidang tertentu demi pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Oleh sebab itu, banyak perusahaan mencari audit operasional guna meningkatkan kinerja operasional termasuk kualitas, agility, efisiensi, nilai pelanggan, dan biaya. Jadi, apa pengertian audit operasional? Berikut penjelasan lengkap beserta contoh, tahapan, dan tujuannya.

Apa itu Audit Operasional?

Audit operasional adalah cara pemeriksaan perusahaan dalam menjalankan bisnis, dengan tujuan meningkatkan efisiensi dan efektivitas bisnis. Jenis audit ini sejatinya berbeda dari audit normal, dengan tujuan memeriksa pengendalian dan mengevaluasi kewajaran penyajian laporan keuangan.

Audit operasional biasanya dilakukan oleh staf audit internal, dengan spesialis yang tetap dapat dipekerjakan untuk jenis audit ini. Pengguna utama audit operasional adalah tim manajemen, dan terutama para manajer di area terkait.

Audit operasional mencari celah proses yang menyebabkan ketidakefektifan sumber daya, yang kemudian merekomendasikan solusi atas masalah tersebut.

Audit operasional juga menambah nilai serta layanan profesional bisnis. Sistematis dan disiplin yang tinggi juga merupakan bagian jenis audit ini guna memastikan bahwa audit operasional memberikan nilai tambah bagi perusahaan.

Tujuan dan Manfaat Audit Internasional

Tujuan audit internasional dapat bervariasi tergantung pada jenis perusahaan dan KPI-nya, atau apakah audit dilakukan untuk menjawab masalah khusus di berbagai bidang seperti sumber daya manusia, hubungan pelanggan, atau penurunan produksi. Mungkin juga ada masalah kepatuhan pemerintah yang perlu dipertimbangkan seperti keselamatan konsumen. 

Perusahaan dapat mencapai tujuannya dengan menerapkan metode yang disiplin dan sistematis untuk menilai dan memajukan efektivitas pengendalian, manajemen risiko, dan proses tata kelola perusahaan melalui audit operasional.

Perusahaan dan karyawan dapat terus meningkatkan kemampuannya untuk menerapkan pengetahuan serta keterampilan untuk memberikan hasil yang diinginkan. Sementara konsumen menerima produk atau layanan yang lebih hemat biaya dan berkualitas tinggi.

Selain itu, perusahaan dapat:

  • Memahami bagaimana proses, kebijakan, prosedur, dan jenis manajemen di masa depan menghasilkan efektivitas dan efisiensi maksimal.
  • Menetapkan dampak potensial dari keberhasilan dan kegagalan di bidang operasional tertentu.
  • Memahami risiko yang terkait dengan bisnis dan risiko operasional seperti kelalaian atau kesalahan karyawan, kegagalan sistem IT, kegagalan produk, dan masalah keselamatan dan kesehatan.
  • Melakukan perbaikan dan cara memitigasi risiko serta meningkatkan peluang bisnis.
  • Memberikan analisis objektif, penilaian, rekomendasi, dan feedback terkait kegiatan yang ditinjau.

Contoh Audit Operasional

Dalam sebuah perusahaan, terdapat banyak bidang bagi auditor internal melakukan audit operasionalnya. Namun sebelum peninjauan dapat dilakukan, audit internal perlu mengidentifikasi bidang yang dapat diaudit, dan memprosesnya terlebih dahulu. Hal tersebut dapat diidentifikasi dengan masukan yang diperoleh dari manajemen perusahaan.

Contoh, kepala operasional menyatakan kekhawatiran mengenai kesalahan informasi yang mungkin diberikan kepada pelanggan oleh tim penjualan. Sebab, direktur keuangan mengajukan beberapa ketidaksesuaian antara faktur dengan pengiriman kepada pelanggan.

Untuk kasus ini, proses penjualan dan proses penerbitan faktur mungkin perlu ditinjau. Auditor juga dapat mengidentifikasi proses atau operasional yang akan diaudit dengan memahami gambaran besar bisnis terlebih dahulu.

Kemudian, auditor dapat mengidentifikasi proses utama dan juga unit bisnis yang terkait. Setelah semua ini diidentifikasi, auditor harus melakukan penilaian untuk mengidentifikasi risiko yang terkait dengan pengendalian dan proses audit.

Siapa yang Biasanya Melakukan Audit?

Jasa audit operasional biasanya dilakukan oleh auditor internal. Mereka merupakan menilai efisiensi dan efektivitas audit dan operasi internal. Biasanya, auditor internal melakukan peninjauan terhadap tiga hal utama yang meliputi audit laporan keuangan, audit kepatuhan, dan audit operasional.

Namun, perusahaan dapat mempertimbangkan untuk menggunakan jasa ini kepada perusahaan eksternal jika perusahaan tidak memiliki departemen audit internal atau tim audit internal tidak memiliki cukup pengalaman dan pengetahuan untuk operasi kunci tertentu.

Seperti layanan audit internal dari Rusdiono Consulting, yang membantu Anda melakukan audit operasional atau keuangan dengan tujuan khusus yang ditetapkan oleh Anda.

 

Proses dan Tahapan Audit Operasional

Proses audit operasional tidak jauh berbeda dengan audit lain yang dilakukan oleh auditor internal. Hal ini termasuk perencanaan, pelaksanaan, pelaporan dan tindak lanjut.

 

  • Perencanaan¬†

 

Auditor perlu memperoleh pemahaman tentang bisnis serta operasionalnya. Kemudian, mereka perlu membuat penilaian dan menargetkan operasional utama mana yang harus mereka lakukan.

 

  • Eksekusi

 

Memvalidasi kunci utama dari operasional bisnis, mengamati bagaimana hal tersebut bekerja, dan memeriksa dokumen tertentu seperti faktur penjualan, catatan pengiriman barang.

 

  • Laporan Audit Operasional

 

Setelah menemukan kunci operasional dan kontrol divalidasi, laporan perlu disiapkan dan diserahkan ke komite audit.

 

  • Tindak Lanjut

 

Sama seperti audit internal lainnya, setiap temuan utama, dan rekomendasi yang disiapkan oleh auditor perlu ditindaklanjuti apakah temuan utama tersebut dimitigasi oleh manajemen atau departemen terkait.

Baca Juga: Pengertian Kertas Kerja Audit, Tujuan, Syarat Membuat, hingga Contohnya

Laporan Audit Internasional

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, salah satu tahapan penting dalam proses audit operasional adalah penyusunan dan distribusi laporan audit operasional kepada manajer unit dan pimpinan perusahaan.

Laporan audit akhir harus menguraikan ruang lingkup dan tujuan audit, termasuk informasi latar belakang yang diperlukan untuk mendukung pendapat dan rekomendasi yang dicapai sebagai hasilnya. 

Auditor juga menguraikan perubahan yang direkomendasikan untuk meningkatkan efektivitas operasional dalam laporan. Laporan audit akhir didistribusikan kepada manajer dan supervisor yang bertanggung jawab untuk menerapkan perubahan tersebut.

Demikian penjelasan mengenai audit operasional, tujuan, contoh, hingga tahapan audit operasional. Jika Anda kesulitan dalam melakukan operasional audit untuk bisnis, Anda dapat mengandalkan jasa layanan audit internal Rusdiono Consulting, sehingga Anda dapat meluangkan waktu untuk menjalankan bisnis pada hal yang lebih strategis.

Konsultasikan dengan auditor kami sekarang! Kalau ada cara mudah, kenapa harus dipersulit?

Admin dua


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Send this to a friend