logo

menu

Perbedaan PSAK dan IFRS yang Wajib Dipahami Akuntan

Article

02|02|2026

Perbedaan PSAK dan IFRS yang Wajib Dipahami Akuntan

Dalam praktik akuntansi modern, akuntan dituntut untuk memahami berbagai standar pelaporan keuangan yang berlaku, baik di tingkat nasional maupun internasional. Di Indonesia, standar yang digunakan adalah PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan), sementara secara global banyak negara mengadopsi IFRS (International Financial Reporting Standards).

Meskipun PSAK telah mengadopsi sebagian besar IFRS, masih terdapat perbedaan penting yang wajib dipahami oleh akuntan, khususnya dalam penyusunan dan analisis laporan keuangan.

Pengertian PSAK dan IFRS

PSAK adalah standar akuntansi yang berlaku di Indonesia dan disusun oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK IAI). PSAK menjadi pedoman utama dalam penyusunan laporan keuangan entitas di Indonesia.

IFRS adalah standar akuntansi internasional yang diterbitkan oleh International Accounting Standards Board (IASB). IFRS bertujuan menciptakan keseragaman dan transparansi laporan keuangan secara global.

Perbedaan PSAK dan IFRS

Berikut adalah perbedaan utama antara PSAK dan IFRS yang perlu dipahami oleh akuntan:

1. Cakupan Penerapan

  • PSAK
    Diterapkan secara khusus untuk entitas yang beroperasi di Indonesia dan disesuaikan dengan kondisi ekonomi serta regulasi nasional.
  • IFRS
    Diterapkan secara global oleh berbagai negara dan perusahaan multinasional.

2. Tingkat Adopsi

  • PSAK
    Merupakan hasil adopsi IFRS dengan penyesuaian tertentu, baik dari sisi waktu penerapan maupun substansi.
  • IFRS
    Standar internasional asli tanpa penyesuaian lokal.

3. Pendekatan Standar

  • PSAK
    Mengombinasikan prinsip (principle-based) dengan aturan tambahan yang disesuaikan dengan kebutuhan nasional.
  • IFRS
    Lebih menekankan pendekatan principle-based, sehingga memerlukan pertimbangan profesional yang lebih besar.

4. Pengakuan dan Pengukuran

  • PSAK
    Dalam beberapa standar masih mempertahankan pendekatan historis atau ketentuan transisi yang berbeda.
  • IFRS
    Lebih luas menggunakan nilai wajar (fair value) dalam pengukuran aset dan liabilitas.

5. Penyajian Laporan Keuangan

  • PSAK
    Mengatur format dan penyajian laporan keuangan sesuai ketentuan nasional, termasuk penyesuaian terminologi.

  • IFRS
    Memberikan fleksibilitas lebih besar dalam penyajian, selama memenuhi prinsip keterbandingan dan transparansi.

6. Waktu Penerapan Standar

  • PSAK
    Sering kali memiliki perbedaan waktu adopsi dibandingkan IFRS, sehingga terdapat jeda antara standar internasional dan standar nasional.

  • IFRS
    Diterapkan sesuai tanggal efektif yang ditetapkan IASB.

7. Ketentuan Khusus Lokal

  • PSAK
    Memuat ketentuan tambahan yang mempertimbangkan:
  • Regulasi perpajakan Indonesia
  • Lingkungan bisnis nasional
  • Kepentingan regulator lokal
  • IFRS
    Tidak mempertimbangkan ketentuan spesifik suatu negara.

Mengapa Akuntan Perlu Memahami Perbedaan PSAK dan IFRS?

Pemahaman terhadap perbedaan PSAK dan IFRS penting karena:

  • Banyak perusahaan memiliki afiliasi internasional
  • Laporan keuangan sering digunakan lintas yurisdiksi
  • Perbedaan standar dapat memengaruhi:
  • Laba
  • Nilai aset dan liabilitas
  • Rasio keuangan

Kesalahan pemahaman standar dapat berdampak pada kualitas laporan keuangan dan opini audit.

Kesimpulan

Perbedaan PSAK dan IFRS terletak pada cakupan penerapan, pendekatan standar, pengakuan dan pengukuran, serta adanya penyesuaian lokal dalam PSAK. Meskipun PSAK telah mengadopsi IFRS secara luas, akuntan tetap perlu memahami perbedaan yang ada agar dapat menyusun laporan keuangan secara akurat dan sesuai ketentuan.

Pemahaman ini menjadi kompetensi penting bagi akuntan di era globalisasi dan integrasi pasar keuangan.